
Mendengar teriakan sang komandan pasukan yang bertugas untuk menjaga gerbang kota Guancheng, Fan Tian segera menghentikan tindakannya untuk melawan.
Meskipun demikian, akan tetapi kini tinggal sepuluh orang prajurit yang masih berdiri untuk menghadapi lima sosok yang mereka keroyok.
Tindakan Fan Tian segera diikuti oleh empat orang lainnya dan langsung memposisikan diri mereka berdiri disamping pemuda itu.
"Mengapa kalian dikejar oleh mereka?" Tanya sang komandan pasukan sambil menatap Fan Tian.
"Sebelumnya, mohon maafkan kami karena telah membuat keributan ditempat ini. Namun aku bersama dengan rekan ku memang tidak mengetahui mengapa mereka mengejar kami." Jawab Fan Tian.
"Jangan percaya dengan omongannya! Dialah orang yang jenderal Wang Zijun cari selama beberapa hari ini!" Teriak seorang prajurit membantah jawaban Fan Tian.
"Ohh, ternyata kau orang yang menimbulkan kekacauan di kota Guancheng baru-baru ini!?" Tanggapan sang komandan.
"Tuan! Aku tidak tahu dengan apa yang dia katakan itu." Fan Tian mencoba menyangkal atas tuduhan prajurit tersebut.
"Apakah wajahku ini yang kau lihat saat itu?" Lanjut Fan Tian bertanya sambil menunjuk ke wajahnya yang saat itu sedang menyamar.
Prajurit itu pun sesaat terdiam dan akhirnya menanggapi pertanyaan Fan Tian.
"Memang aku tidak melihat wajahmu, akan tetapi jenderal Wang Zijun sendiri yang memerintahkan kami untuk menangkapmu!" Balas prajurit tersebut.
Fan Tian pun dengan sengaja memperlihatkan lencana milik keluarga Li kepada komandan pasukan yang berdiri tepat didepannya.
"Aku tidak ingin kalian sampai menangkap orang yang salah dan memaksakan kehendak kalian untuk membuat kami tetap bersalah...itulah sehingga kami berusaha untuk menghindari kalian." Fan Tian mencoba memberikan alasan untuk bisa mengelabui komandan pasukan itu.
Saat Fan Tian berkata-kata, tanpa sengaja sang komandan pasukan melihat lencana milik keluarga Li yang tergantung di pinggang pemuda itu.
"Apakah dia adalah anggota keluarga kerajaan!?" Pikir sang komandan yang langsung merasa terkejut.
"Tu...tuan! Apakah itu lencana milikmu!?" Tanya sang komandan dengan tergagap.
Fan Tian pura-pura melihat ke arah dimana lencana itu tergantung di pinggangnya dan segera menyembunyikannya lagi.
"Iya tuan! Lencana ini memang milikku...memangnya kenapa dengan lencana ini?" Jawab Fan Tian dan lanjut bertanya.
"Apakah anda adalah...." Sang komandan tidak melanjutkan kata-katanya.
"Iya! Aku adalah bagian dari mereka...namun aku tidak ingin mengungkapkan identitas ku kepada khalayak umum, sehingga anda bisa menanyakan sendiri hal itu kepada sosok yang anda maksudkan itu."
"Dan jika situasi ini semakin serius, takutnya itu bisa mengganggu stabilitas politik di ibu kota negeri Zhong ini, sehingga aku berharap anda bisa mengerti dengan situasi yang kami alami saat ini." Terang Fan Tian.
"Sial! Mengapa situasinya serumit ini!?"
__ADS_1
"Jika aku melepaskan mereka, pasti jenderal Wang Zijun akan berusaha untuk bisa menjatuhkan hukuman kepada kami..."
"Tetapi jika aku tidak melepaskan mereka, pasti masalah besar akan terjadi jika kedua kekuatan itu saling bersinggungan secara terbuka seperti sekarang ini."
Sang komandan menjadi dilema dengan keputusan yang akan dia ambil saat itu, sebab kedua kelompok tersebut merupakan bagian dari dua kekuatan besar di negeri Zhong itu.
Apa lagi saat ini situasi politik di negeri Zhong itu memang sudah mulai bergejolak meskipun tidak terlihat dari luar.
Komandan pasukan yang bertugas di atas tembok kota Guancheng segera menghampiri rekannya yang saat itu terlihat bingung dan kemudian membisikkan sesuatu, sebab dirinya juga telah melihat lencana milik Fan Tian.
"Komandan! Sebaiknya kalian segera membantu kami untuk bisa menangkap pria ini!" Teriak seorang prajurit bawahan Wang Zijun.
"Apakah kalian memang hanya ingin menangkap pria ini!?" Tanya sang komandan ingin memastikan.
"Itu benar!" Jawab prajurit itu singkat.
"Baiklah, jika demikian, kalian berempat segera pergi dari tempat ini, karena ternyata kalian tidak memiliki hubungan dengan jenderal Wang Zijun." Ucap komandan tersebut kepada Chen Zhu dan tiga wanita lainnya.
"Tidak bisa! Sebab kami memiliki hubungan dengan pria ini!" Balas Sung Yunzi.
"Sudahlah, kalian tidak perlu ikut campur dengan masalah yang aku hadapi saat ini, biarkan aku sendiri yang akan menyelesaikannya." Ucap Fan Tian sambil memberikan isyarat kepada keempat orang yang bersama dengannya.
"Benar yang dia katakan...sebaiknya kita segera pergi dari sini." Chen Zhu menambahkan untuk membujuk Sung Yunzi.
Karena mereka sudah mengerti dengan apa yang Fan Tian pikirkan, sehingga mereka berempat pun sepakat dengan apa yang komandan pasukan serta Fan Tian ucapkan.
Begitu juga dengan Chen Zhu yang saat itu menatap Sung Yunzi.
"Nona Dong, kalian berdua pakai saja kuda milikku, biar aku bersama dengannya." Ucap Chen Zhu menawarkan.
Dong Huang pun mengangguk untuk menyetujui tawaran yang Chen Zhu berikan.
"Bukakan pintu gerbang untuk mereka!" Teriak komandan tersebut.
Prajurit yang ada segera melakukan apa yang atasan mereka perintahkan.
Keempat sosok yang telah menunggangi dua ekor kuda itu, segera pergi meninggalkan tempat tersebut.
"Tuan, kami akan mengikatmu untuk dibawa menghadap jenderal Wang Zijun." Ucap sang komandan.
"Tidak bisa! Apakah menurut kalian aku ini adalah seorang penjahat yang harus di rantai oleh kalian?" Balas Fan Tian.
"Jika demikian, jadi apa yang tuan inginkan?" Tanya komandan itu lagi.
__ADS_1
"Biarkan mereka sendiri yang menangkapku. Jika mereka tidak sanggup untuk menangkapku, kalian harus membiarkan diriku melewati gerbang itu." Jawab Fan Tian.
"Tidak bisa begitu...kau harus ikut dengan kami untuk menghadap jenderal Wang Zijun dalam keadaan dirantai, jika kau masih tetap melawan, kami dengan terpaksa akan bertindak kasar kepadamu!" Tutur sang komandan dengan tegas namun tanpa diketahui oleh bawahan Wang Zijun memberikan isyarat kepada Fan Tian untuk segera melarikan diri, sebab gerbang kota saat itu sudah terbuka.
Namun semuanya sudah terlambat, sebab rombongan Wang Zijun kini sudah terlihat sedang menuju ke arah mereka.
"Jangan biarkan dia lolos!" Seru Wang Zijun.
Sontak saja sang komandan tidak bisa lagi membantah perintah tersebut meskipun ia adalah pasukan keamanan ibu kota.
Fan Tian pun segera berbalik dan menatap Wang Zijun yang datang bersama dengan bawahannya.
"Sial! Dengan jumlah mereka, aku tidak bisa untuk menghadapi mereka, sebaiknya aku segera pergi dari sini." Pikir Fan Tian dan segera melesat melewati pasukan penjaga gerbang kota Guancheng.
Kedua komandan yang bertanggung jawab ditempat itu hanya bisa terkejut melihat tindakan Fan Tian. Hingga beberapa saat baru memberikan perintah kepada bawahan mereka.
"Lepaskan anak panah kearahnya!" Teriak komandan tersebut.
Prajurit yang berjaga diatas tembok kota Guancheng segera melepaskan anak panah mereka ke arah Fan Tian yang berlari meninggalkan kota itu.
Dengan cepat Fan Tian menepis ratusan anak panah yang melesat kearahnya sambil terus berlari.
"Dasar tidak berguna!" Wang Zijun membentak semua prajurit yang ada dan terus memacu kudanya untuk mengejar Fan Tian.
"Aku harus bisa mendekati pinggiran hutan itu sebelum mereka bisa menyusulku." Pikir Fan Tian dan terus berlari.
Ratusan pasukan bersama dengan beberapa pendekar kuat terus memacu kuda mereka untuk bisa mengejar Fan Tian.
"Bagaimana pun kecepatan larimu, kau tetap tidak akan bisa lepas dari kejaran kami." Gumam Wang Zijun yang saat itu telah siap dengan senjatanya.
Karena jarak tanah lapang yang terbentang di luar tembok kota Guancheng itu hampir satu mil jauhnya, sehingga Fan Tian dapat terkejar oleh rombongan pasukan Wang Zijun dan langsung mengepungnya.
"Cepat menyerah dan ikut dengan kami untuk diadili." Ucap Wang Zijun.
"Sebenarnya apa kesalahanku sehingga anda ingin menangkapku?" Balas Fan Tian bertanya.
"Di negeri ini, aku tidak perlu memiliki alasan untuk bisa menangkap siapapun yang aku inginkan, sehingga kau tidak bisa menolaknya." Jawab Wang Zijun sambil tersenyum sinis.
"Ohh, jadi seperti itu!? Baiklah, coba saja anda menangkapku kalau bisa." Ucap Fan Tian menantang.
"Serang!" Teriak Wang Zijun memberi perintah.
Puluhan prajurit yang berdiri diposisi terdepan segera menusukkan tombak mereka masing-masing untuk melukai Fan Tian.
__ADS_1
Fan Tian pun segera melakukan gerakan berputar sambil mengayunkan tombak miliknya untuk menangkis setiap serangan tombak puluhan prajurit yang mengepungnya.
~Bersambung~