PENDEKAR LEMBAH NERAKA

PENDEKAR LEMBAH NERAKA
Bab 17. Situasi Di Tiga Tempat


__ADS_3

Tiga orang pengawal yang mencoba untuk menghalangi tindakan Fan Tian langsung tumbang setelah terkena beberapa jarum yang ditembakkan kepada mereka.


Tindakannya dapat dilihat oleh Dong Huang sehingga wanita itu pun merasa terkejut.


"Apakah dia telah menembakkan jarumnya kepada tiga pengawal itu?"


"Jika demikian, apakah dia adalah Fan Tian?"


"Jika benar dia adalah Fan Tian, itu berarti dia telah menipuku dan telah menyembunyikan identitasnya sebagai seorang pendekar hebat."


Sambil berpikir, Dong Huang terus memperhatikan apa yang akan dilakukan oleh pendekar bertopeng itu.


Setelah tiga pengawal itu tumbang, Fan Tian segera menendang atap kereta kuda itu dan membuatnya terbang terpisah dari kereta tersebut.


Dengan cepat Fan Tian segera menembakkan tiga buah jarum ke tubuh pria yang berada di dalam kereta agar tidak memberikan perlawanan saat dia membawanya.


Kejadian itu berlangsung singkat hingga akhirnya asap beracun mulai menyebar dengan cepat di area itu.


Sedangkan Fan Tian sudah pergi dari tempat itu sambil membawa sosok yang dia anggap sebagai utusan untuk mengambil harta hasil rampasan kelompok perampok yang telah dimusnahkan olehnya.


Dong Huang segera mengikuti Fan Tian dari belakang untuk bisa memastikan apakah benar tebakannya jika sosok itu adalah orang yang dia cari.


Dong Huang tidak memperdulikan apa yang akan dialami oleh para pengawal setelah menghirup asap yang di sebarkan oleh Fan Tian.


Setelah tiba ditempat yang menurut Fan Tian aman, ia pun berhenti dan melemparkan tubuh pria yang dia bawa.


"Kau siapa? Mengapa menculikku?"


"Apakah kau adalah salah satu anggota perampok yang ingin berkhianat?"


"Tutup mulutmu itu!" Bentak Fan Tian.


"Kau tidak boleh mengeluarkan sepatah katapun sebelum aku mengijinkannya!"


"Itupun jika kau sayang dengan nyawamu."


Mendengar suara Fan Tian, Dong Huang langsung bisa mengenal pemilik suara itu.


"Dari suaranya, aku semakin yakin jika itu adalah Fan Tian, tetapi aku harus bersabar, karena jika aku keliru, itu akan memberikan dampak yang sangat buruk bagiku."


"Aku ingin melihat apa yang akan dia lakukan terhadap orang yang dia tangkap itu." Pikir Dong Huang dan lanjut memperhatikan apa yang akan terjadi selanjutnya.


Pria itu langsung diam dan tidak ingin menanggapi perkataan Fan Tian.


"Saya ingin bertanya kepada mu...siapa atasanmu dan mengapa kelompok perampok itu selalu mengatasnamakan sekte Lembah Neraka saat melakukan kejahatan?"


"Ayo jawab!"


"Ha...ha...ha...ha...ha...rupanya kau merasa tersinggung dengan hal itu...apakah kau salah satu pendekar yang berasal dari sekte Lembah Neraka?"


"Yang aku inginkan, kau harus menjawab pertanyaan ku...bukan untuk menertawakan diriku!" Bentak Fan Tian.

__ADS_1


"Apakah kau pikir aku takut mati? Sepertinya kau belum terlalu mengenal dunia ini."


"Jangan harap kau bisa menemukan jawaban atas pertanyaan mu itu!" Ucap pria itu dengan penekanan.


"Ha...ha...ha...ha...ha"


Setelah beberapa detik tertawa, dari mulut pria itu pun langsung mengeluarkan busa dan tubuhnya langsung terbaring ditanah.


"Sial! Apakah dia telah kehilangan nyawanya?" Gumam Fan Tian dan segera memeriksa kondisi pria itu.


"Dari mana asal racun yang membunuhnya? Mengapa aku tidak melihat dia saat menelan racun itu?"


"Benar-benar sial! Aku telah kehilangan satu-satunya orang yang bisa memberikan petunjuk kepada ku."


"Sebaiknya aku segera pergi dari sini dan kembali memburu kelompok perampok yang ada ditempat lain."


Fan Tian pun segera berdiri dan pergi dari tempat itu untuk menuju ke jalan utama dan akan melanjutkan perjalanan ke kota Jin.


Dong Huang secara diam-diam terus mengikuti Fan Tian dari belakang sambil menjaga jaraknya agar tidak diketahui.


Setelah tiba di jalan utama, Fan Tian pun segera menanggalkan atribut sekte Lembah Neraka dan kembali menyimpannya ke kantung macan miliknya.


Dari belakang akhirnya Dong Huang bisa memastikan jika sosok itu benar-benar adalah Fan Tian.


"Ternyata dia benar adalah Fan Tian...apa yang harus aku lakukan?"


"Jika saat ini aku langsung menemuinya, pasti dia akan mencurigai ku. Sebaiknya aku menemuinya saat sudah tiba di kota Jin dan membiarkan dia menutupi identitasnya kepadaku."


Fan Tian pun segera berjalan kaki untuk bisa tiba di kota Jin.


Kini posisi Dong Huang berada di depan Fan Tian dan segera memacu kudanya untuk bisa tiba di kota Jin lebih awal.


***


Ditempat lain, rombongan bangsawan Fei terlihat sedang menguburkan jasad sepuluh orang perampok.


Itu karena mereka berpikir jika dibiarkan akan menciptakan wabah penyakit bagi orang lain.


Saat mereka melanjutkan perjalanan, mereka juga menemukan bangkai kuda milik Fan Tian. Hal yang sama juga mereka lakukan.


"Ji'er! Apakah kau mengenal kuda ini?" Tanya Fei Bin kepada putranya yang terlihat sangat gelisah setelah melihat apa yang mereka temukan.


"Aku tidak mengenal kuda ini." Jawab Fei Wuji singkat.


"Apakah kau mengingat kuda yang kau berikan untuk di pakai oleh nona Dong Huang?" Tanya Fei Bin lagi.


Pemuda itu segera menganggukkan kepalanya untuk menjawab pertanyaan ayahnya.


"Ayah! Apakah menurutmu nona Dong Huang saat ini sedang baik-baik saja?" Tanya Fei Wuji dengan sikap yang sangat cemas.


"Menurut analisaku, ini terjadi tadi malam. Dan waktu kejadiannya bisa sebelum atau sesudah nona Dong Huang melewati ditempat ini." Sambung Dui Buqi.

__ADS_1


"Apakah ini dilakukan oleh nona Dong Huang?" Tanya Fei Bin.


"Ataukah dilakukan oleh tuan muda Fan Tian?" Lanjut Fei Bin.


"Sebab tadi malam hanya mereka berdua yang telah meninggalkan tempat peristirahatan." Tutup Fei Bin.


"Menurutku bukan nona Dong Huang yang melakukan hal ini, akan tetapi hal itu bisa juga dilakukan oleh tuan muda Fan Tian, sebab saat di tempat peristirahatan, sepertinya dialah orang yang melumpuhkan tuan muda dari kota Jin itu." Jawab Dui Buqi.


"Itupun bisa dilihat dari kondisi jasad sepuluh orang itu yang tidak didapati luka memar atau luka yang diakibatkan oleh senjata tajam."


"Serta kita juga tidak mengetahui kuda yang dia tunggangi saat meninggalkan tempat peristirahatan."


"Jika itu dilakukan olehnya, kira-kira apa yang terjadi dengannya?"


"Dilihat dari jarak antara sepuluh jasad itu dengan posisi kuda ini, sepertinya orang yang menunggang kuda ini telah diserang oleh para perampok. Namun orang yang mereka serang itu sempat memberikan perlawanan dengan membunuh mereka."


"Terus bagaimana dengan nona Dong Huang dan tuan muda Fan Tian jika itu adalah mereka?" Sela Fei Wuji bertanya.


"Ji'er! Aku juga tidak bisa memastikannya, sebab kita tidak tahu pasti peristiwa yang terjadi saat itu." Jawab Dui Buqi.


"Apakah pemilik kuda ini adalah tuan muda Fan Tian dan telah ditangkap oleh para perampok itu atau tidak, aku juga tidak tahu?" Lanjutnya.


"Sehingga aku tidak bisa memastikan keadaan nona Dong Huang dan tuan muda Fan Tian."


"Aku juga berharap mereka berdua baik-bwik saja."


"Dan menurut analisaku, jika tuan muda Fan Tian adalah pemilik kuda ini dan telah ditangkap oleh para perampok, mengapa mereka membiarkan jasad rekan mereka?" Jawab Dui Buqi.


"Hmmmpph...sepertinya analisa tetua Dui sama seperti yang aku pikirkan."


"Untuk itu aku berpikir, nona Dong Huang dan tuan muda Fan Tian saat ini dalam keadaan baik-baik saja." Tutup Fei Bin.


Setelah selesai, akhirnya rombongan mereka kembali melanjutkan perjalanan.


***


Hang Liu yang adalah pendekar pengendali elemen logam yang bertarung dengan Fan Tian kini sedang berjalan untuk bisa tiba di kota Jin.


"Aku harus segera tiba di kota Jin dan beristirahat sejenak untuk bisa mengembalikan energi qi milikku yang telah terkuras saat bertarung dengan pemuda itu."


"Pemuda itu benar-benar sangat jenius, karena diusianya yang masih sangat muda, dia telah memiliki pencapaian seperti itu."


"Apa lagi dia adalah seorang pendekar yang bisa mengendalikan kekuatan elemen petir yang sangat sulit ditemukan di dalam dunia persilatan ini."


"Tetapi sungguh sangat disayangkan, karena dia berasal dari sekte Lembah Neraka yang saat ini telah menjadi musuh para pendekar didunia persilatan ini."


"Jika aku sudah pulih, aku akan kembali mencarinya untuk bertarung lagi."


"Pasti aku bisa mengalahkan pemuda itu jika kita bertarung ditengah kota, sebab akan ada begitu banyak benda berbahan logam yang bisa aku gunakan sebagai senjataku."


"Tetapi sebelumnya, aku harus menyebarkan berita tentang kemunculan pendekar dari sekte Lembah Neraka yang telah membantai sekelompok perampok dihutan itu."

__ADS_1


Hang Liu terus memikirkan langkah yang akan dia lakukan kedepan.


~Bersambung~


__ADS_2