PENDEKAR LEMBAH NERAKA

PENDEKAR LEMBAH NERAKA
Bab 8. Menghadapi Pemimpin Perompak


__ADS_3

Chen Zhu yang saat itu tidak tidur, kini sedang menikmati keindahan malam saat itu bersama dengan Sung Yunzi.


Saat sedang berbincang-bincang, Chen Zhu yang saat itu menatap ke arah permukaan sungai, samar-samar bisa melihat ada pergerakan di atas air dan seperti sedang bergerak mendekat ke arah kapal mereka.


"Yun'er! Coba kau lihat itu...sepertinya ada sesuatu yang bergerak menuju ke arah kita." Bisik Chen Zhu sambil menunjuk ke arah yang dia maksudkan.


"Iya! Benar katamu...sebaiknya kita segera memberitahukan hal ini kepada tetua Chen Song." Balas Sung Yunzi setelah melihat apa yang Chen Zhu maksudkan.


"Kau pergilah, beritahukan hal ini kepada ayah angkat ku, biar aku yang mengawasi mereka." Perintah Chen Zhu sambil berbisik.


Sung Yunzi pun menganggukkan kepalanya menanggapi perintah Chen Zhu dan segera meninggalkan pemuda itu.


"Pemimpin, sepertinya ada dua orang di geladak atas kapal...apakah mereka telah mengetahui keberadaan kita!?" Tanya wakil pemimpin sambil menunjuk ke arah dimana Chen Zhu dan Sung Yunzi berada.


"Cepat bersiap untuk menyerang...sepertinya benar yang kau katakan itu, sebab satu dari keduanya telah pergi." Ujar sang pemimpin.


Mereka pun segera bersiap untuk menyerang kapal yang menjadi sasaran mereka itu.


"Tetapi bagaimana jika pendekar Chen Song telah mengetahui pergerakan kita ini? Apakah itu tidak membahayakan bagi kita? Apalagi dengan jumlah kita seperti ini." Tanya wakil pemimpin itu lagi.


Sang pemimpin pun sedikit berpikir sebelum menjawab pertanyaan wakilnya itu.


Di atas kapal, kini Sung Yunzi telah tiba di dengan kabin dimana Chen Song berada dan segera mengetuk pintu kabin tersebut.


"Tetua Chen! Tetua Chen!" Panggil Sung Yunzi.


"Yun'er, ada apa? Mengapa membangunkanku?" Balas Chen Song bertanya kepada wanita muda itu.


"Ada hal penting yang ingin saya sampaikan." Jawab Sung Yunzi.


Chen Song pun segera membuka pintu kabin dan kembali bertanya.


"Hal apa yang ingin kau sampaikan?"


"Tetua Chen, sepertinya ada pergerakan di atas sungai dan sedang bergerak menuju ke kapal kita." Jawab Sung Yunzi.


"Sial! Sepertinya mereka akan melakukan penyerangan secara diam-diam!" Chen Song menggerutu.


"Kau pergilah dahulu untuk melihat perkembangannya...aku akan pergi untuk memberitahukan hal ini kepada pemilik kapal dan juga kepada pengawal yang ada." Perintah Chen Song dan segera berlalu meninggalkan Sung Yunzi.


Wanita muda itu pun segera bergegas melangkah untuk kembali ke tempat dimana Chen Zhu berada.


"Bagaimana? Apakah sudah ada perkembangannya?" Tanya Sung Yunzi setelah kembali ke tempatnya semula.


"Iya, sepertinya mereka adalah perompak sebelumnya...kini pergerakan mereka semakin dipercepat...lihat itu, mereka sebentar lagi sudah bisa menyusul kapal kita." Jawab Chen Zhu.


"Jika begitu, ayo kita bersiap untuk menyambut kedatangan mereka saat menaiki kapal ini." Ajak Sung Yunzi.


"Tahan dulu...mungkin keberadaan kita telah mereka ketahui...agar mereka tidak terlalu waspada, kita nanti bergerak saat mereka benar-benar sudah dekat dengan kapal ini." Ucap Chen Zhu menyarankan.


"Baiklah, jika itu yang terbaik menurutmu." Balas Sung Yunzi dan segera duduk lagi disamping pemuda itu.


Di bagian buritan kapal, kini mulai terlihat ada pergerakan dari beberapa sosok yang diantaranya adalah Chen Song, pemilik kapal, pedagang yang dikawal serta beberapa pengawal.

__ADS_1


Mereka kini telah bersiap untuk menyambut kedatangan tamu yang tidak diundang itu.


Setelah perahu yang ditumpangi oleh para perompak mendekat, Chen Zhu dan Sung Yunzi segera melompat dan memberikan serangan kejutan.


Pedang milik Chen Zhu kini terlihat diselimuti dengan energi elemen api merah yang kualitasnya masih ditingkat awal.


Pemuda itu segera menebas ke arah perahu itu dan diikuti juga oleh serangan energi elemen angin milik Sung Yunzi.


Api yang berwarna merah yang dilepaskan oleh Chen Zhu langsung menjadi lebih besar dan naik ke tahap berikutnya sehingga kini terlihat berwarna kuning karena di topang oleh energi elemen angin milik Sung Yunzi.


"Buat formasi pelindung...!!!" Teriak sang pemimpin untuk membendung serangan yang datang.


Tiga orang lainnya segera mengikuti apa yang dilakukan oleh sang pemimpin untuk menciptakan perisai pelundung dari air.


Diatas perahu itu, hanya ada empat orang pendekar ahli yang bisa mengendalikan elemen air.


Sedangkan yang lain tidak menguasai satupun elemen alam.


Air sungai langsung terangkat dan dengan cepat membeku untuk membendung serangan kedua pendekar muda itu.


Baaammm


Serangan Chen Zhu yang dipadukan dengan serangan Sung Yunzi segera menerjang dinding es yang mereka ciptakan itu.


Melihat Chen Zhu dan Sung Yunzi telah melakukan serangan lebih dulu, Chen Song pun menahan dirinya untuk turun tangan.


Hal itu karena dirinya ingin melihat sejauh mana perkembangan ilmu bela diri pasangan jenius muda dari sektenya itu.


"Jangan membantu! Biarkan mereka berdua yang mengatasinya!" Tutur Chen Song mencegah para pengawal yang lain untuk membantu.


Beberapa pengawal yang ingin membantu segera menghentikan niat mereka dan hanya menjadi penonton saja.


Chen Zhu terus melepaskan serangan bersama dengan Sung Yunzi agar bisa menghancurkan formasi pelindung lawannya.


Baaammm...baaammm...baaammm


Ledakan bersahut-sahutan terdengar saat serangan keduanya terus membombardir formasi pelindung tersebut.


"Cepat mundur...biar aku yang akan menghadapi dua orang ini." Ujar sang pemimpin dan segera melompat dari atas perahu dan memberikan serangan balasan kearah lawannya.


Pisau-pisau es yang tercipta dari energi qi yang menggunakan elemen air, kini melesat ke arah Chen Fang dan Sung Yunzi.


Keduanya segera menangkis serangan puluhan pisau es itu dengan pedang mereka sambil menghindari pisau es yang lolos.


Mereka bertiga kini mulai bertarung diatas permukaan sungai dengan menggunakan teknik meringankan tubuh.


"Jika mereka tidak bisa mengalahkan pria itu dalam waktu yang singkat, hal itu bisa menjadi bumerang bagi keduanya..." Pikir Chen Song.


"Energi qi mereka berdua akan cepat terkuras habis jika secara bersamaan menggunakan tiga teknik sekaligus." Lanjut Chen Song yang terus memperhatikan pertarungan kedua murid dari sektenya.


"Yun'er! Ayo gabungkan kekuatan kita!" Teriak Chen Zhu agar bisa secepatnya mengalahkan lawan mereka.


Keduanya pun mulai berkolaborasi dan menyerang pemimpin perompak itu sambil menghindari serangan puluhan pisau es milik pria itu.

__ADS_1


Serangan bola api yang terlihat seperti meteor kecil itu terus melesat ke arah pemimpin perompak namun masih bisa dihindarinya.


"Sial! Jika seperti ini, energi qi kita akan cepat terkuras habis..." Pikir Chen Zhu.


"Yun'er! Berhenti menggunakan teknik elemen udara milikmu, sebab energi qi kita akan cepat terkuras!" Chen Zhu mengingatkan.


"Ayo kita serang dia dengan menggunakan energi qi saja!" Chen Zhu memberikan saran.


"Sepertinya dia bisa berpikir seperti itu...baiklah, aku juga tidak akan menggunakan teknik elemen air milikku." Gumam pemimpin perompak.


Keduanya menggunakan teknik Pedang Lurus yang menjadi teknik umum bagi para pendekar yang berasal dari sekte Zhenwu.


Sedangkan lawan mereka berdua menggunakan teknik golok yang memiliki daya rusak yang besar.


Berkali-kali air sungai terciprat ke udara saat serangan mereka tidak mengenai sasaran yang mereka tuju.


Pertarungan jarak dekat itu menjadi tontonan yang seru bagi orang-orang yang melihatnya.


Sung Yunzi segera melompat dan berdiri diatas pundak Chen Zhu dan secara bersamaan mulai menyerang.


"Sial! Kedua orang ini sudah membuatku kerepotan untuk menghadapinya...bagaimana jika aku menghadapi pendekar Chen Song? Pasti aku akan dengan mudah untuk bisa di kalahkan..."


"Sebaiknya aku mundur saja, dari pada mendapatkan hasil yang buruk."


Pikir sang pemimpin perompak dan segera melompat mundur untuk menghentikan pertarungan itu.


"Jangan harap kau bisa melarikan diri dari kami!"


"Rasakan ini!"


Chen Zhu berteriak dan segera melepaskan serangan bola api miliknya ke arah pria itu.


Sebuah dinding es langsung tercipta dan menghentikan serangan bola api itu.


"Sial! Aku harus mengejarnya." Tutur Chen Zhu dan segera menyusul pemimpin perompak itu.


"Hentikan! Jangan mengejarnya!" Teriak Chen Song menghentikan tindakan anak angkatnya itu.


Sung Yunzi yang juga berniat untuk mengikuti Chen Zhu segera menghentikan tindakannya, begitu juga dengan Chen Zhu.


"Kenapa guru menghentikan kami!?" Tanya Sung Yunzi merasa bingung.


"Apakah kalian berdua ingin mengantarkan nyawa kalian?" Balas Chen Song.


"Tetapi jika dibiarkan hidup, mereka pasti akan kembali lagi." Chen Zhu menanggapi.


"Dengan kejadian ini, mereka pasti tidak akan kembali lagi." Ucap Chen Song merasa yakin.


"Ayah angkat! Kita harus segera membasmi kelompok mereka, sebab mereka pasti akan melakukan hal yang sama kepada kapal yang lain." Balas Chen Zhu.


"Itu bukan urusan kita." Ucap Chen Song singkat.


"Ayo kembali kesini...kita akan melanjutkan lagi perjalanan kita." Tutur Chen Song dan segera berjalan meninggalkan buritan kapal itu.

__ADS_1


~Bersambung~


__ADS_2