PENDEKAR LEMBAH NERAKA

PENDEKAR LEMBAH NERAKA
Bab 40 Kematian Mae Kong


__ADS_3

Mendengar Fan Tian menyetujui usulan Mae Kong untuk bertarung dengannya sampai mati, memunculkan pertanyaan serta ke khawatiran bagi setiap orang yang ada di tempat itu.


Wajah Dong Huang dan Sung Yunzhi langsung berubah seratus delapan puluh derajat setelah mendengar Fan Tian menerima usulan untuk bertarung sampai mati dengan Mae Kong.


"Zhao Yun! Mengapa kau mau menerima usulan darinya untuk bertarung sampai mati!? Apakah kau sudah tidak waras?" Bentak Sung Yunzhi dengan nada suara yang bergetar karena merasa sangat takut jika terjadi sesuatu dengan pria yang dia sukai itu.


Sedangkan Dong Huang sendiri hanya bisa menatap tajam ke arah Fan Tian karena tidak bisa mengungkapkan kedekatannya dengan pria muda itu kepada semua orang yang hadir di tempat itu.


"Pendekar Zhao Yun! Sebaiknya anda memikirkan sekali lagi keputusan mu itu, sebab apa yang kau setujui itu akan berdampak buruk bagimu." Ucap Chen Song menasehati.


"Senior tidak perlu khawatir dengan keputusanku, sebab saat ini, aku juga ingin dikenal juga dalam dunia persilatan." Balas Fan Tian.


Chen Song hanya bisa menarik napas dalam-dalam kemudian mengeluarkannya lagi sambil menggelengkan pelan kepalanya setelah mendengar ucapan Fan Tian.


Sedangkan Chen Zhu merasa senang setelah Fan Tian memutuskan hal itu, karena dia sangat berharap saingannya itu kehilangan nyawanya saat melawan Mae Kong agar tidak ada lagi yang bisa mengganggu hubungannya dengan Sung Yunzhi.


Karena merasa sangat takut, Sung Yunzhi pun tidak malu lagi memeluk Fan Tian dari belakang dan terus memintanya agar mengurungkan niatnya untuk bertarung.


"Hei bocah! Apakah pertarungan kita akan ditunda?" Teriak Mae Kong sambil menyeringai menatap Fan Tian.


"Baiklah! Rupanya kau sudah tidak sabar untuk kehilangan nyawamu!" Balas Fan Tian.


"Tenang saja, aku pasti akan mengabulkan keinginanmu untuk secepatnya meninggalkan dunia ini, sehingga kau sebaiknya pergunakan waktumu itu untuk berpamitan dengan rekan mu yang lain." Lanjut Fan Tian.


"Ha...ha...ha...ha...ha...ternyata bocah ini sangat berbakat dalam hal mengoceh. Tetapi sangat disayangkan, bakatmu itu tidak bisa lagi digunakan setelah pertarungan kita." Balas Mae Kong dan langsung melompat ke atas panggung arena pertarungan.


"Jangan banyak bicara! Ayo naik kesini untuk memulai pertarungan kita!" Seru Mae Kong setelah berada di atas arena pertarungan.


Fan Tian segera meraih kedua tangan Sung Yunzhi agar bisa melepaskan pelukannya dan selanjutnya berbalik serta langsung membisikkan kata untuk meyakinkan wanita itu.


Dengan berat hati, Sung Yunzhi pun merelakan Fan Tian untuk melakukan pertarungan.


"Zhao Yun! Kau harus berhati-hati dan harus segera mengalahkannya! Jangan membuatku merasa khawatir!" Seru Sung Yunzhi melepas kepergian Fan Tian.


Fan Tian menganggukkan kepalanya menanggapi perkataan Sung Yunzhi dan segera melompat naik ke atas panggung arena.


"Sepertinya pemuda ini sangat tenang dan sikapnya menunjukkan bahwa dia bisa mengalahkan lawannya." Gumam Dui Buqi melihat sikap Fan Tian.


Fei Bin yang mendengar gumaman Dui Buqi langsung menanggapinya.


"Iya! Aku juga merasa seperti itu setelah memperhatikan sikap yang dia tunjukkan."


"Akan tetapi menurutku, dengan usianya yang seperti itu, sepertinya dia masih sangat minim pengalaman dalam bertarung...apakah itu tidak akan memberikan suatu kerugian bagi dirinya?" Lanjut Fei Bin.


"Tidak! Aku yakin dia masih memiliki suatu hal yang akan memberikan kejutan bagi lawannya itu." Jawab Dui Buqi dan sedikit menjelaskan.

__ADS_1


Diatas panggung arena pertarungan, kini Fan Tian sudah saling berhadapan dengan Mae Kong dan sama-sama sudah bersiap dengan senjata mereka masing-masing.


Komandan yang bertanggung jawab di arena itu pun segera angkat suara dan berkata.


"Karena mereka berdua telah sepakat untuk bertarung sampai mati, sehingga aku mengingatkan kepada siapapun yang memiliki hubungan dengan mereka berdua untuk tidak ikut campur dalam pertarungan mereka!"


"Dan setelah pertarungan ini selesai, aku harap tidak ada yang akan membalaskan dendam terhadap siapa pun yang memenangkan pertarungan ini!"


"Apa lagi ingin membuat keributan di kota Guancheng ini...pasti kami akan menghukum dengan tegas siapa pun yang ingin melakukan hal itu."


"Apakah semuanya sudah mengerti dengan apa yang baru aku sampaikan?"


Kedua kelompok itu segera menjawab pertanyaan sang komandan jika mereka sudah mengerti dengan aturan tersebut.


"Baiklah, karena kalian semua sudah mengerti, pertarungan ini akan segera kita mulaikan!" Seru komandan itu lagi.


"Pertarungan kalian saat ini, tidak ada aturan yang harus kalian taati. Untuk itu, kami akan turun tangan jika pertarungan kalian berdua telah mendapatkan pemenangnya." Ucap komandan memberitahukan kepada Fan Tian dan Mae Kong.


"Silahkan dimulai!" Tutur Sang komandan dan segera meninggalkan panggung arena pertarungan itu.


"Saatnya kau merasakan kehebatan tombakku ini!" Seru Mae Kong dan segera melepaskan serangan tombak bermata lebar miliknya ke arah Fan Tian.


Fan Tian pun segera menangkis serangan tombak Mae Kong dengan tombak miliknya seraya melakukan sedikit lompatan dan memutarkan tubuhnya diatas udara, selanjutnya melepaskan serangan cakar miliknya ke bahu lawannya.


Cakar Fan Tian hanya mengenai batang tombak yang terbuat dari logam milik Mae Kong.


Namun Fan Tian segera menusukkan mata tombaknya ke arah dada Mae Kong.


Pendekar bergelar Pendekar Tombak Iblis itu hanya tersenyum melihat serangan tersebut dan hanya sedikit memukulkan batang tombak miliknya untuk merubah arah sasaran tombak Fan Tian.


Fan Tian pun langsung memutarkan ujung tombak miliknya untuk memukul bagian kepala Mae Kong dan selanjutnya kembali mencoba untuk menusuk dadanya.


Mae Kong masih bisa menangani serangan Fan Tian itu dengan tenang, sebab menurutnya itu hanyalah serangan yang tidak memberikan kesulitan yang berarti bagi dirinya.


Setelah beberapa saat mereka saling bertukar serangan, Fan Tian masih belum bisa mengungguli kemampuan Mae Kong.


Sebaliknya terlihat Mae Kong yang lebih mendominasi dalam pertarungan itu.


"Ternyata dia memang lebih berpengalaman dari ku dalam hal pertarungan, sehingga dirinya masih terlihat sangat tenang menghadapi seranganku." Pikir Fan Tian.


"Kemampuan bocah ini boleh juga, meskipun aku bisa mengunggulinya, namun satu serangan ku belum bisa mengenai tubuhnya." Mae Kong membantin.


"Apakah hanya seperti ini kemampuanmu?" Tutur Mae Kong memprovokasi Fan Tian.


"Jangan senang dulu! Aku seperti ini karena menganggap pertarungan ku denganmu saat ini hanya seperti sedang berlatih tanding saja, sehingga aku tidak terlalu serius dalam bertarung." Balas Fan Tian.

__ADS_1


"Ohh, jadi seperti itu!? Baiklah, kalau begitu, rasakan ini!" Seru Mae Kong sambil melepaskan serangan tombak miliknya yang kini telah diselimuti energi qi.


Fan Tian pun segera menggunakan teknik Cakar Petir Iblis miliknya namun tidak mengandung racun, sehingga warna petir miliknya hanya terlihat berwarna merah saja.


Melihat kemampuan Fan Tian yang menguasai elemen petir, Mae Kong langsung terkejut.


"Sial! Sepertinya pemuda ini yang telah dirumorkan sebelumnya...aku harus berhati-hati untuk menghadapinya." Mae Kong membantin.


Keempat rekannya juga tidak kalah terkejut setelah melihat kemampuan Fan Tian itu.


Pikiran yang awalnya merasa sangat meremehkan Fan Tian, kini berubah menjadi khawatir dengan keselamatan rekan mereka.


"Apakah kau ingin melihat bagaimana mudahnya aku membunuhmu?" Tanya Fan Tian kepada lawannya.


"Jangan harap kau bisa membunuhku dengan mudah! Rasakan ini!" Teriak Mae Kong dan langsung melancarkan serangan tombak miliknya.


Kecepatan serangan tombak Mae Kong kini semakin meningkat, namun masih bisa dihindari serta masih bisa ditepis oleh Fan Tian.


"Aku harus menikmati pertarungan ini agar bisa meningkatkan kemampuanku dalam bertarung, sebab jika aku segera membunuhnya, aku tidak akan mendapatkan pengalaman lagi." Pikir Fan Tian dan terus menghindari sambil membalas untuk menyerang.


Setelah memakan waktu sekitar dua jam, akhirnya Fan Tian pun segera berpikir untuk menyudahi pertarungan itu dan membunuh lawannya.


Fan Tian pun segera mencari momentum yang tepat untuk bisa saling menatap dengan Mae Kong dan langsung melakukan gerakan salto ke udara dan melewati kepala lawannya.


Saat tubuhnya akan terjatuh ke posisi belakang Mae Kong, Fan Tian langsung menusukkan mata tombaknya ke tubuh lawannya itu.


Mae Kong tidak bergerak sedikitpun saat Fan Tian menusukkan tombaknya.


Semua orang yang melihat situasi itu hanya bisa terpaku menyaksikan tubuh Mae Kong yang saat itu telah tertembus tombak Fan Tian.


"Saudara Mae!" Teriak Pi Yao dan tiga rekan lainnya secara serentak.


"Mengapa saudara Mae Kong tidak menghindar serangan tombak bocah itu? Bukankah serangan itu sangat mudah untuk bisa dihindari!?" Gumam Pi Yao.


Mereka tidak mengetahui jika hal tersebut terjadi karena Fan Tian telah menggunakan teknik Mata Iblis miliknya yang menjadi teknik andalan sekte Lembah Neraka untuk bisa membunuh lawan mereka dengan mudah.


Tubuh Mae Kong langsung tersungkur dilantai arena pertarungan.


Fan Tian segera mencabut tombak miliknya dan tubuh lawannya langsung berada dalam posisi tengkurap.


Saat itu Fan Tian merasakan ada getaran di batang tombak miliknya saat berada didalam tubuh Mae Kong.


Hal tersebut karena tombak itu telah menyerap kekuatan yang Mae Kong miliki, sehingga mempercepat kematiannya.


~Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2