PENDEKAR LEMBAH NERAKA

PENDEKAR LEMBAH NERAKA
Bab 27. Malam Di Guancheng


__ADS_3

Kini Chen Song dan Chen Zhu telah masuk ke kamar Bian Que.


"Tuan Bian, sepertinya kita tetap diburu oleh kelompok perampok itu...mungkin mereka mempunyai mata-mata dikota ini." Ucap Chen Song.


"Jika demikian, apa yang harus kita lakukan?" Tanya Bian Que.


"Cepat perintahkan seluruh bawahanmu yang masih tersisa untuk tetap waspada." Saran Chen Song.


"Baik!" Seru komandan pasukan pengawal Bian Que dan segera pergi meninggalkan kamar tuanya.


Sang komandan hanya bisa menemukan jika seluruh bawahannya kini telah tewas. Ia pun segera kembali ke kamar tuanya untuk melaporkan hal itu.


Namun, saat dirinya hendak kembali ke kamar tuanya, dia langsung dihadang dan diserang oleh lima orang yang menggunakan pakaian serba hitam.


"Sial! Ternyata benar yang pendekar Chen katakan, mereka sama sekali tidak ingin untuk melepaskan kami." Gerutu sang komandan sambil menangkis setiap serangan lawannya.


Kegaduhan itupun langsung di ketahui oleh Chen Song dan Chen Zhu bersama Bian Que.


"Bagaimana tetua Chen? Apa yang harus kita lakukan?" Tanya Bian Que yang terlihat panik.


"Zhu'er, kau tinggal disini bersama dengan tuan Bian Que untuk menjaganya, biar aku yang akan pergi untuk membantu."


"Baik ayah!"


Chen Song pun segera melompat keluar dari jendela kamar tersebut dan langsung mencabut pedangnya.


Saat Chen Song melompat keluar, puluhan anak panah langsung menghujaninya.


Tring...tring...tring


Chen Song menepis setiap anak panah yang melesat ke arahnya. Serta langsung melepaskan serangan tebasan ke arah anak panah itu berasal.


Api berbentuk seperti bulan sabit langsung melesat kearah para pemanah. Namun karena jarak mereka sedikit jauh, sehingga serangan tersebut dengan mudah mereka bendung.


Tidak itu saja, Chen Song juga segera melepaskan serangan kearah beberapa sosok berpakaian serba hitam yang saat itu sedang mengeroyok sang komandan.


Duuuaaarrr


Tubuh tiga sosok berpakaian serba hitam itu langsung terkapar ditanah setelah terkena serangan Chen Song.


"Ayo pergi dari sini!" Ajak Chen Song kepada pengawal Bian Que itu.


Mereka berdua pun segera pergi dari tempat itu dan menuju ke jalan utama kota Guancheng.


Kelompok berbaju hitam itu pun mengikuti keduanya dan terus menyerang dengan senjata mereka.


Keributan itu menarik perhatian pasukan keamanan kota Guancheng dan segera datang untuk membantu.


Melihat kedatangan pasukan keamanan yang saat itu berjumlah lima puluh orang, membuat seorang pria memberikan perintah untuk mundur.


Sedangkan di kamar Bian Que, kini Chen Zhu juga sedang menghadapi beberapa sosok berpakaian serba hitam sambil melindungi bangsawan itu yang juga sedang memberikan perlawanan meskipun dirinya memiliki kemampuan yang tidak tinggi.


Keributan itu sontak saja menarik perhatian beberapa pendekar yang bertugas untuk menjaga keamanan dan kenyamanan setiap orang yang menyewa kamar dipenginapan tersebut.


Sepuluh orang pendekar yang memiliki basis kultivasi sebagai pendekar ahli segera datang untuk membantu Chen Zhu.

__ADS_1


Mendapatkan bantuan dari sepuluh pendekar ahli, membuat kelompok tersebut melarikan diri, sebab meskipun jumlah mereka banyak, akan tetapi kemampuan mereka berada dibawah lawan mereka.


"Terima kasih karena tuan-tuan telah datang untuk membantu kami berdua! Jika tidak, sudah pasti kami berdua tidak bisa untuk bertahan menghadapi mereka." Tutur Chen Zhu sambil memberikan sikap hormat.


"Tuan tidak perlu berterima kasih kepada kami, sebab itu sudah menjadi kewajiban kami untuk melindungi setiap orang di penginapan kami ini." Balas seorang pria diantara sepuluh pendekar tersebut.


"Tuan-tuan, mari ikut kami." Lanjut pria itu lagi mengajak Chen Zhu dan Bian Que.


"Sepertinya pemilik penginapan ini bukanlah orang sembarangan, sebab bisa membayar sepuluh pendekar ahli itu bukanlah hal yang biasa." Pikir Bian Que.


Hal tersebut karena dirinya bisa merasakan sendiri menyewa seorang pendekar ahli serta puluhan pendekar biasa selama ini.


Mereka berdua pun dipertemukan dengan Chen Song dan komandan pengawal Bian Que di lantai dasar penginapan itu yang telah dipenuhi oleh pasukan keamanan kota Guancheng.


"Zhu'er, bagaimana keadaan mu?" Tanya Chen Song menyambut kedatangan anak angkatnya itu.


"Aku tidak apa-apa ayah." Jawab Chen Zhu.


"Tuan Bian, bagaimana dengan keadaan mu?" Tanya Chen Song lagi.


"Aku juga baik-baik saja." Jawab Bian Que.


"Tuan Bian, mohon maaf atas ketidaknyamanan yang kau rasakan di penginapan ku ini, untuk menebusnya, ini aku kembalikan uang mu serta aku akan memberikan dua buah kamar gratis kepadamu untuk bisa digunakan malam ini." Ucap sosok pria yang berpenampilan seperti seorang bangsawan.


"Terima kasih tuan Han, aku sangat menghargai kebaikanmu itu." Balas Bian Que.


Keluarga Han adalah salah satu kekuatan dari empat kekuatan di Negeri Zhong itu.


Sehingga kekuatan finansialnya serta kekuatan pasukannya tidak perlu diragukan lagi.


***


Rombongan bangsawan Fei kini telah memasuki kota Guancheng yang didalamnya ada Dong Huang dan juga Dui Buqi.


Mereka tiba saat malam telah larut dan segera pergi ke salah satu penginapan untuk bisa beristirahat.


Karena mereka memasuki gerbang utara, sehingga mereka tidak mengetahui situasi yang terjadi di wilayah bagian selatan kota Guancheng dimana telah terjadi keributan di salah satu penginapan.


Penginapan yang di singgahi oleh bangsawan Fei itu juga adalah milik klan Han.


Sehingga saat keempat sosok yang tidak lain adalah Fei Bin dan putranya, Dui Buqi serta Dong Huang sedang menikmati teh dan arak bersama, tiba-tiba seorang pria memasuki penginapan itu dan menyampaikan jika telah terjadi keributan di penginapan mereka, sehingga para pendekar yang bertugas ditempat itu harus waspada.


Perhatian mereka berempat langsung tertuju ke arah sosok tersebut dan sempat mendengar nama Chen Song.


Dui Buqi segera berdiri dan pergi untuk mendekati sosok tersebut dan bertanya.


"Apakah yang anda maksudkan adalah tetua Chen Song dari sekte Zhenwu?"


"Itu benar!"


"Bagaimana dengan keadaannya?" Tanya Dui Buqi lagi.


"Dia baik-baik saja!"


"Terima kasih atas informasinya." Ucap Dui Buqi dan segera kembali ke tempat dimana Fei Bin dan dua sosok lainnya berada.

__ADS_1


"Tuan Fei, bagaimana jika malam ini kita pergi untuk menemui tetua Chen di penginapan yang pria itu maksudkan?" Tanya Dui Buqi.


"Baiklah! Aku juga merasa penasaran dengan situasi yang pria itu ceritakan." Fei Bin menanggapi dan segera mengajak yang lainnya.


Rombongan mereka pun segera pergi ke tempat dimana Chen Song berada.


Setelah tiba, Dui Buqi segera pergi ke resepsionis penginapan untuk bertanya agar bisa menemui Chen Song.


Melihat penampilan Dui Buqi, pria yang menjadi resepsionis segera memanggil seorang pelayan untuk mengantarkannya.


Di penginapan itu, kini terlihat banyak prajurit dari klan Han yang berjaga disekitarnya, sehingga pasukan pengawalan milik Fei Bin merasa aman untuk beristirahat.


Sedangkan Dui Buqi segera mengajak Fei Bin dan Fei Wuji serta Dong Huang untuk pergi bersamanya.


Mereka berempat pun diantarkan oleh seorang pelayan ke tempat dimana Chen Song berada.


Setelah tiba disuatu ruangan, pelayan itupun berkata.


"Tuan, tolong tunggu sebentar."


"Baik!" Balas Dui Buqi.


Pelayan itu segera memasuki ruangan tersebut dan berkata.


"Tuan! Ada orang yang ingin bertemu dengan pendekar Chen...katanya dia juga berasal dari sekte Zhenwu serta adalah seorang tetua tingkat rendah bernama Dui Buqi."


"Ohh, iya...itu benar! Dia adalah tetua dari sekte Zhenwu...aku juga sangat mengenalnya." Sambung Chen Song.


"Jika demikian, silahkan suruh dia masuk kesini untuk bergabung dengan kita!" Perintah pemilik penginapan.


"Baik tuan!"


Pelayan itupun segera meninggalkan ruangan itu dan kembali kepada dimana empat orang itu berada.


"Tuan, silahkan masuk." Ucap pelayan itu sambil mengantarkan mereka.


"Dui Buqi memberi hormat kepada tuan Han, terima kasih karena mengijinkan kami untuk bisa bergabung."


"Tetua Dui, tidak perlu terlalu formal seperti itu, aku merasa tidak enak dengan tetua Chen." Han Cunji menanggapi.


"Tetua Chen, senang bisa bertemu denganmu!" Lanjut Dui Buqi.


"Tetua Dui, senang juga bisa bertemu denganmu di tempat ini...aku tidak menyangka bisa seperti ini." Balas Chen Song.


"Chen Zhu memberi hormat kepada tetua Dui!" Sambil berdiri dengan sikap hormat.


"Fei Wuji memberi hormat kepada tetua Chen!"


"Ohh, ternyata aku melewatkan sesuatu dan tidak menyadarinya...mohon maafkan saya karena sudah mengabaikan kehadiran bangsawan Fei ditempat ku ini...aku tidak menyangka jika bisa bertemu dengan dua keluarga bangsawan yang terkenal di kota mereka masing-masing!" Ujar Han Cunji setelah bisa mengenali Fei Bin.


Begitu juga dengan Bian Que, mereka pun saling memberi hormat satu dengan yang lain karena bisa bertemu ditempat itu.


Hingga Dong Huang pun memperkenalkan dirinya kepada orang-orang yang baru saja dia temui itu.


Pemandangan itu semakin menarik, karena sosok jenius yang berasal dari sekte Qingyin juga hadir bersama dengan mereka.

__ADS_1


~Bersambung~


__ADS_2