PENDEKAR LEMBAH NERAKA

PENDEKAR LEMBAH NERAKA
Bab 70. Pertarungan Pendekar Pedang II


__ADS_3

Pertarungan yang awalnya terlihat berat sebelah itu akhirnya telah selesai, sebab Xiao Lingchen kini sudah merubah strategi untuk menyerang Chang Tian.


"Aku harus menggunakan teknik puncak Pedang Sembilan Dewa ini agar secepatnya bisa menyelesaikan pertarungan kali ini." Pikir Xiao Lingchen dan segera melesat dengan cepat dengan langkah yang tidak beraturan.


Tubuh Xiao Lingchen yang melesat itu diikuti oleh lima pedang yang awalnya menggempur Naga Es milik Chang Tian.


Sedangkan dua pedang lainnya masih tetap mencoba membuka celah di pertahanan Chang Tian untuk menjadi sasaran serangan pedang Xiao Lingchen.


"Sepertinya Xiao Lingchen sudah menggunakan teknik tertinggi miliknya, aku harus berhati-hati untuk menghadapinya." Pikir Chang Tian dan segera menggerakkan pedang ditangannya agar Naga Es miliknya menyerang tubuh Xiao Lingchen.


Akan tetapi tindakan Chang Tian sedikit terlambat, sehingga Xiao Lingchen kini segera melepaskan lima pedang miliknya untuk melesat ke tubuh lawannya itu.


Dengan cepat Chang Tian segera menciptakan dinding pertahanan dari es yang tebal untuk membendung serangan lima pedang tersebut.


Xiao Lingchen pun segera melepaskan pukulan tinjunya untuk menghancurkan tembok pertahanan es tersebut.


Booommm


Blaaarrr


Bunyi ledakan akibat tinju Xiao Lingchen yang diselimuti energi qi menghantam tembok pertahanan Chang Tian yang terbuat dari es dan menghancurkannya.


Akan tetapi lima pedang Xiao Lingchen segera mencari posisi yang tidak terlindungi untuk menyerang Chang Tian.


"Sial! Gerakan pedang miliknya sepertinya tidak bisa dibendung seperti itu, aku harus bisa menghindari dan menepis kelima pedang ini!" Chang Tian membantin sambil bergerak cepat menghindari serangan.


Tring...tring...tring


Tiga buah pedang milik Xiao Lingchen mampu ditepis oleh Chang Tian, sedangkan dua pedang lainnya masih bisa dihindari olehnya.


Serangan Naga Es milik Chang Tian kini semakin ditingkatkan.


Semburan es berbentuk seperti pedang dengan jumlah yang banyak langsung melesat keluar dari mulut Naga Es tersebut.


Konsentrasi Xiao Lingchen yang saat itu sudah nyaman untuk menyerang, kini kembali terganggu oleh serangan puluhan pedang es tersebut.


Dua pedang yang awalnya menahan Naga Es itu, segera di tarik dan berada digenggaman Xiao Lingchen untuk menangkis setiap serangan pedang es yang disemburkan oleh Naga Es milik Chang Tian.


Tring...tring...tring...tring


Xiao Lingchen terus menangkis setiap pedang es yang melesat ke arahnya sambil terus menghindar.


Sedangkan Chang Tian yang awalnya mulai di sulitkan oleh serangan lima pedang Xiao Lingchen, kini sudah kembali bisa menanganinya.


"Sepertinya aku harus bertarung jarak dekat dengan Chang Tian, jika tidak, kemampuannya bisa dengan mudah untuk bisa mengalahkanku." Pikir Xiao Lingchen sambil mencoba bergerak mendekati Chang Tian.


Karena posisi tubuh Xiao Lingchen dan Chang Tian kini sudah sejajar dengan Naga Es, sehingga Chang Tian tidak bisa melepaskan serangan semburan pedang es dari mulut Naga Es miliknya.

__ADS_1


"Ternyata dia cerdik juga." Chang Tian membantin dan mulai menghindari serangan pedang milik Xiao Lingchen.


Pertarungan jarak dekat pun mulai terjadi dan membuat Chang Tian semakin kekabakan menghadapi gempuran lima pedang dan dua pedang yang digenggam oleh Xiao Lingchen.


Naga Es miliknya pun kini sudah menghilang karena fokusnya telah terganggu oleh serangan Xiao Lingchen.


Pedang milik Chang Tian kini mulai mengeluarkan hawa dingin yang bisa membuat lawannya membeku jika tidak memiliki energi qi yang kuat.


Pergerakan lima pedang milik Xiao Lingchen kini mulai melambat akibat hawa dingin yang dikeluarkan oleh pedang Chang Tian.


Tebasan pedang milik Chang Tian saat bertemu dengan pedang milik Xiao Lingchen secara bersamaan melepaskan pedang es kearah lawannya itu.


Dan hal itu tidak bisa dihindari oleh Xiao Lingchen, sebab Chang Tian terus menerus menebasnya sambil mengeluarkan pedang es.


Meskipun Xiao Lingchen mencoba menahan serangan pedang es itu dengan energi qi miliknya, namun tetap saja tubuhnya mendapatkan luka akibat tertusuk pedang es tersebut.


Mengetahui hal itu, Chang Tian tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut untuk memukul mundur lawannya.


Dengan satu tebasan saja, Chang Tian mampu membuat tubuh Xiao Lingchen terdorong mundur sejauh belasan meter.


Meskipun ia bisa membendung serangan tebasan pedang Chang Tian dengan kedua pedang ditangannya, namun tetap saja serangan tersebut bisa membuatnya terluka.


Darah segar langsung terlihat di sudut bibir Xiao Lingchen setelah menerima serangan pedang Chang Tian.


Ia segera menyeka darah itu dengan salah satu tangannya sambil berkata "Aku tidak menyangka jika kekuatan seranganmu itu bisa membuatku terluka..."


Kini tujuh pedang yang awalnya digunakan oleh Xiao Lingchen telah melayang tepat didepan tubuhnya yang saat itu sedang menggenggam dua pedang terakhir.


Tiba-tiba sembilan pedang tersebut langsung menyatu dan membentuk sebuah pedang yang berukuran besar.


"Hmmmphh, sepertinya ini akan menjadi pertarungan puncak serta akhir yang akan menentukan siapa yang terkuat diantara kita berdua." Gumam Chang Tian sambil melepaskan serangan ke arah Xiao Lingchen.


Gerakan pedang Chang Tian menghasilkan bongkahan es berbentuk seperti diri berukuran besar berjalan diatas lantai panggung arena pertarungan dan menuju ke arah Xiao Lingchen.


Xiao Lingchen segera melompat ke udara dan langsung melepaskan serangan juga kearah Chang Tian.


Pedang berukuran besar itu kini bergerak dengan cepat dan mulai menebas tubuh Chang Tian mengikuti perintah Xiao Lingchen.


Setiap serangan pedang Xiao Lingchen yang bisa dihindari oleh Chang Tian, langsung menghancurkan lantai arena pertarungan.


Dinding segel pembatas pun mulai bergetar keras saat di terjang oleh pedang tersebut.


Serangan Chang Tian pun langsung terhenti setelah mendapatkan serangan dari Xiao Lingchen.


Ternyata teknik pedang keluarga Xiao, tidak bisa dipandang sebelah mata oleh setiap orang yang menjadi lawannya...aku harus bisa keluar dari tekanan ini...jika tidak, aku bisa terluka olehnya." Chang Tian membantin sambil menghindari serangan pedang Xiao Lingchen.


Namun Xiao Lingchen tidak diam saja, ia terus mengikuti setiap pergerakan Chang Tian dan terus mengendalikan pedang miliknya untuk menebas maupun menusuk tubuh lawannya.

__ADS_1


Li Jing yang menyaksikan hal itu kini mulai gelisah ditempat duduknya.


"Sepertinya guru kembali bisa dibuatnya tersudut lagi...apakah masih ada teknik yang lebih kuat lagi yang dimiliki oleh pendekar Xiao Lingchen!?"


"Jika masih ada teknik yang lebih kuat dari teknik itu, aku takut Guru tidak bisa untuk menghadapinya."


Li Jing terus memikirkan tentang keselamatan serta posisi gurunya yang adalah pendekar pedang terkuat kedua di negeri Zhong itu yang bisa diambil oleh Xiao Lingchen.


Meskipun pedang Xiao Lingchen kini berukuran besar, namun pergerakannya sangat cepat dan sulit untuk bisa dilihat oleh seorang pendekar dengan basis kultivasi dibawah pendekar ahli puncak.


Sehingga sangat menyulitkan bagi Chang Tian untuk bisa dihindari.


Sesekali Chang Tian menangkis tebasan pedang Xiao Lingchen, namun tindakannya itu membuat tubuhnya tertekan kelantai arena pertarungan.


Chang Tian segera mengerahkan seluruh energi qi miliknya dan mulai mendorong kuat keatas pedang Xiao Lingchen.


Kekuatan pedang Xiao Lingchen kini mulai bisa didorong keatas dan membuat pemiliknya segera melesat untuk menggenggam dengan kedua tangannya dan kembali menekan kebawah.


Keduanya kini mulai beradu energi qi yang masing-masing disalurkan ke bilah pedang mereka.


Karena posisi Chang Tian tidak menguntungkan, sehingga ia dengan cepat segera menarik kembali pedang miliknya dan langsung bergerak memutar sambil menjauh dari tempat itu serta secara bersamaan melepaskan serangan tebasan.


Puluhan pedang es yang terlepas dari bilah pedang Chang Tian segera melesat kearah Xiao Lingchen.


Pedang Xiao Lingchen yang menebas lantai arena pertarungan dengan cepat segera menangkis setiap serangan pedang es yang datang kepadanya.


Karena berukuran besar, sehingga tidak sulit bagi Xiao Lingchen untuk bisa membendung serangan pedang es milik Chang Tian.


Xiao Lingchen kemudian kembali melesat mengikuti Chang Tian dan diikuti juga oleh pedang besar miliknya yang kembali dikendalikan.


Chang Tian terus melepaskan puluhan pedang es untuk bisa menghalangi pergerakan Xiao Lingchen sambil mempersiapkan serangan puncak miliknya.


Saat Xiao Lingchen disibukkan dengan serangan pedang es milik Chang Tian, kini Chang Tian telah siap untuk melepaskan serangan puncaknya.


Sebuah pedang es berukuran besar kini bergerak secara vertikal untuk bisa membuat tubuh Xiao Lingchen terpisah menjadi dua bagian.


Merasakan bahaya yang datang mengancam nyawanya, Xiao Lingchen segera menghindar agar tidak menjadi korban serangan Chang Tian.


Blaaarrr


Bunyi ledakan saat serangan pedang Chang Tian mengenai dinding segel pembatas arena pertarungan serta lantai arena pertarungan.


Dinding segel pembatas dan lantai arena pertarungan langsung hancur karena tidak sanggup menahan serangan pedang milik Chang Tian.


Mata Xiao Lingchen langsung terbelalak setelah melihat kekuatan serangan pedang Chang Tian.


"Serangan pedang Chang Tian benar-benar sangat kuat, sehingga bisa menghancurkan segel pembatas arena pertarungan ini." Gumam Xiao Lingchen.

__ADS_1


~Bersambung~


__ADS_2