
Fan Tian terus mengikuti jejak yang ditinggalkan oleh kelompok perampok ke arah selatan, sebab dirinya sangat yakin jika kelompok itu sedang menuju kesana.
Setelah berjalan sejauh beberapa mil, jejak tersebut pun hilang, sehingga membuat Fan Tian merasa bingung dengan hal itu.
"Sial! Apakah mereka memang sengaja menciptakan jejak ini agar bisa mengelabui orang yang akan mengejar mereka?" Gerutu Fan Tian.
"Sebaiknya aku segera kembali ke kota Guancheng, sepertinya dalang di balik semua ini berada di sana." Gumam Fan Tian merasa yakin jika dirinya bisa menemukan sosok yang menjadi otak atas pembantaian keluarganya dan juga sosok yang sengaja merusak reputasi sekte Lembah Neraka.
Dengan cepat dirinya segera melesat ke arah barat untuk bisa menemukan jalan utama menuju ke kota Guancheng.
***
Sosok yang mengawasi Fan Tian kini sudah bisa menyusul rombongan perampok yang hendak menghindari serangan dari kelompok yang dikhawatirkan oleh mereka.
"Ketua! Ada sosok pria yang sesuai dengan ciri-ciri yang sepuluh anggota kita sampaikan. jebakan yang ada di markas kita, mampu dihindari olehnya dan sepertinya dia tidak terpengaruh dengan asap beracun, sebab dia dengan mudah keluar dari jebakan itu."
"Hmmmphhh, kita harus selalu mewaspadai sosok itu. Karena mendengar kemampuannya, sosok itu tidak bisa dipandang sebelah mata." Sang ketua menanggapi penyampaian bawahannya.
"Terus, apakah dia telah termakan dengan jejak yang kita tinggalkan?" Tanya sang ketua.
"Iya ketua! Saat ini dia sedang menuju ke arah selatan mengikuti jejak yang ditinggalkan oleh kelompok saudara Zhidi." Jawab bawahannya.
"Ha...ha...ha...ha...ha...ternyata rencanaku termakan olehnya juga. Meskipun dia sosok yang sangat menarik, akan tetapi dirinya belum cukup pintar untuk bisa menemukan diriku." Tutur sang ketua.
"Ketua! Tetapi bagaimana jika dia menyadarinya jika itu hanyalah jejak pengalihan?" Tanya bawahannya.
"Meskipun dia menyadarinya, namun menurutku itu sudah terlambat, sebab kita pasti sudah tiba di kamp pasukan patroli klan Wang yang berjaga di wilayah bagian selatan tembok kota Guancheng." Jawab sang ketua dengan penuh percaya diri.
"Apakah kau bisa melihat wajahnya?" Tanya sang ketua.
"Tidak ketua! Aku tidak bisa melihat wajahnya, sebab dia menggunakan topi caping yang menghalangi pandangan ku saat mengawasinya dari atas pohon."
"Hmmmphhh, aku harus memerintahkan mata-mata yang berada didalam kota Guancheng agar bisa menyelidiki identitas pria itu agar bisa mengetahui siapa dia dan berasal dari mana." Pikir sang ketua.
Tiba-tiba seorang anggota perampok pun datang untuk melaporkan informasi yang dia peroleh.
"Lapor ketua! Kelompok pendekar yang berasal dari sekte Zhenwu bersama dengan pasukan klan Liu kini sudah terlihat untuk kembali ke kota Guancheng!"
"Ha...ha...ha...ha...ha...sepertinya mereka sudah putus asa dengan hasil yang mereka temukan, sehingga mereka memutuskan untuk kembali ke kota Guancheng."
"Ketua! Apa yang harus kita lakukan dengan klan Liu?" Tanya bawahannya.
"Kau terus awasi pergerakan mereka, jika kita memiliki momentum yang tepat, mereka pasti akan mendapatkan hukuman yang setimpal karena sudah ikut campur dalam urusan kami." Ucap sang ketua sambil tersenyum licik.
__ADS_1
"Bagaimana jika kita melaporkan saja hal ini kepada patriark Wang?"
"Tidak perlu! Untuk masalah sepele seperti itu, semuanya harus aku sendiri yang menyelesaikannya" Jawab sang ketua.
"Yang terpenting adalah, kita harus segera mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya agar bisa membangun kekuatan yang besar saat hari itu tiba untuk menggulingkan kekuasaan raja Li."
"Ayo! Percepat langkah kalian agar kita bisa tiba secepatnya di kamp pasukan patroli!" Teriak sang ketua memberikan perintah.
Mereka pun segera mempercepat langkah mereka agar secepatnya bisa tiba di tempat yang mereka tuju.
***
Fan Tian yang saat itu sudah tiba di jalan utama untuk menuju ke kota Guancheng, segera melepaskan topi caping yang dia pakai serta segera mengganti pakaiannya agar tidak bisa dikenali oleh anggota perampok.
Kini Fan Tian melanjutkan perjalanannya dengan menggunakan tunggangannya.
Saat sudah berada tidak jauh dari gerbang kota Guancheng, Fan Tian melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki agar mata-mata dari kelompok perampok tidak bisa mengenali dirinya.
Karena kuda tunggangannya sempat dilihat oleh kelompok tersebut. Untuk itu, Fan Tian melepaskan kuda tunggangannya dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.
Saat melewati pemeriksaan, Fan Tian menunjukkan pelat tanda pengenal dari Lembah Pengobatan.
Seorang prajurit yang melihat hal itu langsung terkejut, sebab selama belasan tahun ini, tidak pernah ada lagi orang yang berhubungan dengan ilmu alkimia yang berani menunjukkan identitas mereka.
"Memang kenapa?" Tanya Fan Tian dengan tatapan penasaran.
"Jangan banyak bertanya...masuklah! Dan ingat yang aku katakan itu!" Ujar prajurit itu dengan penekanan.
Fan Tian pun segera memasuki kota Guancheng dengan pikiran yang dipenuhi tanda tanya.
"Sebenarnya apa yang dia maksudkan? Apakah ini berkaitan dengan pembantaian keluargaku?" Pikir Fan Tian.
"Aku harus menunggu prajurit itu selesai bertugas dan akan menanyakan mengapa dia melarang ku untuk menunjukkan pelat tanda pengenal ku."
Fan Tian pun melihat sebuah kedai yang ada disisi jalan dan segera singgah disitu untuk menunggu prajurit itu selesai bertugas.
Saat hari telah senja, akhirnya Fan Tian melihat telah terjadi pergantian untuk pasukan yang berjaga di gerbang kota Guancheng.
"Aku harus mengikuti prajurit itu." Pikir Fan Tian dan langsung meninggalkan kedai tersebut.
Tindakan Fan Tian langsung bisa disadari oleh prajurit yang dia buntuti.
"Sepertinya anak muda itu sangat penasaran dengan perkataanku, aku harus berjalan ke gang yang sunyi untuk bisa bertemu dengannya." Pikir prajurit itu.
__ADS_1
Fan Tian pun mengikutinya dan langsung dihadang oleh prajurit itu.
"Anak muda! Mengapa kau mengikutiku? Apakah itu berhubungan dengan perkataanku sebelumnya?" Tutur prajurit itu.
"Itu benar! Memang aku merasa penasaran mengenai hal itu...apakah anda bisa menjelaskan mengenai hal itu?" Jawab Fan Tian dan balik bertanya.
"Anak muda! Belasan tahun yang lalu, ada sebuah kelompok yang sering melakukan pembantaian terhadap setiap alkemis yang ada di wilayah Negeri Zhong ini. Dan tindakan mereka itu berkaitan dengan Pil Emas Kehidupan yang bisa memberikan keabadian bagi siapa pun yang menelannya."
"Untuk itu aku sangat terkejut karena kau begitu berani menunjukkan pelat tanda pengenal mu yang berasal dari Lembah Pengobatan... Padahal selama belasan tahun ini, anggota dari Lembah Pengobatan sudah tidak lagi menunjukkan eksistensi mereka... Dan kemungkinan besar hal itu karena rumor yang beredar itu."
"Sepertinya dia tidak tahu jika telah terjadi pembantaian atas keluargaku..." Pikir Fan Tian.
"Anak muda! Hanya itu yang bisa aku sampaikan kepadamu. Untuk itu, kau harus berhati-hati, karena kelompok itu tidak pernah berhenti untuk bisa memiliki pil itu." Tutup prajurit itu.
"Terima kasih tuan atas informasi yang kau berikan. Jika kau tidak memberitahukan hal ini, mungkin aku akan berada dalam masalah kedepannya." Ucap Fan Tian.
"Baiklah, kalau begitu, aku pamit undur diri." Ucap prajurit itu dan segera pergi meninggalkan Fan Tian.
***
Di penginapan klan Han, terlihat Chen Zhu sedang memberikan perhatian kepada Sung Yunzhi.
"Kakak Zhu! Bolehkah aku sendiri dulu?" Ucap Sung Yunzhi dengan nada suara yang terdengar sedih.
"Yun'er! Apakah kau sedang memikirkan pria itu?" Tanya Chen Zhu.
"Sudahlah, tidak perlu membahas tentangnya." Jawab Sung Yunzhi.
"Yun'er, sepertinya sikap mu telah banyak berubah setelah bertemu dengan pria itu. Apakah kau menyukainya?" Tanya Chen Zhu lagi.
"Kakak Zhu, tolong mengertilah...saat ini aku benar-benar ingin sendiri...sebaiknya kakak pergi untuk beristirahat agar bisa memulihkan kembali tenagamu." Balas Sung Yunzhi.
"Sial! Pria itu benar-benar telah meracuni pikiran Sung Yunzhi. Jika aku bertemu dengannya, aku ingin melihat sekuat apa dirinya!" Chen Zhu membantin dengan penuh kekesalan terhadap Fan Tian.
"Baiklah, jika kau memang ingin sendiri, sebaiknya aku pergi saja." Ucap Chen Zhu dan pergi meninggalkan Sung Yunzhi.
Hal yang hampir sama dengan Dong Huang, ia kini sedang berpikir juga mengenai keberadaan Fan Tian serta pemikiran Sung Yunzhi dan Liu Ruyan yang menyukai pria itu.
Dikediaman klan Liu, terlihat Liu Ruyan pun tidak bisa tidur karena memikirkan Fan Tian.
Suasana hati ketiga wanita cantik itu kini dalam situasi gelisah karena memikirkan keadaan Fan Tian.
~Bersambung~
__ADS_1