PENDEKAR LEMBAH NERAKA

PENDEKAR LEMBAH NERAKA
Bab 19. Diserang Perampok


__ADS_3

Ratusan anak panah langsung menerjang ke arah rombongan itu.


"Buat formasi bertahan dan lindungi tuan Bian Que!" Teriak pemimpin pengawal yang juga adalah pendekar kepercayaan bangsawan Bian Que.


Sekitar lima puluh pengawal langsung berkumpul dan mulai berlindung dibalik tameng mereka.


Sedangkan Chen Song, Chen Zhu dan Sung Yunzhi dengan mudah menangkis beberapa anak panah yang melesat ke arah mereka dengan pedang mereka masing-masing.


"Cepat lakukan serangan balasan!" Perintah sang pemimpin pasukan pengawal.


Tiga puluh pasukan segera menyiapkan panah mereka dan mulai melepaskan serangan balasan ke arah para perampok yang menembakkan anak panah.


Tidak ada korban yang jatuh di antara kedua belah pihak akibat serangan tersebut.


Karena serangan mereka tidak membuahkan hasil yang sesuai dengan harapan mereka, sehingga terdengar teriakan dari dalam hutan memberi perintah untuk menyerang.


Dari kedua sisi jalan, masing-masing sekitar seratus anggota perampok langsung keluar dan menyerbu rombongan Chen Song dengan berbagai macam senjata ditangan mereka.


"Kalian berdua berhati-hatilah, dan jangan menggunakan energi qi kalian kepada lawan yang lemah, sebab itu akan merugikan kalian." Chen Song mengingatkan.


Itu karena Chen Zhu dan Sung Yunzhi belum memiliki pengalaman dalam pertarungan yang sesungguhnya.


Mereka pun segera menyambut kedatangan para perampok dan mulai mengayunkan pedang mereka untuk menebas setiap anggota perampok yang mereka temui.


Terlihat tiga sosok pria sedang berdiri dengan tenang sambil menatap situasi pertempuran yang sedang berlangsung.


"Kakak! Apakah pria itu yang bernama Chen Song?" Tanya seorang pendekar yang berdiri disamping kiri pria yang dipanggil kakak itu.


"Iya! Dialah orangnya!" Jawab pria itu.


"Apakah aku sudah boleh masuk untuk bertarung dengannya?"


"Jangan gegabah...sebab dia belum menggunakan energi qi miliknya, sehingga untuk menghadapinya, kemampuanmu itu tidak akan ada apa-apanya."


"Tetapi, jika kita membiarkan ini berlanjut, anggota kita akan banyak terbunuh!."


"Tenang saja, para pendekar aliran putih, tidak akan melakukan hal itu...kau lihat saja serangan mereka. Semuanya hanya bertujuan untuk melumpuhkan anggota kita."


"Meskipun demikian, tetapi sampai kapan kita menjadi penonton seperti ini?"


"Adik, untuk mendapatkan kemenangan, kita harus memiliki strategi dan perhitungan yang matang, sebab lawan kita kali ini bukanlah orang sembarangan."


"Jika saatnya sudah tiba, aku akan membiarkanmu untuk bertarung dengannya. Agar keinginanmu itu bisa tercapai."


"Sepertinya mereka bertiga ingin menunggu saat energi qi milikku terkuras, baru mereka bertiga akan datang untuk bertarung." Pikir Chen Song yang telah melihat ketiga sosok tersebut.


Chen Zhu yang sudah berada di dekat ketiganya, segera melesat dan melancarkan serangan tebasan pedang miliknya.


"Hmmmphh...rupanya bocah ini lebih tidak sabar dibandingkan dengan dirimu."


"Cepat kau bungkam dia!" Perintah pria itu kepada adik seperguruannya sambil menghindari serangan Chen Zhu.


Pria yang memiliki senjata martil ditangannya itu segera memukul pedang milik Chen Zhu.


Pertemuan kedua benda yang berbeda bentuk itu menghasilkan hal yang tidak terduga.

__ADS_1


Pedang milik Chen Zhu langsung hancur berkeping-keping.


Situasi itu membuat Chen Zhu sangat terkejut karena dirinya tidak menyangka akan kehilangan senjatanya.


Pemuda itu pun segera menggunakan energi qi miliknya dan langsung melemparkan bola-bola api kearah lawannya.


"Ohhh...sangat menarik, ternyata kau memiliki kemampuan untuk mengendalikan elemen api. Baiklah, rasakan ini!" Seru pria itu dan langsung menghentakkan kakinya ke tanah.


Gumpalan tanah berukuran sebesar bola kasti langsung terangkat ke udara dan segera disambar oleh martil besar miliknya.


Dengan cepat gumpalan tanah itu melesat ke arah Chen Zhu.


Pemuda itu mulai menghindar dan membalas untuk menyerang dengan bola-bola api miliknya.


"Ternyata kemampuan bocah itu tidak bisa diremehkan, sebab basis kultivasinya sudah berada di ranah pendekar ahli."


"Kakak! Apakah kita telah salah memperhitungkannya?" Tanya adik seperguruannya yang lain.


"Sepertinya situasi kita saat ini akan sulit, jika kita tidak segera masuk untuk bertarung, sebab keuntungan kita terletak pada jumlah pasukan kita."


"Ternyata mereka memiliki tiga pendekar ahli juga."


"Kau pergi untuk menghadapi pendekar itu, biar aku yang akan menghadapi Chen Song!"


"Baik!"


Keduanya pun segera melesat untuk menghadapi lawan mereka masing-masing.


Meskipun demikian, pemimpin perampok itu masih keliru memperhitungkan kekuatan rombongan pedagang itu.


Sang pemimpin langsung menyerang Chen Song dengan tombak miliknya yang saat itu sudah dialiri dengan energi qi.


Chen Song yang telah melihat jika pedang milik Chen Zhu telah hancur, segera menyalurkan energi qi miliknya ke bilah pedang miliknya.


Kemampuan keduanya pun terlihat sangat seimbang.


Sung Yunzhi yang melihat Chen Zhu sedang bertarung dengan seorang pendekar pengendali elemen bumi langsung mendekat untuk membantu.


Dorongan udara milik Sung Yunzhi segera dimanfaatkan oleh Chen Zhu dengan melepaskan bola api miliknya.


Dan benar saja, pria itu langsung tersentak setelah melihat perubahan warna dan ukuran bola api milik Chen Zhu.


Pria itu tidak bisa menghindarinya dan hanya bisa membendung api itu dengan martil besar miliknya.


Duuuaaarrr


Tubuh pria itu langsung terdorong kebelakang sejauh belasan meter.


"Sialan! Bagaimana bisa ukuran bola apinya seketika menjadi besar serta memiliki kecepatan yang tidak bisa aku hindari?" Pria itu menggerutu setelah merasakan serangan Chen Zhu.


"Apakah pemuda ini sengaja menyembunyikan kekuatan sejatinya?"


Dia segera menyentakkan kakinya dan kembali memukul tanah padat yang terangkat ke udara.


"Jika kemampuan untuk mengendalikan elemen bumi sudah tinggi, aku pasti tidak bisa mengalahkan dirinya." Pikir Chen Zhu dan segera bergerak bersama dengan Sung Yunzhi untuk melepaskan serangan.

__ADS_1


Lawan mereka berdua kini mulai kelabakan menghadapi serangan mereka berdua yang telah dipadukan.


Disisi yang lain, ternyata kakak seperguruan lawan Chen Zhu kini mulai bertarung dengan sengit melawan Chen Song.


"Apakah hanya seperti ini kemampuan salah satu dari tujuh pahlawan sekte Zhenwu?"


"Sungguh sangat memalukan!"


"Ternyata rumor itu terlalu dibesar-besarkan untuk menakut-nakuti para pendekar aliran hitam saja!."


Chen Song hanya tersenyum mendengar ledekan lawannya.


"Sepertinya sudah saatnya kau merasakan kehebatanku." Balas Chen Song dan langsung melepaskan semburan api dari mulutnya.


Serangan itu membuat lawannya tidak bisa menghindarinya, sebab saat itu sedang terfokus dengan serangan pedang milik Chen Song.


Wajah pria itu langsung terbakar dan membuatnya berteriak histeris karena merasakan kesakitan yang sangat.


"Tidak! Panas! Panas! Cepat tolong aku! Tolong aku!"


Melihat pemimpin mereka telah terkena serangan Chen Song, langsung membuat semangat bertarung mereka.


Sedangkan kedua adik seperguruannya pun kini dalam situasi terdesak karena perbuatan lawan mereka masing-masing.


Saat konsentrasinya terganggu karena kondisi kakak seperguruannya, akhirnya mendatangkan bencana juga bagi dirinya.


Bola api milik Chen Zhu yang sudah dipadukan dengan energi elemen udara milik Sung Yunzhi langsung mengenai dadanya.


Tubuh pria itu terhempas ke belakang dan langsung mengeluarkan darah berwarna hitam dari mulutnya.


Organ tubuh miliknya kini sudah matang serta mendapatkan luka bakar yang serius, sehingga tercium seperti daging bakar yang telah gosong.


"Cepat mundur dan bawa wakil ketua!" Teriak salah satu pendekar ahli yang saat itu segera membawa tubuh kakak seperguruannya untuk melarikan diri.


Saat yang lainnya ingin mengejar, Chen Song pun segera menghentikan mereka.


"Biarkan mereka pergi! Cepat urus rekan-rekan kalian yang telah terluka!" Teriak Chen Song.


Kemudian dirinya pun lanjut bertanya.


"Berapa orang yang telah kehilangan nyawanya?"


"Kami kehilangan dia puluh orang serta sepuluh orang dalam keadaan terluka." Jawab pemimpin pasukan pengawalan.


"Ternyata serangan mereka telah membuat banyak anggota kita yang terbunuh...ini tentu sangat merugikan bagi kita untuk kembali." Ucap Chen Song.


"Sebelum kita melanjutkan perjalanan, cepat makamkan mereka...untuk anggota perampok, buat pemakaman masal saja." Lanjut Chen Song memberi perintah.


"Terima kasih tetua Chen! Jika tidak ada dirimu, pasti rombongan kami saat ini sudah dibantai oleh mereka."


"Tuan Bian Que tidak perlu sungkan seperti itu, sebab apa yang kami lakukan sudah menjadi tanggung jawab kami." Balas Chen Song.


Setelah selesai, akhirnya mereka kembali melanjutkan perjalanan dan tiba di ibu kota negeri Zhong.


~Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2