PENDEKAR LEMBAH NERAKA

PENDEKAR LEMBAH NERAKA
Bab 46. Rencana Dua Pihak


__ADS_3

Di tempat dimana Ping Jing dan dua rekannya berada, terlihat mereka sedang merencanakan sesuatu setelah mendapatkan informasi dari salah satu bawahannya dimana Li Ying baru saja menemui Fan Tian.


"Saudara Zhongkai, menurutmu apa tujuan pangeran Li Ying bertemu dengan bocah itu? Dan kira-kira apa yang telah mereka bicarakan?" Tanya Ping Jing.


"Menurutku, sepertinya pangeran Li Ying ingin mengajak bocah itu untuk bergabung dengan pasukan mereka setelah dia melihat kemampuan yang bocah itu miliki." Jawab Liao Zhongkai.


"Kalau menurut saudara Yuan, kira-kira apa tujuan pertemuan mereka itu?" Tanya Ping Jing lagi.


"Jika dianalisa menurut informasi yang diberikan oleh bawahan kita itu, sepertinya ada hal yang telah disampaikan oleh Pangeran Li Ying sehingga bocah itu sempat terlihat marah... Dan menurutku, sepertinya pangeran Li Ying memiliki rahasia penting bocah itu yang tidak bisa diketahui oleh orang lain, sebab dia telah memerintahkan seluruh pasukannya untuk menjaga setiap sisi penginapan itu serta tidak ada yang boleh berada di dekat keduanya." Jawab Qi Yuan.


"Sepertinya apa yang saudara Yuan katakan itu ada benarnya juga." Ucap Liao Zhongkai setelah mendengar penjelasan Qi Yuan.


"Jadi kau sepakat dengan penjelasan saudara Yuan?" Tanya Ping Jing kepada Liao Zhongkai.


"Iya! Aku sangat sepakat!" Jawab Liao Zhongkai.


"Jika benar seperti itu, menurut kalian berdua, kira-kira rahasia apa yang baru saja di ungkapkan oleh pangeran Li Ying kepada bocah itu?" Tanya Ping Jing lagi.


"Menurutku, hanya rahasia tentang keluarganya saja yang bisa membuat bocah itu sempat merasa marah terhadap pangeran Li Ying, tetapi rahasia apa yang disampaikan oleh pangeran Li Ying, aku juga belum bisa memastikannya." Qi Yuan memberikan pendapatnya.


"Bagaimana jika kita mencoba bertanya kepada pelayan di penginapan itu, pasti ada hal yang tidak bisa dilihat oleh bawahan kita yang dilihat oleh pelayan itu." Tutur Ping Jing memberikan saran.


"Sepertinya usulan mu itu bisa kita coba...dan jika mendapatkan hasil yang sesuai dengan harapan kita...tinggal kita tentukan tindakan apa yang harus kita ambil...bagaimana menurut kalian berdua?" Liao Zhongkai menanggapi usulan Ping Jing dan sedikit menambahkan.


"Baiklah, aku akan memerintahkan bawahan kita agar bisa secepatnya melakukan hal itu!" Ujar Ping Jing.


Mereka bertiga pun segera membubarkan diri untuk melanjutkan tugas yang akan mereka masing-masing lakukan.


***


Di kediaman Li Zian, Li Ying langsung datang menghadap ayahnya untuk mengungkapkan rahasia yang baru saja dia ketahui.


"Ada apa kau datang menemuiku?" Tanya Li Zian.


"Ayah! Ada rahasia yang ingin aku sampaikan kepadamu." Sambil memberi hormat.


"Silahkan mendekat dan duduk disini." Panggil ayahnya.


Li Ying pun segera berdiri dan berjalan mendekat serta duduk di tempat yang dimaksudkan oleh ayahnya.


"Rahasia apa yang ingin kau sampaikan?" Tanya Li Zian.


Li Ying pun segera menceritakan kabar tentang adiknya Li Yan serta seorang putranya yang kini sedang berada di kota Guancheng.

__ADS_1


Mendengar cerita Li Ying, Li Zian tidak bisa menahan air matanya karena sudah tidak bisa lagi bertemu dengan putrinya.


Li Zian mengepalkan tangannya dengan kuat dan berkata "Siapa yang melakukan hal sekeji itu terhadap putriku?"


"Sepertinya hari itu adalah hari terakhir aku bisa melihat wajah putriku itu dan sampai kapanpun aku sudah tidak bisa lagi untuk bertemu dengannya." Gumam Li Zian sambil mengingat dimana hari terakhir dia melihat Li Yan sebelum meninggalkan kediamannya.


Li Ying hanya bisa diam dan membiarkan ayahnya meluapkan rasa sedih karena baru saja mendengar kenyataan tersebut.


Setelah beberapa saat kemudian, Li Zian pun bertanya kepada Li Ying "Apakah putrnya telah menerima kenyataan bahwa ia adalah bagian dari keluarga kerajaan?"


"Aku melihat sikapnya, sepertinya dia juga merasa belum bisa menerima jika ia adalah bagian dari keluarga kita."


"Untuk itulah aku memberikan waktu kepadanya agar menerima kenyataan yang baru saja saya sampaikan itu."


"Kita tinggal menunggu waktu dimana ia sudah menerima kenyataan bahwa ia adalah bagian dari keluarga kita."


"Dengan kemampuannya itu, kita hanya memberikan sedikit pengetahuan tentang strategi perang dan ilmu politik, pasti dia akan menjadi seorang jenderal yang sangat tangguh." Tutup Li Ying.


"Apakah ada orang lain yang mengetahui mengenai informasi ini?" Tanya Li Zian.


"Ada banyak yang mengetahui mengenai pertemuan ku dengannya. Namun tidak ada yang tahu jika Fan Tian adalah putra dari Li Yan." Jawab Li Ying.


"Bagus! Sebaiknya seperti itu...tetapi, pertemuan mu itu pasti akan di artikan lain oleh tiga bangsawan yang lain serta Yang Mulia Raja."


"Karena mereka juga pasti telah mendengar tentang kehebatan Fan Tian yang bisa mengalahkan seorang pendekar bergelar diusianya yang masih sangat muda itu." Ucap Li Zian menyampaikan apa yang dia pikirkan.


"Mengapa kau berpikir seperti itu?" Balas Li Zian menanggapi pertanyaan putranya.


"Bagaimana jika mereka berpikir, Fan Tian akan menjadi sebuah ancaman bagi mereka jika bergabung dengan keluarga kita?"


"Apa lagi Yang Mulia Raja...pasti dia juga akan berpikir ayah akan mengumpulkan kekuatan untuk bisa mengambil tahta itu darinya!"


"Sepertinya pemikiranmu itu cukup masuk akal juga. Untuk bisa menjaga keselamatan cucuku itu, cepat kau utus Bei Feiyan agar bisa selalu mengawasi dan menjaganya."


"Buatkan suatu insiden di hadapan Tian'er agar Bei Feiyan bisa di tolong olehnya. Dengan begitu, ia bisa mendekati Tian'er dan bisa selalu bersama dengannya."


"Apa kau sudah mengerti yang ayah katakan itu?" Tutup Li Zian bertanya kepada Li Ying.


"Iya ayah! Aku sudah mengerti!" Jawab Li Ying.


"Kalau begitu, cepat kau lakukan hal itu!" Perintah Li Zian.


"Baik! Aku pamit undur diri!" Seru Li Ying sambil memberikan sikap hormat dan segera pergi meninggalkan ruang kerja ayahnya.

__ADS_1


Bei Feiyan yang selalu menjaga keluarga itu secara sembunyi-sembunyi langsung ditemui oleh Li Ying.


Wanita dua puluh-an tahun itu sangat terkejut dengan kedatangan Li Ying.


"Hamba memberi hormat kepada pangeran!" Tutur Bei Feiyan menyambut kedatangan Li Ying sambil mengambil sikap hormat.


Li Ying segera memberikan isyarat dengan tangannya agar Bei Feiyan segera mengambil sikap seperti biasa saja.


"Pangeran! Ada hal penting apa sehingga datang menemui hamba?" Lanjut Bei Feiyan bertanya.


"Kau mendapatkan tugas dari Paman Kerajaan untuk bisa selalu menjaga serta membantu seorang pemuda yang saat ini masih berada di penginapan keluarga Han." Jawab Li Ying.


"Siapa pemuda itu?" Tanya Bei Feiyan penasaran.


"Dia bernama Zhao Yun dan masih berusia tujuh belas tahun!" Jawab Li Ying.


"Bukankah dia itu pendekar muda yang baru saja mengalahkan seorang pendekar bergelar dari sekte Wuyun?" Tanya Bei Feiyan.


"Itu benar!" Jawab Li Ying.


"Bukankah dia memiliki kemampuan yang tinggi? Mengapa aku harus menjaganya?" Bei Feiyan bertanya lagi.


"Kau tidak perlu tahu alasannya...yang terpenting, kau harus selalu menjaganya sama seperti kau menjaga keluarga kami."


"Apakah kau sudah mengerti?" Tutup Li Ying dengan pertanyaan.


"Baik Pangeran! Pasti aku akan melakukan tugasku dengan sebaik mungkin!" Balas Bei Feiyan.


"Bagus...! Dan untuk bisa mendekatinya, biar kami yang akan membantumu agar bisa dekat dengan dia." Lanjut Li Ying.


"Baik Pangeran! Aku sudah siap untuk melakukannya!" Bei Feiyan menanggapi.


Li Ying pun segera memberitahukan rencana yang akan mereka jalankan agar wanita itu bisa di tolong oleh Fan Tian.


Bei Feiyan sendiri berasal dari Negeri Taiyi yang letaknya berada di sebelah selatan Negeri Zhong. Sehingga dirinya tidak dikenali oleh para pendekar yang berada di wilayah Negeri Zhong tersebut.


Dia adalah seorang pendekar bergelar di negeri asalnya, dan tinggal selangkah lagi bisa menerobos menjadi pendekar diranah master. Dimana tingkat basis kultivasi tersebut hanya dimiliki oleh para ketua dan leluhur setiap sekte dan perguruan limu bela diri hampir diseluruh negeri yang ada di benua tersebut.


Sehingga akan sangat baik dan sangat membantu jika selalu berada disamping Fan Tian.


Namun hal itu akan menjadi masalah yang baru bagi Dong Huang dan juga bagi Sung Yunzhi, sebab mereka pasti akan merasa terganggu dengan kehadiran Bei Feiyan disisi Fan Tian.


Beberapa pendekar ahli yang bekerja untuk Li Zian kini segera menggunakan pakaian serba hitam sambil menutup bagian wajah mereka hingga hanya terlihat matanya saja.

__ADS_1


Sedangkan seorang mata-mata ditugaskan untuk melihat situasi yang tepat agar mereka bisa melakukan rencana yang telah diatur oleh Li Ying.


~Bersambung~


__ADS_2