PENDEKAR LEMBAH NERAKA

PENDEKAR LEMBAH NERAKA
Bab 45. Merasa Bahagia


__ADS_3

Fan Tian langsung tersenyum setelah melihat wajah Dong Huang yang menurutnya terlihat sangat konyol.


Ia segera mendekatinya dan berkata.


"Apakah kau sudah tidak marah lagi padaku?" Tanya Fan Tian dengan nada suara yang menyejukkan.


"Jangan sok menunjukkan senyum kepadaku! Apa yang telah membuat sikapmu saat ini berubah dari sikapmu sebelumnya?" Dong Huang langsung bertanya dan tidak ingin menjawab pertanyaan Fan Tian.


"Mengapa kau bertanya seperti itu kepadaku? Bukankah kau telah melihat ku saat ini baik-baik saja!"


"Apa lagi sudah ada dirimu yang datang kesini untuk menemaniku!" Jawab Fan Tian sambil tersenyum menggoda.


"Dasar buaya! Apakah setiap gadis yang dekat denganmu selalu kau gunakan kata-kata manismu itu!?"


" Kau pikir aku bisa tersentuh dengan rayuanmu itu!?"


"Kedatangan ku saat ini hanya untuk memastikan apakah kau baik-baik saja...bukan untuk mendengar gombalan receh darimu seperti itu!"


Nada suara Dong Huang seperti membentak, meskipun didalam hatinya merasa sangat khawatir dengan Fan Tian.


"Apakah kau merasa khawatir dengan keadaan ku saat ini?" Tanya Fan Tian sambil memperlihatkan lagi wajah sedihnya.


"Iya! Untuk itu, cepat katakan padaku hal apa yang orang itu bicarakan denganmu sehingga membuat sikapmu terlihat kosong seperti saat kau memasuki kamarmu ini!?" Jawab Dong Huang dan lanjut bertanya.


"Memang ada rahasia yang telah dia sampaikan kepadaku dan tidak bisa diketahui oleh orang lain...sebab itu tentang masalah pribadiku" Jawab Fan Tian.


"Terus, apakah kau meragukan diriku untuk merahasiakan apa yang telah aku ketahui?" Sergah Dong Huang.


"Baiklah, hanya kau saja yang bisa aku ceritakan tentang rahasia ku itu...aku yakin kau pasti tidak akan memberitahukan hal itu kepada orang lain."


Fan Tian pun mengajak Dong Huang untuk duduk di kursi yang telah tersedia di dalam kamarnya dan mulai menceritakan rahasia yang diungkapkan oleh Li Ying kepadanya.


Wanita itu merasa iba setelah mendengar cerita dari Fan Tian.


Akhirnya Fan Tian pun selesai menceritakan rahasia yang disampaikan oleh Li Ying.


"Jadi, sebenarnya kau ini adalah keturunan keluarga kerajaan, sehingga kau tidak cocok untuk menjalani hidup seperti sekarang ini." Ucap Dong Huang setelah mengetahui identitas ibu Fan Tian.


"Apakah aku bisa hadir didunia ini jika ibuku tidak menikah dengan ayahku?" Fan Tian melontarkan pertanyaan untuk menanggapi ucapan Dong Huang.


Wanita itu langsung terdiam dan memikirkan apa yang baru dikatakan oleh Fan Tian yang ditutup dengan pertanyaan itu.


"Benar juga yang dia katakan, jika ibunya menikah dengan tuan muda keluarga Wang, pasti dia tidak akan dilahirkan di dunia ini." Pikir Dong Huang.

__ADS_1


Sesaat kemudian Dong Huang pun berkata.


"Tetapi saat ini kau telah mengetahui jika dirimu berasal dari keluarga kerajaan, sehingga kau bisa kembali ke keluargamu dan menikmati hidup sebagai anggota keluarga kerajaan." Sambil tersenyum tipis menatap Fan Tian.


"Aku merasa lebih baik hidup seperti sekarang ini, dari pada hidup dilingkungan mereka yang punya begitu banyak aturan yang harus di taati.."


"Tidak itu saja, pasti aku juga sudah tidak bisa bertemu lagi dengan mu seperti saat ini...untuk itu aku tidak akan masuk kedalam dunia mereka." Tutup Fan Tian.


"Apakah kau merasa senang jika bersama dengan ku seperti ini!?" Tanya Dong Huang.


"Iya! Sepertinya aku merasa bahagia jika selalu bersama dengan mu...apa lagi jika mengingat kembali perjalanan kita sebelumnya...itu adalah hal terindah bagiku." Jawab Fan Tian dan mengungkapkan apa yang dia rasakan.


"Apa katamu? Perjalanan kita itu adalah hal terindah bagimu!? Mungkin benar seperti itu menurutmu, tetapi menurutku, itu adalah hal yang sangat menakutkan!" Tutur Dong Huang menimpali ucapan Fan Tian.


"Mengapa kau berkata seperti itu? Bukankah perjalanan kita itu sangat menghibur?" Lanjut Fan Tian sambil tersenyum.


"Itu menurutmu yang berpura-pura tidak bisa bertarung! Tetapi menurutku itu sangat menakutkan, karena harus berpikir untuk melindungi orang yang berpura-pura tidak bisa bertarung...dan aku sangat membenci dirimu disaat mengetahui bahwa kau memiliki kemampuan yang sangat hebat!" Tutur Dong Huang mengungkapkan kejengkelannya terhadap Fan Tian.


"Nona Dong, apakah saat ini kau telah memaafkan diriku?" Tanya Fan Tian dengan mimik muka penuh harap.


Dong Huang hanya terdiam mendengar pertanyaan Fan Tian.


"Apakah kau tidak bisa memaafkanku?" Tanya Fan Tian lagi.


"Sebenarnya aku juga merasa bingung mengapa harus marah kepadamu, sebab hal yang kau rahasiakan itu adalah untuk kebaikan dirimu sendiri, karena jika diketahui oleh orang banyak, itu bisa membuatmu berada dalam bahaya..."


"Apakah kau sudah mengerti?" Tanya Dong Huang dengan penuh penekanan.


"Sial! Kata-katanya terdengar seperti ibuku saja... Apakah memang begini sifat setiap wanita!?" Pikir Fan Tian setelah mendengar pertanyaan Dong Huang.


"Apa yang kau pikirkan? Apakah kau tidak bisa melakukan hal itu?" Tanya Dong Huang lagi.


"Ohh, tidak! Aku pasti bisa melakukan hal itu... Tenang saja, untukmu apa pun akan aku lakukan!" Tutur Fan Tian menjawab pertanyaan Dong Huang.


Mendengar jawaban Fan Tian, senyuman dibibir Dong Huang langsung mengembang. Dia tidak menyangka jika pria yang dia sukai itu bisa mengatakan hal yang membuatnya senang.


"Selama beberapa hari ini bersama dengan mu, aku tidak menyadari jika dirimu sangat cantik, apa lagi setelah kau tersenyum seperti ini." Ucap Fan Tian sambil tersenyum menatap wajah Dong Huang.


Pipi wanita didepannya itu langsung memerah setelah mendengar pujian yang dilontarkan oleh Fan Tian.


"Sial! Mengapa jantungku berdegup kencang seperti ini? Apakah aku benar-benar jatuh cinta padanya?" Pikir Dong Huang yang menundukkan wajahnya karena merasa malu terus diperhatikan oleh Fan Tian.


Tiba-tiba pintu kamar Fan Tian kembali diketuk. Hal itu langsung merubah suasana yang ada saat itu antara Fan Tian dan Dong Huang.

__ADS_1


"Siapa lagi yang datang?" Pikir Fan Tian dan segera pergi untuk membuka pintu kamarnya.


"Zhao Yun! Ternyata kau sudah ada disini, mengapa kau tidak langsung kembali ke kamar tetua Chen Song?" Tanya Sung Yunzhi setelah Fan Tian membuka pintu kamarnya.


"Nona Sung, aku harus beristirahat agar bisa mengembalikan energiku yang tidak sedikit terpakai untuk menetralisir racun didalam tubuh tetua Chen. Itulah mengapa aku aku langsung kembali kekamarku." Jawab Fan Tian.


Mendengar suara Sung Yunzhi, Dong Huang segera berdiri dan pergi untuk mencari tempat yang tepat agar bisa bersembunyi.


Hal itu karena Sung Yunzhi tidak mengetahui jika Dong Huang juga memiliki hubungan yang dekat dengan Fan Tian.


Alasan itulah yang membuat Dong Huang bersembunyi dari Sung Yunzhi.


"Apakah kedatangan ku ini telah mengganggu?" Tanya Sung Yunzhi lagi dengan wajah memelas.


"Tidak! Bukan begitu! Perkataanku itu tidak bermaksud jika kedatangan mu ini telah menggangguku, hanya saja aku baru berpikir untuk melakukan meditasi saat kau mengetuk pintu kamarku ini." Jawab Fan Tian.


"Apakah aku tidak dipersilahkan untuk masuk?" Tanya Sung Yunzhi lagi.


Fan Tian pun langsung tersenyum canggung sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan menyempatkan diri untuk melihat ke posisi dimana Dong Huang duduk untuk memastikan keberadaan wanita itu.


"Apa yang kau lihat? Apakah ada orang yang sedang bersama dengan mu?" Tanya Sung Yunzhi dan langsung menerobos masuk.


Fan Tian tidak bisa menahan Sung Yunzhi untuk masuk ke dalam kamarnya dan hanya bisa membiarkan wanita itu mulai bertindak seperti sedang mencari sesuatu yang dia inginkan.


"Gawat! Apakah Dong Huang masih berada di dalam kamar ini!?" Fan Tian membantin sambil mengikuti Sung Yunzhi dari belakang.


"Apa yang sedang kau cari? Apakah ada sesuatu yang kau inginkan didalam kamar ku ini?" Tanya Fan Tian ingin membuat Sung Yunzhi menghentikan tindakannya.


Sung Yunzhi menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Fan Tian serta berkata "Apakah kau sedang menyembunyikan seseorang didalam kamarmu ini?"


"Memangnya untuk apa aku menyembunyikan seseorang didalam kamar ku ini? Jika ada seseorang didalam kamar ini memangnya kenapa? Apa ada yang salah jika ada orang lain yang bersama ku disini?" Balas Fan Tian.


Sung Yunzhi tidak bisa menjawab pertanyaan Fan Tian dan hanya bisa terdiam untuk memikirkannya.


"Iya juga...mengapa aku berpikir posesif seperti ini kepadanya? Jika ada orang yang bersama dengannya, apa yang harus aku lakukan? Tidak akan mungkin aku melarangnya." Pikir Sung Yunzhi.


Tanpa menjawab pertanyaan Fan Tian, Sung Yunzhi segera menundukkan wajahnya dan berjalan keluar dari dalam kamar itu.


"Nona Sung! Apakah ada kata-kata ku yang membuatmu tersinggung?" Tanya Fan Tian lagi sambil mengikuti Sung Yunzhi dari belakang.


Sung Yunzhi pun berhenti dan berkata "Tidak! Maafkan aku karena telah bertindak tidak sopan kepadamu...aku pergi dulu!" Dan langsung melanjutkan langkahnya.


Fan Tian hanya bisa menatap punggung wanita itu hingga berlalu.

__ADS_1


Setelah itu Fan Tian kembali masuk dan mencari keberadaan Dong Huang, namun ia tidak menemukannya.


~Bersambung~


__ADS_2