
Setelah Fan Tian selesai membersihkan tubuh dan mengganti pakaiannya, ia segera keluar dan kembali ke ruangan dimana Chen Song dan lainnya berada.
Sikap assisten tabib yang melihat proses penyembuhan Chen Song terlihat seperti tidak senang dengan hal itu dan segera mengabarkan kepada Pi Yao.
Seorang bawahan segera memasuki ruangan dimana keempat petinggi mereka berada.
"Tetua Pi! Ada pesan untukmu!" Bawahan itu menyampaikan sambil menyerahkan sebuah gulungan kecil.
"Siapa yang mengirim pesan ini?" Tanya Pi Yao.
"Salah satu anggota kita yang bekerja di klinik pengobatan." Jawab bawahan itu.
Setelah membaca pesan tersebut, wajah Pi Yao langsung berubah menjadi sangat geram.
Braaakkk
Meja disampingnya langsung hancur karena hantaman tapak pendekar wanita itu.
"Ada apa saudari Yao? Apa yang telah terjadi?" Tanya Liao Zhongkai.
"Brengsek! Sepertinya bocah itu harus segera di lenyapkan!" Tutur Pi Yao.
"Memangnya kenapa dengan bocah itu?" Tanya Liao Zhongkai lagi.
"Dia itu kedepannya bisa menjadi penghalang setiap rencana kita." Jawab Pi Yao.
"Mengapa bisa begitu?" Sambung Ping Jing bertanya.
"Ternyata dia sangat memahami ilmu racun, sehingga dia bisa menyembuhkan racun milikku didalam tubuh Chen Song." Jawab Pi Yao lagi.
"Bagaimana mungkin bocah itu bisa melakukannya? Bukankah racun itu hanya kau dan gurumu yang tahu penawarannya?" Tanya Liao Zhongkai merasa terkejut dan penasaran.
"Tidak...menurut guruku, hanya ada satu orang yang bisa menetralisir racun itu...dan sosok itu adalah Chu Ji, yang berasal dari sekte Lembah Neraka." Pi Yao menjelaskan.
"Apakah bocah itu memiliki hubungan dengan sekte Lembah Neraka?" Tanya Ping Jing penasaran.
"Sepertinya dia memang memiliki hubungan dengan sekte Lembah Neraka, sebab menurut rumor yang disampaikan oleh tuan Wang, ada sosok yang menggunakan atribut yang sama dengan bawahannya telah menggagalkan rencana mereka untuk menangkap kedua wanita yang bersama dengan kelompok Chen Song."
"Dan sosok itu juga memiliki senjata berupa tombak dan menguasai elemen petir."
"Untuk itu, aku sangat yakin jika bocah itulah yang dimaksud oleh tuan Wang."
Qi Yuan menyampaikan apa yang dia analisa dari setiap informasi yang dia dengar serta fakta yang dia lihat, sehingga menyimpulkan jika Fan Tian memang berasal dari sekte Lembah Neraka.
"Itu berarti, sekte Lembah Neraka telah turun tangan dengan setiap tindakan bawahan tuan Wang yang sering menggunakan nama sekte mereka saat melakukan kejahatan." Gumam Pi Yao menanggapi penjelasan Qi Yuan.
"Jika benar seperti itu...bagaimana dengan rencana kita untuk melenyapkan bocah itu?" Tanya Liao Zhongkai.
Pi Yao hanya terdiam seperti sedang memikirkan sesuatu.
Sesaat kemudian, akhirnya Pi Yao pun bersuara.
"Aku sangat setuju dengan kesimpulan saudara Qi Yuan...bocah itu memang berasal dari sekte Lembah Neraka, serta sangat dekat dengan sepasang suami istri itu...sebab teknik yang dia gunakan sama persis dengan teknik yang mereka berdua miliki."
__ADS_1
"Aku juga telah menemukan jawaban mengapa saudara Mae Kong tewas ditangan bocah itu." Lanjut Pi Yao.
"Apa jawabannya?" Sergah Liao Zhongkai.
"Bocah itu juga telah menguasai teknik Mata Iblis milik Chu Ji, sehingga bisa membuat saudara Mae Kong tidak bisa menghindari serangan tombak miliknya." Jawab Pi Yao.
"Apa? Teknik Mata Iblis? Bukankah teknik itu sangat sulit untuk bisa dikuasai?" Ping Jing menanggapi karena merasa tidak percaya dengan apa yang dia dengar.
"Sepertinya bocah itu tidak sesederhana yang kita pikirkan...kemungkinan besar, masih ada kejutan yang lain yang dia belum tunjukkan kepada kita." Tutur Pi Yao.
"Kita juga tidak boleh bertindak gegabah, sebab kemunculan kita di kota Guancheng ini, sudah diketahui banyak orang." Lanjut Pi Yao.
"Takutnya, setiap pergerakan kita akan tercium oleh anggota sekte Lembah Neraka yang mungkin juga sedang berada di kota Guancheng ini." Tutup Pi Yao menjelaskan.
"Terus, bagaimana dengan rencana kita untuk menangkap kedua wanita itu?" Tanya Ping Jing.
"Sepertinya hal itu akan sia-sia saja, sebab bocah itu selalu bersama dengan mereka." Jawab Pi Yao.
"Menurutku, sebaiknya kita cari tahu dahulu hal penting apa di dalam hidupnya selain wanita yang berasal dari sekte Zhewu itu...jika kita sudah mengetahuinya, kita bisa menarik perhatian bocah itu untuk bisa menjauh dari gadis itu."
"Setelah dia menjauh dari gadis itu, barulah saudara Qi Yuan menjalankan tugasnya."
Liao Zhongkai memberikan masukan strategi untuk bisa mendapatkan Sung Yunzhi agar bisa membuat Fan Tian dan yang lainnya menyerah.
"Sepertinya strategi saudara Liao Zhongkai sangat menarik...bagaimana menurutmu?" Sambung Ping Jing sambil menatap ke arah Pi Yao.
"Hmmmphh, boleh juga! Tetapi mungkin sedikit sulit untuk bisa mengetahui hal apa yang bisa membuat bocah itu meninggalkan kelompok tersebut." Jawab Pi Yao.
"Jika demikian, sebaiknya kita memberikan waktu bagi saudari Pi Yao untuk bermeditasi agar bisa secepatnya memulihkan kesehatannya." Tutur Qi Yuan.
Setelah tiga sosok itu pergi, Pi Yao tidak segera bermeditasi, melainkan dirinya terus memikirkan sosok pria yang menjadi ayah angkat Fan Tian.
"Aku tidak menyangka, kau bisa menemukan seorang pendekar yang sangat jenius untuk bisa menjadi muridmu."
"Jika saat ini kita telah bersama, pasti bocah itu juga akan menjadi muridku...bukan wanita siluman itu!" Ucap Pi Yao dengan penuh penekanan sambil mengepalkan kedua tangannya.
Ternyata, Chu Ji adalah pria yang dicintai oleh Pi Yao, namun hatinya hanya untuk Bi Yao, sehingga kedua wanita yang awalnya berasal dari sekte Wuyun, kini saling bermusuhan.
Bi Yao yang awalnya bersahabat dengan Pi Yao, sering bertemu dengan Chu Ji, sebab sebelum mengundurkan diri dari dunia persilatan, sekte Lembah Neraka sering melakukan pertemuan dengan sekte Wuyun sebagai sesama sekte aliran hitam.
Dari situlah terbangun perasaan diantara ketiga sosok tersebut.
Meskipun Pi Yao lebih dulu dekat dengan Chu Ji, namun dia tidak memiliki perasaan yang lebih dari teman kepada wanita itu.
Sedangkan saat bertemu dengan Bi Yao, Chu Ji langsung merasa tertarik dengannya yang tidak lain adalah sahabat Pi Yao.
Nama belakang mereka berdua diberikan sendiri oleh guru mereka dengan tetap mempertahankan nama depan mereka berdua.
Sehingga Fan Tian juga memiliki hubungan dengan sekte Wuyun karena telah menjadi murid Bi Yao.
Itulah hal yang dipikirkan oleh Pi Yao saat itu dan yang menjadi beban disaat dirinya ingin menyakiti Fan Tian.
Namun hal yang dia pikirkan itu hanyalah rahasianya sendiri yang telah disimpan selama puluhan tahun, sehingga tidak ada yang mengetahui mengenai hal itu.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian, akhirnya Pi Yao pun berinisiatif untuk bermeditasi.
***
Di penginapan keluarga Han, kini Chen Song sedang bermeditasi untuk memulihkan tenaganya dengan mengkonsumsi ramuan yang diberikan oleh Fan Tian.
Sedangkan Fan Tian, Sung Yunzhi dan Dong Huang serta Chen Zhu, saat itu sedang menikmati teh hangat di kamar yang ditempati Chen Song.
Keberadaan mereka saat itu adalah untuk menjaga Chen Song yang saat itu sedang bermeditasi.
Hanya Sung Yunzhi yang terlihat sangat aktif untuk memperhatikan Fan Tian dan juga Chen Song.
Sedangkan tiga sosok yang lain tidak mengeluarkan sepatah kata pun.
Fan Tian merasa tidak nyaman dengan perlakuan Sung Yunzhi yang terus diperhatikan oleh Dong Huang.
Dan hati Chen Song semakin merasa cemburu dengan apa yang ditunjukkan oleh Sung Yunzhi.
Dong Huang sendiri hanya bisa menatap Fan Tian seakan ingin mengeluarkan semua yang dia pikirkan saat itu.
Tiba-tiba pintu kamar itu diketuk oleh seseorang. Chen Zhu pun segera berdiri dan melangkahkan kakinya untuk membuka pintu dan melihat siapa yang datang.
"Apakah ada hal penting yang ingin anda sampaikan?" Tanya Chen Zhu setelah mengetahui siapa yang datang.
"Maaf telah mengganggu ketenangan tuan... Apakah pendekar Zhao Yun ada disini?" Tanya sosok yang adalah pelayan di penginapan itu.
Chen Zhu segera membalikkan tubuhnya dan menatap ke arah Fan Tian seraya berkata.
"Pendekar Zhao, pelayan ini datang mencarimu!"
Dengan perasaan bingung, Fan Tian pun segera berdiri dan pergi mendekati Chen Zhu.
"Mengapa mencariku?" Tanya Fan Tian.
"Pendekar Zhao, ada sosok pria yang ingin bertemu denganmu...saat ini dia sedang menunggu di lantai dasar." Jawab pelayan itu.
"Apakah aku mengenalnya?" Tanya Fan Tian lagi.
"Dia mengatakan jika dirinya mengenali anda." Jawab pelayan itu lagi.
"Baiklah...ayo kita pergi!" Ucap Fan Tian.
"Pendekar Chen, aku pamit sebentar." Lanjutnya sambil menatap Chen Zhu.
Chen Zhu pun mengangguk pelan menanggapi ucapan Fan Tian.
Pelayan itu berjalan didepan menuntun Fan Tian untuk bertemu dengan sosok yang sedang menunggu tersebut.
"Siapa orang itu? Apakah dia berasal dari sekte Lembah Neraka?" Pikir Fan Tian yang sedang berjalan mengikuti pelayan didepannya.
Setelah tiba di lantai dasar, pelayan itu pun segera mengarahkan Fan Tian untuk menuju ke salah satu meja yang telah ditempati oleh seorang pria.
"Tuan, ini orangnya." Ucap sang pelayan dan segera pergi meninggalkan keduanya.
__ADS_1
"Tuan muda Zhao...silahkan duduk." Ucap sosok pria yang sedang duduk tersebut.
~Bersambung~