PENDEKAR LEMBAH NERAKA

PENDEKAR LEMBAH NERAKA
Bab 25. Memasuki Kota Guancheng


__ADS_3

Fan Tian yang melihat kondisi Sung Yunzhi segera membuka jubah yang dia biasa pakai dan dipakaikan kepada wanita itu serta langsung membuka totokan yang membuatnya tidak bisa bergerak.


"Nona, tenanglah, mulai saat ini kau tidak akan lagi bisa disakiti oleh siapapun" Ucap Fan Tian mencoba untuk menghibur.


Kata-kata Fan Tian membuat hati Sung Yunzhi tergugah dan sangat menyejukkan baginya.


Pedang milik Sung Yunzhi diambil oleh Fan Tian segera menggendong wanita itu yang terlihat sangat lemah.


Keduanya pun segera keluar dari hutan itu menuju ke jalan utama yang sering dilalui oleh semua orang.


Fan Tian pun segera berjalan sambil bertanya kepada Sung Yunzhi.


"Nona, jika aku boleh tahu, siapa namamu dan dari mana asalmu?"


Wanita itu tidak menjawab pertanyaannya karena masih merasa terpukul dengan apa yang baru saja dia alami.


"Baiklah, jika kau tidak mau menjawab pertanyaan ku. Saat ini aku yang akan memberitahukan siapa sebenarnya diriku." Tutur Fan Tian.


"Namaku adalah Zhao Yun! Berasal dari desa Miao...ini adalah yang pertama kalinya aku ingin pergi ke kota Guancheng"


"Semoga aku bisa mendapatkan suatu hal yang baru di kota itu." Tutup Fan Tian.


Dirinya sengaja ingin menutupi identitasnya agar tidak bisa diketahui oleh siapapun.


Setelah beberapa saat kemudian, Sung Yunzhi yang awalnya tidak mau memperhatikan wajah Fan Tian karena melihat penampilannya yang seperti sosok misterius karena memakai topi capingnya, perlahan mulai mencoba untuk memperhatikan.


Hal itu karena dia mulai merasa nyaman dan tertarik dengan pribadi Fan Tian yang terus mencoba untuk menghibur dirinya.


"Aku pikir dia memiliki wajah yang buruk, ternyata dia terlihat masih sangat muda dan juga terlihat sangat tampan" Sung Yunzhi membantin setelah melihat wajah Fan Tian.


Dari arah belakang, tiba-tiba Fan Tian mendengar bunyi kereta kuda yang sedang dikawal oleh puluhan prajurit dan beberapa pendekar sedang mendekat ke arah mereka.


Tujuan rombongan itu sama dengannya untuk menuju ke kota Guancheng.


"Tuan! Apakah boleh memberikan tumpangan kepada kita berdua?" Fan Tian mencoba bertanya kepada sosok yang berjalan mendahului yang lain.


Saat pria itu ingin mengacuhkan keduanya, namun ekor matanya sekilas melihat pakaian Sung Yunzhi serta pedang yang dipegang oleh Fan Tian.


Pria itu langsung mengangkat salah satu tangannya untuk memberikan isyarat bagi rombongan dibelakangnya.


Setelah rombongan itu berhenti, pria itu pun menatap penuh selidik ke arah Fan Tian dan Sung Yunzhi.


"Sepertinya wanita ini berasal dari sekte Zhenwu, apa yang sedang terjadi dengannya?" Pikir pria itu.


"Siapa anda?" Tanya pria itu dengan tatapan curiga.


"Namaku Zhao Yun! Berasal dari desa Miao! /" Jawab Fan Tian.


"Apa yang telah terjadi dengan gadis itu?" Tanya pria itu lagi.


"Aku baru saja menolongnya dari tangan para perampok." Jawab Fan Tian.


"Nona! Apa benar yang dia katakan itu?" Tanya pria itu lagi ingin memastikan.


Sung Yunzhi hanya menganggukkan kepalanya untuk menjawab pertanyaan pria itu.

__ADS_1


"Apakah anda berasal dari sekte Zhenwu?" Tanya pria itu penasaran.


Sung Yunzhi pun kembali mengangguk pelan untuk menjawab.


Saat pria yang paling depan sedang bertanya kepada Fan Tian dan Sung Yunzhi, seorang wanita yang duduk di dalam kereta kuda bertanya kepada seorang pendekar yang sedang menunggang kuda dan berada disamping kereta tersebut.


"Ada apa? Mengapa kita berhenti?"


"Nona, ada dua sosok didepan yang sedang berbicara dengan komandan Jue Wei." Jawab pria tersebut.


"Coba kau periksa apa yang sedang mereka bicarakan...mengapa bisa menghentikan perjalanan kita!?" Perintah Liu Ruyan yang adalah putri keluarga bangsawan Liu yang juga sebagai salah satu kekuatan besar di Negeri Zhong.


Pendekar itu pun segera pergi untuk mendekati sang komandan yang saat itu sedang bertanya kepada Fan Tian dan Sung Yunzhi.


"Komandan Jue Wei! Apa yang sedang terjadi?"


"Sepertinya nona ini berasal dari sekte Zhenwu dan sedang terluka...mereka ingin mendapatkan tumpangan untuk bisa tiba di kota Guancheng." Jawab sang komandan.


"Sebelum aku menerima permintaan kalian, aku terlebih dahulu akan menanyakan hal ini kepada nona Liu...jika dia mengijinkan, nona ini pasti akan mendapatkan tumpangan." Tutur sang komandan sambil meninggalkan keduanya bersama dengan pendekar yang disuruh oleh Liu Ruyan.


"Nona, didepan ada seorang wanita yang sedang terluka dan sangat membutuhkan tumpangan... Apakah anda akan mengijinkannya!?" Tanya sang komandan.


"Apakah penampilan mereka tidak mencurigakan? Liu Ruyan balik bertanya.


"Wanita itu berasal dari sekte Zhenwu."


"Berasal dari sekte Zhenwu!? Jika demikian, biarkan dia disini bersama denganku!" Ujar Liu Ruyan.


"Baik nona!"


Sang komandan pun segera pergi dan menyampaikan hal itu kepada Fan Tian.


"Ayo, bawa dia masuk!" Perintah Liu Ruyan.


Fan Tian pun segera membawa masuk Sung Yunzhi kedalam kereta kuda dimana Liu Ruyan berada didalamnya.


Saat hendak masuk, topi capingnya tersangkut di tirai yang menutupi pintu masuk kereta kuda tersebut dan terjatuh dari kepala Fan Tian.


Liu Ruyan langsung menatap wajah Fan Tian dan merasa terkejut dengan ketampanan yang dimiliki sosok didepannya itu.


Setelah Sung Yunzhi duduk disamping seorang pelayan, Fan Tian pun segera keluar dari dalam kereta kuda tersebut.


Mata Liu Ruyan tidak berkedip sampai wajah Fan Tian menghilang dari pandangannya.


"Nona! Nona! Apa yang sedang anda pikirkan?" Tanya sang pelayan penasaran melihat keterdiaman Liu Ruyan.


Suara pelayan itu membuatnya langsung tersadar lagi dan segera menatap Sung Yunzhi.


"Nona! Apa yang telah terjadi dengan dirimu?" Tanya Liu Ruyan penasaran.


Dengan terpaksa, akhirnya Sung Yunzhi pun menjawab pertanyaan Liu Ruyan.


"Rombongan kami telah diserang oleh ratusan perampok saat berada di hutan bambu yang terletak di sebelah selatan kota Guancheng." Jawab Sung Yunzhi.


"Apa katamu? Hutan bambu disebelah selatan kota Guancheng?"

__ADS_1


"Terus bagaimana kau bisa berada di sisi utara dari kota Guancheng?" Tanya Liu Ruyan penasaran.


"Apa? Jadi saat ini aku berada di sisi bagian utara dari kota Guancheng? Tidak mungkin! Bagaimana aku bisa melewati kota itu!?"


"Apakah anda berasal dari sekte Zhenwu?"


"Iya! Aku berasal dari sekte Zhenwu."


"Bagaimana dengan pria itu? Apakah dia juga berasal dari sekte Zhenwu?"


"Tidak! Kami baru saja bertemu dan dialah orang yang telah menolongku."


"Ohh, jadi seperti itu ceritanya...baiklah, anda boleh beristirahat." Ucap Liu Ruyan.


"Nona, saat ini aku hanya kelelahan saja, jadi aku saat ini membutuhkan air minum." Balas Sung Yunzhi.


Liu Ruyan pun segera menyuruh pelayannya untuk memberikan air minum kepada Sung Yunzhi.


Sung Yunzhi pun segera menghilangkan dahaga yang dia rasakan.


Setelah itu dirinya segera bermeditasi untuk bisa memulihkan kekuatannya.


Saat Sung Yunzhi bermeditasi, Liu Ruyan mbuka tirai yang menutupi jendela untuk bisa melihat Fan Tian.


Namun tindakannya itu tidak membuahkan hasil, sebab Fan Tian saat itu sedang berlari bersama dengan prajurit dibelakang kereta kuda tersebut.


"Sial! Dimana pria itu? Mengapa aku tidak bisa melihatnya!?" Liu Ruyan membantin.


"Nona, apa yang sedang anda cari?" Tanya pelayannya.


Ohh, tidak ada! Tidak ada yang aku cari!" Jawab Liu Ruyan.


"Tetapi mengapa wajah nona seperti sedang kehilangan sesuatu yang sangat berharga bagi nona?"


"Sudahlah, jangan menggodaku."


Di gerbang kota Guancheng bagian selatan, kini Chen Song dan Chen Zhu baru saja memasuki kota tersebut.


Kedatangan keduanya langsung disambut oleh bangsawan Bian Que bersama dengan rombongannya.


"Tetua Chen! Dimana nona Sung Yunzhi? Mengapa dia tidak datang bersama dengan kalian berdua?"


"Kami telah terpisah dengannya dan dia berjanji untuk bisa bertemu di kota ini." Jawab Chen Song.


Sedangkan Chen Zhu masih sangat terpukul dan khawatir dengan keselamatan Sung Yunzhi.


"Sebaiknya kita pergi untuk mencari sebuah penginapan sebelum kita mencari keberadaan nona Sung Yunzhi." Ucap Bian Que.


Chen Song hanya menanggapinya dengan menganggukkan kepalanya.


Mereka pun akhirnya mencari penginapan untuk digunakan oleh mereka.


Sedangkan rombongan Liu Ruyan akhirnya memasuki kota Guancheng tanpa mendapatkan pemeriksaan dari prajurit yang berjaga di gerbang kota.


Hal tersebut memberikan keuntungan bagi Fan Tian karena identitasnya tetap masih bisa dirahasiakan.

__ADS_1


Sedangkan Sung Yunzhi mendapatkan kerugian, sebab Chen Song dan Chen Zhu tidak akan bisa mengetahui keberadaannya saat ini,apa lagi kota Guancheng sangat besar.


~Bersambung~


__ADS_2