
Fan Tian terus melesat pergi dan melompat dari pohon satu ke pohon yang lain untuk menghilangkan jejak agar tidak bisa dikejar oleh siapa pun.
Dan setelah beberapa saat kemudian dirinya mengetahui tidak ada lagi orang yang mengikutinya, Fan Tian pun segera pergi untuk menuju ke tempat dimana pandai besi yang pernah dia kunjungi sebelumnya berada.
Saat dirinya tiba, pondok yang menjadi tempat kediaman pandai besi itu kini terlihat sepi dan tidak ada aktivitas sedikitpun.
"Dimana pandai besi itu? Mengapa tidak terlihat ada aktivitas ditempat ini? Apakah dia telah pergi meninggalkan tempat ini!?" Pikir Fan Tian yang terus mengitari pondok tersebut agar bisa memastikan dimana keberadaan sosok yang dia cari.
Sesaat kemudian, akhirnya Fan Tian pun mencoba untuk memasuki pondok itu.
Didalam pondok itu, Fan Tian tidak menemukan tanda-tanda kehidupan di dalamnya.
"Apakah pria itu tidak pernah tinggal disini? Mengapa didalam pondok ini terlihat seperti sudah lama tidak ditempati oleh siapa pun!?" Gumam Fan Tian setelah melihat situasi didalam pondok itu.
"Sial! Apakah aku sudah ditipu oleh pria itu?" Lanjutnya.
"Sebaiknya aku beristirahat di pondok ini saja sebelum kembali mencari keberadaan nona Dong Huang dan nona Bei Feiyan..."
"Aku juga harus mengetahui apakah aku bisa memanfaatkan energi qi yang diserap oleh tombak ini..."
"Jika hal itu bisa aku lakukan, berarti aku akan menggunakannya disaat aku berada dalam suatu situasi yang genting."
Setelah berpikir, akhirnya Fan Tian pun segera membersihkan salah satu kamar yang ada didalam pondok tersebut agar bisa dia tempati.
Namun, sebelum dirinya melakukan hal yang dia pikirkan itu, pria yang pernah bertemu dengannya pun tiba.
"Apa yang sedang kau lakukan didalam kediamanku?" Tanya pria itu membuat Fan Tian merasa terkejut dengan kedatangannya.
"Oh, itu karena aku ingin membersihkannya agar bisa aku twnpati." Jawab Fan Tian sambil tersenyum dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Mengapa tidak meminta ijin dariku?" Tanya pria itu.
"Mohon maaf tuan atas kelancanganku...akan tetapi aku melakukannya karena aku melihat seperti tidak pernah ada orang yang menempati bangunan ini, sehingga aku berinisiatif untuk membersihkan dan menempatinya." Jawab Fan Tian sambil tersenyum malu.
"Apakah anda sedang merendahkanku?" Tanya pria itu lagi.
"Tidak tuan! Bagaimana mungkin aku merendahkan dirimu!?" Balas Fan Tian yang masih tetap dengan sikap konyol dengan menggaruk kepalanya.
"Apakah tuan sudah mengerjakan pesananku?" Lanjut Fan Tian mencoba untuk mengalihkan topik pembicaraan.
"Iya! Saya sudah selesai membuat senjata rahasia yang anda pesan itu." Jawab pandai besi tersebut.
"Hah...! Bagaimana bisa anda melakukannya? Bukankah itu baru kemarin!?" Fan Tian merasa terkejut mendengar jawaban pria didepannya.
"Memangnya kenapa jika aku sudah selesai membuatnya? Apakah ada yang salah?" Tanya pria itu dengan tanpa beban.
__ADS_1
"Menurutku itu sangat mustahil jika dilakukan oleh orang biasa, sebab membuat sebuah jarum memiliki tingkat kesulitan yang sangat tinggi." Jawab Fan Tian menanggapi pertanyaan pandai besi itu.
"Apakah tuan adalah seorang pendekar yang memiliki basis kultivasi diatas pendekar master?" Lanjut Fan Tian bertanya dengan tatapan penasaran.
"Pikiran mu itu terlalu ngawur, apakah kau pikir untuk bisa menerobos menjadi seorang pendekar Agung itu mudah?" Balas pandai besi itu menepis tebakan Fan Tian.
"Anak muda, sebaiknya anda segera pergi dari tempat ini, sebab tidak lama lagi, mereka akan menemukan dirimu." Lanjut pria itu memperingatkan Fan Tian.
"Sepertinya pria ini bukan orang sembarang. Mana mungkin dia bisa mengetahui jika diriku saat ini sedang dikejar!?" Pikir Fan Tian.
"Tuan, bagaimana kau bisa mengetahuinya?" Tanya Fan Tian penasaran.
"Itu karena aku telah melihat penampilanmu itu yang terlihat seperti baru selesai bertarung. Itulah yang membuatku mencoba untuk menebaknya." Jawab pria itu santai sambil mengeluarkan jarum dan pisau terbang pesanan Fan Tian.
"Ini pesananmu...dan sebaiknya kau segera pergi meninggalkan tempat ini." Lanjut pria itu sambil menyerahkan pesanan Fan Tian.
Ia pun segera menerima jarum dan pisau terbang yang diserahkan kepadanya dan juga memberikan bayaran atas pekerjaan tersebut.
Sebelum pergi, Fan Tian sedikit berpikir tentang sosok yang berdiri didepannya itu yang begitu misterius menurutnya.
"Apa lagi yang kau pikirkan? Cepat kau pergi!" Perintah pria itu.
"Baik! Terima kasih tuan! Kalau begitu, aku pergi dulu." Tutur Fan Tian menanggapi dan segera pergi meninggalkan tempat itu.
Dan benar saja, setelah kepergian Fan Tian, tidak lama kemudian beberapa sosok tiba di pondok tersebut dan segera berpencar untuk mencari keberadaannya serta orang yang menghuni tempat itu.
Mereka pun segera membagi menjadi tiga kelompok untuk mencari Fan Tian di sudut kota Guancheng itu.
Dan untuk di setiap gerbang kota, Wang Zijun sudah memerintahkan komandan pasukan seratus agar mengawasi setiap orang yang ingin keluar dari kota Guancheng serta memeriksa setiap kereta kuda maupun gerobak yang akan melewati gerbang.
Tidak hanya itu saja, dia telah memerintahkan pasukannya untuk memeriksa zona yang dianggap bisa dijadikan sebagai tempat persembunyian Fan Tian.
Meskipun kepergian Fan Tian tidak berselisih waktu yang lama, namun rombongan Wang Zijun tidak menemukan pria pandai besi yang ditinggalkan oleh Fan Tian.
Sebab pria itu telah menghilang juga dari pondok tersebut.
Sedangkan Fan Tian yang saat itu sedang menghindari kejaran Wang Zijun, kini sudah tidak bisa lagi melanjutkan pelariannya, sebab semua jalan yang akan dia lalui, kini telah dijaga ketat oleh pasukan Wang Zijun.
"Jika sudah seperti ini, aku sudah tidak memiliki pilihan lain lagi selain menyerang pasukan yang berjaga itu." Gumam Fan Tian sambil menatap ke arah puluhan prajurit yang berjaga.
"Tetapi setelah aku menyerang mereka, aku akan melanjutkan pelarianku ke arah mana? Sebab aku pasti akan bertemu lagi dengan pasukan yang lain." Lanjut Fan Tian berpikir.
"Dari pada aku ditemukan oleh mereka, lebih baik aku segera bergerak...dan siapapun yang akan menghalangi jalan ku, mereka harus mati ditanganku."
Fan Tian kini sudah membulatkan tekatnya untuk bisa pergi dari kota Guancheng meskipun menghadapi ratusan atau ribuan prajurit.
__ADS_1
Namun sebelum dia bertindak, seseorang segera menariknya untuk pergi dari tempat itu.
"Jangan melawan! Ikut saja aku dari belakang." Ucap sosok yang menarik tubuhnya.
Fan Tian sangat terkejut dengan sosok bertopeng tersebut, sebab kehadirannya tidak diketahui olehnya.
Meskipun demikian, Fan Tian tetap mengikuti sosok bertopeng itu dari belakang dengan banyak pertanyaan dikepalanya.
Mereka berdua memasuki sebuah terowongan yang pintu masuknya sangat sulit untuk bisa ditemukan.
Setelah berjalan beberapa saat, akhirnya mereka berdua keluar di salah satu bangunan tua yang berada diantara beberapa paviliun megah.
"Cepat kau rubah penampilanmu itu agar terlihat seperti seorang pengemis, kita akan pergi ke kediaman seseorang yang tidak bisa mereka geledah." Ucap pria bertopeng itu.
"Sebenarnya siapa anda? Dan mengapa ingin menyelamatkan diriku?" Tanya Fan Tian.
"Kau tidak perlu bertanya siapa aku, karena hal itu tidak penting untukmu." Balas sosok tersebut.
"Jadi, siapa yang menyuruhmu untuk menyelamatkan diri ku?" Tanya Fan Tian lagi.
"Orang itu kau sangat mengenalnya, jadi tidak ada gunanya saya menjawab pertanyaan mu itu." Balas sosok itu lagi.
"Jika kau bisa menemukanku, apakah kau tahu dimana keberadaan kedua rekanku?" Tanya Fan Tian lagi.
"Kau tidak perlu mencemaskan mereka, sebab keduanya saat ini dalam keadaan yang aman." Jawab sosok itu.
"Bagus jika demikian." Ucap Fan Tian menanggapi.
"Ayo, cepat pakai ini untuk merubah penampilanmu, karena kita harus segera pergi dari tempat ini." Tutur sosok itu.
Fan Tian pun segera melakukan apa yang diperintahkan oleh sosok yang tidak dia kenal tersebut.
Setelah selesai, sosok itu juga melepaskan topengnya dan langsung berpenampilan yang sama dengan Fan Tian.
Keduanya kini sudah terlihat seperti seorang pengemis dan langsung keluar dari bangunan itu untuk menuju ke tempat yang sosok itu maksudkan.
Mereka berdua mulai diperhatikan oleh para prajurit yang berpapasan dijalan. Akan tetapi mereka tidak bisa mengenali Fan Tian.
Sehingga keduanya terus berjalan sambil menyodorkan bokor ditangan mereka agar diberikan uang oleh setiap orang yang disodorkan benda ditangan mereka berdua.
Fan Tian merasa risih dengan tindakan yang dia lakukan saat itu, namun demi bisa lolos dari para prajurit yang mencarinya, ia terpaksa terus melakukan hal itu.
Dan akhirnya mereka berdua memasuki sebuah gerbang yang adalah kediaman klan Li, dimana Li Ying berada.
"Ayo masuk! Kita akan menemui orang yang mengutus ku untuk menyelamatkan dirimu." Ajak sosok itu.
__ADS_1
Fan Tian hanya bisa mengangguk pelan dan mengikuti sosok itu dari belakang.
~Bersambung~