PENDEKAR LEMBAH NERAKA

PENDEKAR LEMBAH NERAKA
Bab 55. Pertarungan I


__ADS_3

Melihat Wang Zijun memulai pertarungannya dengan Fan Tian, Han Chunji pun segera keluar dari tempat itu karena tidak ingin terlibat secara langsung dengan masalah yang sedang terjadi saat itu.


Sedangkan Cang Ming yang awalnya berdiri disamping Wang Zijun, tidak melakukan pergerakan sedikit pun dan hanya memperhatikan apa yang tuannya lakukan.


Hal yang sama juga dilakukan oleh Dong Huang dan Bei Feiyan, keduanya tidak beranjak dari tempat duduk mereka dan hanya menunggu pergerakan yang akan dilakukan oleh Cang Ming.


"Sepertinya kedua wanita itu tidak sesederhana yang terlihat dari luarnya saja, namun mereka berdua pasti memiliki kemampuan ilmu bela diri yang tidak rendah juga...aku harus berhati-hati dalam bertindak, jika sedikitpun melakukan kesalahan, pasti aku yang akan mendapatkan kerugian dari mereka berdua." Pikir Cang Ming sambil menatap ke arah Dong Huang dan Bei Feiyan.


"Nona Dong, kita tunggu saja pergerakan pria itu, jika dia ingin memasuki pertarungan tuan Zhao Yun dan jenderal Wang, kita langsung menyerangnya." Ucap Bei Feiyan dengan berbisik.


Dong Huang hanya mengangguk pelan menanggapi perkataan Bei Feiyan.


Di ruangan yang bersebelahan dengan ruangan dimana telah terjadi pertarungan antara Fan Tian dan Wang Zijun, terlihat Sung Yunzhi sangat gelisah karena memikirkan keselamatan pria yang dia kasihi.


Karena sudah tidak sabar untuk bisa mengetahui apa yang sedang terjadi, Sung Yunzhi berniat untuk pergi dan membantu Fan Tian, namun tindakannya itu langsung dihentikan oleh Chen Song.


"Jangan bertindak gegabah! Kehadiranmu itu akan memberikan kesulitan bagi pendekar Zhao Yun dan juga akan mendatangkan kesulitan bagi sekte Zhenwu!" Ucap Chen Song menasehati Sung Yunzhi.


"Tetapi Zhao Yun mungkin sudah berada dalam kesulitan saat ini." Balas Sung Yunzhi menanggapi nasihat Chen Song.


"Yun'er, jangan membantah...benar yang dikatakan oleh ayah angkat ku itu, kau tidak boleh bertindak gegabah." Sambung Chen Zhu menambahkan.


Sung Yunzhi hanya bisa menatap kedua pria itu dengan penuh kekesalan dan mengurungkan niatnya.


Sedangkan saat ini Fan Tian telah mengeluarkan tombak miliknya yang sempat mengejutkan Wang Zijun dan Cang Ming.


"Apakah itu senjata pusaka spiritual?" Cang Ming membantin dengan tatapan tidak percaya karena seorang pendekar muda seperti Fan Tian bisa memiliki senjata seperti itu yang sangat jarang dimiliki oleh pendekar mana pun.


"Sial! Aku harus berhati-hati dengan senjata tombak miliknya itu, sebab kualitasnya lebih diatas dari senjata milikku ini." Pikir Wang Zijun yang saat itu sedang menyerang Fan Tian.


Sang jenderal juga memiliki pemikiran yang sama dengan apa yang Cang Ming pikirkan, sebab lebih mudah memiliki senjata spiritual dari pada memiliki cincin spasial atau benda sejenisnya yang bisa menyimpan barang.


Karena, meskipun senjata spiritual sangat sulit untuk bisa ditemukan, namun masih ada beberapa pendekar di tingkat master yang memilikinya dan sudah beberapa kali terlihat didunia persilatan saat mereka bertarung.


Berbeda dengan pusaka untuk penyimpanan barang, pusaka tersebut belum pernah mereka lihat dengan mata kepala mereka sendiri, sehingga hal itu tidak terpikirkan oleh kedua orang tersebut.


Meskipun Fan Tian telah membentuk otot tubuh dan telah meningkatkan kualitas tulang miliknya, akan tetapi kekuatan serangannya masih sedikit lebih dibawah Wang Zijun yang memang sudah terbiasa berlatih keras untuk menjadi seorang prajurit.


Sehingga setiap hantaman tombak milik Wang Zijun mampu membuat tubuh Fan Tian terdorong ke belakang.

__ADS_1


Permukaan lantai penginapan itu yang menjadi pijakan kaki Fan Tian langsung hancur dan berbentuk seperti angka sebelas.


"Sial! Ternyata serangannya sangat bertenaga, tanganku saat ini terasa kebas setelah membendung serangannya...Aku harus segera menggunakan teknik Mata Iblis milikku untuk bisa mengalahkannya." Pikir Fan Tian dan langsung menghindari serangan Wang Zijun yang tidak memberikan kesempatan untuk berpikir.


Situasi tersebut ditanggapi dengan senyuman oleh Cang Ming yang terus memperhatikan pertarungan keduanya.


Berbeda halnya dengan dua wanita yang menyaksikan pertarungan tersebut, mereka bisa melihat kekuatan Wang Zijun sedikit lebih diatas dari kekuatan yang Fan Tian miliki.


Sehingga situasi tersebut menimbulkan kecemasan bagi kedua wanita itu.


"Zhao Yun! Kau harus berhati-hati!" Teriak Dong Huang.


"Ha...ha...ha...ha, apakah kalian berdua mulai merasa cemas dengan pria itu?"


"Santai saja, sebab setelah jenderal Wang Zijun memenangkan pertarungan ini, pasti kalian berdua tidak lama lagi akan merasakan kenikmatan yang belum perna kalian berdua rasakan sebelumnya..."


"Karena melihat paras kalian berdua, sepertinya bisa dijadikan wanita penghibur bagi jenderal Wang Zijun."


"Kau...!" Dong Huang tidak bisa melanjutkan ucapannya.


"Dasar mesum!" Bei Feiyan menambahkan.


Cang Ming terus memprovokasi kedua wanita itu untuk bisa memulai pertarungan di antara mereka.


Namun Bei Feiyan yang sudah memiliki pengalaman dengan situasi yang sama seperti yang saat itu mereka hadapi, masih tetap tenang dan segera mencegah Dong Huang untuk bertarung.


"Nona Dong, sepertinya pria itu memiliki sangat tenang.kemungkinan besar kemampuannya berada diatas dari kemampuan kita berdua, jadi kita tidak perlu terlalu gegabah untuk bertarung dengannya." Bisik Bei Feiyan memperingatkan Dong Huang.


"Itulah yang ingin ku bungkam! Agar dia tidak bisa lagi menunjukkan sikap sombongnya itu kepada kita!" Balas Dong Huang yang sudah geram dengan provokasi yang dilakukan oleh Cang Ming.


Ketegangan yang terjadi diantara Cang Ming dan dua wanita itu tidak membuat perhatian mereka terlepas dari pertarungan Fan Tian dan Wang Zijun.


Tombak milik Fan Tian kini telah diselimuti dengan energi elemen petir dan terus menerus melesat ke arah tubuh Wang Zijun.


"Sangat menarik...aku tidak menyangka kemampuan mu bisa mengimbangi kemampuan ku." Ucap Wang Zijun sambil menghindari serangan Fan Tian.


"Sial! Kecepatan serangan ku masih bisa dia antisipasi serta menghindarinya...aku harus bisa mendapatkan momentum yang tepat untuk bisa bertatapan langsung dengannya dan menggunakan teknik Mata Iblis milikku." Fan Tian membantin dan terus melepaskan serangan ke arah Wang Zijun.


"Apakah hanya seperti ini kemampuan yang kau miliki? Benar-benar sangat mengecewakan." Ujar Wang Zijun dengan santai karena masih bisa menghindari serangan Fan Tian.

__ADS_1


"Sepertinya kau terlalu meremehkan diriku setelah sanggup menghindari setiap serangan yang aku lancarkan." Fan Tian menanggapi.


"Apakah saat ini kau sudah siap untuk kehilangan nyawamu ditanganku?" Lanjutnya melontarkan pertanyaan.


"Hei Bocah! Dengan kemampuanmu yang seperti itu, apakah bisa untuk membunuhku? Benar-benar sangat naif." Wang Zijun menanggapi sambil menyeringai.


"Baiklah, jika kau ingin aku membuktikan apa yang aku katakan, terimalah ini!" Balas Fan Tian dan langsung melepaskan beberapa bola berukuran kecil seperti kelereng ke arah Wang Zijun.


"Awas jenderal Wang! Itu adalah bola-bola beracun!" Teriak Cang Ming dan langsung melesat dengan cepat untuk menyelamatkan Wang Zijun sambil melepaskan serangan energi qi kearah Fan Tian.


Serangan Cang Ming langsung di hendung oleh Fan Tian dengan tombak miliknya.


Duuuaaarrr...duuuaaarrr...duuuaaarrr


Bunyi ledakan bom asap beracun milik Fan Tian langsung terdengar dan asapnya dengan cepat menyebar ke seluruh ruangan tersebut.


Namun serangan Cang Ming yang dibendung oleh Fan Tian dengan batang tombak miliknya tidak memberikan dampak apa pun kepada pemuda itu, sebab energi qi milik Cang Ming tersebut telah diserap oleh tombak Fan Tian.


Setelah merasa situasi tersebut bisa dimanfaatkan oleh Fan Tian untuk bisa melarikan diri dari Wang Zijun dan Cang Ming, akhirnya Fan Tian langsung melesat pergi dari ruangan itu sambil membawa kedua wanita yang datang bersama dengannya.


"Jenderal Wang, jangan menghirup asap ini, sebab mengandung racun." Ucap Cang Ming memperingatkan Wang Zijun.


"Sial! Sepertinya mereka telah melarikan diri, ayo kita kejar." Ucap Wang Zijun dan segera pergi untuk mengejar Fan Tian.


"Katanya ingin membunuhku, tetapi kata-kata itu sepertinya hanya ingin mengalihkan perhatian ku terhadap niatnya." Wang Zijun mengerutu.


Sedangkan Fan Tian dan Dong Huang serta Bei Feiyan yang sudah mengetahui jika bangunan itu telah dikepung, segera bersiap untuk bisa menghindari serta membendung serangan dadakan yang akan mereka terima.


Dan benar saja, ratusan anak panah langsung melesat menyambut kedatangan ketiga sosok tersebut yang meloloskan diri dari jendela salah satu kamar di penginapan itu.


Braaakkk


Bunyi dinding bangunan yang hancur saat di terjang oleh mereka bertiga.


Ketiganya segera menangkis setiap anak panah yang menuju ke arah tubuh mereka masing-masing dan terus melesat pergi.


Tiba-tiba suara seruling langsung membuat konsentrasi Fan Tian dan dua wanita yang bersama dengannya terganggu.


Hingga ketiganya kini berlari diatas atap bangunan yang mereka lewati dengan sempoyongan.

__ADS_1


~Bersambung~


__ADS_2