PENDEKAR LEMBAH NERAKA

PENDEKAR LEMBAH NERAKA
Bab 47. Menjalankan Rencana


__ADS_3

Di penginapan, karena tidak menemukan Dong Huang, Fan Tian segera berpikir untuk pergi mencari salah satu pandai besi terbaik di kota itu agar bisa membuatkan baginya puluhan jarum pengobatan.


Hal itu agar bisa dia gunakan sebagai senjatanya serta dapat digunakan juga jika dibutuhkan untuk mengobati orang yang membutuhkan pertolongan.


Dan jarum yang dia inginkan harus terbuat dari perak, sehingga memiliki fungsi yang sangat komplit.


Hal tersebut juga sangat praktis untuk bisa digunakan tanpa sepengetahuan siapapun disaat dirinya tidak ingin mengungkapkan semua kemampuan yang dia miliki.


Tidak hanya itu saja, Fan Tian juga menginginkan puluhan pisau terbang untuk dia gunakan jika mendapatkan lawan dengan jumlah yang sangat banyak agar bisa menghemat energinya.


Saat dirinya meninggalkan penginapan itu, seorang mata-mata utusan Li Ying, segera mengikutinya.


Karena belum bisa memastikan tujuan Fan Tian, sehingga ia belum bisa melaporkan hal itu kepada Li Ying.


"Sebenarnya kemana tujuan pemuda itu? Apa yang dia tanyakan kepada setiap orang yang dia temui?" Pikir mata-mata itu sambil terus mengikuti Fan Tian dari jarak yang aman.


Fan Tian terus menerus bertanya dari orang yang satu ke orang yang lain hingga ia bertemu dengan seorang pria yang mengetahui dimana tempat yang dia tuju tersebut.


Dengan perasaan senang, Fan Tian segera bergegas untuk menuju ke tempat tersebut yang terletak disudut kota Guancheng.


Sebuah bangunan yang terlihat sangat sederhana dan sepi langsung dimasuki pekarangannya oleh Fan Tian.


"Apakah ada orang?" Teriak Fan Tian saat sudah berdiri tepat didepan pintu masuk bangunan tersebut.


Tidak ada satupun orang yang menjawabnya.


Fan Tian beberapa kali kembali memanggil penghuni tempat itu hingga akhirnya sosok pria yang terlihat berusia enam puluh tahun namun terlihat tubuhnya masih sangat kekar, segera keluar untuk menyambutnya.


"Tuan, untuk apa datang kesini? Apa yang kau inginkan?" Tanya pria itu.


"Tuan, mohon maaf jika kedatangan ku ini telah mengganggumu!" Tutur Fan Tian sambil menangkupkan kedua tangannya.


"Kedatangan ku ini untuk meminta bantuan kepada anda, agar bisa membuatkan ku beberapa jarum akupuntur dari perak...apakah anda bisa melakukannya?" Tutup Fan Tian dengan pertanyaan.


"Jarum akupuntur? Apakah anda seorang tabib?" Tanya pria itu dengan nada suara yang rendah.


"Iya! Aku sedikit bisa ilmu pengobatan." Ucap Fan Tian menjawab pertanyaan pria itu.


"Apakah anda bisa juga dalam ilmu alkimia?" Tanya pria itu lagi sambil berbisik.


"Iya! Aku juga sedikit menguasai ilmu alkimia." Jawab Fan Tian dengan nada suara yang rendah.


"Memangnya kenapa?" Lanjut Fan Tian bertanya.


"Anak muda, sebenarnya sudah belasan tahun saya tidak membuat jarum akupuntur. Hal itu disebabkan oleh beberapa kejadian yang sering terdengar, bahwa setiap alkemis yang ada di wilayah Negeri Zhong ini satu persatu telah dibantai oleh suatu kelompok misterius untuk bisa mendapatkan Pil Emas Kehidupan..."


"Itulah mengapa aku sudah tidak pernah mendapatkan pesanan untuk pembuatan jarum akupuntur..."


"Untuk itu, aku hanya bisa mengingatkan kepadamu agar tidak mengungkapkan kemampuanmu sebagai seorang alkemis. Karena itu bisa membahayakan dirimu." Tutup pria itu.


"Jadi, apakah tuan bersedia untuk membuatkan jarum akupuntur itu untuk ku?" Tanya Fan Tian lagi untuk bisa memastikan.

__ADS_1


"Baiklah, aku pasti akan membantumu untuk bisa membuatkan jarum akupuntur yang kau inginkan." Jawab pria itu.


"Tetapi aku juga memiliki satu permohonan agar anda bisa membantuku lagi." Ucap Fan Tian lagi.


"Apa itu?" Tanya pria itu.


"Buatkan juga pisau terbang seperti ini." Ucap Fan Tian menjawab pertanyaan pria itu sambil menyodorkan gambar benda yang dia maksudkan.


Mata pria itu langsung terbelalak setelah melihat gambar benda yang Fan Tian inginkan.


"Apakah anda juga adalah seorang pendekar?" Tanya pria itu penasaran.


"Iya! Aku juga memiliki sedikit pengetahuan tentang ilmu bela diri." Jawab Fan Tian sekenanya saja.


"Sepertinya anda tidak memiliki sedikit pengetahuan dalam ilmu bela diri, sebab untuk bisa menggunakan pisau terbang dengan ukuran seperti ini, pasti membutuhkan energi qi yang besar serta keakuratan yang mumpuni, jika tidak, senjata ini tidak bisa memberikan dampak yang serius bagi lawanmu..."


"Tetapi dengan keahlianmu dibidang akupuntur, sepertinya itu bukanlah sesuatu yang menyulitkan bagimu. Namun, sepertinya kau juga memiliki basis kultivasi yang tinggi." Tutup pria itu.


"Apakah tuan akan membantuku juga untuk membuatkan benda ini untuk ku?" Tanya Fan Tian lagi.


"Baiklah, aku akan membuatkan jarum akupuntur serta pisau terbang ini untuk mu." Jawab pria itu.


"Terima kasih tuan, karena kau mau bersedia untuk membantuku!" Ujar Fan Tian sambil memberikan sikap hormat.


Setelah itu, Fan Tian pun menyerahkan beberapa benda yang terbuat dari perak kepada pria tersebut untuk bisa dijadikan jarum akupuntur serta pisau terbang miliknya.


Karena jarum akupuntur milik Lembah Pengobatan sangat dikenal didunia persilatan, sehingga Fan Tian tidak ingin bentuk yang seperti demikian, sebab itu bisa mengungkapkan identitasnya.


Disisi lain terlihat seorang pria yang adalah utusan Li Ying segera kembali untuk menghadap.


Dirinya pun segera memberitahukan kepada Li Ying dimana posisi Fan Tian saat itu agar mereka bisa menjalankan rencana yang telah disiapkan.


Kelompok yang telah disiapkan oleh Li Ying kini sudah bersiap di salah satu tempat yang akan dilewati oleh Fan Tian.


Setelah Fan Tian selesai dengan urusannya, Fan Tian pun segera meninggalkan kediaman tukang besi tersebut dan langsung berniat untuk kembali lagi ke penginapan keluarga Han.


Saat ditengah perjalanan, terlihat ada lima orang yang berpakaian serba hitam sedang mengeroyok seorang pendekar wanita.


Pertarungan tersebut sangat terlihat tidak seimbang, sebab basis kultivasi mereka terlihat setara, sehingga wanita itu terlihat menjadi bulan-bulanan dan terus berusaha untuk bisa melarikan diri dari lima sosok tersebut.


Saat melihat Fan Tian, wanita itu pun segera berlari ke arah pemuda itu agar bisa mendapatkan pertolongan.


Fan Tian yang sudah merasa geram dengan perbuatan lima sosok itu, langsung bersiap untuk menyerang mereka dengan teknik Cakar Petir Iblis miliknya.


"Beraninya hanya kepada seorang wanita dan main keroyokan! Rasakan ini!" Teriak Fan Tian sambil melesat menyambut kedatangan lima sosok tersebut.


Karena mereka sudah diperingatkan oleh Li Ying, sehingga tidak ada satupun yang berniat untuk menyambut serangan Fan Tian.


Itu juga karena mereka telah mengetahui kemampuan pemuda itu, sehingga tidak ada yang berani menerima serangannya meskipun tidak diperingatkan oleh Li Ying.


"Sial! Ternyata dia adalah pendekar muda yang telah membunuh seorang pendekar bergelar di panggung pertarungan itu...ayo kita pergi!" Tutur salah satu diantara ke lima sosok tersebut dengan suara yang keras.

__ADS_1


Tindakan pria itu memang disengaja agar bisa didengar oleh Fan Tian.


Mereka pun segera melarikan diri dari tempat itu tanpa melihat kebelakang.


"Dasar pengecut!" Teriak Fan Tian setelah kepergian lima sosok tersebut.


Fan Tian pun segera menatap ke arah pendekar wanita yang kini terlihat sangat kelelahan dengan satu luka goresan di salah satu lengannya.


Ia segera mendekati wanita itu dan berkata.


"Apakah kau baik-baik saja?" Dengan tatapan penuh kekhawatiran.


Wanita itu hanya mengangguk pelan dan lanjut berkata.


"Tuan, terima kasih karena anda telah membantuku."


"Sudah! Tidak perlu anda berkata seperti itu, sebab sudah seharusnya aku membantumu." Ucap Fan Tian menanggapi.


"Sebenarnya siapa anda? Dan mengapa mereka bisa mengeroyokmu?" Lanjut Fan Tian bertanya.


"Namaku Bei Feiyan...aku berasal dari Negeri Taiyi, sebelah selatan dari Negeri Zhong ini..."


"Rombongan ku sebelumnya telah diserang oleh kelompok perampok dan yang tersisa hanyalah diriku sendiri, karena sempat melarikan diri..."


"Kemungkinan besar mereka adalah bagian dari kelompok tersebut yang masih tetap ingin memburuku." Tutup Bei Feiyan menjelaskan.


"Sepertinya para perampok itu harus segera dimusnahkan, sebab mereka telah menjadi momok yang menakutkan bagi setiap orang yang ingin bepergian dari tempat satu ke tempat yang lain." Gumam Fan Tian sambil meninju salah satu telapak tangannya.


"Nona Bei, kemana tujuanmu selanjutnya?" Lanjut Fan Tian bertanya.


"Aku juga tidak tahu, sebab meskipun aku memiliki basis kultivasi seperti ini, namun aku tidak bisa untuk kembali lagi ke negeriku." Jawab Bei Feiyan.


"Memang sebagai seorang wanita, apalagi memiliki paras yang cantik seperti dirimu ini, tidak seharusnya anda melakukan perjalanan sendiri, sebab itu bisa membuatmu selalu berada di dalam bahaya..."


"Apakah tidak ada keluarga atau kenalan mu di kota Guancheng ini?" Tutup Fan Tian dengan pertanyaan.


"Jika aku memiliki kerabat do kota Guancheng ini, pasti aku sudah tinggal di tempat mereka. Namun aku tidak memiliki satupun kerabat di kota Guancheng ini." Jawab Bei Feiyan dengan nada sedih.


"Jika aku membiarkannya, pasti lima pendekar itu akan kembali membahayakan diri nona Bei Feiyan...sebaiknya aku mengajaknya agar aku bisa melindunginya." Pikir Fan Tian.


"Nona Bei, jika kau tidak keberatan, sebaiknya kau ikut aku saja agar bisa segera mengobati lukamu itu serta aku bisa melindungimu." Ucap Fan Tian.


"Terima kasih tuan! Terima kasih atas kebaikanmu!" Ucap Bei Feiyan dan langsung bersujud didepan Fan Tian.


"Ayo berdirilah! Tidak baik jika dilihat orang." Ucap Fan Tian sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Bei Feiyan pun melakukan apa yang Fan Tian perintahkan.


Fan Tian pun segera pergi melanjutkan perjalanannya untuk pergi ke penginapan diikuti Bei Feiyan dari belakang.


~Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2