PENDEKAR LEMBAH NERAKA

PENDEKAR LEMBAH NERAKA
Bab 29. Menguji Kekuatan Senjata


__ADS_3

Fan Tian dan Sung Yunzhi memacu kuda yang mereka tunggangi untuk bisa tiba dengan cepat ke hutan bambu.


Sebelum keduanya tiba, mereka langsung dihadang oleh kelompok perampok.


Keduanya langsung menarik tapi kekang kuda yang mereka tunggangi.


"Sepertinya kami tidak perlu repot-repot lagi untuk bisa menemukan dirimu!" Seru seorang pria bertopeng.


"Sial! Apakah sudah terjadi sesuatu yang buruk dengan kakak Chen Zhu dan tetua Chen Song?" Sung Yunzhi membantin setelah melihat kelompok perampok yang kini telah menghadang mereka.


Sung Yunzhi tidak tahu saat keduanya membeli kuda untuk digunakan meninggalkan kota Guancheng, dirinya telah dikenali oleh mata-mata kelompok perampok dan segera mengabarkan kepada kelompok perampok yang berada diluar kota dengan menggunakan burung merpati.


Itulah mengapa para perampok itu langsung menghadang keduanya.


"Nona Sung, tenang saja, aku bisa mengatasi mereka untukmu...mohon anda menonton saja apa yang akan aku lakukan, sebab saat ini, aku juga ingin untuk menguji kekuatan senjata baruku ini." Ucap Fan Tian dengan penuh percaya diri.


Fan Tian segera melompat dari kuda yang dia tunggangi sambil bersiap dengan teknik Tombak Penghancur Bumi miliknya untuk melepaskan serangan kearah puluhan anggota perampok.


"Rasakan ini!" Teriak Fan Tian sambil melepaskan serangan energi qi miliknya yang telah dipadukan dengan kekuatan elemen petir.


Slash


Sengatan petir yang dilepaskan oleh Fan Tian segera menumbangkan belasan anggota perampok.


"Cepat menghindar!" Teriak sang pemimpin setelah melihat serangan Fan Tian meskipun sedikit terlambat.


"Sial! Ternyata dia adalah pendekar pengendali elemen petir, kemampuannya akan sulit untuk bisa kita hadapi secara langsung." Pemimpin perampok itu membantin.


"Kalian cepat lepaskan anak panah kearah pria itu!" Teriak pemimpin itu lagi memberi perintah kepada kelompok yang lain yang saat itu masih berada disisi jalan.


Fan Tian tidak memberikan kesempatan bagi kelompok perampok untuk bisa menyerangnya.


Ia segera melepaskan serangan lagi kearah anggota perampok yang awalnya ingin menyerang dari dekat.


Serangan mata tombak Fan Tian mulai meluncur dengan deras kearah tubuh anggota perampok dan mulai melukai mereka.


Akan tetapi tindakannya langsung terganggu karena anak panah yang dilepaskan oleh anggota perampok yang lain.


Sehingga Fan Tian pun segera memutar dengan cepat tombak miliknya untuk bisa menghalau serangan puluhan anak panah itu dan diarahkan ke anggota perampok yang lain.


"Tuan Zhao Yun ini benar-benar hebat...dia bisa dengan mudah mengatasi serangan para perampok itu...akan tetapi dia juga terlihat seperti iblis, karena langsung membunuh mereka." Gumam Sung Yunzhi.


"Tangkap wanita itu!" Perintah sang pemimpin lagi untuk memecahkan konsentrasi Fan Tian.


Beberapa anggota perampok pun segera melakukan apa yang pemimpin mereka perintahkan.


Sung Yunzhi yang tetap waspada dengan situasi itu, segera menyambut kedatangan para perampok itu dengan tebasan pedang miliknya.


Kekuatan elemen udara yang dipadukan dengan energi qi miliknya kini berbentuk seperti bulan sabit mulai melesat kearah datangnya beberapa anggota perampok.


Baju zirah yang melindungi tubuh mereka, langsung terbelah menjadi dua bagian serta mengakibatkan luka goresan.


"Mengapa masa sekarang ini ada begitu banyak pendekar muda yang bisa menguasai dan bisa mengendalikan elemen alam dengan sangat baik!?"

__ADS_1


"Bukankah untuk bisa menguasai dan mengendalikan salah satu elemen alam itu sangat sulit untuk bisa di lakukan!?"


Pemimpin perampok itu terus membantin setelah melihat kemampuan Fan Tian dan Sung Yunzhi yang bisa mengendalikan elemen alam.


Sedangkan dirinya, meskipun seorang pendekar ahli, namun ia tidak bisa menguasai serta tidak bisa mengendalikan satupun elemen alam yang ada.


Saat sang pemimpin sedang berpikir tentang kemampuan kedua orang yang bertarung dengan bawahannya, Fan Tian pun segera melemparkan tombak miliknya kearah pria itu.


Sang Pemimpin merasa terkejut dengan serangan tombak Fan Tian yang melesat ke arahnya.


Karena tidak memiliki kesempatan untuk menghindar, sehingga pria itu segera melepaskan energi qi miliknya untuk bisa membendungnya.


Fan Tian tidak tinggal diam saja setelah melemparkan tombak miliknya. Ia segera melesat untuk menyusul tombak miliknya agar bisa menambah kekuatan dorongan agar bisa menusuk tubuh pemimpin perampok itu.


Telapak tangan Fan Tian segera mendorong batang tombak miliknya itu dengan energi qi yang dia miliki.


Energi qi milik pria itu tidak bisa lagi menahan kekuatan dorongan tombak milik Fan Tian, sehingga dirinya hanya bisa kembali berteriak untuk memberi perintah.


"Cepat tembakkan anak panah kearahnya!"


"Achk!" Teriak sang pemimpin sedetik kemudian setelah memberi perintah.


Mata tombak Fan Tian langsung menghujam ke dada kiri pria itu.


Sedangkan Fan Tian tidak melanjutkan tindakannya, sebab dirinya kini kembali menghindari dan menepis setiap anak panah yang melesat kearahnya.


Sang pemimpin perampok pun langsung tersungkur ke tanah setelah dada kirinya tertembus tombak milik Fan Tian.


Bawahan perampok itu, tidak menghentikan tindakan mereka dan terus menembakkan anak panah kearah Fan Tian untuk bisa membunuhnya.


Sung Yunzhi sendiri kini mulai melumpuhkan setiap anggota perampok yang ingin menangkapnya.


"Ternyata aku juga sangat membutuhkan senjata rahasia yang biasa aku gunakan agar bisa dengan cepat membunuh mereka." Pikir Fan Tian dan mulai menangkap satu persatu anak panah yang ditembakkan oleh anggota perampok.


Setelah memiliki waktu yang tepat, Fan Tian melemparkan kembali anak panah itu ke arah para pemanah.


Mendapatkan serangan balik dari Fan Tian menghentikan tindakan para pemanah karena harus menghindari anak panah yang kini telah berbalik ke arah mereka.


Kesempatan itu langsung dimanfaatkan oleh Fan Tian.


Ia segera mencabut tombak miliknya dan langsung melesat ke arah para pemanah yang juga adalah anggota perampok untuk mengambil nyawa mereka.


Kecepatan Fan Tian tidak bisa diantisipasi oleh para pemanah tersebut yang saat itu baru saja menghindari serangan anak panah.


Mata tombak Fan Tian mulai menembus satu persatu dada kiri para pemanah yang tidak bisa menghindarinya.


Para pemanah yang berada disisi yang lain segera melarikan diri setelah melihat kebrutalan Fan Tian yang tidak memberikan pengampunan sedikit pun kepada rekan-rekan mereka.


Para perampok yang awalnya berjumlah lima puluh orang kini hanya tersisa sepuluh orang yang bisa melarikan diri untuk menyelamatkan diri mereka.


Sedangkan sepuluh orang yang dilumpuhkan oleh Sung Yunzhi, dengan cepat kehilangan nyawa mereka, karena dibunuh oleh Fan Tian.


Tanpa Fan Tian sadari, kekuatan tombak miliknya kini telah meningkat dan telah memiliki tampilan yang berbeda dari sebelumnya.

__ADS_1


"Tuan Zhao! Mengapa kau membunuh mereka?" Tanya Sung Yunzhi dengan nada suara yang penuh penekanan.


"Jika kita tidak membunuh mereka, suatu saat mereka akan kembali lagi untuk membunuh kita... Apakah itu yang anda inginkan!?" Jawab Fan Tian dan balik bertanya.


Mendengar jawaban serta pertanyaan Fan Tian, Sung Yunzhi hanya bisa terdiam.


"Ayo kita lanjutkan perjalanan kita untuk bisa menemukan keberadaan saudara seperguruan serta tetua Chen yang kau maksudkan itu!" Ajak Fan Tian mencairkan kembali hubungannya dengan Sung Yunzhi.


Wanita itu hanya bisa menganggukkan kepalanya menyetujui ajakkan Fan Tian.


Keduanya pun kembali naik dan menunggangi kuda mereka masing-masing untuk menuju ke tempat terakhir Chen Zhu bertarung dengan para perampok.


Setelah keduanya tiba di hutan bambu, mereka pun menemukan beberapa mayat sedang tergeletak ditanah.


"Nona Sung, apakah disini tempat pertarungan kalian?"


"Iya! Itu benar! Rombongan kami untuk yang kedua kalinya diserang di hutan bambu ini!" Jawab Sung Yunzhi.


"Dimana tempat terakhir kau berpisah dengan saudara seperguruanmu dan juga tetua Chen?" Lanjut Fan Tian.


"Kami berdua berpisah dengan tetua Chen ditempat ini." Jawab Sung Yunzhi.


"Jika demikian, ayo kita cari tetua Chen!" Ujar Fan Tian dan mulai berkeliling dengan tunggangannya.


Hal tersebut juga dilakukan oleh Sung Yunzhi.


Setelah selesai mencari di semua area itu, akhirnya Fan Tian pun kembali berkata.


"Nona Sung, sepertinya tetua Chen bisa melarikan diri dari mereka, karena kita tidak menemukan jasadnya di tempat ini"


"Bagaimana kalau kita melanjutkan ketempat yang lain!?" Tutur Fan Tian memberikan saran.


"Baiklah! Ayo kita pergi ke tempat dimana terakhir aku meninggalkan saudara seperguruanku." Ajak Sung Yunzhi.


Mereka berdua pun segera memacu kuda yang mereka tunggangi untuk menuju ke tempat yang Sung Yunzhi maksudkan.


Namun setelah tiba, mereka berdua mendapatkan hasil yang sama seperti sebelumnya.


"Tuan Zhao, sebaiknya kita kembali saja ke kota Guancheng, jika mereka berdua masih hidup, pasti mereka sedang menungguku, sebab aku telah berjanji untuk bertemu dengan mereka disana." Ucap Sung Yunzhi.


"Baiklah! Jika itu yang nona Sung inginkan... tetapi ada satu hal yang ingin aku sampaikan kepada mu."


"Apa itu?"


"Sebenarnya berapa usiamu?" Tanya Fan Tian.


"Usiaku tujuh belas tahun...memangnya kenapa?" Jawab Sung Yunzhi dan balik bertanya.


"Jika demikian, mulai saat ini, tolong jangan lagi memanggilku dengan panggilan tuan...sebab kita berdua memiliki usia yang sama!" Ujar Fan Tian.


"Ohh, jadi kau juga berusia tujuh belas tahun?" Tanya Sung Yunzhi sambil tersenyum karena baru mengetahui usia Fan Tian.


"Sudahlah, tidak perlu lagi membahasnya, cukup kau saja yang tau...ayo kita pergi!" Ujar Fan Tian dan segera memacu kudanya.

__ADS_1


Sung Yunzhi segera mengikuti Fan Tian sambil tersenyum melihat tingkah pendekar muda itu.


~Bersambung~


__ADS_2