
Karena Fan Tian mengangkat kepalanya untuk bisa mengenali siapa pemuda yang merendahkan dirinya, sehingga tindakannya itu membuat salah seorang pengawal bisa mengenali wajahnya.
"Tuan muda! Orang yang baru saja kau hina itu adalah pemuda yang sebelumnya pernah bertemu dengan kita saat di tempat peristirahatan." Bisik sang pengawal kepada tuannya.
Pemuda itu langsung menghentikan langkah kakinya dan berkata.
"Apakah benar yang kau katakan itu" Sambil menatap ke arah Fan Tian untuk membuktikan kebenaran dari apa yang pengawalnya sampaikan.
Karena kepala Fan Tian kembali dalam posisi sedikit menunduk sehingga topi capingnya menutupi wajahnya, pemuda itupun tidak bisa mengenalinya dan berbalik untuk mendekat.
"Apa benar kau pria itu!?" Ucap pemuda tersebut setelah tiba dihadapan Fan Tian dan segera mengangkat topi capingnya.
Karena jarum miliknya telah habis, sehingga Fan Tian kini tidak bisa lagi menggunakan triknya untuk melumpuhkan pemuda itu.
"Maaf tuan! Apa yang ingin kau lakukan sehingga bertindak seenaknya seperti ini kepadaku? Apakah kau tidak punya tatakrama?" Fan Tian menanggapi tindakan Cai Yuanpei sambil menepis tangannya.
"Ohhh, ternyata benar dia orangnya...aku tidak menyangka jika langit begitu berpihak kepadaku sehingga bisa secepat ini kita bertemu lagi, apalagi di kota ini." Balas Cai Yuanpei.
"Untung saja dia bisa mengenalimu, jika tidak, pasti aku akan melewatkan momentum ini."
"Sekarang apa yang bisa kau lakukan di kota ini? Apakah kau masih berani untuk menentang ku?"
"Coba kau tunjukkan bagaimana caranya untuk menghindari apa yang aku inginkan!?"
"Hah! Coba kau tunjukkan lagi keangkuhanmu kepadaku! Ayo tunjukkan!" Ujar Cai Yuanpei sambil mendorong tubuh Fan Tian.
"Orang ini sepertinya tidak layak untuk diampuni, sehingga dia akan benar-benar akan merubah sikapnya itu." Fan Tian membantin.
"Hei! Mengapa tatapanmu seperti itu kepadaku?Apakah kau ingin menantangku?" Sergah Cai Yuanpei.
"Tuan! Sebetulnya apa permasalahan mu denganku? Menurutku sepertinya tidak ada masalah diantara kita, jadi mengapa kau bertindak seperti ini?" Balas Fan Tian ingin menghindar dari masalah.
"Apa katamu? Diantara kita tidak pernah ada masalah? Apakah kau pura-pura lupa ataukah kau pura-pura bodoh!?" Cai Yuanpei menanggapi.
"Tuan! Kapan kita berdua pernah bermasalah?" Tanya Fan Tian seakan tidak bermasalah dengan Cai Yuanpei.
"Apakah kau lupa dengan tindakanmu saat di tempat persinggahan itu?" Bentak Cai Yuanpei sambil mencengkram kerah baju Fan Tian sambil mengangkatnya.
Tindakan Cai Yuanpei itu membuatnya semakin emosi setelah tubuh Fan Tian tidak bergerak sedikitpun dari tempat duduknya.
Pemandangan itu langsung menjadi perhatian bagi setiap pengunjung yang bisa melihat tindakan Cai Yuanpei tersebut.
Pada saat itu, seorang wanita yang terlihat sudah berusia empat puluhan tahun segera mendekati mereka.
"Tuan muda Cai! Ada masalah apa ini? Apakah sebelumnya tuan muda pernah bertemu dengan orang ini? Apakah aku harus diusirnya dari tempat ini?" Pertanyaan yang dilontarkan wanita itu sambil membujuk Cai Yuanpei.
"Nyonya Sin! Aku tidak berniat untuk mengusirnya dari tempat ini...melainkan aku berniat untuk bisa mempermalukan dirinya sampai ingin hidup pun dia tidak ingin lagi." Jawab Cai Yuanpei dengan sombong.
__ADS_1
"Nyonya! Apakah kau pemilik tempat ini?" Tanya Fan Tian.
"Kalau iya kenapa!?" Sergah wanita itu.
"Sebenarnya kau tidak bisa bersikap seperti ini kepadaku, sebab aku juga adalah tamu di tempatmu ini." Jawab Fan Tian mengingatkan.
"Dengan penampilanmu seperti ini, apakah kau mampu untuk memesan beberapa guci arak terbaik ditempat ku ini yang harga per gucinya senilai satu keping emas!?" Sergah wanita itu lagi.
"Nyonya! Kemampuan minum ku tidak banyak, jadi untuk apa aku membeli beberapa guci arak di tempatmu ini?" Jawab Fan Tian lagi dengan nada suara yang masih terdengar sangat tenang.
"Bilang saja kalau tidak punya uang! Jangan membuat-buat alasan lagi." Balas wanita itu menatap nyinyir seakan sangat merendahkan Fan Tian.
Karena ingin membuktikan jika dirinya sebenarnya memiliki kemampuan untuk itu, sehingga Fan Tian segera merogoh kantongnya dan mengeluarkan belasan keping emas.
"Apakah kau pikir aku tidak sanggup untuk membeli arak terbaik di tempatmu ini!?" Sambil memperlihatkan belasan keping emas itu diatas meja.
Tatapan wanita itu kini langsung berubah dengan sikap yang ingin membujuk Fan Tian sambil melangkah untuk mendekat.
Tindakan Fan Tian itu pun menarik perhatian beberapa pengunjung maupun wanita ditempat itu.
Seorang pebinis, tentu saja setelah melihat kepingan emas itu, langsung memikirkan bagaimana caranya semua kepingan emas itu bisa masuk kedalam berangkasnya, sehingga wanita itu pun langsung berkata.
"Tuan muda Cai...sepertinya menurut apa yang tidak sengaja aku dengar tadi, kalian berdua hanya terjadi kesalahpahaman saja...untuk itu, biarkan saja dia tetap duduk disini sambil menikmati arak dan wanita yang ada ditempat ini." Dengan nada merayu.
"Nyonya Sin! Mengapa sikapmu berubah seperti itu? Apakah itu karena dia memiliki banyak emas!?" Sergah Cai Yuanpei.
"Apa benar yang Nyonya Sin katakan itu?" Cai Yuanpei ingin memastikan kebenarannya karena dia sangat tertarik dengan hal itu.
Meskipun Cai Yuanpei adalah putra walikota kota Jin itu, namun pemilik tempat tersebut tidak bisa juga diintimidasi olehnya, sebab hubungan pemilik itu dengan ayahnya sangat baik.
"Iya, itu benar...mana mungkin aku berbohong kepada anda" Jawab wanita itu.
"Ayo...mari aku antarkan" Lanjut wanita itu lagi sambil menyempatkan diri menatap Fan Tian dengan senyuman.
Mereka pun pergi meninggalkan Fan Tian sendiri untuk menuju ke tempat yang biasa Cai Yuanpei tempati.
"Dasar wanita licik! Bagaimana pun caranya, pasti dia akan lakukan demi untuk mendapatkan keuntungan" Gumam Fan Tian sambil menggelengkan kepalanya.
Fan Tian pun kembali menyimpan kepingan emas yang dia keluarkan.
Tidak lama kemudian, wanita yang dia suruh sebelumnya kini kembali lagi.
"Tuan, mohon maaf...akan tetapi aku tidak bisa mendapatkan informasi orang yang kau maksudkan itu...ini aku kembalikan emasmu." Ucap wanita tersebut sambil menyerahkan kembali satu keping emas yang Fan Tian berikan sebelumnya.
Tindakan wanita itu membuat Fan Tian merasa heran dan membantin.
"Apakah wanita ini tidak menginginkan emas ini? Mengapa dia mengembalikannya? Bukankah aku sudah memberikan ini kepadanya?"
__ADS_1
Karena merasa penasaran, Fan Tian pun bertanya.
"Nona, mengapa kau mengembalikan emas ini?"
"Karena aku tidak mendapatkan informasi yang anda inginkan, sehingga aku tidak layak untuk menerimanya." Jawab wanita itu.
"Nona, sebenarnya emas itu telah aku berikan kepadamu untuk membayar usaha yang telah kau lakukan itu, sehingga tidak perlu lagi kau mengembalikan emas ini kepadaku." Fan Tian menjelaskan.
"Apa benar yang tuan katakan itu?" Tanya wanita itu untuk lebih memastikan lagi.
"Iya! Itu benar!" Fan Tian menegaskan sambil memberikan kembali emas tersebut.
Setelah menerima dan menyimpan emas tersebut, wanita itu pun bertanya.
"Tuan, apakah aku bisa duduk disini bersama denganmu?"
"Iya...tetapi sebelumnya cepat kau bawakan dia buah guci yang berisi arak terbaik ditempat ini." Jawab Fan Tian sambil menyerahkan dua keping emas.
Wanita itu pun segera pergi untuk mendapatkan apa yang dipesan oleh Fan Tian.
"Sebenarnya sebaik apa arak itu?" Pikir Fan Tian sambil menatap punggung wanita yang dia suruh.
Sambil menunggu wanita itu kembali, Fan Tian pun mulai berpikir tentang keberadaan kakaknya yang tidak bisa ditemukan di kota itu.
"Apakah kakak Zhu masih hidup?"
"Jika dia masih hidup, mengapa di dua kota yang jaraknya dekat dengan letak Lembah Pengobatan, aku tidak bisa menemukannya juga?"
"Apakah kakak Zhu telah tiada?"
"Tetapi jika ia telah tiada, pasti aku bisa menemukan kerangkanya sama seperti kerangka ayah dan ibu yang telah aku temukan"
"Apakah dia telah ditolong oleh seorang pendekar sama seperti diriku?"
"Aku tidak boleh berpikir yang tidak-tidak sebelum aku mendapatkan petunjuk yang jelas."
"Karena jika kakak Zhu masih hidup dan aku sudah mengalah, pasti aku tidak akan bisa menemukannya"
Fan Tian terus berpikir hingga wanita yang dia suruh itu akhirnya kembali bersama dengan dua orang pelayan pria yang datang membawa arak yang ia inginkan.
"Silahkan dinikmati tuan...inilah arak terbaik ditempat kami ini"
"Baiklah! Aku akan mencobanya bersama dengan dirimu." Balas Fan Tian.
Keduanya pun minum bersama arak yang dia pesan.
"Sepertinya memang arak ini lebih baik dari arak sebelumnya...pantas saja harganya jauh lebih mahal" Pikir Fan Tian setelah merasakan arak tersebut.
__ADS_1
~Bersambung~