PENDEKAR LEMBAH NERAKA

PENDEKAR LEMBAH NERAKA
Bab 13. Bertemu Pemuja


__ADS_3

Sepertinya kita harus beristirahat disini dulu malam ini, sebab kita tidak bisa sampai di kota Jin sebelum malam tiba." Ucap Dong Huang.


"Bagaimana jika kita terus melakukan perjalanan meskipun hari sudah gelap, apakah kita bisa tiba sebelum tengah malam?" Tanya Fan Tian.


"Kita akan tiba subuh nanti, itupun jika kondisi kuda kita masih bisa melakukannya." Jawab Dong Huang.


"Ohh...jika demikian, untuk malam ini, kita beristirahat disini saja agar kuda kita bisa beristirahat juga." Ucap Fan Tian.


Saat keduanya sedang berbincang-bincang, datang seorang pendekar yang terlihat masih berusia tiga puluh-an tahun.


"Nona...tuan...kalian berdua diundang oleh tuanku untuk bisa menemaninya menikmati arak bersama." Ucap pendekar itu ramah.


Pendekar pengendali logam itu langsung menatap tajam kearah pria yang mendekati keduanya.


"Dari pakaian yang dia pakai, sepertinya pria itu berasal dari sekte Zhenwu...siapa dia? Dan apa tujuannya?" Pikir pria itu.


Disisi lain, Dong Huang masih merasa heran dengan kedatangan pendekar yang datang mengundang keduanya.


"Siapa tuan anda? Apakah kami mengenalnya?" Tanya Dong Huang.


"Mungkin nona mengenal keluarga bangsawan Fei dari kota Qintai." Jawab pendekar itu.


"Ohh, iya! Tentu saja aku mengetahui keluarga bangsawan Fei. Namun aku juga tidak mengenal satupun anggota keluarga mereka." Tutur Dong Huang jujur.


"Tetapi, bukankah ini seragam dari sekte Zhenwu?" Lanjut Dong Huang bertanya.


"Iya! Itu benar, ini adalah seragam dari sekte Zhenwu, sebab aku adalah salah satu tetua dari sekte itu." Ungkap pria itu.


"Perkenalkan...saya Dui Buqi!"


"Dong Huang memberi hormat kepada tetua Dui!" Ucapnya sambil menangkupkan kedua tangannya.


"Fan Tian memberi hormat kepada tetua Dui!"


"Fan Tian? Apakah dia keluarga Fan yang berasal dari Lembah Pengobatan?"


"Apa lagi di wilayah ini yang masih tergolong dekat dengan wilayah Lembah Pengobatan."


"Ayo...mari ikut aku." Ucap Dui Buqi.


Keduanya pun segera mengikuti Dui Buqi dan berjalan menaiki tangga untuk menuju ke lantai berikutnya.


Pendekar pengendali logam itu menatap kepergian tiga sosok tersebut sampai mereka menghilang.


"Sepertinya saat ini ada beberapa pendekar besar yang singgah di tempat ini." Pikir pendekar itu lagi.


Dilantai dua, ketiga orang itu kini tiba di salah satu meja yang terlihat ada dua sosok yang sedang duduk.


Dua sosok itulah yang sedang menunggu kedatangan Dong Huang dan Fan Tian.


Seorang pemuda langsung berdiri dan menyambut kedatangan Dong Huang dan segera mempersilahkannya.


"Nona Dong Huang...silahkan duduk!"


"Tuan...silahkan duduk juga!" Lanjutnya.


Dong Huang merasa sangat terkejut karena pemuda itu mengetahui namanya.


Sama halnya dengan Fan Tian dan langsung menatap wanita itu dengan penuh tanda tanya.


Setelah duduk, Dong Huang pun segera melontarkan pertanyaan.

__ADS_1


"Mohon maaf atas kelancanganku...tetapi apakah kita sudah pernah bertemu sebelumnya?" Sambil menatap pemuda itu.


"Nona Dong, maaf jika aku lancang karena sudah memanggil namamu!"


"Perkenalkan, aku Fei Wuji! Tuan muda keluarga bangsawan Fei!"


"Dan ini adalah ayahku, Fei Bin sebagai kepala keluarga bangsawan Fei."


"Tuan Fei...tuan muda Fei...senang bisa diundang dan bisa mengenal kalian berdua." Ucap Dong Huang.


"Aku Fan Tian! Merasa senang dan merasa terhormat karena bisa diundang oleh tuan Fei dan tuan muda!"


"Tidak perlu merasa sungkan seperti itu...ayo, mari kita minum bersama." Ucap Fei Bin.


Keduanya saling menatap satu dengan yang lain dan langsung meneguk arak yang sudah tersedia didepan mereka berdua.


"Tuan muda, bagaimana anda bisa tau namaku?" Tanya Dong Huang penasaran.


"Itu karena putra ku ini sangat mengagumi dirimu, sehingga ia berusaha untuk bisa mengetahui siapa namamu." Jawab Fei Bin sambil tersenyum menggoda.


"Saat nona Dong sebelumnya diganggu oleh pemuda tadi, putra ku ini tidak sabar untuk turun membantu...namun aku yang menghentikannya, sebab aku juga tau jika nona Dong adalah jenius muda dari sekte Qingyin."


Wajah Fei Wuji langsung memerah setelah ayahnya mengungkapkan apa yang telah terjadi dengan dirinya.


"Terima kasih atas perhatian tuan muda Fei!" Ucap Dong Huang.


"Nona Dong, apakah saat ini anda ingin kembali ke sekte Qingyin?" Tanya Fei Bin.


"Iya! Saat ini aku memang ingin kembali ke sekte Qingyin."


"Jika demikian, bagaimana kalau pergi bersama rombongan kita saja. Hitung-hitung kita bisa saling menjaga satu dengan yang lain." Fei Bin menawarkan.


"Aku setuju dengan apa yang baru saja tuan Fei tawarkan itu...ada baiknya kau pergi bersama dengan rombongan mereka."


Perkataan Fan Tian membuat semuanya terdiam dengan pikiran yang berbeda-beda.


Dong Huang merasa jengkel setelah mendengar perkataan Fan Tian.


Sedangkan Fei Wuji langsung merasa sangat senang karena bisa bersama dengan Dong Huang selama beberapa waktu.


Saat kejengkelan Dong Huang belum mereda, Fan Tian pun kembali angkat suara.


"Baiklah, terima kasih atas kebaikan tuan Fei dan semuanya!"


"Aku pamit undur diri dulu, sebab aku ingin melanjutkan perjalanan untuk menuju ke kota Jin."


"Pendekar Fan, mengapa tidak melanjutkan perjalanan besok pagi saja? Itu pasti akan lebih aman untuk dirimu. Apa lagi jika pergi bersama dengan rombongan kita." Fei Bin menanggapi.


"Terima kasih tuan Fei atas penawarannya! Tetapi aku terbiasa melakukan perjalanan sendiri!"


"Jika kita berjodoh, pasti kita akan bertemu lagi." Tutup Fan Tian dan segera pergi meninggalkan mereka.


"Sialan! Mengapa dia tega meninggalkan diriku dengan orang yang baru aku kenal?" Dong Huang mengumpat melihat kepergian Fan Tian.


Pendekar pengendali logam menatap kepergian Fan Tian.


"Mengapa bocah itu pergi sendiri? Apakah wanita itu...?"


"Tidak mungkin! Bocah itu tidak akan berbuat seperti itu."


Pikir pria itu merasa bingung dengan situasi yang telah terjadi antara Fan Tian dan Dong Huang.

__ADS_1


Karena merasa penasaran, pria itu pun segera berjalan dan mencoba mencari posisi dimana Dong Huang berada.


"Sepertinya wanita itu terlihat baik-baik saja, tetapi mengapa mereka berpisah? Apa yang akan dilakukan oleh bocah itu?"


Karena penasaran dengan Fan Tian, akhirnya pria itu segera menyusulnya.


Fan Tian pun segera meninggalkan paviliun itu dengan menunggang kudanya.


"Tuan Fei, apakah anda memiliki seekor kuda untuk bisa aku gunakan?" Tanya Dong Huang.


"Memangnya kenapa?"


"Aku ingin menyusul Fan Tian, sebab ada sesuatu hal yang dia lupakan." Jawab Dong Huang memberikan alasan.


"Tetua Dui, tolong kau antarkan nona Dong dan berikan seekor kuda untuknya." Ucap Fei Bin.


"Biar aku saja!" Fei Wuji mengajukan diri.


"Nona Dong, mari ikut aku."


Keduanya pun segera pergi bersama untuk menuju ke tempat dimana kuda - kuda bersama para pengawal mereka berada.


Setelah tiba, Fei Wuji segera menyuruh seorang pengawal untuk memberikan seekor kuda untuk Dong Huang.


Wanita itu pun dengan senang menerimanya dan langsung naik ke atasnya.


"Tuan muda Fei, terima kasih atas kebaikannya."


"Nona Dong, kau harus berhati-hati dalam perjalanan...jika berkenan, tunggu aku di kota Jin."


Dong Huang hanya tersenyum dan segera pergi memacu kudanya.


***


Saat memacu kudanya, Fan Tian pun berpikir agar dirinya dihadang oleh kelompok yang sering mengaku berasal dari sekte Lembah Neraka.


Itu karena dirinya berniat untuk membasmi setiap kelompok yang sering melakukan hal buruk dan mengatasnamakan sekte Lembah Neraka.


Fan Tian segera mengambil jubah hitam dan topeng yang menjadi ciri khas anggota sekte Lembah Neraka untuk dipakai olehnya.


Dan benar saja, dirinya langsung disambut dengan puluhan anak panah saat memasuki sebuah hutan.


Fan Tian langsung melompat untuk menghindari serangan tersebut.


Beberapa anak panah langsung menghujam tubuh kuda yang Fan Tian tunggangi.


Saat dirinya masih berada diatas udara, serangan puluhan anak panah kembali melesat ke arahnya.


Fan Tian hanya mengibaskan tangannya untuk menghempaskan puluhan anak panah itu.


Melihat kemampuan sosok yang mereka serang, akhirnya kelompok tersebut keluar untuk menyerangnya dari dekat.


"Siapa kalian? Mengapa menyerangku?" Tanya Fan Tian sambil berteriak.


"Kami adalah anggota sekte Lembah Neraka! Cepat berikan benda berharga milikmu sebelum kami membunuhmu!" Seru seorang pria.


"Sepertinya jubah dan topeng yang dia pakai sama seperti yang kita pakai...apakah dia adalah anggota kita dari wilayah lain?" Tanya seorang bawahan kepada sosok pria yang adalah pemimpin kelompok mereka.


"Ternyata kalian sungguh berani melakukan hal buruk dengan menggunakan nama besar sekte Lembah Neraka!"


"Aku akan membunuh kalian semua karena tindakan kalian itu."

__ADS_1


Petir berwarna merah gelap langsung menyelimuti kedua cakar milik Fan Tian dan dengan cepat langsung melesat ke arah anggota kelompok tersebut.


~Bersambung~


__ADS_2