PENDEKAR LEMBAH NERAKA

PENDEKAR LEMBAH NERAKA
Bab 31. Menyusul Fan Tian


__ADS_3

Mendengar perkataan Sung Yunzhi, Chen Song segera menanggapinya.


"Yun'er, apa yang kau maksudkan itu?"


"Aku bermaksud untuk membantu Zhao Yun jika dirinya ingin untuk membasmi kelompok perampok itu." Jawab Sung Yunzhi.


"Apakah dia sendiri yang mengatakan bahwa ia akan pergi untuk membasmi kelompok perampok itu?" Tanya Chen Song lagi.


"Tidak! Tetapi aku merasa nona Dong Huang berpikir seperti itu. Dan itu juga sama seperti apa yang aku pikirkan juga" Jawab Sung Yunzhi dan lanjut menjelaskan.


"Nona Dong, apa benar yang dikatakannya itu?" Tanya Chen Song.


"Sebenarnya aku belum mengatakan jika tuan Zhao Yun yang dikatakan oleh nona Sung Yunzhi itu ingin kembali untuk membasmi kelompok perampok itu." Dong Huang mencoba untuk meluruskan.


Setelah mendengar apa yang Dong Huang pikirkan, Chen Song pun kembali menatap Sung Yunzhi dan berkata.


"Yun'er, kita tidak boleh gegabah untuk memutuskan hal itu, sebab jika pemikiranmu keliru dan jumlah kelompok perampok itu jauh lebih banyak dari jumlah kita, itu bisa membuat kita mendapatkan kerugian yang sangat besar." Chen Song mencoba untuk menjelaskan.


"Tetapi, bagaimana jika dia benar pergi untuk membasmi kelompok perampok itu dan terjadi sesuatu dengan dirinya? Bukankah kita terlalu jahat jika membiarkan hal itu terjadi padanya!?" Balas Sung Yunzhi sambil menghentikan kuda yang dia tunggangi serta segera berbalik dan memacu tunggangannya itu.


"Yun'er! Yun'er!" Teriak Chen Zhu dan segera mengejar Sung Yunzhi.


Melihat tindakan keduanya, Chen Song langsung berkata.


"Mohon maaf atas kecerobohan nona Sung Yunzhi! Tetapi aku tidak bisa membiarkan dirinya berada dalam bahaya lagi."


Setelah itu, Chen Song pun segera mengikuti keduanya.


"Tetua Dui! Aku juga ingin menyusul mereka!" Tutur Dong Huang dan segera pergi.


"Nona, kita tidak bisa ikut dalam kekonyolan mereka, sebab itu bisa membahayakan kita semua." Ucap Jue Wei untuk bisa menasihati Liu Ruyan.


"Itu benar! Tindakan mereka itu sama seperti mengantarkan nyawa kepada kelompok perampok" Chuo Ran menambahkan.


"Tetapi bagaimana dengan nasib Zhao Yun jika benar dia melakukan hal itu!?" Pikir Liu Ruyan.


"Tidak! Aku tidak bisa membiarkan dirinya berada dalam situasi yang bisa membahayakan dirinya! Aku harus pergi juga agar bisa membantunya!" Liu Ruyan membulatkan tekadnya untuk membantu.


"Jika kalian tidak ingin membantu, sebaiknya kalian semua kembali saja ke kota Guancheng!" Seru Liu Ruyan dan segera mengikuti yang lain.


"Nona! Nona! Jangan bertindak gegabah!" Teriak Chuo Ran.


"Komandan Jue, aku tidak bisa membiarkan nona Liu Ruyan berada dalam bahaya, untuk itu, aku harus pergi untuk melindunginya." Tutur Chuo Ran dan segera menyusul Liu Ruyan.


"Sial! Mengapa situasinya bisa terjadi seperti ini? Zhao Yun itu benar-benar membawa masalah bagi kami!" Gerutu Jue Wei merasa geram.


"Kau cepat kembali ke kota Guancheng untuk memberitahukan masalah ini kepada tuan besar!" Perintah Jue Wei kepada seorang prajurit.


"Baik komandan!" Balas prajurit itu dan segera pergi.

__ADS_1


"Kalian semua harus ingat! Tujuan kita kesana hanya untuk melindungi nona Liu Ruyan! Selain itu, kita tidak perlu ikut campur terlalu jauh dalam masalah ini!" Seru Jue Wei mengingatkan pasukannya.


"Baik!" Seru pasukannya menanggapi perkataan Jue Wei.


"Ayo kita berangkat!" Seru Jue Wei lagi.


Jue Wei dan pasukannya pun segera pergi untuk menyusul Liu Ruyan dan Chuo Ran.


Tindakan mereka itu tidak diketahui oleh Fan Tian yang saat itu sedang mengikuti jejak sepuluh anggota perampok yang telah melarikan diri.


Di markas para perampok, seorang pria merasa sangat geram setelah mendapatkan kabar dari bawahannya yang selamat.


"Bagaimana mungkin ada beberapa pendekar muda yang bisa menguasai elemen alam secara bersamaan muncul di wilayah negeri Zhong ini?"


"Bukankah saat ini bagi seorang pendekar akan sangat sulit untuk bisa meningkatkan basis kultivasinya?"


"Tetapi mengapa ketiga pendekar muda itu bisa menerobos menjadi pendekar ahli diusia yang masih sangat belia? Apa lagi mereka sudah mampu menguasai serta mampu mengendalikan salah satu elemen alam!"


"Dan sepertinya sosok yang bisa mengendalikan elemen petir itu bisa memberikan kesulitan yang sangat serius bagi setiap pergerakan kita jika dirinya sudah bergabung dengan tetua Chen."


"Aku harus mengirimkan pesan kepada yang lainnya untuk menghindari kelompok mereka, jika tidak diberitahukan, akan ada banyak anggota kita yang akan terbunuh oleh mereka."


"Rencana besar kita bisa tertunda jika pergerakan kita terus digagalkan oleh kelompok mereka."


Sang ketua perampok merasa sangat terganggu dengan informasi yang baru saja diberikan oleh bawahannya.


Sang ketua pun mulai memikirkan apa yang pria itu sampaikan.


"Benar juga, jika mereka telah bergabung, pasti mereka berkeinginan untuk bisa meleyapkan kelompok kita...sebab pikiran itu yang biasa dilakukan oleh para pendekar aliran putih."


"Baiklah! Sebaiknya kita segera pergi dari sini. Dan jangan sekalipun meninggalkan jejak kalian! Sebab itu bisa mengungkapkan kemana kita pergi."


"Dan kau, cepat kirimkan pesan juga kepada tuan Wang."


"Baik ketua!"


Mereka pun segera membersihkan semua jejak identitas mereka di markas itu dan dengan cepat pergi meninggalkannya.


Tidak lama kemudian, Fan Tian pun menemukan letak markas perampok itu dan mulai mengawasinya dari atas pohon yang berjarak tidak jauh dari markas tersebut.


"Mengapa tempat ini terlihat sangat sepi, apakah sudah ditinggalkan oleh mereka?" Pikir Fan Tian.


"Sepertinya memang tempat ini tidak berpenghuni...aku akan mencoba untuk memeriksanya." Gumam Fan Tian dan segera melompat turun.


Kini tombak miliknya telah disimpan di dalam kantung macan miliknya, sehingga Fan Tian terlihat tidak membawa senjata apa pun.


Saat dirinya hendak melewati pintu gerbang markas tersebut, tiba-tiba puluhan anak panah melesat ke arahnya.


Fan Tian segera melompat dan berputar diudara untuk menghindari dan menangkis setiap anak panah yang datang.

__ADS_1


"Sial! Sepertinya mereka telah memasang jebakan di markas ini...aku harus berhati-hati untuk memeriksa situasi didalamnya." Fan Tian menggertakkan giginya.


Fan Tian pun melanjutkan langkah kakinya untuk memeriksa kondisi didalam markas itu dan kini telah bersiap dengan tombak ditangannya.


Saat dirinya hendak mendekati salah satu bangunan yang terlihat lebih besar dari bangunan yang lain, permukaan tanah yang dia pijak terasa sangat rapuh.


Sebelum Fan Tian bereaksi dengan hal itu, tiba-tiba asap tebal langsung naik dan menyelimuti tubuhnya.


"Sepertinya asap ini mengandung racun, untung saja tubuhku ini sudah tidak terpengaruh lagi dengan jenis racun apa pun." Fan Tian membantin dan segera keluar dari kepulan asap itu.


"Pasti ada jebakan juga jika aku membuka pintu bangunan ini...apakah mereka memang sengaja meninggalkan markas ini!?" Gumam Fan Tian lagi dan mencoba untuk membuka pintu dihadapannya.


Fan Tian segera melepaskan serangan energi qi miliknya untuk bisa membuka pintu tersebut.


Blaaarrr


Pintu bangunan itu langsung hancur setelah terkena serangan energi qi milik Fan Tian.


Dan bersamaan dengan itu, beberapa tombak pun meluncur keluar dari dalam bangunan tersebut.


Fan Tian segera melompat ke udara untuk bisa menghindari serangan beberapa tombak itu dan langsung bertengger diatas atap.


Akan tetapi atap bangunan itupun langsung ambruk dan Fan Tian pun langsung terjatuh ke dalam ruangan bangunan itu.


"Akhhh!"


Beberapa tombak langsung menyambutnya saat terjatuh, sebab puing-puing atap yang terjatuh telah mengaktifkan jebakan yang sudah disiapkan.


Fan Tian pun cepat berputar dan segera memukulkan tombak miliknya untuk menghalau beberapa tombak jebakan tersebut.


Trang...trang...trang


Bunyi saling berbenturan antara tombak milik Fan Tian dengan beberapa tombak jebakan.


Setelah dia memastikan tidak ada apa pun didalam bangunan itu, Fan Tian segera mencari momentum untuk keluar dari tempat itu.


Blaaarrr


Satu serangan Fan Tian langsung menghancurkan dinding bangunan itu dan dijadikannya sebagai jalan pelariannya.


"Sial! Apakah bangunan ini memang sengaja dibuat untuk menjebak seseorang?"


"Setiap tempat yang aku injak, pasti akan mengaktifkan jebakan yang ada...mereka memang berniat untuk membunuh siapa pun yang akan datang ke tempat ini."


"Sepertinya mereka telah pergi dari tempat ini dan membiarkan siapapun yang datang menjadi korban sia-sia disini."


"Sebaiknya aku pergi mencari jejak kepergian mereka, agar aku bisa mengetahui kemana mereka pergi...karena jika aku berlama-lama ditempat ini, pasti mereka sudah tidak bisa aku kejar lagi." Gumam Fan Tian dan segera melesat keluar dari tempat itu.


~Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2