PENDEKAR LEMBAH NERAKA

PENDEKAR LEMBAH NERAKA
Bab 23. Langkah Terbaik


__ADS_3

Di hutan bambu yang terletak diantara kota Suchang dan ibu kota Negeri Zhong terlihat pertempuran antara dua kelompok yang berbeda.


pertempuran itu untuk yang kedua kalinya terjadi, sebab kelompok perampok sebelumnya, kini telah kembali bersama dengan kekuatan yang lebih besar lagi.


Kelompok yang satunya dipimpin oleh Chen Song, sedangkan kelompok yang satunya lagi adalah kelompok perampok yang menggunakan pakaian serba hitam dan memakai topeng.


"Sial! ternyata mereka kembali lagi dengan jumlah yang lebih banyak lagi!" Chen Song menggerutu.


"tetua Chen! sepertinya kita telah salah mengambil keputusan untuk memakamkan mayat-mayat itu...jika kita langsung melanjutkan perjalanan kita, pasti mereka tidak akan bisa menemukan kita ditempat ini." tutur Bian Que.


Chen Zhu yang melihat atribut tersebut langsung teringat dengan kelompok yang menyerang Lembah Pengobatan.


"Sepertinya ini kesempatan ku untuk bisa membalaskan dendam untuk seluruh keluargaku" Pikir Chen Zhu sambil menebas setiap sosok bertopeng yang dia temui.


Chen Song yang melihat kebuasan putra angkatnya itu yang tidak mengampuni setiap lawan yang dia temui langsung terpikir mengenai gambaran dua belas tahun yang lalu dimana dirinya menyelamatkan Chen Zhu yang juga adalah Fan Zhu.


"Sepertinya dia sudah terbawah dendam kesumatnya..."


"Jika seperti itu, takutnya energi qi miliknya bisa cepat terkuras habis dan membuat dirinya mendapatkan kerugian yang sangat serius..."


"Aku harus segera menghentikan tindakannya tersebut" Tutup Chen Song yang berusaha untuk mendekati Chen Zhu sambil melumpuhkan setiap anggota perampok yang menyerangnya.


Disisi lain, Sung Yunzhi pun kini mulai merasa kelabakan dengan serangan para perampok yang memang memiliki jumlah yang jauh lebih banyak dari jumlah mereka.


Sesekali Sung Yunzhi melepaskan energi qi yang di padukan dengan elemen udara miliknya untuk bisa sekali saja melumpuhkan beberapa anggota perampok yang mengeroyok dirinya.


"Mengapa jumlah mereka seperti tidak ada habis-habisnya? Jika terus seperti ini, aku akan kehabisan tenaga untuk bisa menghadapi mereka" Sung Yunzhi membantin sambil menggertakkan giginya.


"Pasukan pemanah, cepat tembakkan anak panah ke arah empat orang tersebut!" Perintah seorang pria yang adalah ketua mereka sambil menunjuk ke arah empat orang tersebut.


Puluhan anak panah pun seketika melesat ke arah empat orang yang dia maksudkan. Yaitu kepada Chen Song, Chen Zhu, Sung Yunzhi dan juga kepada kepala pengawal bawahan bangsawan Bian Que.


Tindakan tersebut membuahkan hasil yang sesuai dengan keinginan sang ketua.


Kini keempat orang yang dia maksudkan itu mulai merasa kelabakan dengan adanya serangan puluhan anak panah itu.


"Ternyata strategi ketua berhasil membuat mereka berempat mulai kelabakan untuk menghadapi orang-orang kita" Ucap seorang pria yang berdiri disamping sang ketua.


"Hmmmphh...aku ingin melihat sehebat apa mereka dan sampai kapan mereka bisa bertahan dari gempuran yang kita lancarkan" Balas sang ketua sambil tersenyum penuh kemenangan.


"Sial! Jika situasinya seperti ini, bagaimana mungkin kita bisa membendung serangan mereka?" Pikir Chen Song yang tidak bisa mendekati Chen Zhu.

__ADS_1


Sedangkan untuk para pengawal Bian Que, kini terlihat sudah ada beberapa yang telah kehilangan nyawa mereka.


"Cepat mundur dan lindungi tuan Bian Que!" Teriak Chen Song.


Dirinya pun segera berkumpul bersama para pengawal yang kini hanya berjumlah lima belas orang untuk melindungi Bian Que.


"Tuan! Sebaiknya anda segera pergi bersama dengan seluruh bawahan mu dari tempat ini untuk bisa menyelamatkan diri mu, sebab situasi saat ini sudah tidak memungkinkan lagi bagi kita untuk bisa mempertahankan barang-barang yang kita bawa ini" Tutur Chen Song.


"Biarkan kami bertiga yang akan mencoba untuk menahan mereka"


"Dan untuk itu, buat formasi agar bisa membuka jalan untuk kereta kuda tuan Bian Que" Tutup Chen Zhu sambil meninggalkan kereta kuda tersebut dan mencoba untuk bisa memberikan jalan.


Sedangkan Chen Zhu dan Sung Yunzhi kini sudah berada dalam posisi yang terpisah, sehingga tidak bisa saling melindungi satu sama lain.


Chen Zhu yang sering menggunakan kekuatan elemen api miliknya kini mulai terlihat ngos-ngosan untuk menghadapi serangan para perampok yang tidak ada putus-putusnya.


Ternyata para perampok telah mengantisipasi kemampuan yang dimiliki oleh Chen Song dan Chen Zhu.


Sehingga mereka saat itu telah menggunakan pelindung di tubuh bagian depan mereka agar tidak bisa mendapatkan efek setelah terkena serangan api keduanya.


Terlihat hanya elemen udara milik Sung Yunzhi yang masih berguna karena bisa mengakibatkan luka meskipun tidak dalam.


"Ketua! Sepertinya mereka mencoba untuk melarikan diri...apa yang harus kita lakukan?" Tanya sosok pria disampingnya.


"Untuk itu, kita harus bisa secepatnya mengumpulkan harta serta perbekalan agar bisa memperkuat pasukan kita saat melakukan kudeta nanti"


"Untuk itu, setelah kita selesai dengan rombongan ini, kalian harus segera kembali ke markas kalian masing-masing untuk bisa melakukan pekerjaan kalian"


"Dan jika belum mendapatkan kabar dari mata-mata kita, sebaiknya kalian pergi saja ke setiap desa untuk menjarah mereka"


"Ambil semua barang serta orang yang bisa menghasilkan uang bagi kita"


"Dan untuk setiap gadis yang kalian temukan, aku harap kalian tidak akan menjatuhkan nilai jualnya...jika itu terjadi, siapapun harus dihukum mati"


"Apakah kalian sudah mendengar dan sudah mengerti dengan apa yang aku sampaikan?" Tanya sang ketua untuk memastikan.


"Kami mengerti!" Jawab empat sosok yang berdiri di sampingnya yang tidak lain adalah pemimpin dari empat kelompok yang tersebar di setiap hutan yang berada di antara beberapa kota.


"Ketua! Sepertinya kini hanya mereka bertiga yang tersisa, apa yang harus kita lakukan kepada mereka?" Tanya seorang pria.


"Sepertinya wanita itu akan menghasilkan uang yang banyak...tangkap dia dan jika kedua pria itu ingin melarikan diri, biarkan saja!" Perintah sang ketua.

__ADS_1


"Baik! Jika begitu, aku juga ikut bergabung untuk bisa secepatnya mengakhiri pertarungan ini" Ucap seorang pemimpin.


"Tidak perlu! Kita harus menggunakan otak kita untuk menghadapi sosok setangguh pendekar Chen ini" Sang ketua mencegah salah satu pemimpin kelompok perampok.


"Terus tembakkan anak panah ke arah mereka bertiga!" Lanjut sang ketua memberi perintah.


Perisai api segera diciptakan oleh Chen Song untuk menghalau serangan puluhan anak panah yang melesat kearah dirinya dan langsung melesat mendekati Chen Zhu yang posisinya lebih dekat dari pada posisi Sung Yunzhi.


"Zhu'er! Cepat lindungi nona Sung Yunzhi dan segera pergi dari sini!" Seru Chen Song sambil menghalau puluhan anak panah dan juga serangan para anggota perampok untuk memberikan waktu kepada Chen Zhu.


"Bagaimana dengan ayah?" Balas Chen Zhu.


"Apakah kau meragukan kemampuan yang ayah miliki? Ayo, cepat pergi!" Jawab Chen Song dan kembali menyuruh Chen Zhu untuk pergi.


Akhirnya hal itu segera dilakukan oleh Chen Zhu yang memang sudah memahami situasi mereka saat itu yang semakin terdesak.


"Yun'er! Ayo kita pergi dari tempat ini!" Ajak Chen Zhu sambil menepis anak panah dan serangan para perampok.


"Bagaimana dengan tetua Chen?"


"Tidak perlu ragu dengan kemampuannya...saat ini, dia mencoba memberikan waktu kepada kita berdua untuk bisa pergi dari tempat ini." Balas Chen Zhu yang segera menarik tangan Sung Yunzhi.


Keduanya pun segera menggunakan ilmu meringankan tubuh untuk bisa pergi dari tempat itu.


Melihat kedua pendekar muda itu sudah pergi, Chen Song pun segera melakukan hal yang sama dengan pergi ke arah yang berbeda.


Tindakannya itu untuk bisa mengalihkan perhatian sebagian besar anggota perampok agar tidak mengejar Chen Zhu dan juga Sung Yunzhi.


"Jangan biarkan wanita itu lolos! Cepat kejar mereka!" Perintah sang ketua.


Akan tetapi tindakannya itu tidak berjalan sesuai dengan yang dia inginkan, sebab tidak ada satupun perampok yang mengikutinya.


Setelah beberapa saat meninggalkan tempat pertarungan, akhirnya Chen Song menyadari jika tidak ada satu pun anggota perampok yang mengejarnya.


"Sial! Ternyata mereka tidak ingin mengejarku... Apakah mereka tidak akan mengejar Zhu'er dan nona Sung Yunzhi?" Gumam Chen Song dan segera kembali untuk bisa memastikan hal itu.


Kini Chen Song sedang berada di atas dua ujung pohon bambu sambil memperhatikan situasi dibawahnya.


"Sepertinya mereka hanya terfokus pada barang bawaan kami dan tidak melakukan pengejaran terhadap keduanya" Pikir Chen Song sedikit merasa legah.


Sedangkan kelompok perampok kini telah bersiap untuk pergi dari tempat itu sambil membawa barang hasil rampasan mereka.

__ADS_1


"Sebaiknya aku segera menyusul keduanya untuk bisa mengetahui kondisi keduanya...karena jika aku membuntuti rombongan perampok itu, aku takut telah terjadi sesuatu dengan mereka berdua" Lanjut Chen Song berpikir dan pergi dari tempat itu.


~Bersambung~


__ADS_2