PENDEKAR LEMBAH NERAKA

PENDEKAR LEMBAH NERAKA
Bab 71. Akhir Pertarungan Pendekar Pedang


__ADS_3

Tidak hanya Xiao Lingchen yang mengakui jika kekuatan serangan pedang milik Chang Tian sangat kuat, melainkan setiap orang yang ada di tempat itu memberikan penilaian yang sama.


Tidak terkecuali dengan Fan Tian, dirinya pun merasa tidak sanggup jika menahan serangan pedang milik Chang Tian.


Sang penguasa negeri Zhong yang melihat segel pembatas arena pertarungan telah dihancurkan, kini hanya bisa menatap ke arah Wang Zijun seakan memberikan isyarat untuk segera menagani masalah itu.


Mendapatkan tatapan dari sang penguasa, Wang Zijun pun segera melompat turun untuk segera menangani hal itu.


"Cepat aktifkan kembali segel pembatas itu!" Seru Wang Zijun memberikan perintah kepada keempat sosok yang sebelumnya mengaktifkan segel tersebut.


Sedangkan di arena pertarungan, Chang Tian tidak melonggarkan serangannya. Pria itu terus menebas tubuh Xiao Lingchen untuk bisa menundukkan lawannya tersebut.


Xiao Lingchen yang telah mengetahui kekuatan serangan pedang milik Chang Tian, kini hanya bisa berusaha untuk menghindari setiap serangan yang datang.


"Apakah kau hanya bisa menjadi pengecut seperti itu!?" Tanya Chang Tian sambil berteriak.


Xiao Lingchen tidak menanggapi apa yang Chang Tian ucapkan dan terus menghindari setiap serangan yang datang.


"Jika tidak sanggup menghadapi ku, sebaiknya kau segera menyerah, agar aku akan menyudahi pertarungan kita saat ini." Ucap Chang Tian lagi.


"Sial! Sepertinya dia sedang merendahkan diriku. Apakah yang harus aku lakukan saat ini? Apakah aku harus mencoba untuk membendung serangannya?" Pikir Xiao Lingchen.


Setelah sedikit berpikir, akhirnya Xiao Lingchen pun segera menciba untuk membendung serangan pedang milik Chang Tian.


Booommm


Ledakan besar pun kembali terjadi saat kedua pedang yang berukuran besar itu saling beradu satu dengan yang lain.


Tubuh Xiao Lingchen langsung terdorong kebawah dengan posisi tersungkur ke lantai arena pertarungan setelah beberapa saat menahan tekanan kekuatan energi pedang milik Chang Tian.


Pertarungan keduanya itu membuat penonton di podium yang ditempati oleh masyarakat kalangan bawah langsung berhamburan karena tidak ingin terkena dampak energi es yang melesat kearah mereka.


Kini yang terlihat hanya puluhan orang yang masih tetap tinggal di tempat tersebut. Dan diantaranya adalah Fan Tian serta dua orang wanita disampingnya yang saat itu sedang menyamar agar tidak bisa dikenali oleh Wang Zijun serta bawahannya.


Situasi itu membuat Sung Yunzi segera mempertajam penglihatannya untuk menyisir satu persatu orang-orang yang tersisa untuk bisa mengenali sosok yang dia cari.


Hal yang sama juga dilakukan oleh Chen Song dan juga Chen Zhu. Keduanya juga berusaha untuk bisa mengenali Fan Tian.


Tatapan tiga sosok itu akhirnya tertuju ke arah tiga orang yang sedang duduk menyaksikan pertarungan yang sedang berlangsung.


"Sepertinya ketiga orang itu diantaranya adalah Fan Tian dan juga nona Dong Huang yang sedang menyamar...apakah mereka tidak takut diketahui oleh jenderal Wang Zijun!?" Sung Yunzi membantin.


Chen Zhu yang juga memiliki pemikiran yang sama dengan Sung Yunzi setelah bisa meyakinkan dirinya jika sosok tersebut adalah Fan Tian, segera berniat untuk memberitahukan hal itu kepada bawahan Wang Zijun.

__ADS_1


Chen Song yang melihat perubahan sikap putra angkatnya itu langsung bisa mengerti apa yang dipikirkan oleh Chen Zhu.


"Apakah dia bermaksud untuk memberitahukan keberadaan pendekar Fan Tian kepada bawahan jenderal Wang Zijun!?" Pikir Chen Song dan segera menghentikan niat pemuda itu.


"Zhu'er, kau mau kemana?" Tanya Chen Song untuk menghentikan niat putra angkatnya itu.


"Aku ada sedikit urusan." Jawab Chen Zhu singkat.


"Sebaiknya kau jangan lagi mendatangkan masalah bagi pendekar Fan Tian, sebab hal itu tidak baik bagi kita yang berasal dari sekte aliran putih." Tutur Chen Song mengingatkan.


"Sial! Sepertinya ayah bisa mengetahui apa yang aku pikirkan...apa yang harus aku lakukan? Apakah aku harus melanjutkan niatku ini?" Chen Zhu membantin.


"Zhu'er, sudahlah...jangan lakukan hal itu." Ucap Chen Song lagi.


Meskipun situasi saat itu sedang riuh oleh suara penonton yang ada, namun Sung Yunzi samar - samar masih bisa mendengar apa yang dikatakan oleh Chen Song.


"Kakak Zhu, apakah benar yang dikatakan oleh tetua Chen?" Tanya Sung Yunzi sambil menatap Chen Zhu.


Chen Zhu pun hanya bisa terdiam tidak menjawab pertanyaan Sung Yunzi dan kembali duduk ditempat duduknya.


"Apakah kakak Zhu senang jika Fan Tian mendapatkan masalah?"


"Sebenarnya apa yang membuat kakak Zhu sehingga bisa melakukan hal itu kepadanya?"


"Menurutku selama ini, Fan Tian sekali pun tidak pernah sekalipun melakukan kesalahan terhadap kakak Zhu, tetapi mengapa kakak Zhu ingin membuatnya mendapatkan masalah!?"


Perkataan serta pertanyaan dari Sung Yunzi terus memberondong Chen Zhu yang saat itu hanya bisa terdiam.


Karena sudah tidak tahan lagi, sehingga Chen Zhu pun berinisiatif untuk menjawab pertanyaan Sung Yunzi.


"Aku ingin melakukan hal itu karena kau sangat menyukainya!" Seru Chen Zhu dengan nada suara yang tinggi.


Tindakannya itu membuat orang-orang disekitar mereka langsung mengalihkan perhatian mereka dan menatap ke arah Chen Zhu.


Sung Yunzi terdiam sejenak setelah mendengar apa yang Chen Zhu ungkapkan. Dan kembali bertanya.


"Mengapa jika aku menyukainya? Apakah ada yang salah dengan pilihanku itu?" Balas Sung Yunzi menanggapi perkataan Chen Zhu.


"Sudahlah! Jangan berdebat disini...sebaiknya hal itu dibicarakan nanti." Chen Song memotong perdebatan keduanya.


Fan Tian yang mengetahui situasi yang ada saat itu, segera beranjak dari tempat duduknya serta mengajak kedua wanita yang duduk disampingnya untuk pergi.


"Ayo kita pergi dari sini, sebab keberadaan kita akan dengan mudah bisa di ketahui oleh jenderal Wang Zijun serta bawahannya." Ajak Fan Tian sambil berdiri untuk pergi.

__ADS_1


Kedua wanita itu pun segera mengikuti Fan Tian dari belakang untuk menjauh dari tempat terbuka dan mencari posisi yang tepat agar bisa terlepas dari pengamatan Wang Zijun serta bawahannya.


Tindakan yang diambil oleh Fan Tian tidak sempat diperhatikan oleh Sung Yunzi dan Chen Zhu, karena keduanya sedang berdebat.


Setelah Chen Song menghentikan perdebatan keduanya, Sung Yunzi pun kembali menatap ke arah dimana Fan Tian berada. Akan tetapi tindakannya itu tidak menemukan hasil yang sesuai dengan yang dia harapkan, sebab Fan Tian kini sudah tidak lagi ada ditempat sebelumnya.


"Dimana Fan Tian? Apakah dia sudah meninggalkan tempat ini?" Pikir Sung Yunzi dan mencoba untuk mencari keberadaan pemuda itu.


Chen Zhu yang juga kembali menatap ke arah Fan Tian berada, kini memiliki pemikiran yang sama dengan Sung Yunzi.


Mereka berdua mulai menyisir setiap sudut tempat itu untuk bisa menemukan Fan Tian.


Namun keberadaan Fan Tian telah diketahui oleh Wang Zijun, sehingga dirinya secara diam-diam segera memerintahkan bawahannya untuk menangkap ketiga sosok yang dia cari itu.


Sedangkan pertarungan antara Chang Tian dan Xiao Lingchen masih terus berlanjut yang sudah dalam posisi yang sangat menguntungkan bagi Chang Tian.


Xiao Lingchen kini sedang berusaha untuk menahan tekanan kekuatan energi pedang milik Chang Tian yang terus menekannya kebawah.


"Jika anda tidak menyerah, dampaknya akan sangat buruk bagimu...untuk itu, sebaiknya anda menyerah saja dan kembali berlatih agar bisa meningkatkan teknik pedang milikmu." Tutur Chang Tian mengingatkan Xiao Lingchen.


"Apakah aku harus menerima dan mengakui kekalahan ku saat ini?"


"Tidak! Aku harus mencoba sekuat tenagaku untuk bisa membalikkan situasi saat ini."


Xiao Lingchen mencoba untuk mendorong keatas tekanan pedang milik Chang Tian dengan melepaskan seluruh energi qi miliknya.


Perlahan pedang milik Chang Tian mulai bisa terdorong ke atas.


"Hmmmphh, sepertinya dia tidak ingin menyerah begitu saja...baiklah, aku tidak akan menahan diri lagi kepadamu." Pikir Chang Tian dan kembali melepaskan energi qi miliknya dan segera disaalurkan ke pedangnya.


Pedang milik Chang Tian yang awalnya mulai terdorong keatas, kini langsung meledakkan hawa dingin yang sangat kuat dan langsung mendorong pedang milik Xiao Lingchen kebawah.


Merasakan dorongan kuat dari pedang Chang Tian, membuat Xiao Lingchen menyadari bahwa dirinya memang tidak sanggup untuk menandingi kemampuan lawannya itu.


Chang Tian pun dengan cepat mengangkat pedangnya dan kembali mendorongnya kebawah sambil menyalurkan energi qi miliknya.


Blaaarrr


Tubuh Xiao Lingchen pun langsung terhempas dan langsung memuntahkan darah segar dari mulutnya.


"Achk!" Suara kesakitan yang keluar dari mulut Xiao Lingchen.


"Sebenarnya aku tidak ingin melukaimu, namun kau memaksaku untuk melakukan hal itu. Untuk itu, aku berharap kau tidak menaruh dendam dengan kejadian ini." Ucap Chang Tian.

__ADS_1


~Bersambung~


__ADS_2