PENDEKAR LEMBAH NERAKA

PENDEKAR LEMBAH NERAKA
Bab 52. Pergerakan Wang Zijun


__ADS_3

Situasi politik di ibu kota Negeri Zhong yaitu kota Guancheng saat ini langsung terlihat sangat tegang. Meskipun hal itu tidak terlihat secara gamblang oleh penduduk kota itu.


Di istana kerajaan seorang kasim langsung melaporkan tindakan Wang Zijun yang saat itu telah mengerahkan lima ratus pasukannya untuk bergerak dari kamp pasukan klan Wang.


Apa lagi ditambah dengan pergerakan suatu kelompok besar dengan jumlah dua ratus orang yang baru saja memasuki kota Guancheng. Hal itu lebih menambah kekhawatiran terhadap tiga klan lainnya.


Sebab mereka saat itu belum mengetahui tujuan dari Wang Zijun yang mengerahkan sebagian besar pasukannya yang berada di dalam ibu kota Negeri Zhong itu.


"Hamba menghadap Yang Mulia!" Seru seorang kasim kepada raja Negeri Zhong, yaitu Li Genyuan.


"Ada urusan apa sehingga kau datang menghadap?" Tanya Li Genyuan.


"Yang Mulia, kedatangan hamba untuk melaporkan bahwa ada pergerakan dari pasukan jenderal Wang Zijun yang berjumlah sekitar lima ratus prajurit telah bergerak dari kamp pasukan klan Wang!" Jawab kasim itu.


"Lima ratus prajurit? Mereka bergerak kearah mana?" Tanya Li Genyuan yang terlihat masih tetap tenang.


"Sepertinya mereka bergerak ke arah istana kerajaan." Jawab kasim itu.


"Bergerak ke sini? Apa tujuannya?" Gumam Li Genyuan.


"Dengan jumlah pasukan sebanyak itu, aku pikir jenderal Wang Zijun tidak mungkin datang ke sini...hal tersebut akan sangat berbeda jika itu dipimpin oleh menteri Wang Heshun." Lanjutnya.


"Dan jika mereka sudah berniat untuk segera melakukan rencana mereka selama ini, pasti mereka akan mengerahkan pasukan dengan jumlah yang tidak sedikit..."


"Sudahlah, jangan terlalu merisaukan hal itu. Namun untuk mengantisipasinya, kau sampaikan perintah ku kepada jenderal Zhang Yanming untuk segera memperkuat penjagaan di tembok wilayah istana kerajaan!" Tutur Li Genyuan.


"Pergilah!" Tutup sang penguasa Negeri Zhong.


"Baik Yang Mulia! Hamba mohon ijin pamit undur diri." Tutur kasim itu dan segera pergi meninggalkan istana tersebut.


Setelah kepergian kasim itu, Li Genyuan pun langsung berkata kepada seorang komandan pasukan khusus pengamanan raja.


"Komandan Hu Quan, cepat perketat penjagaan di istana ini."


"Baik Yang Mulia!" Balas pria yang berdiri di samping Li Genyuan dan segera pergi untuk melakukan apa yang diperintahkan.


"Aku berpikir tidak sesederhana ini tindakan mereka untuk segera menggulingkan pemerintahan ku saat ini, sebab jika mereka benar-benar ingin bertindak, pasti mereka akan melakukannya saat malam hari dan dengan jumlah pasukan yang sangat besar..."


"Akan tetapi, apa yang akan jenderal Wang Zijun lakukan dengan mengerahkan pasukan sebanyak itu?"


Li Genyuan terus berpikir dengan tindakan Wang Zijun yang sangat mencurigakan itu.


***


Di kediaman perdana menteri Liu Bashan, hal yang sama juga dilaporkan oleh seorang pendekar yang adalah bawahannya.


"Lapor tuan! Jenderal Wang Zijun saat ini baru bergerak dari kediaman klan Wang dengan mengerahkan pasukan sebanyak kurang lebih lima ratus prajurit dengan senjata lengkap!" Lapor seorang pendekar.


"Menurut pengamatan mu, mereka sedang menuju ke arah mana?" Tanya Liu Bashan.

__ADS_1


"Aku melihat jenderal Wang Zijun dan pasukannya bergerak menuju ke arah istana kerajaan." Jawab pria itu lagi.


"Tidak itu saja...salah satu bawahan ku juga memberitahukan bahwa ada juga pergerakan kelompok yang baru saja memasuki kota Guancheng dari gerbang selatan...mereka terlihat seperti kelompok para pendekar!" Lanjutnya.


"Kira-kira berapa jumlah mereka?" Tanya Liu Bashan lagi.


"Jumlah mereka sekitar dua ratus orang!" Jawab bawahan Liu Bashan.


"Dengan pasukan sebanyak tujuh ratus orang, tidak akan mungkin jenderal Wang Zijun ingin menyerang istana, sebab jumlah mereka itu masih jauh lebih sedikit dari pasukan istana kerajaan." Gumam Liu Bashan.


"Apakah dia sedang menuju ke salah satu kekuatan yang ada di kota Guancheng ini!?"


"Jika benar, terus siapa yang menjadi targetnya!?"


Liu Bashan terus berpikir mengenai apa yang dilakukan oleh Wang Zijun dengan membawa ratusan prajurit miliknya, serta ada sekelompok pendekar juga.


Setelah berpikir, akhirnya Liu Bashan pun segera memerintahkan bawahannya itu untuk secepatnya memberitahukan kepada seluruh penatua klan Liu agar mempersiapkan kekuatan pasukan mereka untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk yang akan terjadi.


Hal yang sama juga terjadi di klan Li dan juga di klan Han.


Mereka pun segera mempersiapkan diri untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk yang akan terjadi nanti jika Wang Zijun mendatangi mereka.


Semua informasi saat itu juga langsung dikabarkan ke seluruh penatua klan mereka masing-masing. Hingga sampai ke telinga Han Cunji.


"Apa katamu? Jenderal Wang Zijun sedang bergerak kesini bersama dengan ratusan prajuritnya?" Han chunji merasa sangat terkejut setelah menerima informasi tersebut.


"Sebab menurut analisaku, sepertinya dia akan datang kesini untuk menemui pendekar muda Zhao Yun..."


"Jangan lupa kau memberitahukan juga hal ini kepada pendekar Zhao Yun agar dia bisa bersisp untuk menghadapi masalah yang akan terjadi nanti." Tutup Han Chunji.


"Baik tuan! Aku pergi dulu!" Tutur Bo Xiang dan segera pergi meninggalkan Han Chunji.


"Sebenarnya seserius apa masalah diantara mereka? Mengapa jenderal Wang Zijun secara terang-terangan menggunakan kekuasaannya seperti itu!?"


"Apakah dua kali penyerangan sebelumnya itu berkaitan juga dengan mereka?"


"Jika demikian, itu berarti tetua Chen Song dan yang lainnya saat ini dalam keadaan terancam juga."


"Aku tidak boleh tinggal diam dengan hal ini. Aku harus secepatnya memberitahukan hal ini kepada tetua Chen Song juga."


Setelah menyimpulkan apa yang dia pikirkan, akhirnya Han Chunji pun segera pergi untuk menemui Chen Song.


Tidak membutuhkan waktu yang lama baginya untuk bisa tiba di kamar yang Chen Song tempati.


"Tetua Chen Song! Apakah aku boleh masuk?" Tanya Han Chunji dengan nada suara yang sedikit keras.


"Siapa itu?" Balas Chen Song yang saat itu sedang berada di dalam kamarnya.


"Aku, Han Chunji!" Jawabnya singkat.

__ADS_1


Chen Song langsung bangkit dan bergetas untuk membukakan pintu bagi Han chunji.


"Ada apa tuan Han? Sepertinya anda terlihat sangat terburu-buru!" Sambut Chen Song setelah membuka pintu.


"Tetua Chen, aku tidak memiliki waktu yang banyak untuk menjelaskannya...akan tetapi aku hanya bisa memperingatkan dirimu dan yang lainnya untuk bersiap, sebab jenderal Wang Zijun saat ini sedang bergerak menuju kesini bersama dengan ratusan pasukannya..."


"Agar dia tidak mencurigai ku, aku akan segera pergi untuk menyambut kedatangannya."


"Memangnya apa masalahku dengannya? Selama ini aku merasa tidak pernah menyinggung satupun anggota klan Wang." Balas Chen Song menanggapi penyampaian Han Chunji dengan tatapan bingung.


"Tetua Chen, ini hanya dugaanku saja. Itu agar anda dan yang lainnya bisa mengantisipasi kemungkinan terburuk yang bisa terjadi nanti." Tutur Han Chunji lagi menjelaskan.


"Baiklah, aku sangat berterima kasih karena tuan Han sangat mengkhawatirkan ku dan yang lainnya. Aku akan segera pergi untuk memberitahukan hal ini juga kepada yang lainnya." Ucap Chen Song sambil menangkupkan kedua tangannya.


"Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu." Ucap Han Chunji dan segera bergegas pergi untuk menyambut kedatangan Wang Zijun.


Chen Song pun segera menutup kembali pintu kamarnya dan langsung pergi menuju ke kamar Chen Zhu dan yang lainnya.


Sedangkan di lantai dasar penginapan itu, dugaan Han Chunji tidak meleset, sebab saat dirinya sampai, Wang Zijun yang didampingi oleh dua orang pendekar segera memasuki penginapan itu.


Dan untuk tujuh ratus pasukannya kini sudah mengepung penginapan tersebut agar sosok yang dia cari tidak akan lolos darinya.


"Selamat datang jenderal Wang Zijun! Aku tidak menyangka jika anda akan menyempatkan diri untuk berkunjung ke penginapan ku ini..."


"Mari, silahkan duduk!"


"Pelayan! Cepat kesini dan layani jenderal Wang Zijun!" Teriak Han Chunji dan segera mengantarkan Wang Zijun untuk duduk di salah satu ruangan.


Para pengunjung ditempat itu langsung merasa terkejut dengan kedatangan Wang Zijun bersama dengan ratusan pasukannya.


Setelah mereka duduk, Wang Zijun pun langsung angkat suara "tuan Han Chunji, saat ini aku tidak ingin berbasa-basi lagi. Untuk itu, aku akan langsung terbuka saja kepadamu." Ucapnya dengan nada suara yang sedikit mengintimidasi.


"Apakah benar pemuda yang bernama Zhao Yun sedang menginap di penginapan mu ini?" Tanya Wang Zijun.


"Itu benar! Memangnya ada apa dengan pemuda itu!?" Han Chunji bertanya dengan tatapan penasaran.


"Aku memiliki urusan yang sangat penting dengannya." Jawab Wang Zijun.


"Apakah anda boleh memanggilnya untuk segera datang kesini menemuiku?" Lanjutnya.


"Baiklah, jika itu yang jenderal Wang Zijun inginkan, aku akan pergi untuk memanggilnya." Ucap Han Chunji.


"Ha...ha...ha...ha...ha...aku tidak menyangka jika tuan Han sangat baik melayani ku hari ini... Sebelumnya aku mengucapkan terima kasih karena sudah ingin melayani ku." Wang Zijun menanggapi ucapan Han Chunji.


"Jenderal Wang Zijun tidak perlu sungkan seperti itu kepadaku, kita ini adalah keluarga, jadi sudah sepantasnya aku melayanimu." Balas Han Chunji.


"Jenderal Wang, aku pergi dulu." Lanjutnya dan segera pergi meninggalkan ruangan itu untuk memanggil Fan Tian.


~Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2