
Fan Tian dan sosok yang menuntunnya terus berjalan menuju ke kediaman orang yang memerintahkan untuk menyelamatkan pendekar muda itu dari kejaran Wang Zijun.
"Pendekar Zhao, didepan itu paviliun yang akan kita tuju." Ucap sosok yang berjalan didepan Fan Tian sambil menunjuk ke salah satu bangunan megah.
Fan Tian tidak menanggapi ucapan pria didepannya dan terus berjalan di belakang sambil berpikir "Sepertinya ini adalah kediaman klan Li...apakah paviliun itu adalah kediaman pangeran Li Ying?"
"Sebenarnya aku belum siap untuk datang ke tempat ini, sebab aku tidak siap untuk hidup terikat dengan keluarga kerajaan..."
"Aku ingin melihat apa yang akan diinginkan oleh Pangeran Li Ying kepadaku serta ingin mengetahui bagaimana keadaan nona Dong Huang dan juga nona Bei Feiyan."
Fan Tian terus berpikir tentang segala hal yang akan dia hadapi serta kondisi kedua wanita yang pergi bersama dengannya hingga keduanya pun tiba didepan paviliun yang dimaksudkan oleh pria yang menuntunnya.
"Pendekar Zhao, mohon tunggu aku sebentar disini, sebab aku akan melaporkan terlebih dahulu kepada Pangeran Li Ying." Ucap pria tersebut.
Fan Tian pun mengangguk setuju dan berdiri diam sambil menatap sekitarnya bersamaan dengan perginya pria tersebut.
"Hamba menghadap Pangeran!" Seru pria itu setelah berada didepan Li Ying.
Li Ying langsung berdiri dan berkata "Bagaimana hasilnya? Apakah kau bisa menemukan pendekar Zhao Yun!?" Tanya sang pangeran.
"Hamba sudah menemukannya! Dan saat ini pendekar Zhao Yun sedang menunggu didepan." Jawab pria itu.
"Cepat panggil dia kesini!" Perintah Li Ying.
"Baik Pangeran!" Balas pria itu dan segera keluar dari aula tersebut untuk memanggil Fan Tian.
"Pendekar Zhao Yun, anda dipanggil Pangeran untuk menghadap!" Seru pria itu sambil menatap Fan Tian.
Fan Tian pun segera melangkah untuk memasuki aula paviliun itu dengan tenang.
Saat memasuki aula, Fan Tian langsung bisa melihat dua sosok wanita, yaitu Dong Huang dan Bei Feiyan yang sedang duduk dan dalam keadaan baik.
Akhirnya ia segera menatap kedepan dan langsung berhenti selanjutnya berkata "Zhao Yun menghadap Pangeran!" Seru Fan Tian setelah berada tepat didepan Li Ying.
"Pendekar Zhao, silahkan duduk!" Balas Li Ying dengan senyuman yang bersahabat.
Pria yang menuntun Fan Tian hingga bisa tiba di tempat itu segera mempersilahkannya untuk duduk di tempat yang sudah disiapkan.
Setelah Fan Tian duduk, Li Ying pun kembali angkat suara.
"Bagaimana keadaan pendekar Zhao? Apakah baik-baik saja?"
"Iya Pangeran, saat ini aku baik-baik saja." Jawab Fan Tian.
"Pangeran Li, sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas bantuannya karena sudah menyelamatkan kedua rekanku dan juga telah menyelamatkan diriku!"
"Saat ini aku merasa sangat sulit untuk bisa membalas kebaikan pangeran tersebut..."
"Namun, menurut apa yang aku pikirkan, sebaiknya kami bertiga pergi saja dari sini, sebab takutnya keberadaan kami ditempat ini akan mendatangkan masalah yang serius bagi pangeran." Tutup Fan Tian sambil menangkupkan kedua tangannya.
"Jika berada di kediaman ku ini, pendekar Zhao tidak perlu mencemaskan hal itu...meskipun jenderal Wang Zijun memiliki posisi yang sangat tinggi di negeri Zhong ini, namun posisinya itu belum cukup kuat untuk bisa masuk dengan seenaknya di kediaman klan kami ini..."
__ADS_1
"Untuk itu, pendekar Zhao tenang saja...aku jamin kalian bertiga aman untuk tinggal disini." Tutup Li Ying.
"Mohon maaf jika aku lancang...namun sebelumnya, memang kami bertiga telah memiliki rencana untuk segera pergi meninggalkan kota Guancheng ini..."
"Sehingga jika pangeran berkenan, kiranya bisa sekali lagi membantu kami bertiga untuk dapat keluar dengan aman dari kota ini." Tutup Fan Tian.
Li Ying yang mendengar perkataan Fan Tian sedikit terdiam sebelum kembali berkata.
"Pendekar Zhao, bukannya aku tidak ingin untuk membantu kalian bertiga meninggalkan kota ini, namun menurutku saat ini bukanlah waktu yang tepat!?"
"Sebab saat ini, sudah pasti jenderal Wang Zijun akan mengerahkan semua pasukannya untuk terus mencari keberadaan kalian bertiga..."
"Dan meskipun aku bisa mengantarkan kalian untuk keluar dari kota ini, namun tentunya aku tidak bisa terus untuk bersama dengan kalian..."
"Jika pasukan ku yang mengantarkan kalian, pasti jenderal Wang Zijun akan tetap memaksa untuk memeriksa kereta kuda yang akan kalian pakai, sehingga menurutku saat ini tidak tepat bagi kalian bertiga untuk meninggalkan kota ini..."
"Untuk itu, sebaiknya kalian bertiga tinggal disini setidaknya dalam beberapa hari saja..."
"Dan jika situasinya sudah kembali terlihat seperti biasanya, kalian bertiga sudah bisa untuk pergi melakukan perjalanan sesuai dengan yang sudah kalian rencanakan..."
"Bagaimana menurut pendekar Zhao!?" Tanya Li Ying ingin memastikan.
Fan Tian pun terdiam dan mulai memikirkan tentang apa yang baru saja dikatakan oleh sang pangeran.
"Sepertinya memang benar apa yang pangeran Li Ying katakan itu, jika kita melakukan perjalanan hari ini juga, mungkin peluang bagi jenderal Wang Zijun untuk bisa menemukan keberadaan kita akan semakin besar..."
"Sebaiknya aku mengikuti saran dan tawaran dari pangeran Li Ying..."
"Namun ada satu hal yang membuatku merasa terbeban jika tinggal disini, karena sudah pasti pangeran Li Ying akan mengungkit masalah identitas ku lagi..."
"Zhao Yun, sebaiknya kita mendengarkan apa yang pangeran Li Ying katakan itu dan menerima niat baiknya untuk kita tinggal beberapa hari disini." Ucap Dong Huang menyarankan.
"Itu benar! Sebaiknya kita tinggal disini saja untuk beberapa hari kedepan." Bei Feiyan menambahkan.
"Baiklah! Kita akan tinggal disini untuk beberapa hari kedepan. Dan jika situasinya telah kembali seperti biasanya, kita bertiga akan meninggalkan kota ini." Ucap Fan Tian menanggapi ucapan kedua wanita tersebut.
"Pangeran! Sekali lagi Aku mengucapkan terima kasih atas kebaikanMu!" Lanjut Fan Tian.
"Pendekar Zhao tidak perlu merasa sungkan seperti itu terhadapku...anggap saja kita ini sebagai keluarga." Li Ying sedikit menyinggung mengenai hubungannya dengan Fan Tian.
"Mohon ampun Pangeran! Aku tidak berani berpikir seperti itu!" Balas Fan Tian sambil mengambil sikap hormat.
"Pendekar Zhao, mengapa Anda bersujud seperti itu? Aku merasa tidak enak hati dengan sikapmu itu...cepatlah bangkit berdiri." Tutur Li Ying dan dengan cepat bangkit dari tempat duduknya serta berjalan mendekat dan mengangkat tubuh Fan Tian agar berdiri.
Di Saat yang bersamaan, seorang pria paru baya terlihat melangkah memasuki aula paviliun dimana mereka berada.
Pria yang terlihat berpakaian megah dan sangat berwibawa itu merasa penasaran dengan apa yang sedang terjadi didalam ruangan tersebut.
Karena terfokus dengan Li Ying dan Fan Tian, sehingga beberapa orang yang ada didalam ruangan itu tidak mengetahui kedatangan pria paruh baya tersebut.
"Ada apa ini?" Tanya pria itu yang tidak lain adalah Li Zian.
__ADS_1
Semuanya langsung terkejut mendengar suara Li Zian dan segera menatap secara bersamaan ke arah datangnya suara itu.
"Hormat kepada Paman Kerajaan!" Seru Li Ying dan beberapa orang yang ada didalam ruangan itu selain Fan Tian dan Dong Huang.
Fan Tian dan Dong Huang yang melihat sikap semua orang yang ada diruangan itu secara serentak memberi hormat, keduanya pun ikut melakukan hal itu.
"Sudah...sudah, berdirilah!" Tutur Li Zian menanggapi sikap semua orang didalam ruangan tersebut.
Semuanya segera bangkit dan Li Zian pun segera duduk di kursi utama yang ada di dalam ruangan itu.
"Semuanya silahkan duduk!" Seru Li Zian.
Mereka pun segera mengikuti perintah Li Zian dan segera duduk di tempat mereka masing-masing.
"Siapa mereka?" Tanya Li Zian.
"Zhao Yun memberi hormat kepada Paman Kerajaan!"
"Dong Huang dari sekte Qingyin memberi hormat kepada Paman Kerajaan!"
"Bei Feiyan memberi hormat kepada Paman Kerajaan!"
"Zhao Yun!? Bukankah anda adalah pendekar muda yang baru saja menggemparkan kota kerajaan ini?" Tanya Li Zian sambil menatap tajam ke arah Fan Tian.
"Itu benar!" Jawab Fan Tian.
"Ying'er, apa dia pendekar muda yang kau ceritakan sebelumnya?" Li Zian bertanya lagi untuk memastikan.
"Itu benar, dialah orang yang aku ceritakan kepada ayah." Jawab Li Ying.
Li Zian kembali menatap Fan Tian dengan penuh selidik hingga beberapa saat.
"Wajahnya benar-benar terlihat sangat mirip seperti Yan'er..."
"Tidak salah lagi, dia memang adalah cucuku. Aku harus berbincang-bincang secara empat mata dengannya..."
Li Zian terus memikirkan tentang Fan Tian dan matanya tidak berkedip sedikitpun.
"Baiklah, kalian berdua silahkan duduk kembali..."
"Senang bisa bertemu dengan kalian berdua." Tutup Li Zian.
Pria paruh baya itu kini mengabaikan Bei Feiyan yang saat itu sedang menjalankan perintahnya.
Sehingga ia hanya menganggap Fan Tian dan Dong Huang sebagai orang baru dihadapannya saat itu.
Bei Feiyan masih tetap berdiri untuk menunggu perintah dari Li Zian.
Karena sudah menyadari posisi Bei Feiyan, akhirnya Li Zian pun kembali berkata.
"Kau silahkan duduk juga."
__ADS_1
Bei Feiyan pun akhirnya duduk setelah diperintahkan.
~Bersambung~