
Saat melanjutkan perjalanan ke kota Jin, karena untuk mengantisipasi agar identitasnya tidak diketahui oleh banyak orang, Fan Tian pun melakukan penyamaran.
Itu karena sudah ada orang yang mengetahui identitasnya sebagai pendekar yang berasal dari sekte Lembah Neraka.
Dan orang yang mengetahuinya itu tidak lain adalah Hang Liu, pendekar pengendali elemen logam yang sempat bertarung dengannya.
Sedangkan Dong Huang sendiri, kini sudah tiba di kota Jin dan sedang menanti kedatangan Fan Tian.
Wanita itu kini sedang duduk di lantai dua salah satu paviliun yang juga sebagai penginapan di kota Jin.
Posisi yang dia ambil tepat menghadap jalan utama kota itu, sehingga dirinya bisa mengawasi setiap orang yang baru saja memasuki kota Jin.
"Apakah dia akan tetap datang ke kota ini?"
"Bagaimana jika dia merubah penampilannya? Apakah aku bisa mengenalinya?"
"Apa benar tujuannya untuk mencari kakaknya yang telah terpisahkan dua belas tahun yang lalu?"
"Ataukah itu hanya alasannya saja untuk bisa menutupi tujuannya yang sebenarnya?"
"Tetapi mengapa Fan Tian melakukan penculikan terhadap sosok yang berada di dalam kereta kuda itu untuk menanyakan tentang nama sekte Lembah Neraka yang sering digunakan oleh para perampok?"
"Apakah dia memiliki hubungan dengan sekte Lembah Neraka?"
"Jika itu benar, hubungan seperti apa yang dia miliki?"
"Apakah dia berasal dari sekte Lembah Neraka? Ataukah pembantaian keluarganya itu berhubungan dengan sekte aliran hitam itu?"
"Sebelum aku bisa memastikan dengan benar, aku tidak boleh berburuk sangka kepadanya."
Segala pertanyaan mulai muncul di kepala Dong Huang mengenai siapa dan tujuan Fan Tian.
Saat dirinya fokus memperhatikan jalan utama kota Jin, tiba-tiba dia melihat ada satu sosok yang memakai topi caping yang terbuat dari rotan berjalan memasuki kota Jin.
"Dari gerak geriknya, seperti itu tidak asing bagiku, apakah dia adalah Fan Tian yang sedang menyamar?"
Karena sangat penasaran, Dong Huang pun melompat turun untuk menghadang jalan sosok tersebut.
Sosok itu merasa terkejut dengan tindakan Dong Huang dan langsung menundukkan kepalanya.
"Ayo, angkat wajahmu!" Seru Dong Huang agar bisa melihat wajah sosok didepannya.
Sosok itu menggelengkan kepalanya untuk menanggapi perkataan Dong Huang.
"Dasar bodoh! Jika kau tidak mengenaliku, mengapa menggelengkan kepalamu?"
"Itu sama halnya kau memberitahukan identitasmu kepadaku!"
"Cepat tanggalkan penyamaranmu itu! Sebab aku sudah mengenalimu!" Seru Dong Huang lagi.
"Sial! Ternyata penyamaranku belum sempurna, sebab nona Dong Huang masih bisa mengenaliku." Fan Tian membantin.
"Tidak mau! Aku tidak akan menanggalkan penyamaranku ini!" Balas Fan Tian.
"Kenapa? Apakah kau sedang bersembunyi dari seseorang?"
"Iya! Aku memang ingin bersembunyi dari seseorang!"
"Memangnya siapa orang itu? Apakah dia ingin menyakitimu?"
"Orang itu adalah kau!"
__ADS_1
"Kau...!" Dong Huang tidak bisa melanjutkan perkataannya dan wajahnya langsung berubah menjadi cemberut.
"Ternyata dengan wajah seperti itu, kau terlihat jelek juga!" Ledek Fan Tian untuk menggoda Dong Huang.
Gadis cantik itu langsung merengek manja dan segera mengejar Fan Tian.
Pemandangan itu menarik perhatian banyak orang yang tidak jauh dari tempat dimana keduanya berada.
"Bukankah itu atribut dari sekte Qingyin? Mengapa wanita itu bisa begitu dekat dengan seorang pria?"
"Itu benar! Sepertinya wanita itu lupa dengan aturan sektenya yang melarang mereka untuk dekat dengan seorang pria."
Berbagai macam komentar pun di lontarkan oleh setiap orang yang melihat kedekatan Dong Huang dan Fan Tian.
Dan memang penilaian mereka benar adanya, sebab kedekatan Dong Huang dengan Fan Tian, membuat dirinya melupakan aturan sektenya.
Seakan sosok Fan Tian sudah mengambil bagian yang besar didalam hati Dong Huang.
Setelah Dong Huang bisa menangkap Fan Tian. Ia segera memeluknya seakan tidak ingin berpisah lagi.
"Nona Dong! Jaga sikapmu! Ada banyak pasang mata yang melihat kearah kita!" Fan Tian mengingatkan Dong Huang sambil berbisik.
"Aku sangat mengkhawatirkan dirimu, sebab semalam aku melihat ada sepuluh mayat yang tergeletak di jalan serta bangkai kuda yang kau tunggangi."
"Sehingga aku berpikir kau saat itu berada dalam bahaya...itulah mengapa aku terus mengawasi setiap orang yang masuk ke kota ini."
"Aku hanya berharap tidak terjadi sesuatu yang buruk kepadamu."
"Dan ternyata harapanku menjadi kenyataan, sebab saat ini aku masih bisa bertemu lagi denganmu."
Dong Huang sedikit bersandiwara agar Fan Tian tidak mencurigai dirinya karena telah mengetahui kemampuan yang dia sembunyikan.
"Langit masih memberikan ku kesempatan untuk hidup, sehingga saat itu pria yang sempat bertemu dengan kita di tempat peristirahatan datang untuk menolongku."
"Terus, bagaimana kabar pria yang menolongmu itu? Apakah dia selamat dari tangan kelompok perampok itu?"
"Aku juga tidak tahu, sebab aku hanya bisa berlari meninggalkan mereka yang saat itu sedang bertarung."
"Apakah kau tidak melihatnya diantara sepuluh jasad yang kau temukan itu?" Dengan raut wajah khawatir.
Dong Huang menggelengkan kepalanya menjawab pertanyaan Fan Tian.
"Ternyata dia adalah aktor yang baik juga...jika aku tidak melihat dengan mata kepalaku sendiri, pasti aku akan mempercayai semua omongannya ini." Pikir Dong Huang sambil tersenyum menatap Fan Tian.
"Mengapa kau menatapku seperti itu? Apakah ada yang lucu dengan diriku?" Tanya Fan Tian.
"Tidak! Aku saat ini hanya senang saja karena bisa melihatmu masih dalam keadaan yang sehat."
Dong Huang segera menggenggam dengan manja tangan pria muda itu dan mengajaknya untuk memasuki penginapan.
Saat memasuki penginapan, Fan Tian pun bertanya.
"Nona Dong, mengapa kau mencemaskan aku?"
"Apakah kau tidak punya hati? Orang yang sudah menghadapi dan lolos beberapa kali bahaya bersama dan tidak mencemaskan dirinya jika mengetahui ada masalah yang sedang menimpanya!?"
"Ohhh, aku pikir ada alasan yang lain!?" Ucap Fan Tian.
"Apa maksudmu dengan alasan yang lain itu?" Tanya Dong Huang.
"Tidak! Aku hanya sembarang bicara saja."
__ADS_1
Keduanya akhirnya tiba di kamar yang telah disewa oleh Dong Huang.
"Fan Tian, sebaiknya kau segera membersihkan tubuhmu dan lanjut beristirahat saja, karena tentunya banyak energimu yang terkuras saat kejadian semalam."
"Baiklah, terima kasih nona Dong atas pengertiannya."
Fan Tian pun segera melakukan apa yang disuruh oleh Dong Huang.
Dirinya segera meminum ramuan yang dia ciptakan untuk bisa mengembalikan energi qi miliknya yang banyak terbuang.
Sedangkan Dong Huang hanya bisa tetap berada di dalam kamar itu untuk mengawasinya.
Beberapa jam kemudian, akhirnya Fan Tian pun telah selesai memulihkan kembali energi qi miliknya.
"Mengapa dirinya begitu cepat bisa memulihkan energi qi miliknya? Apakah itu berhubungan dengan ramuan yang dia minum sebelumnya?"
Saat itu, karena kekurangan alkemis, sehingga ramuan seperti yang Fan Tian miliki sangat langkah untuk bisa ditemukan.
Untuk itu, Hang Liu membutuhkan waktu yang tidak singkat untuk bisa memulihkan energinya yang telah terkuras saat menghadapi Fan Tian.
"Apakah tenagamu telah kembali pulih?" Tanya Dong Huang.
"Iya!" Jawab Fan Tian singkat.
"Bagaimana kau bisa pulih secepat itu?"
"Apakah kau lupa jika aku ini adalah seorang tabib dan juga seorang alkemis?" Balas Fan Tian.
"Huuusss! Jangan keras-keras! Bisa-bisa kau lenyap tak berbekas!" Sela Dong Huang.
"Apa maksud perkataanmu itu?" Tanya Fan Tian bingung.
"Menurut yang aku dengar, sejak belasan tahun yang lalu, para alkemis di wilayah negeri Zhong ini semuanya menghilang secara misterius."
"Itu juga mungkin yang dialami oleh keluargamu, sehingga jangan sekalipun kau mengaku sebagai seorang alkemis."
"Takutnya kau akan mengalami nasib yang sama dengan mereka." Tutup Dong Huang.
"Kau tidak perlu khawatir dengan diriku, sebab itu sudah menjadi takdirku semenjak aku kecil." Fan Tian menanggapi.
"Nona Dong, ada banyak hal tentang diriku yang tidak aku beritahukan kepadamu. Dan semua itu berkaitan dengan keselamatan."
"Aku sangat takut jika ada orang yang dekat dengan ku dan bisa dimanfaatkan oleh orang lain untuk bisa mencapai tujuan mereka."
"Untuk itu, aku ingin kedekatan kita ini tidak terlalu tersebar luas."
"Sebenarnya apa yang ingin kau sampaikan kepadaku?" Tanya Dong Huang penasaran.
"Yang pertama, Aku hanya bisa mengingatkan dirimu perihal aturan sektemu itu...kedekatan kita ini akan berdampak buruk bagimu."
"Yang kedua, aku tidak ingin melibatkan dirimu dengan semua urusan serta setiap perbuatanku, sebab itu juga akan sangat berbahaya untuk keselamatan mu."
"Dan yang terakhir, kau adalah orang pertama setelah keluarga dan orang tua angkat ku yang mencemaskan keadaanku...untuk itu, kau telah menjadi sosok yang sangat berarti dalam hidupku."
"Untuk itu, sebaiknya untuk beberapa waktu kedepan, kita tidak boleh bersama."
"Kau kembalilah ke sektemu dan selesaikan apa yang dipesankan oleh tetua itu."
"Aku juga akan melakukan apa yang sudah menjadi tujuanku...kedepannya pasti kita akan bertemu lagi."
"Nona Dong, jaga dirimu baik-baik, kedepannya aku pasti akan datang untuk menemuimu." Tutup Fan Tian dan langsung melesat keluar dari kamar itu dan melompat dari atap satu keatap bangunan yang lain hingga dia bisa meninggalkan kota itu.
__ADS_1
~Bersambung~