
Keesokan harinya, Fan Tian pun mengajak Sung Yunzhi agar pergi menemui Liu Ruyan untuk berpamitan.
"Tuan...nona...sebaiknya kalian menunggu sebentar, sebab ada yang ingin nona kami sampaikan kepada kalian berdua." Ucap sang pelayan menyambut kedatangan keduanya.
"Nona Liu Ruyan saat ini sedang berada dimana?" Tanya Sung Yunzhi.
"Saat ini nona kami sedang bersiap." Jawab pelayan itu.
"Bersiap untuk apa?" Tanya Sung Yunzhi lagi.
"Mohon maaf nona, aku tidak bisa memberitahukannya kepada anda." Jawab pelayan itu lagi.
"Nona Sung, aku sudah disini." Liu Ruyan menyela.
"Nona Liu, sepertinya anda terlihat ada urusan penting hari ini...untuk itu, kami berdua saat ini juga akan pergi dari sini untuk melanjutkan perjalanan kami" Ucap Fan Tian.
"Itu benar, aku memang punya urusan penting hari ini, dan urusan penting itu adalah ingin mengajak kalian berdua ke paviliun senjata milik keluarga kami...disana ada berbagai macam jenis senjata dengan kualitas yang sangat tinggi...untuk itu kalian berdua tidak boleh menolak ajakanku ini"
"Ayo kita berangkat" Ajak Liu Ruyan.
Keduanya pun hanya bisa saling menatap dan segera mengikuti wanita itu dari belakang.
Setelah tiba di paviliun senjata milik keluarga bangsawan Liu, Fan Tian pun merasa tercengang setelah melihat berbagai jenis senjata dari kualitas terendah hingga kualitas terbaik.
"Bagaimana? Apakah ada senjata yang membuat kalian berdua merasa tertarik untuk memilikinya?"
"Khusus untuk kalian berdua, aku akan memberikan potongan harga sebesar lima puluh persen dari harga senjata yang ada."
"Nona Liu, aku memiliki senjata yang berasal dari sekte kami, sebagai identitas kami...untuk itu, aku tidak membutuhkan senjata lagi."
"Bagaimana dengan tuan Zhao Yun?" Tanya Liu Ruyan lagi.
"Nona Liu, sebenarnya aku sedang mencari sebuah senjata berupa tombak yang cocok untuk bisa aku gunakan, sebab sampai saat ini, aku belum pernah menemukan tombak yang cocok." Jawab Fan Tian.
"Ohh, menurutku, ada sebuah tombak yang mungkin sangat cocok bagi tuan Zhao Yun, namun harganya sangat mahal, aku...." Liu Ruyan tidak bisa melanjutkan ucapannya.
"Aku mengerti yang nona Liu pikirkan itu, tetapi tenang saja, aku pasti akan membayarnya jika memang tombak itu sangat cocok untuk bisa aku gunakan." Ucap Fan Tian.
Liu Ruyan berpikir Fan Tian tidak memiliki cukup uang untuk bisa membayar senjata tombak yang dia maksudkan itu.
Mendengar ucapan Fan Tian, Liu Ruyan pun segera mengantarkannya meskipun merasa tidak yakin.
Mereka bertiga pun kini tiba ditempat dimana tombak yang Liu Ruyan maksudkan itu disimpan.
"Itu dia tombak yang saya maksudkan." Ucap Liu Ruyan sambil menunjuk ke salah satu tombak yang di letakan ditempat khusus.
Fan Tian segera mendekati tombak itu untuk bisa merasakan kekuatan yang terkandung didalamnya.
Tindakannya itu diperhatikan oleh dua wanita cantik yang datang bersama dengannya.
__ADS_1
"Aku rasa tuan Zhao Yun hanya ingin melihatnya saja, sebab pasti dia tidak bisa membayar senjata itu." Ucap Liu Ruyan.
"Jika aku boleh tahu, sebenarnya berapa harga tombak itu?" Tanya Sung Yunzhi penasaran.
"Harga tombak itu tidak kurang dari 1000 keping emas...tetapi untuk tuan Zhao Yun, aku bisa menjualnya dengan harga 500 keping emas saja." Jawab Liu Ruyan dan lanjut menjelaskan.
"Apakah tuan Zhao Yun akan merasakan hal yang sama dengan apa yang kakak Chen Zhu rasakan?" Pikir Sung Yunzhi yang membuat wajahnya terlihat sedih.
Situasi saat itu mengingatkannya dengan situasi saat Chen Zhu ingin membeli pil peningkat basis kultivasi.
Tiba-tiba Fan Tian mulai berpindah ke tombak yang lain, yang juga berada ditempat itu.
Hingga Fan Tian berhenti di sudut ruangan itu, dimana terlihat ada salah satu tombak yang terlihat sangat usang.
Fan Tian merasakan tombak itu seperti sangat cocok untuk bisa dia gunakan, namun tampilannya tidak terlalu baik.
"Tuan Zhao, jika kau menginginkan tombak itu, aku akan dengan senang hati untuk memberikan secara gratis kepadamu untuk menjadi sebagai tanda pertemanan kita." Ucap Liu Ruyan setelah mendekat.
Fan Tian tidak menghiraukan ucapan Liu Ruyan, namun segera meraih tombak itu dan mulai mencoba untuk bisa merasakan kekuatannya.
Sesaat kemudian Fan Tian pun berkata.
"Apa benar tombak ini akan anda berikan kepadaku secara gratis?"
"Iya! Itu benar!" Jawab Liu Ruyan dengan serius.
"Baiklah, jika demikian, aku ingin mencoba kualitas tombak ini." Ucap Fan Tian sambil menyalurkan energi qi miliknya.
"Nona Liu, tidak baik memberikan secara gratis sesuatu yang juga adalah barang dagangan dari salah satu usaha keluarga kalian...untuk itu, ambil ini sebagai bayaranku atas tombak ini." Sambil menyerahkan sepuluh keping emas kepada Liu Ruyan.
Wanita itu langsung tersentak melihat emas ditangannya.
"Tuan Zhao, emas yang kau berikan ini terlalu banyak untukembayar tombak itu!" Seru Liu Ruyan dan ingin mengembalikannya.
"Nona Liu, sebenarnya emas yang aku berikan itu, terlalu sedikit jika dibandingkan dengan kualitas tombak ini, itu karena kualitas tombak ini lebih baik dari kualitas seluruh tombak ditempat ini, sehingga aku merasa sangat bahagia hari ini karena bisa menemukan tombak yang aku inginkan selama ini."
Sikap Fan Tian membuat Liu Ruyan merasa tidak percaya...apalagi setelah mendengar kata-katanya.
"Tuan Zhao, sepertinya anda belum terlalu pintar untuk menilai kualitas dari setiap senjata, sebab anda mengatakan bahwa tombak itu memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan tombak yang lain ditempat ini...apakah anda sedang mengatakan bahwa tombak itu lebih baik dari tombak yang kami pajang itu?"
"Nona Liu, memang tombak itu terbuat dari bahan yang berkualitas tinggi, meski demikian, kualitasnya masih kalah jauh dengan kualitas tombak milikku ini." Ucap Fan Tian dengan bangga.
"Suatu saat, anda akan mendengar nama besar seorang pendekar dengan senjata tombaknya." Lanjut Fan Tian.
"Nona Sung, sepertinya saat ini aku sudah tidak merasa khawatir lagi untuk menghadapi seorang pendekar bergelar sekalipun...jadi aku sangat yakin untuk bisa membantumu agar bisa menemukan saudara seperguruan mu serta tetua yang kau maksudkan itu."
"Ayo kita pergi!"
"Terima kasih nona Liu atas kebaikanmu, suatu saat nanti, aku pasti akan membalas kebaikanmu ini." Tutup Fan Tian dan segera pergi bersama dengan Sung Yunzhi.
__ADS_1
Kekacauan yang terjadi malam itu, belum sempat didengar oleh Sung Yunzhi dan Fan Tian, sehingga keduanya langsung meninggalkan kota Guancheng dengan menunggang kuda untuk menuju ke tempat dimana rombongan mereka diserang oleh perampok.
Sung Yunzhi merasa sangat bahagia saat memulai perjalanannya bersama dengan Fan Tian.
Sedangkan Liu Ruyan pun segera kembali ke kediamannya.
Chou Ran segera menyampaikan apa yang baru saja dia dengar dari komandan Jue Wei.
"Apa katamu? Ada kelompok yang menyerang tetua Chen Song? Tolong antarkan aku ke penginapan tersebut, sebab nona Liu Ruyan dan tuan Zhao Yun beberapa saat yang lalu telah meninggalkan kota Guancheng untuk bisa menemukan mereka."
"Jika ketua Chen saja mereka serang, apa lagi hanya nona Sung Yunzhi dan tuan Zhao Yun!?" Pikir Liu Ruyan.
Chou Ran pun segera mengantarkan Liu Ruyan ke penginapan tempat dimana Chen Song beristirahat.
Kedatangan Liu Ruyan langsung menarik perhatian bagi prajurit klan Han serta para pengawal Fei Bin saat dirinya tiba di penginapan itu.
"Selamat datang nona Liu, apakah ada yang bisa kami bantu?" Sambut seorang pelayan yang telah mengenali Liu Ruyan.
"Aku ingin bertemu dengan tetua Chen, sebab ada hal penting yang ingin aku sampaikan kepadanya."
"Nona Liu, yang duduk disana itu, dialah tetua Chen Song." Ucap pelayan itu memberitahukan.
"Terima kasih." Liu Ruyan pun segera pergi mendekati beberapa orang yang sedang duduk sambil memberikan hormat kepada salah satu pria.
"Tuan Han, mohon maaf jika aku datang mengganggu ketenangan kalian, akan tetapi kedatangan ku ini memiliki tujuan yang sangat penting."
"Nona Liu, senang bisa melihatmu...menurutku, kedatanganmu ini tidak mengganggu kami. Silahkan duduk!" Balas Han Cunji.
"Tuan Han, bukannya aku menolak tawaran mu, namun saat ini aku sedang mengkhawatirkan keselamatan temanku, sehingga secepatnya harus disampaikan kepada tetua Chen Song."
"Siapa teman yang anda maksudkan? Serta mengapa kau ingin memberitahukan kepada ku?" Sela Chen Song.
"Temanku itu bernama Sung Yunzhi!"
"Apa katamu? Sung Yunzhi? Apa benar yang kau katakan itu?" Sergah Chen Zhu.
"Iya, itu benar...semalam dia beristirahat di kkediamanku...dan yang perlu diingat bahwa dia kemarin baru saja diselamatkan oleh seorang pria bernama Zhao Yun."
"Untuk itu, keduanya pun saat ini berniat untuk mencari kalian berdua ditempat terakhir kalian berpisah." Lanjut Liu Ruyan.
"Jika demikian, sebaiknya kita segera pergi untuk menyusulnya, jika kita menemukan mereka, kami akan kembali lagi kesini...untuk itu, saya mohon tuan Bian menunggu kami disini saja." Ucap Chen Song.
"Tuan Fei, mohon anda juga tunggu saja disini bersama dengan tuan muda." Lanjut Dui Buqi.
"Tetua Dui, aku ikut bersama dengan mu juga." Sambung Dong Huang.
Dui Buqi pun menganggukkan kepalanya menyetujui.
Akhirnya delapan pendekar ahli bersama dengan lima puluh prajurit milik klan Liu berangkat menuju ke hutan bambu.
__ADS_1
~Bersambung~