
Sosok yang mengetuk pintu kamar Fan Tian tidak lain ialah Bei Feiyan yang merasa penasaran dengan apa yang sedang terjadi.
Hal itu karena suara yang dihasilkan oleh tubuh dua orang yang terjatuh itu terdengar sangat jelas sampai dikamar yang ditempati oleh Bei Feiyan.
Dirinya berpikir jika sudah terjadi sesuatu dengan Fan Tian, sebab ia telah diberikan tugas oleh Li Ying untuk melindungi pemuda itu.
Setelah mengetuk, dan tidak ada suara yang menanggapinya, Bei Feiyan pun segera membuka paksa pintu kamar Fan Tian.
Braaakkk
Suara pintu kamar Fan Tian yang telah hancur diterjang oleh tendangan kaki Bei Feiyan dan segera masuk ke kamar itu.
Sedangkan Fan Tian dan Dong Huang, secara bersamaan dengan ketukan tersebut, langsung saling melepaskan diri dan dengan cepat segera bangkit serta membenarkan kondisi pakaian mereka berdua.
Dan pada saat itu juga, Bei Feiyan telah merusak pintu kamar tersebut dan masuk kedalamnya dengan tatapan mata yang tertuju ke arah kedua sosok yang berbeda jenis kelamin itu.
Beberapa saat mereka bertiga hanya bisa terdiam dan saling menatap seakan sulit untuk bisa mengeluarkan sepatah kata pun.
Hingga Fan Tian berinisiatif untuk memulai pembicaraan agar bisa mencairkan suasana saat itu.
"Nona Bei, mengapa anda menerobos masuk dengan merusak pintu kamar ini?" Tanya Fan Tian.
"Maafkan aku tuan muda! Itu karena aku mendengar seperti ada keributan serta benturan keras yang berasal dari kamar ini, itulah yang membuatku menerobos masuk seperti itu." Jawab Bei Feiyan sambil tertunduk malu.
"Sudahlah, biarkan aku yang akan melaporkan hal ini kepada pangeran Li Ying..." Ucap Fan Tian sambil berjalan menjauhi Dong Huang.
"Tetapi apa alasan yang harus aku katakan kepada paman mengenai kerusakan ini!?" Pikir Fan Tian.
Sesaat kemudian, beberapa prajurit yang berjaga pun tiba didepan kamar Fan Tian.
"Tuan! Apa yang telah terjadi?" Tanya seorang prajurit yang adalah komandan kelompok kecil tersebut.
"Ohh, sebenarnya tidak ada hal serius yang terjadi, sebab hanya kesalapahaman saja dari bawahan ku ini...jika tuan tidak keberatan, tolong perbaiki pintu itu, biar aku yang menanggung biayanya." Jawab Fan Tian.
"Baiklah! Jika hanya kesalahpahaman, kami pergi dulu dan akan menyuruh seorang tukang kayu untuk segera memperbaiki pitu ini." Balas sang komandan.
"Terima kasih tuan!" Tutur Fan Tian.
Pemuda itupun kembali menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil memikirkan situasi yang baru saja terjadi diantara dirinya dengan Dong Huang serta tindakan yang dilakukan oleh Bei Feiyan.
"Tuan muda! Selanjutnya apa yang harus saya lakukan!?" Tanya Bei Feiyan lagi.
"Kau dan juga nona Dong Huang kembali saja ke kamar kalian, karena saat ini aku akan pergi untuk menemui pangeran Li Ying." Jawab Fan Tian.
"Baiklah!" Jawab keduanya serentak dan segera pergi meninggalkan kamar itu.
Fan Tian pun langsung meninggalkan kamar itu juga untuk menemui Li Ying.
Saat tiba di kediaman Li Ying, Fan Tian pun langsung menyapa dua orang prajurit yang berjaga didepan paviliun tersebut.
__ADS_1
"Tuan! Apakah aku bisa bertemu dengan pangeran!?" Tanya Fan Tian.
"Mohon maaf pendekar Zhao, Pangeran saat ini sedang tidak berada di tempat." Jawab seorang prajurit.
"Dimana aku bisa menemuinya?" Tanya Fan Tian lagi.
"Sepertinya Pangeran sedang memiliki sedikit urusan dengan Paman Kerajaan." Jawab prajurit itu lagi.
"Terima kasih tuan atas informasinya." Ucap Fan Tian dan segera pergi menuju ke kediaman Li Zian.
***
Di kediaman Li Zian, terlihat Li Ying sedang berbincang-bincang dengan ayahnya mengenai kemampuan Fan Tian yang bisa menguasai teknik pedang keluarga mereka.
"Ayah, apakah anda yang telah memberikan teknik pedang keluarga kita kepada Fan Tian?" Tanya Li Ying.
"Mengapa kau bertanya seperti itu?" Balas Li Zian dengan pertanyaan juga.
"Aku dan Fan Tian baru saja melakukan latih tanding dengan menggunakan senjata pedang..."
"Sebenarnya awalnya aku merasa terkejut setelah melihat Fan Tian sedang berlatih dengan menggunakan pedang, sebab dia adalah seorang pendekar yang menggunakan senjata tombak saat bertarung..."
"Akan tetapi keterkejutan ku semakin bertambah disaat aku melihat pedang ditangannya..."
"Itulah mengapa aku merasa tertarik untuk menguji kemampuan teknik pedang yang dia miliki..."
"Setelah bertarung, aku baru menyadari bahwa ia juga menggunakan teknik pedang milik keluarga kita, itulah yang membuatku datang menemui ayah untuk bertanya." Tutup Li Ying menjelaskan.
"Ayah! Jika teknik pedang itu baru saja diberikan oleh mu, itu berarti dia adalah seorang pendekar yang sangat jenius, sebab aku tidak sanggup untuk bisa mengalahkannya."
"Apa katamu? Kau tidak sanggup untuk mengalahkan dirinya!? Bagaimana mungkin itu bisa terjadi hanya dalam waktu yang terbilang sangat singkat seperti itu!?"
"Menurutku itu tidak akan mungkin terjadi... Sejenius apapun pendekar itu, tetap saja dia tidak akan bisa menguasai teknik pedang itu dalam semalam!" Tutur Li Zian.
"Jadi ayah baru saja memberikan salinan kitab teknik pedang keluarga kita kepadanya!?"
"Sungguh sangat jenius..."
"Apakah dalam tiga hari ini dia bisa menguasai teknik pedang keluarga kita hingga ke tingkat tertinggi?" Gumam Li Ying.
"Menurutmu sudah sampai di tingkat berapa dia telah menguasai teknik pedang itu?" Tanya Li Zian penasaran.
"Saat kita berlatih tanding, dia hanya menggunakan teknik pedang itu di tingkat awal saja." Jawab Li Ying.
"Bukankah kau telah menguasai teknik pedang itu hingga di tingkat tiga!? Mengapa kau tidak bisa mengalahkan dirinya?" Tutur Li Zian merasa sangat terkejut dan tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar.
"Itu benar ayah...namun pemahamannya sepertinya lebih dalam dariku, sehingga dia bisa menggunakan teknik pedang itu lebih baik dariku." Balas Li Ying dengan nada datar.
"Benar-benar sangat jenius, dengan waktu singkat saja, tetapi dia sudah bisa mengalahkan mu yang sudah mempelajari teknik itu selama puluhan tahun..."
__ADS_1
"Apakah dia adalah satu-satunya penerus keluarga Li untuk kembali bisa berdiri menjadi seorang pendekar pedang nomor satu di wilayah Negeri Zhong ini!?" Gumam Li Zian.
"Sebab jika dirinya mampu menguasai teknik pedang itu hingga di tingkat enam saat dirinya menjadi seorang pendekar master, dia mampu menjadi seorang pendekar pedang nomor satu." Tutur Li Zian.
"Apakah dia tertarik untuk meningkatkan basis kultivasinya serta berlatih ilmu pedang keluarga kita hingga ke tingkat puncak?" Tanya Li Ying.
"Ayah pikir pasti saat ini dia akan semakin tertarik untuk bisa menguasai teknik pedang tersebut, karena dia telah merasakan bagaimana perbedaannya saat bertarung menggunakan pedang." Jawab Li Zian.
Saat keduanya sedang berbincang-bincang, tiba-tiba masuk seorang prajurit dan berkata.
"Lapor! Pendekar Zhao Yun saat ini ingin menghadap."
"Suruh dia masuk!" Balas Li Zian.
"Baik!" Balas prajurit itu dan segera pergi untuk menemui Fan Tian.
Tidak lama kemudian, Fan Tian pun segera memasuki ruangan tersebut.
"Hormat kepada Paman Kerajaan!"
"Hormat kepada Pangeran Li Ying!"
"Silahkan duduk." Ucap Li Zian sambil tersenyum.
Fan Tian pun segera duduk ditempat yang telah tersedia.
"Apakah ada hal yang ingin kau bicarakan?" Tanya Li Zian.
"Memang ada hal yang ingin saya sampaikan, akan tetapi hal itu sedikit konyol." Ucap Fan Tian dengan tersenyum malu.
"Apa itu?" Tanya Li Zian lagi.
"Begini...tadi saat aku sedang bermeditasi, tiba-tiba aku tidak sengaja mengeluarkan energi qi dari dalam tubuhku sehingga menghasilkan suara yang berisik..."
"Nona Bei Feiyan salah paham dengan hal itu sehingga dengan cepat menerobos masuk ke kamarku..."
"Dan tindakannya itu membuat kerusakan pintu kamar yang aku tempati, sehingga aku menyuruh beberapa prajurit untuk bisa memperbaikinya." Tutup Fan Tian sambil menggaruk kepalanya.
"Ha...ha...ha...ha...ha, aku pikir hal penting apa yang ingin kau sampaikan...terus dimana nona Dong Huang?" Li Zian menanggapi.
"Emmm, dia...dia sedang bersama denganku didalam kamar." Jawab Fan Tian malu-malu.
"Apakah dia adalah kekasihmu?" Tanya Li Zian dengan senyuman karena sudah bisa memahami apa yang terjadi setelah mendengar jawaban Fan Tian.
"Tidak! Dia bukan kekasihku, sebab sektenya memiliki aturan yang..." Fan Tian tidak bisa melanjutkan kata-katanya.
"Sudah-sudah...kau tidak perlu melanjutkannya lagi, sebaiknya kita mengganti saja topik pembicaraan kita saat ini." Li Zian memotong penjelasan Fan Tian.
Hati Fan Tian yang sudah berada dalam posisi terjepit untuk menjawab pertanyaan Li Zian, kini langsung merasa legah.
__ADS_1
Mereka bertiga pun kini mulai membicarakan tentang apa yang telah dibahas sebelumnya yaitu mengenai teknik pedang keluarga Li yang telah dikuasai oleh Fan Tian.
~Bersambung~