
Para Peserta sudah mengambil nomor undian.
Babak pertama akan menyisakan 50 orang Peserta. Dari 500 Peserta akan di bagi menjadi 50 Kelompok dan masing-masing kelompok yang terdiri dari 10 orang akan saling bertarung menyisakan 1 Pemenang yang akan lolos ke babak berikutnya.
Jumlah arena pertandingan ada lima.
"Para Peserta dengan nomor undian satu sampai sepuluh silahkan memasuki arena pertandingan nomor 1, nomor 11 sampai 20 di arena nomor 2, dan seterusnya sampai Peserta dengan nomor undian ke-50. Dari 10 Peserta hanya akan menyisakan satu Pemenang. Para peserta boleh menyerang siapa saja, boleh menyerah, boleh menggunakan Pusaka, boleh menggunakan cara apa saja, di larang untuk membunuh. Pertandingan di mulai setelah terdengar bunyi lonceng" Pemandu acara bersuara lantang.
Para Peserta yang di sebut mulai memasuki arena masing-masing. Para Tetua yang sudah di beri tugas, membentuk formasi pelindung di setiap arena. Formasi ini mengurung Para Peserta pertandingan untuk melindungi Penonton dari Aura ataupun jurus dan Teknik, sehingga setiap yang di lakukan Para Peserta pertandingan tidak berpengaruh kepada Para Penonton.
Lonceng berbunyi.
Sorak-sorai Para Penonton semakin riuh saling menjagokan jagoannya. Para gadis muda fokus ke arena nomor 4. Siapa lagi yang menjadi jagoan di kalangan mereka. Selain wajahnya yang tampan, Dia adalah jenius Kota yang bernama Dan Rui. Di usianya yang ke 15 tahun Dia sudah berada di tingkat Pendekar Kaisar level tinggi.
"Dan Rui... Semangat... "
"Dan Rui... Dan Rui... Kau milikku"
"Dan Rui... Jangan lengah"
"Dan Rui... Aku Cinta padamu"
Sorak sorai para Gadis saling bersahutan.
Setidaknya ada 4 Jagoan yang di gadang-gadang akan menjadi Pemenang yaitu Jin Fei dari Sekte Kincir angin, Miu Sin dari Kota bulu Merak, Xhio Li dari Sekte Rantai Jiwa, Dan Rui dari Kota Namdo.
Pertarungan sengit terjadi di semua arena.
Di arena nomor 2 dengan cepat menyisakan tiga Peserta. Terlihat seseorang Peserta di tingkat Pendekar Kaisar level awal menghadapi dua Peserta sekaligus yang berada di tingkat Pendekar Raja level puncak.
Sedang di arena nomor 5, Seorang Peserta terlihat sangat mendominasi. Benar-benar sebuah keberuntungan, Dia bertemu dengan Para Peserta yang levelnya jauh di bawahnya, dua Peserta bahkan menyerah sebelum bertarung karena tidak ada harapan. Diapun dengan mudah menjadi Pemenang dan maju Ke babak berikutnya. Dia adalah Feng Gun.
Dan Rui sendiri di arena nomor 4 sedang bertarung melawan Ryu jin, Peserta di tingkat Pendekar Kaisar level menengah. Peserta lain tak ada yang berani mencampuri pertarungan mereka karena bisa saja mereka terluka. Mereka sendiripun bingung harus bagaimana, sehingga memilih untuk menjauh dan menonton.
Ryu jin tidak mau menyerah. Teknik dan pengalamannya bisa mengimbangi Dan Rui. puluhan teknik dan jurus saling beradu. Aura dari keduanya mengintimidasi peserta lain.
Tak mau kalah dan berlama-lama, Dan Rui mengeluarkan jurus yang seharusnya menjadi rahasia untuk babak berikutnya.
__ADS_1
Dan Ruipun mengakhirinya dengan kemenangan. Peserta lain memilih turun dari arena dan menyerah sebelumnya karena Aura yang mengintimidasi mereka.
Sementara di semua arena kini sudah memiliki Seorang Pemenang yang akan maju ke babak berikutnya.
"Pertandingan berikutnya, nomor undian 51 sampai seratus silahkan memasuki arena masing masing. 10 Peserta dengan nomor undian paling rendah ke arena nomor paling rendah, dan seterusnya. Peraturannya sama seperti sebelumnya" Ucap Pemandu acara mengambil alih setelah mengumumkan para pemenang sebelumnya.
Pertandingan demi pertandingan sudah berlangsung dan sudah menyisakan separuh Pemenang di babak awal. Sementara Lin Mei tidak berhasil lolos karena satu arena dengan Jin Fei jenius dari sekte Kincir angin.
"Pertandingan berikutnya, nomor undian tiga ratus satu sampai tiga ratus lima puluh silahkan memasuki arena masing masing. Peserta dengan nomor undian paling rendah ke arena nomor paling rendah dan seterusnya. Peraturannya sama seperti sebelumnya"
"Adik Zhie.. Kau jangan bertindak bodoh, langsung saja menyerah" Ucap Lin Mei.
"Betul Adik Zhie...jangan sampai Kamu terluka" Ucap Feng Gun
Han Zhie dengan nomor undian 328 memasuki arena nomor 3. Begitupun dengan Para Peserta lainnya yang sudah berada di arena masing-masing. Para Tetuapun telah selesai membuat formasi di masing-masing arena pertandingan.
Tingggg
Bunyi lonceng terdengar dengan nyaring. Para Penonton yang sudah mulai bosan dengan babak pertama mulai kembali bersemangat dengan munculnya jagoan Mereka, Miu Sin. Begitupun beberapa Tetua Sekte dan lainnya di tempat VIP berharap dapat menyaksikan pertarungan yang menarik.
Orang-orang memandang remeh Han Zhie.
"Lihat di sana...Pemuda itu bahkan tidak mempunyai tingkatan"
"Ku pikir Dia akan langsung menyerah"
"Sungguh konyol Pemuda seperti itu mengikuti turnamen"
"Miu Sin benar-benar mendapatkan Lawan-lawan yang tidak sebanding"
"Haha betul... Bahkan ada sampah satu arena dengannya"
"Benar-benar pertandingan yang tidak menarik"
"Bocah itu sudah gila"
Bisik-bisik penonton bersautan merendahkan Han Zhie tetapi Han Zhie tidak bergeming dan tidak menaruhnya di hati. Orang-orang mulai beralih pandang ke arena yang lain yang mungkin akan ada pertandingan yang menarik perhatian Mereka, begitupun beberapa orang di barisan Tempat VIP.
__ADS_1
Sementara itu, Sun Ho hanya tersenyum mendengar bisikan-bisikan itu. Begitupun Walikota yang tidak berani berkomentar. Sementara beberapa Tetua sekte terlihat menyaksikan Han Zhie dengan seksama.
"Hanya ada dua kemungkinan seseorang yang kultivasinya tidak bisa terlihat, Dia memang lemah atau Dia sangat hebat. Orang seperti itu yang harus di waspadai di Dunia persilatan dan tidak boleh di singgung" Gumam salah satu Tetua.
Tetua yang lain hanya Mengangguk-angguk.
Di barisan Penonton paling belakang, Kepala Desa Pelangi membelalakkan matanya tidak percaya dengan apa yang Dia lihat.
"Siapa itu? Ah tidak mungkin.. Tapi sangat mirip. Han Zhie, sedang apa Dia di sana?. Bocah itu. Apa Dia tidak salah minum obat?" Kepala Desa Pelangi mengucek-ucek matanya tidak Percaya dengan yang Ia lihat.
Han Zhie dengan santai dan tenang berdiri di pinggiran arena. Peserta yang lain tidak ada yang menyerangnya. Mereka benar-benar tidak menganggapnya ada, dan hanya saling waspada terhadap satu sama lainnya kecuali Han Zhie.
Sedang Miu Sin, Dia mengeluarkan Aura rajanya untuk mengintimidasi Para Peserta. Karena Miu Sin sangat susah di kalahkan jika seorang diri, beberapa orang bersamaan menyerangnya dari samping kiri, kanan, depan, dan belakang sementara beberapa yang lain saling bertarung satu sama lainnya.
"Teknik seribu pisau" Ucap Miu Sin.
Ratusan Pisau-pisau berterbangan mengelilingi tubuhnya, melesat ke arah lawan-lawannya
"Besi Pelindung"
"Pedang Pemangsa"
"Auman Serigala Api"
"Teknik Pusaran Angin"
Teriak Peserta yang mengeroyoknya, pisau-pisau berhasil mereka halau dan tangkis. Beberapa pisau yang berhamburan di arena mengenai beberapa Peserta yang sedang bertarung.
Sedang Han Zhie asyik menonton karena di acuhkan. Dia berpura-pura tampak kualahan menghalau Pisau-pisau yang berterbangan ke arahnya. Beberapa pisau dengan sengaja di biarkan mengenai tubuhnya.
Dia masih ingin menonton dan tidak mau ada yang mengganggunya sehingga dengan licik berpura-pura lemah agar tidak ada yang menyerangnya. Kalaupun ada yang menyerangnya, Dia bisa saja dengan mudah mengalahkannya. Akan tetapi, Dia tak mau merusak semangat Para Peserta turnamen.
Penonton mulai melihat ke arah Han Zhie.
"Bocah itu licik. Dia sedang menunggu mengambil kesempatan"
"Hey bocah... Menyerahlah jangan licik"
__ADS_1
"Pemuda yang tidak tahu malu"
Teriak Penonton menghujat Han Zhie, tapi Han Zhie tidak menghiraukannya.