
Di balik Pintu
"Saudara Yin, Aku benar-benar tidak tahan mendengarnya. Ayu kita masuk" Gumam Kaisar kepada Yun Yintai.
"Kita tunggu sebentar lagi, jangan berpikir macam-macam. Tahan Saudara Mo"
"Ahhhhh" Teriak Ryuyie
"Apa benar-benar sakit?"
"Tidak tidak, tidak sakit lagi tabib kecil. Aku sudah sangat menikmatinya" ( Rasa sakit Ryuyie mengalahkan rasa senangnya melihat wajahnya yang sedikit demi sedikit berubah menjadi muda seiring semakin banyaknya racun yang keluar dari punggungnya).
"Cepat keluarkan lagi tabib kecil"
"Baiklah baiklah, sepertinya Kau sudah tidak tahan lagi"
"Ahhh(kesakitan) Ya tabib kecil keluarkan, Aku sudah tidak tahan"
"Akan Aku keluarkan Ra...
"Saudara Yin, Aku sudah tidak tahan dengan Mereka berdua"
Crekkkk
(Kaisar yang tidak tahan mendengar percakapan mencurigakan Mereka berdua menyelonong masuk ke kamar Ryuyie bersama dengan Yun Yintai)
"Cun-racun ini dari tubuhmu" Balas Han Zhie sambil menengok ke arah Pintu bersamaan dengan Ryuyie.
"Racun? Ahh ya ya racun. Tabib kecil ayu cepat keluarkan racun-racun itu" Ucap Kaisar menahan malu. Ia juga melihat wajah Ryuyie yang sudah seperti sediakala.
Yun Yintai menatap Kaisar Mo dengan wajah yang entah bagaimana menjelaskannya. Ia dan Kaisar begitu kagum dengan Han Zhie yang mampu menyembuhkan penyakit Ryuyie.
"Sudah selesai Kaisar"
"Kenapa cepat sekali, Sudah cepat keluarkan lagi yang banyak tabib kecil. Maaf sepertinya tidak ada disini barang yang Aku cari. Ayu Saudara Yin kita keluar lagi" Ujar Kaisar merasa sangat senang melihat kondisi Tuan Putri dan sedikit beralasan yang membuat Yun Yintai hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Han Zhie yang sudah menyelesaikan membuat mantranya wajahnya bertemu dengan wajah Tuan Putri.
__ADS_1
"Bagaimana menurutmu? Jangan bermimpi Aku mau menjadi isterimu" Ucap Putri Ryuyie.
"Apanya yang bagaimana? Wajahmu sekarang lebih parah dari yang tadi" Balas Han Zhie sambil mendorong punggung Tuan Putri dan bergegas keluar menemui Kaisar dan Yun Yintai.
Han Zhie kemudian meminta Kaisar agar menyuruh pelayan membersihkan berkas darah hitam di kamar Ryuyie dan membakar pakaian, serbet atau semua yang terkena darah hitam itu.
Ryuyie nampak sangat senang melihat wajahnya yang kembali normal. Ia membersihkan tubuhnya ingin cepat-cepat bertemu dengan kedua orang tua dan kakak tercintanya.
Han Zhie kembali duduk dengan Kaisar bersama dengan Yun Yintai.
Kaisar sangat berterimakasih kepada Han Zhie dan memuji-muji kehebatan Han Zhie. Ia berjanji akan memberikan apapun yang Han Zhie minta selagi Ia sanggup memberikannya. Ia juga menawarkan barang-barang berharga untuk Han Zhie.
Han Zhie menolak tawaran-tawaran yang akan Kaisar berikan. Ia hanya meminta untuk menyalin Peta Dunia milik Kaisar. Kaisar yang mengetahui Han Zhie ingin menyalin peta itu tentu saja sangat membolehkannnya. Kaisar kemudian menyuruh Pelayan untuk menyalin Peta yang terletak di Perpustakaan dan Mengobrol kembali dengan Han Zhie dan Yun Yintai.
Di tengah-tengah Mereka sedang mengobrol, Mo Ryurong dan Mo Xinfeng masuk ke Istana tersebut. Mereka berdua adalah Ibu dan kakak Ryuyie.
"Suamiku, Aku kembali" Ucap Ryurong kepada Kaisar setelah selesai berjalan-jalan di kebun bunga Kekaisaran di temani Xinfeng. Ryurong sering meninggalkan Istana Mereka untuk sekedar melepaskan kebosanan juga kesedihan karena selalu memikirkan Putrinya Ryuyie.
Melihat ada Yun Yintai, Ryurong ikut duduk bersama Mereka. Ia menanyakan kondisi Putrinya dan menyuruh Yun Yintai untuk menemukan tabib ataupun obat yang bisa menyembuhkan Putrinya, mengiba.
"Kejutan Apa suamiku? Tidak ada satu hal pun yang membuatku senang kecuali Putra dan Putriku dalam kondisi baik-baik saja" Balas Ryurong
"Ibu, dengarkan Ayah terlebih dahulu" Sahut Xinfeng.
"Kejutan apa Ayah?" Lanjut Xinfeng bertanya kepada Kaisar, Ayahnya.
"Kalian akan segera mengetahuinya"
"Sebelumnya Kalian kenalkan dulu, Ini Tuan Han Zhie"
Han Zhie mengangguk hormat kepada Mereka berdua.
"Suamiku, cepat katakan Aku sungguh penasaran. Di sini ada Tuan Yin, apa Tuan Yin sudah menemukan seseorang yang bisa menyembuhkan Putriku? atau obat yang bisa menyembuhkannya?"
"Ayah, Ibu, Kakak" Teriak Ryuyie setelah keluar dari kamarnya bergegas menemui Mereka.
"Yie'er, benarkah ini Kau? Kau sudah sembuh nak. Sini peluk Ibu nak"
__ADS_1
"Ibu sangat senang Tuan Yin sudah bisa menyembuhkanmu"
"Adik kecil, Kakak juga sangat senang melihatmu sembuh"
"Paman Yin, Terima kasih banyak. Kau sudah menyembuhkan Adik tercintaku ini"
"Maaf yang mulia, bukan Aku yang sudah menyembuhkannya, Aku hanya mengantar tabib kecil ini, tabib kecil yang sudah menyelamatkan Tuan Putri"
Ryurong dan Xinfeng yang sedari tadi tampak mengacuhkan Han Zhie, menengok kearahnya.
"Benarkah itu suamiku?, Putriku Yie'er?"
"Iya tabib kecil yang mengobatiku"
Kaisar Mo menganggukkan kepalanya membenarkan Ryuyie.
Ryurong dan Xinfengpun mulai memandang kagum kepada Han Zhie dan meminta maaf karena tadi sempat mengacuhkannya. Mereka sangat berterimakasih kepada Han Zhie. Mereka menawari berbagai macam barang berharga sama seperti Kaisar. Akan tetapi Han Zhie menolak akan hal itu. Menurut Han Zhie, Ia hanya melakukan apa yang Ia bisa.
Han Zhie mengatakan bahwa penyakit Tuan Putri belum bisa di katakan sembuh. Tuan Putri masih harus meminum air yang dapat menyembuhkannya secara permanen atau sisa efek dari racun itu akan kembali membentuk racun baru.
Tuan Putri harus minum Air Bumi Sakti yang Han Zhie sendiri tidak tahu apa Air Bumi Sakti itu. Han Zhie hanya tahu resep obatnya dari kitab pengobatan yang aneh tapi nyata.
Kaisar, Ryurong, xinfeng, dan Tuan Putri bernafas lega karena Yun Yintai mengetahui dimana air bumi sakti dapat di temukan.
Kaisar, Ryurong, dan juga Xinfeng meminta Han Zhie untuk menginap di Kekaisaran. Sedang Ryuyie sedari tadi mengumpati Han Zhie di dalam hati dan kesal karena sikap Han Zhie dengan Orang tua dan kakaknya terlihat sangat sopan tidak seperti ketika bersikap dengannya.
Han Zhiepun menuruti Mereka untuk beberapa hari menginap di Kekaisaran tetapi Ia ingin kembali terlebih dahulu ke Desa Pelangi. Sedang Yun Yintai meninggalkan Han Zhie entah akan kembali ke Paviliun Bambu kuning atau pergi ke Sektenya.
Selain Paviliun Bambu Kuning merupakan miliknya, Ia juga merupakan seorang Patriark dari Sekte yang juga Ia beri nama Sekte Bambu Kuning yang merupakan bagian dari Aliansi Perdamaian sama seperti Sekte Bulan Hitam.
Setelah mendapatkan salinan peta dari kaisar, Han Zhie ingin kembali ke Desa Pelangi beberapa hari karena ingin melihat Ibunya setelah melihat Ibu Ryuyie yang sangat mengkhawatirkan Putri kesayangannya.
Ia sebenarnya ingin menyampaikan sesuatu hal yang Ia ketahui tentang Pemberontakan dan para Pengkhianat. Akan tetapi, Ia akan memastikan dulu kondisi di dalam Istana Kekaisaran dan gerak-gerik dari beberapa Klan ataupun bangsawan Pengkhianat.
Han Zhie kemudian meminta Kaisar untuk menugaskan beberapa Penjaga untuk berjaga-jaga di kamar Han Zhie yang sudah Kaisar persiapkan untuknya agar tidak ada siapapun yang memasuki kamarnya sampai Ia keluar sendiri.
Di dalam kamarnya, Han Zhie membuat Formasi ruang hantu untuk kembali ke Desanya. Formasi ini akan bertahan cukup lama dan bukan hanya sekedar formasi untuk masuk akan tetapi untuknya keluar kembali dari Desa Pelangi ke Kekaisaran.
__ADS_1