
Han Zhie memberitahukan tentang kemungkinan bahaya di Perjalanan kepada Sun Ho dan Jendral Song. Karena tidak ada pilihan lain, Sun Ho masih tetap akan melewatinya.
Ia sendiri tahu bahwa hal ini merupakan awal dari rencana serangan 5 Aliansi Sekte Aliran Hitam dengan menimbulkan kekacauan dan ketakutan di Desa-Desa sebelum Mereka menguasai seluruh Kerajaan Luan.
Sekte Mawar Hitam sendiri merupakan salah satu dari 5 Aliansi aliran hitam yang akan menyerang Ibukota Kerajaan.
Han Zhie berdiri di atap Penginapan. Dengan mata kirinya, dia mengamati sekitar Desa.
Di kejauhan, Dia melihat seorang anak berusia 6 tahun yang sedang berlari ke arah Desa Huachen. Di belakang anak tersebut yang berjarak cukup jauh, terlihat beberapa orang seperti sedang mengejarnya.
Han Zhie melesat dengan kecepatan penuh melompat dari atap ke atap menuju ke anak tersebut. Dalam sekejap Dia sudah berada di hadapan anak itu.
Anak itu terkaget kemudian berteriak meminta tolong. Han Zhie memenangkannya dan menjelaskan bahwa Dia tidak bermaksud jahat kepadanya. Anak itu sedikit tenang dan mengatakan kalau Dia sedang di kejar dan akan di bunuh, jadi Anak itu menganggap Han Zhie bagian dari Mereka.
Anak itu bernama Cing mi. Cing mi lalu meminta tolong kepada Han Zhie untuk menyelamatkannya. Tidak berselang lama, empat orang yang mengejarnya sempai di tempat Han Zhie dan Cing mi.
"Bocah, Siapa Kau? Serahkan anak itu pada Kami" Tanya salah satu orang Kepada Han Zhie yang terlihat sedang bersama Cing Mi.
"Aku yang seharusnya bertanya, siapa Kalian?" Balas Han Zhie dengan nada yang acuh dan tidak mempedulikan Mereka.
"Memangnya siapa Kau bertanya seperti itu kepada Kami?, Serahkan Anak itu, jangan halangi Kami, atau Kau juga akan bernasib sama dengannya" Balas Mereka
"Hahaha nasib apa yang Kalian maksud? Aku dengan senang hati akan menunggu nasibku" Jawab Han Zhie.
"Kenapa Kalian ingin membunuh anak ini? Bukankah Dia masih kecil?'' Lanjutnya lagi.
"Jika Kau ingin Kaupun akan mati, Kita akan bersenang-senang terlebih dahulu denganmu baru kemudian Anak itu" Balas salah satu dari Mereka sambil menunjuk Cing Mi
"Cihh. Apa Kau mampu membunuhku?" Ledek Han Zhie.
"Karena Kalian menganggap membunuh itu sebuah kesenangan, Aku tidak akan menahannya. Bersiap-siaplah Kalian" Lanjutnya.
"Cih. Dasar Kau banyak o... "
__ADS_1
Brukkk Brukkk Brukkk
Belum sempat menyelesaikan kata-katanya, Han Zhie sudah membuat Mereka tidak sadarkan diri. Kecepatannya tak bisa terlihat oleh Mereka, dalam sekejap Han Zhie memukul tengkuk Mereka dan berjatuhan satu demi satu.
"Cihhh. Kalian bahkan tidak lebih kuat dari seekor Babi Es" Gumamnya.
Han Zhie kemudian meninggalkan Mereka di dekat Desa Huachen, Ia kembali ke Penginapan bersama Cing Mi. Han Zhie meminta beberapa Pengawal untuk mengurus orang-orang yang sudah Dia buat tidak sadarkan Diri di dekat Desa.
Di Penginapan, Cing Mi menceritakan bahwa Desanya telah di hancurkan oleh Orang-orang dari Sekte Mawar Hitam, Kedua orang tuanya di bunuh.
Cing Mi yang mendengar keributan di Desa bersembunyi dan berhasil melarikan diri. Sayang ketika dia sedang berlari hampir dekat dengan Desa Huachen, beberapa orang dari Sekte Mawar Hitam yang berkeliaran melihatnya. Mereka tersebar memastikan tidak ada satupun Penduduk Desa yang tersisa dan melarikan diri.
Han Zhie yang mendengar cerita tersebut menjadi sangat geram dan murka dengan Sekte Mawar Hitam.
Ia kemudian menyusul Pengawal yang Dia suruh sebelumnya untuk mengurus Orang-orang yang mengejar Cing Mi. Han Zhie memenggal Mereka satu persatu dengan Pedang Hantu miliknya.
Para pengawal yang baru sampai begitu terkejut. Pasalnya, Orang-orang itu sudah tewas terpenggal, sedangkan Han Zhie berkata bahwa Orang-orang itu hanya pingsan tidak sadarkan diri. Mereka tidak menyadari kalau langkah Mereka di susul oleh Han Zhie yang bergerak cepat.
Setelah memenggal Orang-orang itu, Han Zhie melesat ke arah Desa yang di hancurkan, dengan mata kirinya Ia menerawang sekitaran Desa barangkali ada Penduduk yang selamat.
Hatinya tersayat melihat mayat berserakan, semakin banyak dan semakin banyak. Beberapa dari tubuh mereka terpisah dari Kepalanya, potongan-potongan tubuhpun berserakan di sana sini, beberapa Gadis tewas dengan kondisi yang mengenaskan dan tidak mengenakan sehelai benangpun, darah amat banyak berceceran, beberapa rumah terbakar hangus beserta Penghuninya.
Langkahnya terhenti ketika mendengar teriakan minta tolong. Ia segera menuju sumber suara di sebuah Gubuk kecil tidak jauh dari tempatnya berdiri.
Di sana Ia menyaksikan empat orang mengitari Seorang Wanita berusia 25 tahun bagaikan Serigala kelaparan yang akan memakan buruannya.
Mereka tidak menyadari ada seseorang yang memperhatikan Mereka di pintu Gubuk. Han Zhie memandangi Mereka, bibirnya tersenyum menemukan sesuatu sebagai pelampiasan amarahnya.
"Ehmm"
Suara deheman Han Zhie mengagetkan Mereka, begitupun Wanita yang sedang di kelilingi oleh para Makhluk bejad itu. Pakaian yang Ia kenakan sudah robek di bagian bawah dan atasnya, hanya menyisakan sedikit bagian yang masih tertutup.
"Hey Bocah... Siapa Kau?" Tanya salah satu dari Mereka.
__ADS_1
Baru selesai bertanya, Han Zhie melesat mencekiknya menembus keluar melewati tembok kayu yang sudah rapuh. Tiga orang lainnya melongo melihat gerakan Han Zhie yang begitu cepat di mata Mereka.
Di luar gubuk, Han Zhie mencekiknya sampai melayang di udara, tangan satunya memegang Pedang yang sudah siap menebasnya. Han Zhie kemudian melemparkannya ke udara, sebelum Ia terjatuh Ia mengeluarkan jurusnya.
"Tebasan Pedang Neraka"
Srakkk srakk srakkk
Tubuhnya jatuh di tanah menjadi beberapa potongan-potongan kecil. Ketiga temannya berdiri melongo melihatnya, mematung di tempatnya. Salah satu dari Mereka bahkan terkencing di Celana karena bergidik ketakutan.
Han Zhie mendekati Mereka, seketika Mereka berlutut meminta ampun Kepadanya, tetapi Han Zhie tidak menghiraukannya.
Ia kembali mencekik salah satu dari Mereka.
"Katakan sesuatu jika Kalian ingin Ku ampuni" Ucap Han Zhie sambil mengayunkan Pedang ke lengan kanan Seseorang yang sedang di cekiknya sampai terputus.
"Tu....Tu.... Tuan, apa yang ingin Tuan dengar dari Kami?" Tanya Dua orang yang masih berlutut.
"Berapa banyak Orang Sekte Mawar Hitam? Dimana tempat Sekte kalian itu?" Tanya Han Zhie sambil mengayunkan Pedangnya kembali. Kali ini Han Zhie memutus Kaki Kanan orang yang di cekiknya, Iapun kembali berteriak kesakitan..
Dua orang yang berlutut tidak segera menjawabnya, Kali ini Han Zhie memutus lengan kiri orang yang di cekiknya itu. Dua orang itu semakin berkeringat dingin melihat kemarahan Han Zhie.
"Tu... Tu... Tuan ampuni Kami, Orang-orang Sekte Mawar Hitam berjumlah lima ribu orang. Sekte Kami berada di hutan, di arah barat tidak jauh dari sini" Balas salah satu dari Mereka sambil bergidik ketakutan.
Han Zhie menyeringas sambil menyeka wajahnya yang terdapat bercak darah dengan bahu lengannya. Kemudian Ia melempar orang yang di cekiknya ke atas dan menusuk perutnya dari bawah.
"Kalian pikir Aku bisa dengan mudah Kalian bohongi?" Ucap Han Zhie menyelidik ingin mengetahui ekspresi dari Mereka yang menjawabnya.
Kedua orang yang berlutut bersujud meminta ampun kepada Han Zhie.
"Ampuni Kami Tuan, Kami tidak berbohong, Kami tidak berani berbohong Tuan, yang Kami sampaikan benar Tuan, tolong ampun Kami, Kami berjanji tidak akan mengulangi kejahatan lagi" Balas Mereka.
"Baiklah Kalau begitu, Kalian yang ingin ampun dariku, Sedangkan Aku...." Seketika Kepala Mereka menggelinding terputus dari tubuhnya.
__ADS_1
"Sama sekali tidak ingin mengampuni Binatang keji seperti Kalian" Gumamnya melanjutkan perkataan setelah menebas Kepala Mereka.