Pendekar Pedang Hantu Kematian

Pendekar Pedang Hantu Kematian
Dunia Dimensi lV


__ADS_3

"Di saat-saat terakhirku dan beberapa pasukanku yang tersisa tersenyum bahagia menantikan kepunahan Bangsa Hantu, tiba-tiba, Aku dan sisa pasukanku di selamatkan oleh Seseorang yang mengaku sebagai bagian dari Bangsaku dan di bawa ke Tempatnya"


"Menurutnya, Dia merupakan jelmaan dari Beast Spirit Hantu. Aku dan Pasukanku memang merasakan aura Hantu yang sangatlah besar darinya, di mataku dan Pasukanku, Dia merupakan bagian dari Beast Spirit Hantu yang Agung"


"Dia mengatakan kepadaku bahwa akan ada Seseorang yang sangat Agung, dan Orang itu akan membawa kebanggaan kepada Bangsa Hantu dan memerlukanku, sedang Pasukanku mungkin akan dapat membantu Tuan, ya... orang itu adalah Tuan"


"Akupun tak menolak menjadi bagian dari Seseorang yang Ia katakan. Dengan segel terlarang Bangsa Hantu, jiwaku dan Beast Spirit hantu bertransformasi menjadi sebilah Pedang. Sedang sisa Pasukanku, di buatnya tertidur untuk menantikan kehadiran Tuan"


"Giok darinya ini akan membawa Tuan ke Gerbang Dunia Hantu di kedalaman Samudera"


"Mengenai tanda di punggung telapak tangan Tuan dan Kitab yang Tuan maksud Akupun tidak mengetahuinya, mungkin bukanlah kewenanganku juga untuk mengetahuinya"


Han Zhie mengangguk-anggukan Kepala memahami yang Jiwa Pedang ceritakan.


"Apa hanya itu yang Kamu ketahui?" Tanya Han Zhie.


"Ya Tuan, hanya kehidupanku sebelum menjadi sebilah Pedang yang Aku tahu. Tetapi, Aku merasakan di ruang Jiwa Tuan yang jauh dari sini ada aura yang cukup aneh Tuan" Balas Jiwa Pedang.


"Ya ya. Aku juga dapat sedikit merasakannya"


Ujar Han Zhie.


"Aku masih belum mengerti siapa Pria misterius itu, apa Kau tahu apa yang harus Aku lakukan selanjutnya?" Lanjut Han Zhie.


"Tidak Tuan, Jelmaan Beast Spirit Hantu tidak memberitahuku lebih banyak akan hal itu"


Jawab Jiwa Pedang.


"Baiklah kalau begitu" Balas Han Zhie.


Lalu Jiwa pedang pamit kepada Han Zhie dan menyatu sepenuhnya dengan Pedang Hantu.


"Hamba mohon pamit Tuan, Hamba sangat senang dan bangga menjadi bagian dari Tuan, semoga pasukanku bisa berguna bagi Tuan. Pejamkan mata Tuan, Aku akan mengeluarkan Tuan dari Ruang Jiwa"

__ADS_1


Sementara itu, di sebuah hutan Seorang remaja berusia 14 tahun sedang di buru oleh 10 orang dari Sekte Tengkorak hitam. Dia adalah Sun Ho murid dari Sekte Tengkorak putih.


Saat itu Dia sedang menuju ke Ibukota Kerajaan Luan bersama lima orang dari Sektenya untuk mengawal. Mereka di serang oleh orang dari Sekte Tengkorak Hitam yang menghadang jalannya.


Dari sumber mata-mata Sekte Tengkorak Putih, di ketahui bahwa Aliansi 5 Sekte aliran hitam di Kerajaan Luan akan menyerang Ibukota Kerajaan.


Sun Ho bersama empat orang dan satu Tetua dari sekte Tengkorak putih akan menyampaikan kepada Raja Luan tentang hal tersebut dan menginformasikan tentang adanya penyusup di dalam Istana Kerajaan.


Mengetahui hal itu, aliansi 5 Sekte aliran Hitam mengutus Sekte Tengkorak Hitam untuk menghentikan Sun Ho agar rencana mereka yang sudah disusun tidak akan gagal. Sekte Tengkorak Hitam sendiri merupakan musuh bebuyutan dari Sekte Tengkorak Putih.


Ke empat orang dan tetua Sektenya di bantai oleh orang-orang dari sekte Tengkorak hitam untuk melindunginya agar bisa menyelamatkan diri. Salah satu Tetua Sekte Tengkorak Hitam yang berhasil membunuh Tetua Sekte Sun Ho menyuruh sepuluh bawahannya untuk memburu dan membunuh Sun Ho, sedang Ia sendiri akan kembali ke Sektenya.


Sun Ho terus berlari dan bersembunyi. Saat Ia akan membersihkan diri Di sebuah Sungai, Ia melihat air terjun dan berfikir untuk bersembunyi beberapa hari di balik air terjun itu.


Sun Ho terkejut melihat di balik air terjun ternyata ada sebuah lubang kecil dan tanpa pikir panjang memasuki lubang kecil itu untuk bersembunyi, berharap di dalam lubang itu ada cukup ruang untuknya beristirahat.


Tak di sangka ternyata di dalamnya jauh lebih luas dari dugannya. Sun Hopun terhentak saat melihat Seorang Kakek Tua terbujur kaku tak bernyawa, Ia juga melihat beberapa buah-buahan di sana. Dari Pengamatannya, Kakek itu meninggal karena buah beracun. Sun Hopun tak mempedulikan akan hal tersebut, lalu beristirahat meregangkan otot-otot di tubuhnya.


Di Dunia lain setelah bertemu dengan Jiwa Pedang, Han Zhie mulai melakukan Kultivasi untuk meningkatkan Kekuatannya. Teknik pernafasan hantu level awal tidak banyak membantunya. Meskipun Ia dapat membentuk energi Hantu dan menyerapnya, Ia masih saja belum bisa berkultivasi. Pada kenyataannya, banyak energi yang di bentuknya bukanlah energi hantu murni, sehingga energi tidak murni itu keluar dengan sendirinya dan tak banyak energi Hantu murni yang bisa di serapnya, meskipun begitu energi Hantunya sangat banyak setelah sekian lama membentuk dan menyerapnya.


Kekuatan fisiknya terus meningkat hari demi hari sampai ke tahap fisik hantu, Teknik dan jurus Pedangnya juga semakin lama semakin mahir. Beberapa Teknik dan Jurus Misterius berhasil Ia kuasai.


Hari demi hari terus Ia lewati dengan berlatih, kabut di ruang jiwanya perlahan mulai memudar, aura aneh semakin kental terasa oleh Hanya Zhie bersamaan dengan semakin kental aura hantunya.


Bersamaan dengan ruang jiwanya yang semakin terang dan terang, tanda titik kedua mulai bergejolak di punggung telapak tangannya. Tiba-tiba keluar cahaya biru terang di titik itu, Ia merasakan aura aneh menjalar ke tubuhnya.


Cahaya itu perlahan meredup, membentuk sebuah garis berwarna biru yang menjalar ke tangan lalu tubuhnya dan garis itu terus menerus naik sampai mata kirinya. Garis itu seolah tiada habisnya keluar dari tanda titik di lengannya.


Han Zhie meronta kesakitan. Dengan kedua telapak tangannya, Ia memegangi mata kirinya. Darah keluar sangat banyak membasahi tangannya, anehnya darah itu berwarna kehitaman.


Garis itu terserap ke mata kirinya dari tanda titik di lengannya, semakin banyak garis yang masuk, semakin sakit yang Ia rasakan seperti sebilah Pedang yang terus menusuk-nusuk mata kirinya, semakin dalam dan dalam.


Perlahan ujung garis mulai terlihat di lengannya bergerak ke mata kirinya sampai garis itu tak tersisa masuk kedalam mata kirinya. Han Zhiepun jatuh pingsan merasakan sakit yang amat dahsyat di matanya.

__ADS_1


Setengah hari kemudian, Han Zhie mulai sadar dari pingsannya. Ia masih merasakan kesakitan. Kedua tangannya terus memagangi mata kirinya yang sekarang telah berhenti mengeluarkan darah hitam.


Beberapa lama Ia menenangkan dirinya, rasa sakitnya perlahan mulai menghilang, tetapi Ia tak mau membuka mata kirinya. Saat Ia akan mencobanya, mata kirinya akan merasakan sakit. Ia kemudian menutupi mata kirinya dengan kulit kayu.


Tak terasa sepuluh tahun sudah Han Zhie di Dunia buatan itu. Sepuluh tahun itu pula kekuatannya sudah sangat meningkat drastis, mata kirinya sudah bisa Ia buka dan mata kirinya mempunyai sebuah kekuatan.


Di tengah lamunannya merindukan orang-orang yang Dia cintai, sebuah Pintu cahaya muncul di hadapannya.


*Tingkatan Kultivasi Pendekar


- Pendekar Pemula


- Pendekar Raja


- Pendekar Kaisar


- Pendekar Bumi


- Pendekar Petapa


- Pendekar Langit


- Pendekar Suci


- Petapa Suci


- Pendekar Surgawi


* Level di tiap-tiap tingkatan :


- Awal


- Menengah

__ADS_1


- Tinggi


- Puncak


__ADS_2