Pendekar Pedang Hantu Kematian

Pendekar Pedang Hantu Kematian
Kembali ke Desa


__ADS_3

Han Zhie keluar dari air terjun setelah memasuki formasi ruang hantu. Ia bertemu dengan lima Orang yang berjaga-jaga di dekat air terjun yang Ia kenal merupakan Pendekar Desa.


Han Zhie melihat Mereka sangat lemah di usia Mereka yang sudah menginjak 30an tahun, tidak seperti di luaran sana yang seharusnya di usia Mereka sudah berada di tingkat Pendekar Bumi Puncak. Mereka hanya berada di tingkat Pendekar Kaisar. Han Zhiepun memikirkan untuk meningkatkan kemampuan para Pendekar Desa.


Han Zhie menemui Ibunya. Sepanjang perjalan pulang, Ia melihat bangunan-bangunan yang belum jadi dan Orang-orang yang sedang bekerja dari penduduk Desa Pelangi ataupun Desa sekitar. Ia juga melihat sebuah Gerbang yang sangat besar bertuliskan Puri Pelangi di belakang Desa menuju ke air terjun.


Rumahnya menjadi sedikit berubah, di samping rumahnya ada juga bangunan tempat tinggal Lu lu dan suaminya yang sudah bertemu karena di selamatkan Han Zhie. Cing Mi juga berada bersama Mereka, Cing Mi di anggap anak oleh Lu lu dan juga suaminya, begitupun dengan Cing Mi yang sangat senang menjadikan Mereka berdua sebagai Orang tuanya. Sedangkan Xhi Yun sering memarahi Cing Mi jika Ia bandel dan nakal.


Cing Mi selalu berlatih di area kediaman Han Zhie yang sekarang menjadi sangat luas. Ia ingin membasmi kejahatan dan menjadi Seorang Pendekar yang hebat seperti Han Zhie yang Ia kagumi. Terkadang Feng Gun, Lin Mei, dan Putri Sin Yuqie mendatanginya untuk sedikit melatih Cing Mi atau sekedar mengerjainya dan mengajak Cing Mi berjalan-jalan bersama Mereka.


Lu lu setiap hari melayani Xhi Yun, Semua pekerjaan rumah Ia lakukan, Fei Liang Suami Lu lupun sering membantu apa yang tidak bisa Lu lu kerjakan karena berkat Han Zhilah Mereka dapat selamat, bahkan sekarang kehidupan Mereka sangat jauh melebihi layak dari kata layak yang Mereka pikirkan karena Xhi Yun sangat baik kepada Mereka. Xhi Yun juga meminta kepala Desa Lin Du membuatkan rumah untuk Mereka berdua di samping rumahnya.


Selain membantu Ibunya Han Zhi, suami Lu lu bekerja dengan sukarela untuk Desa Pelangi membuat bebebera senjata. Di bantu dengan Pendekar desa tingkat tinggi Ia mampu membuat senjata yang lebih bagus dari yang pernah di buatnya. Meskipun Ia bersikeras tidak mau di bayar, akan tetapi Kepala Desa bersikeras membayar hasil kerja keras dari Fei Liang Suami Lu lu. Senjata-senjata itu di berikan kepada para Pendekar Desa dan sebagian di jual di Desa dan hasilnya di berikan kepada para Pembuatnya.


Han Zhie menceritakan pengalamannya kepada Ibunya, tetapi tidak semuanya Ia ceritakan. Ia tidak ingin ibunya khawatir kepadanya meskipun Ibunya sudah tahu dari Orang-orang yang sudah di bantu dan selamatkan oleh Han Zhie. Apalagi Desa Pelangi menjadi berkembang maju berkat Han Zhie dan mulai kedatangan para Saudagar. Ibunya memakluminya, karena mungkin memang begitulah jalan hidup yang harus di lalui oleh Han Zhie.

__ADS_1


Tidak ada yang tidak mengenal Han Zhie di Desa Pelangi berkat kebaikannya yang gemar menolong. Penduduk Desapun menjadi mempunyai pekerjaan setiap harinya berkat uang yang Han Zhie pasrahkan ke Lin Du untuk membangun Desa bahkan sampai terasa ke penduduk Desa-desa sekitar dan mulai banyak Orang yang mencari pekerjaan di Desa Pelangi.


Lin Du berusaha menutup rapat-rapat agar tidak banyak yang mengetahui semua tentang Han Zhie. Selain membahayakan Han Zhie dan keluarganya, Desa Pelangi juga akan terkena dampaknya jika banyak yang mengetahui semua tentang Han Zhie dan terdengar kemana-mana. Apalagi Han Zhielah yang di juluki Pendekar Hantu yang sering di bicarakan oleh Orang-orang. Lin Du mengetahuinya dari Min Tai yang kala itu bersamanya membantu Sekte Pedang Naga dan Fei Liang juga rekan-rekannya yang di bantu Han Zhie dari Sekte Kepala Ular. Tidak banyak yang Tahu jika Han Zhielah Pendekar Hantu, hanya beberapa saja karena Lin Du, Min Tai, sesepuh Desa dan Orang-orang yang mengetahuinya menutup rapat-rapat akan hal itu.


Demi keamanan Desa Pelangi, Lin Du juga membayar beberapa Pendekar yang berada di tingkat tinggi, tentunya dengan uang yang di berikan oleh Han Zhie.


Sama halnya seperti Han Zhie, Lin Du menginginkan agar lebih banyak lagi Pendekar Desa dan ingin kemampuan Mereka meningkat agar dapat melindungi Desa.


Belakangan ini Lin Du mengetahui kalau penduduk Desa Pelangi sudah tidak di anggap lagi dan beberapa bangsawan sudah berani menipunya dan para Penduduk Desa, di tambah sudah mulai sangat langka Orang-orang yang membutuhkan jasa dari penduduk Desa Pelangi.


Hal itu membuatnya khawatir akan nasib Desa Pelangi yang bisa saja di hancurkan oleh Orang-orang yang keji yang sudah tidak lagi menganggap keterampilan dan keahlian yang di miliki penduduk Desa Pelangi. Ia membagi sumber daya yang Ia peroleh dari Han Zhie yang merupakan rampasan dari Sekte Tengkorak hitam kepada para Pendekar Desa agar Mereka bisa meningkatkan kultivasinya.


Min Tai dan Duan Pai tinggal di area tempat kediaman Lin Du, sedangkan Putri Sin Yuqie tinggal di kediaman Lin Du bersama dengan Lin Mei. Lin Mei terlihat sangat akrab dengan Sin Yuqie meskipun kedatangan Putri Sin Yuqie membuatnya sedikit kesal karena Feng Gun tidak lagi selalu bersamanya, terkadang Ia bersama Sin Yuqie. Mereka bertiga sering berlatih tanding bersama. Feng Gun tampak senang seperti di kelilingi oleh dua Dewi yang sangat cantik dan seksi, Lin Mei dan Sin Yuqie. Feng Gun sering menggoda Mereka berdua. Sin Yuqie yang sejak kecil hidup di Kerajaan, belum begitu mengenal laki-laki sangat senang dan tersipu malu jika di goda oleh Feng Gun.


Han Zhie bercerita banyak kepada Ibunya dan bermanja dengannya, membuat Cing Mi sedikit kesal karena Han Zhie merebut Orang yang Ia sayangi yang sering Ia panggil Nenek. Ia sering berebut kemanjaan dari Xhi Yun dengan Han Zhie yang Ia panggil Paman.

__ADS_1


Han Zhie yang mengetahui Cing Mi sangat menyayangi Ibunya terus menggoda Cing Mi, selalu menempel kepada Ibunya dan menjauhkan Cing Mi dari Ibunya yang membuat Xhi Yun, Fei Liang dan Lu lu menertawai tingkah konyol Mereka berdua. Lu lu melihat Han Zhie sebagai Orang yang berbeda saat melihat kejahatan, seperti tatkala Lu lu melihat Han Zhie membunuh Orang-orang yang kala itu akan mencelakainya.


Han Zhie berlatih tanding dengan Feng Gun, Lin Mei, dan juga Sin Yuqie. Ia memberikan sebuah Kitab kepada Sin Yuqie dan juga memberi lebih banyak sumber daya kepada Mereka bertiga.


Han Zhie bertanya kepada Lin Du tentang sebuah Gerbang yang berada tidak jauh di belakang Desa Pelangi. Lin Dupun memberikan Han Zhie sebuah gambar arsitektur yang telah di buat oleh para ahli dan sesepuh Desa Pelangi. Ia bingung dengan uang yang sangat banyak yang Han Zhie berikan dan untuk apa Ia menggunakannya. Sehingga Ia dan Sesepuh Desa berencana membangun sebuah Puri untuk Han Zhie yang di beri nama Puri Pelangi.


Gerbang di belakang Desa itu menuju sampai ke Puri yang akan Ia bangun di dekat air terjun karena menurut Lin Du itu tempat favorit Han Zhie. Gerbang itu di beri nama Gerbang Puri Pelangi yang terlihat di gambar seperti sebuah benteng. Ia akan membuat beberapa Puri di dekat air terjun untuk Han Zhie, Ibunya, Feng Gun, Lin Mei dan Orang-orang yang mungkin akan Han Zhie rekomendasikan menempati Puri-puri Pelangi itu.


Dari Gerbang menuju Puri yang berjarak puluhan kilometerpun tampak bangunan-bangunan megah yang menurut Lin Du beberapa lainnya merupakan area tempat Para Pendekar yang jauh lebih megah dari sebuah Sekte, beberapa tempat penginapan, rumah-rumah, restoran, dan lain sebagainya. Menurutnya, kemungkinan Han Zhie akan membawa lebih banyak Orang sehingga perlu lebih banyak lagi tempat tinggal dan sarana pendukung.


Han Zhie sangat takjub dengan kemampuan Lin Du, Sesepuh, dan para ahli Desa Pelangi setelah melihat gambaran arsitektur itu, Iapun menambahkan beberapa saran lainnya. Ia juga tidak menginginkan Puri untuknya. Ia berfikir kemungkinan akan membangun Kerajaannya sendiri dan tinggal di Dunia Bangsa Hantu yang akan Ia hubungkan ke Air terjun yang belakangan di beri nama sebagai Air Terjun Pelangi.


"Paman Du, tidak salah kalau leluhur Desa Pelangi di Cari-cari di seluruh wilayah daratan tengah" Ujar Han Zhie takjub melihat gambaran arsitektur yang sangat bagus dan indah melebihi Ibukota Kekaisaran. Tidak heran karena Sesepuh dan ahli dari Desa mengerahkan semua kemampuannya hanya untuk membuat sebuah gambaran Desa Pelangi dan Puri Pelangi ke depannya.


"Ya ya Zhie'er. Tapi ini hanya gambaran arsitektur kedepannya dan hanya beberapa yang akan di bangun terlebih dahulu secara bertahap sesuai dengan kebutuhan penduduk Desa, karena Aku merasa kalau Kamu akan memberikan lebih banyak lagi uang, jadi Aku mempersiapkan untuk apa Uang itu di gunakan jika Kau memberi uang lagi untuk pembangunan Desa" Balas Lin Du sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal begitupun para Sesepuh karena jika Han Zhie tidak memberikan lebih banyak lagi tentunya gambaran arsitektur itu tidak akan berguna lagi karena uang yang sudah Han Zhie berikan tidak cukup untuk membangun semuanya.

__ADS_1


"Kalian tenang saja, Aku juga sedikit bingung untuk apa uang yang Aku miliki ini" Ucap Han Zhie mengeluarkan banyak tumpukan koin emas dari ruang dimensinya. Iapun menyuruh Lin Du untuk memindahkannya ke cincin dimensi miliknya. Dengan uang itu, Lin Du akan menambah Pekerja dari penduduk desa sekitar yang sedang mencari pekerjaan.


Beberapa hari Han Zhie di Desa Pelangi melepas kerinduannya kepada Orang-orang yang Ia sayangi terlebih Ibunya yang telah membesarkannya. Ia akan kembali ke Kekaisaran dan kemungkinan tidak akan kembali untuk waktu yang cukup lama.


__ADS_2