Pendekar Pedang Hantu Kematian

Pendekar Pedang Hantu Kematian
Mencari Penginapan


__ADS_3

Dua hari kemudian Han Zhie dan Sun Ho memulai perjalanannya ke Ibukota setalah di izinkan oleh Ibunya.


Dengan kecepatan Sun Ho, mereka akan sampai Ibukota Kerajaan paling lama sekitar 2 bulan. Han Zhie menyamakan kecepatannya seperti Sun Ho.


Setelah seminggu melewati hutan dan Desa-desa, Mereka sampai di Kota Namdo. Kota Namdo merupakan kota terbesar kedua setelah Ibukota Kerajaan.


Han Zhie yang baru pertama kali melihat dunia luar kagum dengan bangunan-bangunan megah dan indah yang Dia lihat.


Mereka sampai di tempat makan.


Tempat itu terdiri dari empat lantai. Semakin tinggi lantainya semakin mahal dan makanan yang di sajikannya semakin enak. Di lantai empat sendiri hanya terdapat beberapa Kamar Penginapan.


Han Zhie terlihat kagum dengan tempat makan tersebut. Dari pertama melihatnya tempat itu begitu besar dan mewah baginya. Pelayan di sana juga terlihat cantik-cantik. Tanpa Han Zhie sadari, Dia seolah menelanjangi mereka dengan mata kirinya.


"Ternyata tidak bisa. Aishhh apa apaan Aku xixixi" Batinnya. Meskipun usianya sekarang 13 tahun, tetapi Dia juga pernah di dunia buatan selama 10 tahun, sehingga wajar saja baginya mulai mengagumi wanita. Wajahnya juga semakin terlihat tampan dan dewasa.


Sun Ho menggelengkan kepala melihat Han Zhie menatap tajam para Pelayan, tidak berkedip. Mereka kemudian naik ke lantai tiga untuk makan sekalian memesan kamar untuk menginap.


Melihat seseorang yang mengangkat tangannya lalu Pelayan mendekat, Han Zhie ikut-ikutan mengangkat tangannya.


Han Zhie menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena ternyata yang menghampirinya adalah seorang Nenek-nenek.


"Maaf Tuan. Aku Pemilik tempat ini. Karena para Pelayan sedang sibuk, Aku yang akan melayani Tuan" Ucap Nenek tersebut.


"Kami mau makan makanan yang enak dan memesan penginapan di tempat ini" Ucap Sun Ho.


Pelayan menyajikan makanan mereka berdua, akan tetapi penginapan di tempat itu sudah penuh, nenek itu menjelaskan akan ada Turnamen di Kota, jadi kemungkinan Penginapan-penginapan lainpun sama penuhnya.


Mereka keluar dari tempat itu untuk mencari penginapan lain sambil berjalan-jalan di Kota. Sun Ho mengajak Han Zhie terlebih dahulu ke Paviliun Obat. Dia akan membeli beberapa Pil pemulihan dan Pil Kultivasi.


Paviliun itu memiliki tiga bangunan yaitu, Paviliun Pil atau Obat, Paviliun Teknik atau jurus, Paviliun Senjata atau Armor.


Sesuai dengan namanya Paviliun itu tempat seseorang membeli berbagai macam sumber daya untuk para Kultivator. Terkadang Paviliun itu juga mengadakan acara lelang.


Han Zhie mengangguk-anggukkan kepala mendengar penjelasan Sun Ho tentang Paviliun yang di sebut sebagai Paviliun Bambu Kuning.


Mengetahui Sun Ho menginginkan sebuah Pil, Han Zhie mengeluarkan beberapa Pil yang Sun Ho maksud dari dalam ruang dimensinya dan memberikannya kepada Sun Ho.


Sun Ho terkejut mengetahui Han Zhie yang mempunyai beberapa Pil, pasalnya harga Pil-pil itu cukup mahal bagi Han Zhie yang Sun Ho ketahui hanya mempunyai beberapa koin Perak. Han Zhie bahkan terlihat seolah menganggap Pil-pil itu sampah yang tidak berguna baginya.


Mereka lalu melanjutkan perjalanan menuju kediaman Walikota dan tidak melanjutkan perjalanan ke Paviliun Bambu Kuning. Semua penginapan yang telah mereka datangi sudah penuh karena banyak pengunjung di Kota Namdo untuk mengikuti atau hanya sekedar menonton turnamen yang akan di adakan oleh Walikota.


Di depan gerbang kediaman Walikota, Para penjaga yang bertugas memandang rendah kepada Han Zhie dan Sun Ho yang sedang berjalan ke arahnya.

__ADS_1


"Cihhh mau apa Mereka kemari??" Umpat salah satu penjaga.


"Hahaha lihat salah satu dari mereka bahkan tidak mempunyai tingkatan kultivasi" Timpa salah satu penjaga melihat ke arah Han Zhie meremehkan.


"Tidak salah lagi, Mereka Pekerja Kasar" Lanjutnya.


"Maaf Tuan, untuk mengambil gaji Dua hari lagi setelah Turnamen. Sekarang bagian Administrasi sudah tutup" Ucap Penjaga menebak bahwa mereka berdua adalah para Pekerja kasar di Tambang emas yang di kelola Kota Namdo.


"Kami ingin bertemu dengan Walikota, bukan untuk mengambil Gajian" Ucap Sun Ho.


"Cihhhh dasar sampah, ada urusan apa ingin menemui Walikota" Gumam salah satu Penjaga yang terdengar oleh Han Zhie dan Sun Ho tetapi Mereka tak menghiraukannya.


Komandan Gerbang yang melihat dan mendengar Mereka ribut-ribut, mendekatinya


"Maaf Tuan, ada urusan apa Kalian dengan Walikota?" Tanya Komandan Gerbang dengan sopan


"Menginap" Balas Han Zhie ketus


"Apa Tuan?" Komandan Gerbang terkaget mendengar jawaban Han Zhie.


"Kau tuli ya? Menginap" Ucap Han Zhi lagi dengan suara bertambah keras karena Mereka merendahkannya dan Sun Ho.


Dua Penjaga di belakang Komandan geram dengan Han Zhie yang mengumpat Komandan Mereka.


"Kalian pikir ini Penginapan?" Ucap Mereka bergantian.


Han Zhie bingung dan menengok ke arah Sun Ho " Saudara Ho, apa Kau gila mau menginap di sini? Ayu pergi" Umpatnya kepada Sun Ho.


"Bahkan kediaman Kepala Desa Pelangipun tidak sembarang orang bisa menginap apalagi kediaman Walikota, Sun Ho memang sudah gila" Batinnya


Komandan dan para Penjaga menahan tawa menganggap Sun Ho dan Han Zhie sudah gila karena mau menginap di kediaman Walikota.


Sun Ho hanya menghela nafas kemudian mengambil lencana di sakunya lalu memberikannya kepada Komandan Gerbang.


Dua Penjaga yang menghina Merekapun bergidik berkeringat dingin melihat lencana yang di keluarkan oleh Sun Ho. Seketika tubuh mereka ambruk di Tanah berlutut di hadapan Sun Ho dan Han Zhie.


"Pangeran tolong ampuni Kami Pangeran" Ucap mereka.


Han Zhie kaget mendengar Penjaga memanggil Sun Ho sebagai Pangeran. Tetapi, hanya sebentar Ia tidak lagi memikirkannya.


"Pantas saja Dia mau membayarku mahal waktu di Gua demi menyelamatkan Kerajaan, ternyata Dia Pangeran Kerajaan" Gumamnya dalam hati.


Menyadari Para Penjaga itu takut setelah melihat lencana yang di keluarkan oleh Sun Ho, Han Zhie tersenyum licik, ingin mengerjai Para Penjaga karena sudah merendahkan dan menganggap Mereka sebagai sampah.

__ADS_1


"Cihhh. Kalian pikir Kami orang gila yang mau menginap di sini? Ayu pergi saja Saudara Ho" Jawab Han Zhie tertawa licik seakan senang melihat mereka ketakutan.


Dua Penjaga merangkak memegang Kaki Sun Ho dan Han Zhie.


"Tuan ampuni Kami Tuan, jangan pergi Tuan"


"Xixixi" Han Zhie tertawa dalam hati


Tak berselang lama, Walikota Nam datang ke Gerbang setelah di beritahu oleh Penjaga yang lain dan menceritakan kejadiannya.


"Pangeran Ho maafkan Hamba yang menyambutmu dengan tidak layak seperti ini, akan Aku pastikan Komandan dan kedua Penjaga ini di hukum berat" Ucap Walikota menunduk hormat kepada Sun Ho.


"Sudahlah Walikota Nam, Kami tidak marah, tidak perlu Kau menghukum Mereka, ajari saja Mereka agar tidak memandang rendah Orang lain" Balas Sun Ho.


"Kami hanya ingin menginap di sini karena tidak bisa mendapat tempat Penginapan" Lanjutnya lagi.


"Jangan sungkan, ayo silahkan masuk Pangeran, Tuan. Pangeran tidak perlu mencari penginapan di Kota ini, datang saja ke sini kapanpun Pangeran inginkan. Bahkan jika Kota ini Pangeran mintapun akan Hamba berikan" Balas Walikota Nam kemudian mengajak Mereka berdua masuk ke dalam.


Setelah Sun Ho dan Han Zhie berjalan agak jauh ke depan, Walikota menatap Komandan dan bawahannya yang masih berlutut.


"Bangun Kalian !!! Apa Kalian menginginkanku berumur pendek? Berani-beraninya menghina Pewaris Kerajaan dan Temannya" Ucapnya marah kepada Mereka kemudian melangkah pergi menyusul Sun Ho dan Han Zhie. Han Zhie terlihat senang dan tertawa mendengar Walikota memarahi Para Penjaga.


"Silahkan duduk dulu Pangeran, Aku akan menyuruh Pelayan menyiapkan Makanan ringan dan tempat tidur untuk Pangeran dan Tuan muda" Ucap Walikota kepada Mereka setelah memasuki ruangan.


"Baiklah, Terima kasih Walikota Nam" Balas Sun Ho


"Pangeran, maaf telah lancang. Kenapa Pangeran dan Tuan muda bisa sampai di Kota ini?" Tanya Walikota Nam setelah duduk dengan Han Zhie dan Sun Ho


Sun Ho menjelaskan bahwa Mereka sedang melakukan perjalanan dari Sekte Tengkorak Putih ke Ibukota. Dia juga meminta Walikota Nam untuk meningkatkan penjagaan di Wilayahnya dan memperingati kemungkinan dalam waktu dekat akan terjadi Perang besar di Kerajaan yang akan berimbas ke Kota dan Desa-desa yang berada di wilayah Kerajaan Luan.


Sementara Han Zhie hanya mendengarkan Mereka berdua mengobrol, mulutnya tidak berhenti komat kamit mengunyah suguhan yang di siapkan oleh Walikota.


Mereka memutuskan untuk menghadiri acara turnamen Kota yang di selenggarakan oleh Walikota Nam esok hari setelah Walikota Nam memintanya. Awalnya Sun Ho menolak karena ingin bergegas sampai ke Ibukota, tetapi Han Zhie memaksa karena ingin melihat Turnamen.


Sun Ho pun meminta Han Zhie untuk menjadi Peserta turnamen mewakili Kerajaan karena Ia sendiri tidak di ijinkan mengikuti Turnamen oleh Walikota. Selain itu, Dia juga sangat penasaran dengan kekuatan Han Zhie dan ingin melihatnya bertarung. Han Zhie dengan sungkan menyetujuinya.


Sun Ho berkultivasi dan berlatih di kamarnya, Sedangkan Han Zhie menulis kembali beberapa Kitab, Teknik dan Jurus yang menurutnya paling rendah.


Han Zhie masih saja belum bisa berkultivasi, Iapun tidak mengetahui, bahkan energi Hantu yang berhasil Ia bentuk sudah cukup banyak. Meskipun begitu Ia tahu bahwa Ia dapat melampaui Para Kultivator berkat latihannya selama 10 tahun di Dunia buatan, hanya saja Ia belum bisa mengukur sejauh mana kekuatannya.


Ia memilih untuk melatih Teknik Pernafasan Misterius level dua di kamarnya setelah selesai menulis karena Dia sudah bisa membentuk energi Hantu.


Level kedua dari Teknik pernafasan hantu ialah mengalirkan energi hantu ke kakinya sehingga bisa berjalan atau berlari di atas air.

__ADS_1


__ADS_2