
Di Markas Para Pengkhianat, Patriak Klan pengkhianat berkumpul. Patriark Klan Xiang, Xiang Yu sangat murka dengan Kaisar yang telah berani membunuh Orang-orangnya. Ia meminta agar Mereka segera mengirimkan Sekte aliran hitam di bawah kendali Mereka ke Ibukota untuk segera melakukan Pemberontakan.
Patriark Klan Su, Su Kongpun menyetujuinya karena jika terlambat, Kaisar akan menyerang Mereka terlebih dahulu bersama dengan Sekte Pendukung Mereka yang pastinya akan mengirimkan Orang-orang Mereka untuk menuju ke Ibukota setelah mengetahui Klan Xiang sudah menjadi bagian Klan Pengkhianat.
##
Xinfeng dan Jenderal yang sedang berlatih tertutup di ruangan prajurit elit di bawah tanah pergi ke Istana mengkhawatirkan Ayahnya setelah di beritahu keributan yang telah memakan korban jiwa oleh Ryuyie dan Ibunya.
Patriark Guangzhou yang sudah berada di Istana terlihat tidak percaya dengan apa yang Ia lihat, cucunya sudah terlihat cantik kembali. Kaisarpun menyuruh Xinfeng untuk mencari Han Zhie karena Ayahnya ingin bertemu dengan Pemuda yang telah menyembuhkan cucunya itu. Patriark Guangzhou sangat berterimakasih kepada Han Zhie dan Klan Mo sangat berhutang budi kepadanya.
Beberapa saat berlalu, Perkumpulan yang sempat tertunda telah di lakukan bersama dengan Patriark Klan pendukung yang sudah hadir. Kaisar meminta Sekte dan Klan Pendukung untuk bersiap siaga menghadapi Pemberontakan. Beberapa Klan akan berjaga mengamankan sekitar Istana, Ibukota Kekaisaran dan Sekte-sekte pendukung akan mengirimkan Orang-orangnya untuk menjaga Istana Kekaisaran. Kaisar juga mengirim beberapa kapten untuk menginformasikan hal ini kepada Kerajaan Luan dan Kerajaan Sang agar meningkatkan kewaspadaan dan meningkatkan keamanan Kerajaan Mereka.
Han Zhie memilih untuk menginap beberapa hari atau bulan lagi dan berlatih di dalam kamarnya dan berniat ingin sedikit membantu menghadapi Pemberontakan jika para Pengkhianat nekat melakukannya.
Pelayan sesekali masuk untuk menaruh makanan di kamar Han Zhie meskipun terkadang Ia tidak memakannya. Ryurong terkadang juga menyuruh Ryuyie untuk menggantikan Pelayan membawakan makanan. Iapun hanya menurutinya, tetapi Han Zhie selalu berkonsentrasi membentuk lebih banyak energi hantu karena ingin sekali berkultivasi. Tanpa berkultivasi, Ia tidak bisa dengan leluasa berlatih Kitab-kitab yang Ia ketahui. Ia sempat berfikir untuk berlatih terlebih dahulu dan meningkatkan kemampuannya.
Han Zhie menyadari bahwa Ia mungkin hanyalah seekor semut tidak berguna jika kekuatannya masih seperti sekarang. Ia juga masih bertanya-tanya tentang Pria Misterius yang menyuruh Kakek Huan Li menghafal Kitab-kitab untuk menurunkan kepadanya. Seorang Pria yang membawa Kitab-kitab yang sangat hebat dan mampu membuat Dunia Dimensi sebagai tempat Han Zhie berlatih, tentu Ia dan Seseorang yang berhasil membuatnya terluka bukanlah Orang biasa dan memiliki kemampuan sangat tinggi.
Han Zhie memikirkan bagaimana caranya meningkatkan kembali kemampuannya karena Dunia Dimensi hanya membuat kemampuannya sedikit melampaui para Tetua jika Mereka menggunakan Jurus dan Teknik tingkat rendah.
Sementara itu, Yun Yintai kembali ke Istana. Ia akan mengajak Ryuyie pergi ke Kekaisaran Qing untuk menyembuhkan racun Penyihir dengan Air Bumi Sakti yang berada di Kekaisaran Qing agar Ryuyie sembuh total.
Yun Yintai mengelilingi Istana untuk mencari Han Zhie, beberapa Prajurit yang mengetahui membiarkannya begitu saja, sementara Prajurit bertopeng perak terlihat mengamatinya. Tidak kunjung bertemu dengan Han Zhie, Yun Yintai menemui Kaisar untuk menanyakan keberadaan Han Zhie. Kaisarpun memberitahukan bahwa Han Zhie sedang latihan tertutup di dalam kamarnya.
Yun Yintai berniat akan mengajak Han Zhie ikut dengannya ke Kekaisaran Qing. Ia kemudian menerobos memasuki kamarnya tanpa sepengetahuan penjaga di depan pintu kamar Han Zhie setelah di beritahu letak ruangan dan kamar Han Zhie.
"Hey bocah, sedang apa Kau?" Tanya Yun Yintai, tetapi Han Zhie masih berkonsentrasi membentuk energi Hantu.
__ADS_1
"Hey bocah apa Kau tuli?" Lanjut Yun Yintai menonyor kepala Han Zhie.
"Pergilah, mengangguku saja" Balas Han Zhie masih terus memejamkan matanya tidak terkejut dengan Yun Yintai yang menyelinap masuk ke kamarnya.
"Aku akan mengajakmu ke Kekaisaran Qing, Apa Kau berminat?" Tanya Yun Yintai.
"Kenapa Kau akan kesana?" Balas Han Zhie bertanya penasaran kemudian membuka matanya.
"Apa Kau mulai tertarik untuk ikut? Aku juga akan bersama dengan Ryuyie loh" Jawab Yun Yintai sedikit menggodanya.
"Air Bumi Sakti ada disana. Aku baru mengetahui jika air itu akan hilang manfaatnya jika di ambil dari telaga" Lanjutnya.
"Aku tidak bisa ikut. Aku akan menuju ke selatan melewati Kekaisaran Bing" Jawab Han Zhie.
"Kekaisaran Bing? Nampaknya ada yang aneh dengan Kekaisaran Bing itu" Gumam Yun Yintai.
"Penyakit aneh Ryuyie muncul beberapa tahun yang lalu tidak lama setelah kedatangan Putra Kaisar Bing yang bermaksud melamar Ryuyie dan di tolak olehnya" Jawab Yun Yuntai.
"Benar,,, Benar-benar aneh selera Putra Kaisar itu"
Gumam Han Zhie membuat Yun Yintai kesal dan memukul kepala bagian belakang Han Zhie.
"Baiklah kalau Kau tidak mau ikut. Aku pergi dulu" Ucap Yun Yintai.
"Aku akan segera meninggalkan Istana dengan Ryuyie, jika Kau berubah pikiran, Kau bisa menyusul kami" Lanjutnya.
"Bukannya menunggu beberapa hari atau bulan lagi, Orang hebat sepertimu malah berusaha kabur" Gumam Han Zhie.
__ADS_1
"Berisik Kau" Balas Yun Yintai kemudian keluar dari kamar Han Zhie melewati pintu yang membuat Penjaga sangat kaget karena tidak melihatnya keluar.
Yun Yintai kemudian pergi bersama dengan Ryuyie. Kaisar, Ryurong, dan Xinfeng mengantar Mereka keluar dari istananya begitupun dengan Guangzhou yang berada di sana.
"Maaf Tuan, Kalian akan kemana? Aku akan ikut" Tanya Pria bertopeng emas di depan Istana setelah Mereka keluar.
"Ke Kekaisaran Qing" Jawab Yun Yintai membuat Pria bertopeng emas mengerutkan keningnya sejenak karena perjalanan ke sana memakan waktu yang sangat lama dan juga membahayakan.
"Hahaha Kau membuatku tertawa saja" Balas Pria bertopeng emas menganggap Yun Yintai sedang bercanda dengannya.
"Apa itu lucu?" Tanya Yun Yintai.
"Tentu.. Tentu itu lucu, Orang tua sepertimu seharusnya berdiam diri saja di rumah. Kau masih bisa berjalan-jalan sedikit seharusnya Kau bersyukur, Kau malah bercanda kelewatan seperti itu" Balas Pria bertopeng emas.
"Apa ini lucu?" Tanya Yun Yintai sambil mengeluarkan Topeng Kertas bergambar wajah miliknya.
Seketika satu Pria bertopeng emas lain yang berada dekat dengan Mereka langsung melesat jauh meninggalkan Mereka takut terkena imbasnya.
Pria bertopeng emas yang tadi tertawapun membalikkan badannya akan melesat meninggalkan Yun Yintai. Tetapi Yun Yintai sudah memegangi Pakaiannya, Ia hanya bisa menelan ludahnya.
"Sialan" Gumamnya.
Yun Yintai menendang pantatnya seketika Ia terbang dan menyangkut di sebuah pohon, lukanya tidak begitu serius karena Yun Yintai juga tidak mengeluarkan seluruh kemampuannya dan latihan fisik murid-murid Sekte Bambu Kuning juga sangat keras membuat fisik Mereka kuat.
Yun Yintai kemudian memegangi Ryuyie dan melesat ke Udara, Seekor Beast spirit sudah menunggu Mereka di atas Istana dan Merekapun melesat pergi.
Kaisar, Guangzhou, Ryurong, dan Xinfeng masih melongo melihat Yun Yintai yang ternyata sangat hebat, begitupun dengan Ryuyie. Mereka kemudian di beritahu oleh Pria bertopeng emas yang sudah kembali setelah menanyainya, bahwa Yun Yintai merupakan Patriak Mereka dan Mereka baru mengetahui sesaat setelah Yun Yintai mengeluarkan topengnya.
__ADS_1