
Han Zhie kemudian di tinggal oleh Mata Setan setelah di beri penjelasan apa yang harus di lakukannya.
Han Zhie kemudian menuruni Gunung, mata kirinya tidak berfungsi karena selama ini mata setanlah yang membuat matanya mampu melihat ke kejauhan. Dia berjalan mencari para Beast dan menyerap kristal jiwanya.
Han Zhie melihat seekor kelinci dan berpikir akan berburu kelinci untuk bekalnya makan. Dia mengendap-endap mendekati Beast Spirit Kelinci Setan.
Dengan sangat cepat Han Zhie melompat ke arah kelinci itu.
"Kena Kau" Gumamnya.
Han Zhie berguling di tanah tidak berhasil menangkap kelinci itu yang gerakannya sangat cepat.
Setelah menghindar dari Han Zhie, kelinci itu seperti meledeknya dan tepat di hadapan mukanya menggoyang-goyangkan pantatnya. Han Zhie yang kesal melompat ke arah kelinci itu.
"Happp" Tangannya hanya mengenai tanah, kelinci itu sangat cepat melompat ke depan dan menggoyang-goyangkan pantatnya kembali meledek Han Zhie.
"Kelinci sialan" Gumam Han Zhie kemudian mengambil batu besar di sampingnya dan melemparkannya dengan sangat cepat ke arah kelinci di depannya.
Kelinci itu melompat ke arah Han Zhie dan menapak di kepalanya kemudian berlari menjauh. Di kejauhan, Dia kembali menggoyang-goyangkan pantatnya.
"Apa Dia meledekku? Dari tadi menggoyang-goyangkan pantat, awas Kau" Gumam Han Zhie geram dan kemudian mengejarnya.
Tap
Tap
Tap
Kelinci itu lebih cepat dari Han Zhie, gerakannya juga lincah. Dengan tubuhnya yang kecil Dia bisa berlari dan melompat ke sana kemari menghindar dari Han Zhie.
"Tinju Naga Besi"
Han Zhie mengejarnya sambil terus berusaha meninjunya karena geram dengan kelinci yang seolah meledeknya.
Bam
Bam
Bam
Tanah menjadi berlubang terkena tinjunya, pohonpun hancur, tetapi Kelinci itu berhasil menghindar, salto dari pohon melewati di atas kepala Han Zhie.
Han Zhie menambah kecepatannya. Kelinci itu terus menggoyang-goyangkan pantatnya membuatnya semakin geram dan membabi buta meyerangnya.
Bam
Bam
Bam
__ADS_1
Tanah kosong dan Pepohonan kembali terkena tinjunya. Dia kemudian menyibak tangannya memasukkan banyak bebatuan kecil ke ruang dimensi dan mengeluarkannya satu persatu melempari kelinci itu sambil terus mengejarnya.
Tak
Tak
Tak
Kelinci itu masih bergerak lincah menghindar. Lima batu kecil sampai dua puluh batu kecil Han Zhie lempar bersamaan, tapi kelinci itu hanya terkena beberapa batu, dan itupun tidak melukainya sama sekali.
Han Zhie mengamati gerakan kelinci itu, tapi tidak menemukan kelemahannya.
"Aku harus menangkapnya, Beast tingkat rendah saja kecepatan dan gerakannya sangat merepotkan, mungkin kemampuannya akan berguna bagiku" Gumam Han Zhie.
Tak
Tak
Tak
Han Zhie kembali melempari kelinci yang masih di kejarnya dengan bebatuan kecil, tapi kelinci itu sangat gesit sehingga mampu terus-menerus menghindarinya. Han Zhiepun menyerah tidak sanggup menangkap kelinci itu, tapi kelinci itu mendekatinya melompat dan menapak di kepalanya, membuat Han Zhie sangat geram dengannya. Dia mengeluarkan pedang hantunya.
Han Zhie tidak mampu menahannya, hanya untuk menangkap seekor kelinci Dia mengeluarkan jurus tingkat tingginya, Hujan Pedang Langit. Akan tetapi, Han Zhie tidak mengalirkan energi Hantu ke Pedangnya karena energi hantunya habis setelah tersadar.
Bangg
Bangg
Bangg
Han Zhie kemudian duduk di bawah sebuah pohon, menyerap kristal jiwa Kelinci Setan, dan Daging kelinci itu Dia panggang sampai kering sebagai bekal buatnya.
Sedikit demi sedikit, Han Zhie mulai merasakan energi setan terserap ke dalam tubuhnya. Aura yang di keluarkan energi setan sangat berbeda dengan energi hantu. Aura Setan cenderung mengarah ke sesuatu yang menakutkan, menunjukkan kehancuran, sedangkan Aura hantu cenderung mengarah ke sesuatu yang menenangkan dan mendamaikan menunjukkan kewibawaan.
Beberapa jam lamanya Han Zhie menyerap kristal jiwa dan energi kristal jiwa itu sudah terserap habis olehnya. Energi hantu yang biasanya memenuhi dantiannya kini berganti dengan energi Setan.
Benar saja perkiraan Han Zhie. Setelah menyerap energi kristal jiwa kelinci itu, gerakannya menjadi lincah dan gesit seperti kelinci yang di tangkapnya. Tanpa Han Zhie sadari, kelinci itu adalah Raja Beast Kelinci Setan.
Han Zhie kemudian berjalan kembali. Dia melihat banyak kelinci. Dengan gerakan dan insting kelinci, Han Zhie dengan mudah menangkap Mereka satu demi satu. Kelinci panggang dan asap sudah cukup memenuhi ruang Dimensinya.
Beberapa hari berlalu Han Zhie berhasil mendapat banyak kristal jiwa dari kelinci, tupai, berang-berang, kadal, musang, dan Beast spirit Setan lainnya. Berhari-hari pula Han Zhie menyerap kristal jiwa dari Beast spirit tingkat rendah itu. Selain menyerap kristal jiwanya, Han Zhie juga memakan dagingnya karena menurut Mata Setan beberapa daging dari Beast Spirit Setan berguna bagi tubuhnya.
Tanpa terasa Han Zhie sudah berada di lapisan kedua di Pulau Setan. Dia di serang oleh puluhan monyet. Berbeda dengan monyet biasanya, tubuh Mereka sebesar manusia dan kuat. Han Zhie meninju Mereka tapi Mereka hanya terpental tidak terluka.
Kwakkk
Kwakkk
Kwakkk
__ADS_1
Monyet-monyet itu menyerang, berusaha mencakar-cakar Han Zhie, tetapi gerakan Han Zhie sangat gesit dan Dia berhasil menghindarinya.
Satu demi satu monyet menyerang Han Zhie, Mereka bergelantungan kesana kemari.
Wussss
Wussss
Wussss
Kuku Mereka yang tajam berusaha mencakar sambil bergelantungan. Han Zhie di serang dari segala penjuru. Di saat Dia sibuk menghindar dan menyerang monyet-monyet yang bergelantungan, salah satu monyet melompat meninjunya.
Bummm
Han Zhie terpental mengenai sebuah pohon tetapi fisik hantunya tidak membuatnya terluka dengan tinju monyet di tingkat yang masih rendah.
"Dasar Monyet Setan" Gumamnya.
"Fisikku masih lemah, Aku akan berlatih dengan melawan Mereka, tidak akan menggunakan Pedang Hantu selagi tidak terdesak" Lanjutnya bergumam.
"Tinju Naga Besi"
Bummmm
Tinjunya beradu dengan tinju monyet yang kembali akan meninjunya. Tanpa di aliri sebuah energi, tangan Han Zhie terasa getir beradu dengan tinju monyet yang juga sangat kuat.
Han Zhie kemudian beradu pukulan dengan Monyet itu. Puluhan sampai ratusan pukulan sudah di layangkannya, begitupun dengan monyet itu.
"Sial, seperti sedang turnament saja" Gumam Han Zhie melihat puluhan monyet menepuk-nepukkan tangan, duduk di tanah dan dahan pohon menyaksikan Mereka berdua bertarung.
Huahhh
Huahhh
Huahhh
Suara Monyet-monyet yang bergelantungan membuat suasana semakin riuh.
Han Zhie sangat geram dengan Monyet-monyet yang menyaksikannya bertarung. Beberapa monyet membawa buah-buahan seolah sedang bertaruh, membuatnya semakin geram dengan tingkah Mereka.
Han Zhie kemudian mengalirkan energi Setan ke tinjunya.
"Tinju Naga Setan"
Monyet itu terpental dan terjatuh di tanah dan mengeluarkan kristal jiwa. Puluhan monyet yang sedang menontonnya berhamburan berlarian melihat Tinju Naga Setan ciptaan Han Zhie. Han Zhie tidak tinggal diam dan mengejar Mereka.
Meskipun monyet-monyet itu kuat, tapi kecepatan Han Zhie melampaui Mereka, dan juga tubuh Mereka ternyata sangat lemah jika terkena tinju yang di aliri energi Setan. Han Zhie mampu menewaskan Mereka meskipun tidak dengan sekuat tenaga meninjunya.
"Haha... Ini seperti mengalahkan Setan dengan Setan" Gumamnya mengetahui Beast Setan lebih mudah di kalahkan dengan energi Setan.
__ADS_1
Han Zhie kemudian meninju satu persatu Monyet yang berhasil Dia kejar. Puluhan kristal jiwa berhasil Dia kumpulkan.