Pendekar Pedang Hantu Kematian

Pendekar Pedang Hantu Kematian
Dunia ini Begitu Sempit


__ADS_3

Fu Shang menemukan sebuah sumberdaya sangat mahal yang ternyata milik Menara Cahaya yang terjatuh. Orang Menara Cahaya tidak mau tahu, menuduhnya mencuri dan membunuh semua keluarganya, menyisakan Dia seorang diri yang selamat, akan tetapi salah satu lengan Fu Shang di potong oleh Mereka, dan juga dantian Fu Shang di rusak oleh Orang-orang Menara Cahaya. Oleh karenanya, Dia di pandang sampah tidak berguna dan bekerja membawakan barang-barang para Pengelana atau saudagar yang mau menerimanya.


Fu Shang berkelana dari satu Desa ke Desa lain, Kota ke Kota lain dengan sebuah keranjang besar di punggungnya. Meskipun para Pendekar kebanyakan mempunyai Cincin dimensi, tetapi beberapa dari Mereka berbaik hati menyuruh Fu Shang membawakan tas-tas Mereka.


Han Zhie mengajak Fu Shang ke sebuah Restoran untuk makan. Dia memesan banyak makanan untuknya dan Fu Shang. Mereka kemudian melanjutkan berbincang sambil memakan hidangan yang sudah di sajikan Pelayan.


"Apa Kau tidak ingin balas dendam?" Tanya Han Zhie.


"Tidak, Aku tidak bisa berbuat apapun dan sudah melupakannya. Semua adalah salahku. Seharusnya Aku tidak melihat dan memungut benda berharga yang terjatuh itu" Jawab Fu Shang.


"Bukan salahmu, Mereka saja yang sangat arogan dan sombong. Kalau tidak melihat para Penduduk Kota yang berada di sana, mungkin Aku sudah menghancurkan Menara tidak berguna itu beberapa saat yang lalu" Balas Han Zhie membuat Fu Shang sedikit terhentak kaget.


"Apa Kakak berpikir seperti itu? Mereka tidak bisa di anggap remeh, lebih baik tidak lagi berurusan dengan Mereka" Jawab Fu Shang.


"Bukan Aku yang berurusan dengan Mereka, tapi Merekalah yang sudah berani berurusan denganku. Aku berpikir akan memberi sedikit pelajaran kepada Mereka nanti malam" Balas Han Zhie.


"Apa maksud Kakak? Bukankah sudah cukup Kakak memukuli beberapa dari Mereka?" Tanya Fu Shang.


"Itu hanya sedikit hidangan pembuka hahaha" Jawab Han Zhie.


"Apa Kakak melakukannya karena mendengar ceritaku? Lebih baik lupakan itu" Balas Fu Shang.


"Tentu saja bukan karena ceritamu. Mereka menganggap nyawaku begitu enteng di mata Mereka. Sudah pasti Mereka melakukan hal demikian kepada lainnya yang lebih lemah dari Mereka" Jawab Han Zhie.


"Tapi itu hanya keinginanku haha. Aku mana mungkin bisa menghancurkan Menara yang di jaga ratusan Pendekar di dalamnya" Lanjut Han Zhie membuat Fu Shang menganggukkan kepalanya dan bernafas lega karena menganggap hanya Orang bodoh yang menginginkan kematian yang mau berurusan dengan Menara Cahaya. Lagian Menara Cahaya di Kota kecil itu hanya sebagian kecil saja yang menunjukkan pengaruhnya di seluruh Kekaisaran Qing.


Di Menara Cahaya yang berada di Kota itu,


"Berengsek mana yang berani melukai Nona Cantik ini? Dasar Pengawal tidak berguna. Kalian di bayar mahal oleh Tuan Yi Sun, tapi tidak berdaya dengan Seorang Sampah" Umpat Pria tua pengelola Menara Cahaya di Kota itu yang merupakan Paman dari Yi Liem.

__ADS_1


"Paman, Aku tidak mau tahu Kau harus mengirimkan Orang untuk menyiksanya karena berani menurunkan harga diriku" Ucap Yi Liem kemudian mengancamnya "Kalau Kau tidak becus, jangan salahkan Aku menyuruh Ayah untuk membuatmu dan keluargamu menderita" Lanjut Yi Liem membuatnya takut karena Ayah Yi Liem merupakan Seseorang yang sangat kejam meskipun dengan saudaranya sendiri.


"Nona Cantik, Kau tidak perlu khawatir, Aku akan mengirimkan Pendekar tingkat tinggi untuk menyiksa kemudian membunuhnya" Ucap Paman Yi Liem yang bernama Jin Tong.


"Bahkan para Pengawalku bukan apa-apa di hadapannya, Kau bisa menggunakan uang Menara Cahaya untuk membayar beberapa Pendekar" Balas Yi Liem.


"Tidak peduli seberapa banyak yang Kau keluarkan, Aku menginginkan kepalanya" Lanjutnya.


"Aku tahu itu" Balas Jin Tong kemudian menyuruh bawahannya pergi ke sebuah tempat yang merupakan bagian dari Organisasi Pembunuh bayaran Topeng Hitam. Hanya Orang-orang tertentu saja yang mengetahui keberadaan tempat-tempat milik Organisasi itu, sedangkan Markas Pusat kemungkinan belum ada satupun yang mengetahuinya selain dari anggota Mereka.


Malam harinya di Penginapan, Han Zhie berdiri di atap Penginapan itu dengan jubah dan cadar hitamnya. Dia berpikir akan menghancurkan Menara Cahaya di Kota kecil itu karena Mereka bertindak semena-mena terhadap Orang-orang yang Mereka anggap lemah, dan tentu sedikit membalaskan dendam untuk Fu Shang yang Mereka bunuh seluruh keluarganya.


Tiba-tiba, Han Zhie merasakan Seseorang yang mengamati Penginapan, Han Zhie kemudian melesat mendekat ke arah Seseorang yang barusaja tiba untuk mengamatinya. Dia adalah Assasin pembunuh bayaran.


Assasin itu sampai tidak jauh di Penginapan tempat Han Zhie berada. Meskipun tidak bisa melihat mukanya karena cukup jauh, Dia mengenali energi yang pernah Dia rasakan sebelumnya.


"Sialan, Anak itu lagi... Dunia ini begitu sempit" Ujar Assasin itu kemudian melesat sangat cepat dan kabur.


Assasin itu merupakan Pemimpin Pembunuh bayaran yang di jumpai Han Zhie saat di Kerajaan Sin Wu dan Ibukota Kekaisaran Mo. Karena Dia melarikan diri dari tugas yang di berikan Petinggi Organisasi, maka Dia yang bertanggung jawab di kirim ke Kota Kecil itu di Kekaisaran Qing bersama beberapa bawahannya. Dia yang lama berdiam diri di Kota kecil itu, kebetulan ingin sedikit meregangkan otot dengan melakukan misi tanpa menyuruh bawahannya.


Han Zhie tidak tinggal diam. Langkahnya lebih cepat dari Pemimpin Assasin Pembunuh yang pernah melukainya dulu di Kerajaan Sin Wu.


"Ternyata Kau lagi" Ucap Han Zhie mengetahui Assasin itu sambil memegangi jubah belakangnya, membuat langkahnya terhenti.


"Ba... Bagaimana Kau bisa tahu ini Aku?" Tanya Assasin itu heran karena anggota Organisasi Assasin Pembunuh berjumlah sangat banyak.


"Tentu saja Aku tahu, jubahmu sedikit berlubang di tempat yang sama" Jawab Han Zhie.


"Apa Kau tidak pernah berganti Pakaian?" Lanjut Han Zhie membuat Assasin itu mengerutkan keningnya.

__ADS_1


"Ka.. Kau... Kau bahkan memperhatikan lubang sekecil ini di jubahku" Gumam Assasin itu melihat lubang kecil jubahnya di bagian perut.


"Kenapa Kau kaget begitu? Cepat katakan sesuatu atau kepalamu akan terputus" Perintah Han Zhie sambil mengeluarkan aura Setannya yang sangat menakutkan.


"A.. Apa yang ingin Ka..Kau ketahui? Aku hanya Pembunuh bayaran" Jawabnya terbata-bata dengan kaki sedikit bergetar mendapat ancaman dari Han Zhie.


"Aku tahu itu, Kau pasti suruhan Menara Cahaya. Aku ingin mengetahui tentangmu dan gerombolanmu waktu itu, Aku melihat Kalian bukanlah Orang biasa dan berkemampuan khusus" Balas Han Zhie.


"Tapi nanti. Kau ikut terlebih dahulu denganku menghancurkan Menara Cahaya itu" Lanjutnya.


"Aku tidak akan memberitahukan apapun. Kau bisa membunuhku sekarang" Jawab Assasin itu.


"Kau luar biasa sekali, biar Aku tebak, gerombolan Orang-orang sepertimu pasti lebih banyak dari yang pernah kulihat" Ucap Han Zhie.


"Kau sudah tahu itu, jangan banyak omong kosong cepat bunuh Aku atau Aku akan meledakkan diriku sendiri" Balas Assasin itu.


"Biar ku tebak sekali lagi, Kau pasti mempunyai Pemimpin di atasmu" Jawab Han Zhie.


"Sebenarnya ada apa denganmu? Kau tinggal bunuh saja Aku, kenapa terus bertanya dan menebak?" Umpat Assasin itu.


"Hanya penasaran saja dengan Orang-orang sepertimu. Enyahlah dari sini dan sampaikan kepada Pemimpinmu untuk jangan membunuh Orang yang tidak bersalah" Ucap Han Zhie.


"Sekali lagi Aku melihat satu Orang sepertimu berbuat seperti ini, ingin membunuh Orang yang tidak bersalah, Aku pastikan Kalian semua tidak akan selamat, bahkan jika Kalian bersembunyi di balik ketiak para Dewa, Aku akan menghabisi Dewa sialan yang melindungi Kalian" Lanjut Han Zhie membuat Assasin itu bergidig lemah dan ketakutan.


"Ba.. Baiklah Tuan, akan segera Aku sampaikan" Jawab Assasin itu.


Han Zhie kemudian melesat pergi meninggalkan Assasin itu menuju ke Menara Cahaya. Assasin itupun bernafas lega, dan juga dengan segera melesat pergi meninggalkan tempat itu.


"Orang bodoh mana yang mau berurusan dengan Pemuda Gila sepertinya, bahkan Dewapun di tantang olehnya" Gumam Assasin itu.

__ADS_1


"Aku harus segera menyampaikan pesannya ke Markas, ancamannya sepertinya sangat meyakinkan, tidak bisa di anggap remeh" Lanjutnya.


__ADS_2