Pendekar Pedang Hantu Kematian

Pendekar Pedang Hantu Kematian
Pertempuran


__ADS_3

Sebelum Pasukan Musuh membuat kelompok.


Han Zhie melesat dengan sangat cepat ke arah Pasukan musuh dari arah belakang, mata kirinya menjelajahi setiap musuh yang mampu dengan mudah dan cepat Ia habisi.


Celepuk


Celepuk


Celepuk


Tanpa mereka sadari, beberapa saat berlalu ratusan prajurit musuh jatuh satu persatu sudah tidak bernyawa dengan bagian tubuh yang sudah terpotong, tewas mengenaskan.


Seketika itu beberapa Prajurit di barisan belakang yang menyadari serangan Han Zhie dari arah belakang panik berusaha menghalau dan mengepung Han Zhie. Sementara Para Tetua Pasukan Hitam masih belum menyadarinya, perhatian Mereka tertuju pada Patriak dan Tetua Sekte Pedang Naga.


Patriak Liang Feng, Min Tai, Tetua Cheng, Tetua Li, Tetua Xi, Tetua Jing, Tetua Zhang, dan Para Murid Sekte meneguk ludahnya sendiri melihat gerakan Han Zhie menerobos barisan belakang dengan mudah dan cepat membunuh begitu banyak pasukan musuh, begitupun Yu Wuhen, Jun Bing, dan Pasukan elit yang melihat jelas serangan dan gerakan Han Zhie seperti Hantu bagi Mereka.


Pertempuran sengit terjadi di antara Mereka dengan Patriark dan Tetua Sekte Aliran Hitam. Sementara dari belakang pasukan aliran hitam, Yu Wuhen, Jun Bing dan Pasukan Elit juga sudah melakukan penyerangan ke musuh aliran hitam.


Ribuan Prajurit sudah tewas dari Pihak Sekte aliran hitam, dari Sekte pedang Naga ratusan muridpun jatuh berguguran.


"Siapa Orang bercadar hitam itu? Sepertinya Dia yang banyak membunuh Pasukan Kita" Gumam Patriark Sekte Lembah Neraka, Shan Long menyadari serangan di barisan belakang.


"Zung Po, Chong Pou, Kalian halangi Dia, sepertinya Dia lumayan hebat, jangan meremehkannya" Lanjut Shan Long.


"Baiklah" Ucap Mereka kemudian melesat ke arah Han Zhie yang sedang bergerak membunuh satu demi satu Pasukan musuh.


"Berhenti !!! Siapa Kau?" Tanya Zung Po yang sudah berada di depan Han Zhie bersama Chong Pao untuk menghalau pergerakannya.


"Banyak omong" Gumam Han Zhie kemudian langsung menyerang ke arah Mereka berdua.


"Dari suaramu Kau anak muda yang sangat sombong" Sahut Chong Pau.


"Bersiaplah, Kami akan menghancurkan kepala besarmu" Ucap Zung Po


Tranggg


Pedang Han Zhie dan Chong Pau beradu menimbulkan suara yang keras.


"Lumayan juga Kau anak muda" Gumam Chong Pau.


"Tebasan Pedang Neraka"


Brakkkkk


Beberapa Prajurit musuh di dekat Han Zhie terpental dan tewas terkena aura tebasan, Sedangkan Zung Po dan Chong Pau berhasil menghindar dari serangan Han Zhie.


"Bayangan Pedang Penghancur"


Ratusan Pedang melesat ke arah Zung Po, Chong Pau dan Prajurit musuh.


"Perisai Api"


Wushhhhh

__ADS_1


Jurus Zung Po berhasil menghancurkan ratusan pedang yang melesat ke arahnya, tetapi ratusan bayangan Pedang yang melesat ke arah prajuritnya berhasil menewaskan ratusan pula dari Mereka.


"Cihhh. Untung saja jurusku belum sempurna" Gumam Han Zhie.


"Rasakan ini" Teriak Han Zhie.


"Hujan Pedang Langit" Lanjutnya.


Ratusan Pedang melesat seperti hujan dari atas Pasukan musuh jauh dari jangkauan Zung Po dan Chong Pau. Seketika ratusan Pasukan musuh kembali berjatuhan tewas mengenaskan.


"Hey Bocah, Kamilah lawanmu" Ucap Chong Pau.


"Raungan Api hitam"


Mulut Zung Po mengeluarkan api berwarna hitam ke arah Han Zhie.


"Api apa itu?" Gumam Han Zhie.


"Tiupan Angin Pelindung"


Fuhhhh


Han Zhie menyemburkan angin menggunakan energi hantu, api itu Ia arahkan ke Pasukan musuh, membuat puluhan musuh tewas terbakar.


"Bocah ini bukan bocah sembarangan" Gumam Zung Po.


"Benar, jika masih ada bocah ini Kurasa Kita akan kalah, sudah ribuan Pasukan yang Ia bunuh dalam waktu sekejap" Sahut Chong Pau.


"Chong Pau, Kau halangi Dia, Aku akan meminta bantuan" Ucap Zung Po.


Zung Po menelan ludahnya.


"Sialan Kau. Kurasa Kita akan kalah, lihat itu !!! " Balas Zung Po menunjuk ke arah mayat-mayat Pasukan aliran hitam yang semakin banyak yang tewas.


"Lantas Kita harus bagaimana?" Tanya Chong Pau.


"Sudahlah ayu Kita terus saja halangi Dia" Jawab Zung Po.


"Baiklah" Sahut Chong Pau melesat dengan cepat menjauh dari Zung Po dan Han Zhie.


"Brengsek,,, Sialan Kau berani beraninya Kau kabur" Umpat Zung Po melihat Chong Pau yang begitu cepat kabur dari Han Zhie.


Zung Po yang melihat Han Zhie masih sedikit sibuk membunuh Pasukan musuh, berniat kabur juga. Tetapi, perhatian Han Zhie tidak lepas sedari tadi dengan Zung Po dan Chong Pau.


Han Zhie melesat ke arah Zung Po.


"Tendangan Naga Besi"


Duarrrr


"Perisai Emas"


Zung Po yang baru saja hendak melesat kabur terpental beberapa meter terkena tendangan Han Zhie.

__ADS_1


"Tendangannya sangat kuat. Untung saja Aku sempat mengeluarkan Perisai. Gerakannya sangat cepat sekali" Gumamnya.


"Jangan harap Kau bisa kabur juga Pak Tua" Ucap Han Zhie.


Pasukan musuh menjauh meninggalkan Mereka berdua mulai ketakutan dengan Han Zhi.


Yu Wuhen, Jun Bing dan Pasukan Elit Pedang Naga yang cukup jauh dari Area Han Zhie bertarung segera melesat ke Arah Pasukan musuh yang terpontang-panting menjauhi Han Zhie. Mereka dengan mudah mengalahkan Pasukan musuh yang panik ketakutan.


Sementara itu Patriark Liang Feng sedang bertarung melawan Shan Long Patriark Lembah Neraka dan salah satu Tetua Mawar Hitam Ho Jiang.


Terlihat Patriark Feng sedang menyeka bibirnya yang mengeluarkan darah terkena serangan Shan Long.


"Liang Feng, semakin tua Kau semakin lemah saja" Ucap Shan Long.


"Kau saja yang Pengecut, menghadapiku dengan Si Kutu itu" Balas Patriark Liang Feng menunjukkan jarinya ke Tetua Mawar Hitam Ho Jiang.


"Pak Tua... Tubuhmu sebentar lagi akan Kami hancurkan bersama dengan Sektemu masih saja bersikap kurang ajar" Sahut Ho Jiang kemudian meludah.


"Kau masih saja bisa berkata-kata di saat Markas Sektemu sendiri sudah hancur lebur" Balas Liang Feng masih berusaha mengulur waktu untuk Han Zhie.


"Patriark lemah sepertimu sangat pandai juga melawak hahaha" Sahut Ho Jiang.


"Sekte gila mana yang berani menghancurkan Markas Kami" Lanjutnya.


"Hahaha hanya satu Orang saja yang menghancurkannya" Balas Patriark Liang Feng.


"Cihhh.. Bualan macam apa itu, Orang gila mana yang bisa melakukannya?" Sahut Ho Jiang.


"Sudah hentikan omong kosong Kalian !!!" Ucap Shan Long menyela.


Baru saja Shan Long menyela, dua buah Tombak melesat ke arah Shan Long dan Ho Jiang, Merakapun menghindarinya.


"Kurasa Dialah Orang gila itu" Gumam Liang Feng menunjuk Han Zhie yang melesatkan dua Tombak ke arah Mereka berdua.


Shan Long dan Ho Jiang melongo melihat Han Zhie yang berjarak cukup jauh melesatkan Tombak dengan sangat cepat ke arah Mereka.


Shan Long memandang sekelilingnya. Matanya terbelalak melihat lebih dari separuh Pasukan aliran hitam telah tewas mengenaskan, beberapa lari meninggalkan medan pertempuran, Ia mencari keberadaan Zung Po dan Chong Pau dan melihat Zung Po juga sudah tewas mengenaskan.


"Tunggu apalagi, ayu Patriark Long serang !!!" Ucap Ho Jiang. Dia celingukan, Shan Long tidak kunjung bersuara.


"Brengsek Sialan,,, Patriark macam apa Kau, kabur begitu saja" Teriak Ho Jiang kemudian menelan ludahnya melihat banyak Pasukannya sudah banyak yang tewas.


"Hahaha barusan Kau mengatakan akan menghancurkanku dan Sekteku, kenapa wajahmu jadi pucat begitu?" Gumam Patriark Liang Feng dan tidak lama Ho Jiang tewas di tangan Liang Feng.


Beberapa Pasukan elit sudah membantu Patriark Min Tai dan Tetua Sekte Pedang Naga yang di keroyok.


Keadaan sekarang berbalik, beberapa Pasukan musuh kabur, sedangkan sisanya semakin terdesak terkepung oleh Han Zhie dan Pasukan Sekte Pedang Naga.


Tidak berselang lama, Sekte Pedang Naga berhasil memenangkan Pertempuran. Dua Tetua Sekte Pedang Naga tewas, Satu terluka parah, dan sekitar dua ribu lima ratus murid Sekte tewas di Medan Pertempuran.


Dari pihak Sekte aliran hitam sepuluh ribu pasukan lebih tewas termasuk Patriark dan Para Tetua yang tidak berhasil kabur. Kebanyakan dari Pasukan yang tewas, tewas dengan keadaan yang mengenaskan oleh Han Zhie.


Berkat Han Zhie dan rencananya, Sekte Pedang Naga berhasil selamat dari kehancuran.

__ADS_1


Han Zhiepun sekarang mendapat sedikit informasi tentang kemungkinan keberadaan ayahnya dari Patriark Sekte mawar hitam yang berhasil dengan cepat Ia bunuh dengan bantuan pasukan elit Pedang Naga.


__ADS_2