Pendekar Pedang Hantu Kematian

Pendekar Pedang Hantu Kematian
Hanya Meregangkan Otot


__ADS_3

Di atas tembok Gerbang Sekte, Tiga orang sedang berjaga. Mereka terkejut dengan kedatangan Han Zhie yang berhasil menembus Mantra Pelindung. Dengan sigap, salah satu di antara Mereka berlari menuju sebuah Lonceng besar. Ia bermaksud akan membunyikannya, menandakan adanya sebuah ancaman di Sekte.


Han Zhie yang melihatnya tentu tidak tinggal diam. Sebelum Penjaga itu sampai di Lonceng, Ia sudah terlebih dahulu melompat ke atas berada di depannya dan menebas kepalanya. Dua Penjaga yang melihatnya diam mematung, terkejut dengan Han Zhie yang dengan cepat sudah berada di atas Tembok Gerbang.


Han Zhie berlari menghampiri Mereka. Dengan langkah yang cepat, Han Zhie menebas dan membelah Mereka berdua.


Ia tidak Peduli dengan caranya membunuh, sebagaimana Mereka membunuh Penduduk Desa. Iapun menebas Mereka tanpa belas kasihan sama sekali. Baginya, Orang-orang seperti Mereka tidak bisa di biarkan hidup lama di Dunia, bisa saja suatu saat Mereka juga tidak akan segan menghabisi Orang-orang yang Ia sayangi dengan kejam.


Han Zhie turun dari Tembok, di balik Pintu Gerbang ada dua orang yang berjaga. Belum sempat berkata-kata saat melihat Han Zhie turun, masing-masing tubuh Mereka sudah terbagi menjadi dua.


"Penyusup" Dari dalam Sekte Seseorang berteriak keras melihat Han Zhie membunuh Penjaga Gerbang. Seketika Sekte menjadi ramai, dan Orang-orang yang berada di luar berkumpul, begitupun dengan Orang-orang yang berada di dalam beberapa Bangunan, keluar untuk berkumpul. Mereka memandangi Han Zhie.


Di balik bangunan yang cukup tinggi, tampak Seorang Kakek berkumis tipis yang berusia sekitar 60 tahun memperhatikan Han Zhie dari balik jendela. Ia sudah mengetahui sejak awal Han Zhie masuk menembus mantra pelindung. Ia Merupakan salah satu Tetua Sekte Mawar Hitam.


Dia dapat mengetahuinya karena Dialah orang yang telah membuat formasi pelindung. Di sampingnya berdiri, juga ada satu Tetua dengan kepala botak yang sama-sama sedang memperhatikan Han Zhie.Mereka berdua lalu melesat ke hadapan Han Zhie.


"Tuan, apakah Sekte Kami mempunyai masalah dengan Anda?" Ucap Tetua berkumis tipis tepat di hadapan Han Zhie.


"Tidak" Jawab Han Zhie singkat.


"Lantas kenapa Tuan membuat keributan Di sini?" Tanya Tetua Botak.


"Aku Hanya ingin meregangkan otot" Jawab Han Zhie sungkan membicarakan masalah yang sudah Sekte Mawar Hitam lakukan.

__ADS_1


"Meregangkan otot? Apa Maksudmu Tuan?" Tanya Si Botak. Mereka berdua seakan tahu kalau Han Zhie bukanlah Pemuda sembarangan. Formasi pelindung bukanlah formasi biasa yang mudah di tembus. Dengan menembus Mantra pelindung saja, Mereka berdua sangat waspada dengan kemampuan Pemuda dihadapannya. Jika ada sesuatu yang bisa Mereka diskusikan untuk menyelesaikan kesalahpahaman, tentunya Mereka lebih memilih akan hal itu.


"Saya ingin meregangkan otot dengan menghancurkan Sekte Mawar Hitam" Balas Han Zhie percaya diri akan kemampuannya.


Tubuh Mereka berdua sedikit bergetar. Seorang anak Muda yang tidak memiliki tingkat Kultivasi akan menjadikan Sekte Mawar Hitam untuk meregangkan otot, seberapa besar kemampuannya pikir Mereka berdua.


"Kenapa Kalian berdua melamun Pak tua?" Lanjutnya menghentikan lamunan Mereka.


"Tuan Apakah tidak ada kesalahpahaman di antara Anda dan Sekte Mawar Hitam?" Tanya Si Kumis tipis lagi. Ia masih ingin menyelesaikan masalah dengan berdiskusi tidak mau mengambil resiko bagi Sektenya.


"Sudahku bilang tidak ada masalah. Aku hanya ingin meregangkan otot" Balasnya masih tidak mau membicarakan perbuatan Sekte Mawar Hitam yang di depannya seperti Manusia tidak berdosa.


"Mungkin Kita bisa membicarakan dan menyelesaikannya baik baik" Ucap Si Botak.


"Oh jadi Kau mau membalas dendam atas hancurnya Desa tidak berguna? Desa mana maksudmu? sudah banyak Desa yang Kami hancurkan. Baiklah mungkin Kau tidak akan bisa Kami ajak berdiskusi" Ucap Si Kumis tipis.


Kumis tipis dan Si Botak langsung melesat ke arah Han Zhie. Gerakan Mereka cukup cepat. Akan tetapi, dengan Mata kirinya, Ia bisa melihat dengan jelas gerakan dua Kakek tua itu.


Kakek itu menyerangnya dari sisi kanan dan kiri. Mereka meninju Han Zhie, mencoba mengukur seberapa kuat kemampuannya, tapi Han Zhie tidak tinggal diam. Dengan gerakan cepat, Ia mencoba menebas Mereka dengan Pedangnya.


Kakek itu Menghindari tebasan Han Zhie, lalu Mereka mengeluarkan Senjatanya. Kumis tipis menggunakan dua golok berwarna hitam pekat yang di selimuti api, Si Botak menggunakan dua kapak yang juga berwarna hitam pekat di selimuti api.


Sementara, Para Prajurit Sekte hanya menyaksikan Mereka bertarung. Beberapa sudah bersiap dengan Panah, Tombak dan Pedang Mereka. Sambil terus bertarung dengan Dua Tetua, Han Zhiepun selalu mangamati gerakan Prajurit yang jumlahnya kurang lebih 800 orang yang sekarang sudah mengelilinginya.

__ADS_1


Dua Tetua menyerangnya dengan Gerakan yang cepat, Han Zhie dapat mengimbangi Mereka. Dengan gerakan Pedangnya, Ia menangkis semua serangan Kakek itu. Bunyi dentingan benda tajam terdengar ke seluruh area Sekte.


Dari Tembok Pertahanan yang tinggi dan lumayan jauh, Panah melesat dengan cepat mengincar ke arah leher berusaha memecah konsetrasi Han Zhie.


Han Zhie bergerak memutar menghindari panah tersebut, konsentrasinya tidak sedikitpun berubah. Ia terus beradu Pedang dengan dua Tetua itu.


Tetua itu terus menyerang bertubi-tubi, tetapi Ia selalu saja dapat menangkisnya seberapapun kecepatan serangan dan keserasian gerakan Mereka.


Tetua memundurkan langkahnya, beberapa panah dan tombak dari prajurit di atas Tembok pertahanan Sekte melesat ke arah Han Zhie. Han Zhie dengan mudah menangkis semua panah dan tombak yang melesat kearahnya. Dengan kibasan Pedangnya, panah dan tombak kembali ke arah penembaknya dengan kecepatan yang jauh lebih cepat, dan seketika Mereka tewas dengan panah dan tombaknya sendiri.


"Kalian Kakek Tua yang licik, apa merasa tidak sanggup hanya Kalian berdua saja yang melawanku?" Ucap Han Zhie kepada dua Tetua yang menyuruh Para Prajurit Sekte menyerangnya ketika sedang bertarung.


Wussss


Golok Kumis tipis berubah menjadi sangat besar, begitupun dengan kapak Si Botak.


Dari atas kepala Han Zhie, kapak besar melesat, begitupun dua golok dari samping kanan dan kirinya seakan mau mebelahnya. Panah dan Tombak juga kembali melesat dari arah di belakangnya.


Han Zhie mengalirkan energi hantu ke Pedang miliknya. Dengan jurus pedang bayangan seketika Pedang Hantunya menjadi beberapa Pedang menangkis kapak, golok, tombak, dan panah. Ia hanya diam saja di tempat dengan wajah yang sangat tenang di serang dari segala arah.


"Hanya seperti ini Pak tua?" Gumamnya.


"Kami Akui Kau sangat hebat anak muda" Ucap Si kumis tipis.

__ADS_1


__ADS_2