Pendekar Pedang Hantu Kematian

Pendekar Pedang Hantu Kematian
Pembunuh Topeng Hitam


__ADS_3

Han Zhie berhasil menyelinap masuk setelah menyamar sebagai tawanan yang di bawa oleh beberapa Orang dari sekte aliran hitam. Ia di bawa ke sebuah bangunan tempat berkumpulnya Orang-orang yang di paksa bekerja keras di suatu tempat di Ibukota Kerajaan.


Meskipun Mereka bekerja secara paksa, akan tetapi Mereka tidaklah di siksa. Mereka hanya bekerja dengan hanya makan sebagai gantinya. Mereka terpaksa menuruti semua yang di tugaskan atau di biarkan mati kelaparan.


Han Zhie sendiri karena wajahnya terlihat sudah dewasa berusia 18 tahun, maka dengan mudahnya Ia menyamar sebagai Pekerja keras karena Sekte aliran hitam sendiri tidak memandang usia asalkan memiliki keahlian.


Han Zhie mencari Ayahnya di sana tetapi tidak kunjung menemukannya karena Han Zhie di bawa ke tempat yang berisi para Pekerja yang ahli dalam membuat senjata. Di tempat itu, tidak ada satupun ahli pembangunan.


Han Zhie kemudian mencari informasi dari para pekerja di sana. Menurut informasi dari Mereka, Mereka telah membuat sangat banyak senjata yang di kirim ke sekte-sekte aliran hitam di seluruh wilayah Kerajaan.


Mereka tidak banyak tahu akan sesuatu karena sehari-hari Meraka hanya sibuk membuat ribuan senjata. Bahkan Mereka tidak tahu kalau sedang berada di Kerajaan Sin Wu karena Orang-orang sekte hitam yang membawanya menutup mata Mereka semua saat membawa Mereka ke tempat itu.


Han Zhie kemudian menyelinap keluar dari tempat tersebut dan mengamati wilayah Ibukota. Dia duduk di atas sebuah bangunan. Dia masih sangat bingung bagaimana caranya menemukan Ayahnya.


Beberapa hari Dia bertanya kepada para Penduduk Desa tentang Pekerja kasar yang ahli dalam pembangunan tetapi Mereka tidak mengetahui dan tidak mengurusi apa yang di lakukan Kerajaan. Kehidupan Mereka sendiri sudah sangat tertekan oleh Orang-orang sekte aliran hitam.


Han Zhie hanya memperoleh informasi tentang Raja boneka dari Klan Su yang sedang merenovasi Istana dan membuat Rumah-rumah megah untuk para Selirnya.


Han Zhie melompat dari rumah ke rumah mendekati Istana Kerajaan sampai di suatu bangunan yang terletak cukup dekat dengan Gerbang Istana.


"Apa Ayahku ada di dalam Istana?" Gumamnya.


"Apakah Desa Pelangi akan baik-baik saja jika Aku membawa Ayahku dan beberapa Orang dari Desa? Mereka sudah bertindak keterlaluan tidak mempedulikan lagi Penduduk Desa Pelangi" Lanjutnya.


"Aku akan memastikan dulu saja. Jika Ayahku dan lainnya baik-baik saja, maka lebih baik Mereka berada di sini dulu sampai Aku benar-benar kuat untuk melindungi Orang-orang yang Aku sayangi" Lanjutnya bergumam.


Dengan mata kirinya, Han Zhie berusaha memindai Istana Kerajaan tetapi Perisai formasi menghalangi matanya bergerak bebas menjelajahi setiap bagian dari Istana.

__ADS_1


Dari jauh, Ia melihat Seseorang berdiri di atas Tembok gerbang seperti sedang menatap ke arahnya. Orang itu tidak melihatnya karena jarak Han Zhie cukup jauh dan gelapnya malam, hanya saja Ia mencurigai keberadaan energi yang tidak di kenal dari arah Han Zhie berdiri.


Tidak jauh dari tempatnya berdiri, tanpa Han Zhie sadari, Seseorang juga sedang mengawasinya dari balik awan di atas Elang emas miliknya.


"Bocah bodoh, apa Dia mencari mati? Aku pergi saja" Gumamnya.


Dari Gerbang Istana Kerajaan, Orang yang melihat kearahnya melesat dengan sangat cepat ke arah Han Zhie dan benar saja ada Seseorang yang tidak di kenal sedang mengawasi Istana.


Ia kemudian menyiulkan bibirnya ke arah Gerbang. Han Zhie hanya menghindar tidak mau bertindak gegabah, tetapi Orang itu terus mengejarnya. Dari dalam Gerbang setelah bunyi siulan, muncul puluhan Orang di tingkat Pendekar Petapa mengikuti di belakangnya mengejar Han Zhie, sedang seseorang yang melihatnya berada di tingkat Pendekar Langit.


Orang-orang itu mengenakan Pakaian serba hitam seperti Han Zhie, hanya saja wajah Mereka mengenakan topeng yang juga berwarna hitam.


Ratusan Shuriken mereka lesatkan ke arah Han Zhie. Dengan gerakan lincahnya, Han Zhie menghindari satu demi satu senjata yang Mereka lesatkan. Tapi, Ia tidak bisa menghindari semuanya, Perisai pelindung yang Han Zhie buatpun tertembus oleh Shuriken yang di lesatkan oleh Orang-orang itu.


"Siapa Orang-orang itu, percuma saja Aku menghadapi Mereka, Aku tidak bisa menghadapi Mereka sekaligus" Gumamnya sambil terus berlari dan sesekali menengok kebelakang menghindari senjata-senjata yang Meraka lesatkan.


Mereka adalah Assassin dari kelompok pembunuh bayaran yang di sewa oleh Klan Su yang sering di sebut sebagai Organisasi Pembunuh Topeng hitam.


Menyadari Han Zhie tidak dapat Mereka lampaui kecepatannya, salah satu dari Mereka menyalakan kembang api di atas langit yang sudah jauh dari Istana, nyalanya sangat terang di langit Kerajaan.


"Apa yang akan Mereka lakukan?" Gumam Han Zhie.


Han Zhie memegangi lengan kanannya yang sudah penuh dengan luka. Kecepatannyapun semakin melambat seiring dengan Kakinya yang juga terkena beberapa senjata dari para pembunuh bayaran.


Di Markas Sekte aliran hitam di dekat tempat Mereka berlari, beberapa Tetua dan prajurit segera melesat menuju ke arah kembang api itu di lesatkan menggunakan Beast Spirit Mereka masing-masing.


"Terus kejar dan serang Dia" Ujar salah satu Pembunuh bayaran yang menjadi Pemimpin Mereka.

__ADS_1


Trang trang trang


Ratusan Shuriken tiba-tiba beradu dengan pisau-pisau yang di lesatkan oleh Pria misterius yang sejak tadi mengawasi Han Zhie dari atas Elang emas miliknya.


Pria misterius itu adalah Patriark Sekte Bulan Hitam yang sebelumnya bertemu dengan Han Zhie di tepi jurang. Ia kemudian melemparkan sebuah bom asap ke arah Para Pembunuh Bayaran dan membawa Han Zhie menaiki Elang emas miliknya.


Mereka berdua kemudian melesat pergi dari atas awan tanpa Pembunuh bayaran itu tahu, tiba-tiba Han Zhie menghilang begitu saja setelah asap dari bom asap itu memudar.


"Cihh... Siapa yang menolongnya?"


"Terima kasih, Aku Han Zhie" Ucap Han Zhie setelah berada di atas Elang emas Patriark Xiao Jiansi.


"Sebenarnya mau apa Kau berada di sini?" Tanya Patriark.


"Ada urusan apa Kau dengan Pekerja keras itu?" Lanjut Patriark mengetahui kalau Han Zhie sedang mencari informasi keberadaan para pekerja ahli pembangunan dari mata-mata yang Ia sebar.


"Ba.. Bagaimana Kau tahu?" Tanya Han Zhie.


"Tentu saja Aku tidak begitu mempercayaimu makanya Aku dan Orangku mengawasimu. Bisa saja Kau bagian dari Mereka dan memberitahukan keberadaan Kami yang ingin hidup tenang dari gangguan"


"Aku tidak seperti itu"


"Aku sudah mengetahuinya. Lantas apa yang akan Kau lakukan sekarang Anak muda? Kau sangat gegabah sekali, untung saja Aku kasihan padamu dan tidak jadi meninggalkanmu"


"Entahlah awalnya Aku ingin membebaskan Ayahku, tapi sekarang memastikan bahwa Ayahku baik-baik saja sudah cukup bagiku"


"Baiklah kalau seperti itu, Kau bisa ke Sekteku terlebih dahulu, bagaimana menurutmu?"

__ADS_1


"Baiklah Tuan. Sebelumnya Aku sangat berterima kasih karena sudah menyelamatkanku"


Kemudian Patriark Xiao Jiangsi memperkenalkan dirinya kepada Han Zhie dan Mereka pergi ke Sektenya yang berada di dasar jurang di pinggiran hutan kabut hitam.


__ADS_2