
"Ini sangat banyak Tuan, Paviliun di Sini tidak sanggup untuk membayarnya" Jawab Ling Gui.
"Bagaimana kalau dua Gulungan untuk di lelang, sisanya akan Kami beli?" Lanjutnya bertanya Kepada Han Zhie.
Han Zhiepun menyetujuinya, akan tetapi Paviliun tidak sanggup membayar delapan sekaligus Gulungan Teknik itu. Harga satu Teknik saja bisa mencapai sekitar 10 juta Koin emas sampai 15 juta koin emas.
Paviliun akan membeli delapan Gulungan Teknik itu 100 juta koin emas, tetapi Mereka hanya sanggup membayar separuhya terlebih dahulu, sisanya bisa Han Zhie ambil 2 bulan di Paviliun itu atau bisa juga kalau Han Zhie ke Ibukota Kerajaan.
"Tuan Muda, apakah Tuan setuju dengan harganya?Ku rasa Kami tidak berani menipu Tuan, Paviliun amat senang jika Tuan bisa bekerjasama dengan Kami jika lebih banyak Teknik yang ingin Tuan jual atau Lelang" Ucap Ling Gui
"Baiklah, kurasa tidak ada salahnya, kebetulan Aku juga akan pergi Ke Kerajaan" Balas Han Zhie.
"Baiklah kalau seperti itu, Terima kasih Tuan telah mempercayai Kami" Balas Ling Gui
Lin Mei sedari tadi hanya menatap dengan tatapan kosong ke arah mulut Ling Gui yang menjelaskan, tidak tahu harus seperti apa mendengar jutaan, puluhan dan ratusan juta koin emas.
Kemudian Ling Gui memberikan Han Zhie sebuah Lencana yang terbuat dari bambu kuning dengan ukiran-ukiran yang sangat indah dan 10 koin yang terbuat dari bambu yang juga berwarna kuning.
Ling Gui menjelaskan jika Lencana tersebut menandakan Orang yang memilikinya merupakan bagian dari Paviliun Bambu Kuning.
Sedangkan koin Bambu itu bernilai seperti uang di Paviliun Bambu kuning . Koin Bambu hanya bisa Han Zhie tukarkan di Paviliun Bambu Kuning di mana saja jika Paviliun itu mampu untuk menukarnya.
Satu Koin Bambu bernilai 5 juta koin emas, sehingga 10 Koin Bambu yang Han Zhie miliki bernilai 50 juta koin emas sebanyak koin emas yang belum di bayarkan. Han Zhie hanya mengangguk memahami penjelasan dari Ling Gui.
"Tuan muda, kalau boleh tahu apa Nona ini tunangan Tuan?" Tanya Ling Gui menyadarkan lamunan Lin Mei. Lin Mei terbatuk mendengarnya.
"Uhuk uhuk"
"Paman sangat tidak masuk akal, bagaimana Aku menjadi tunangan Adik yang susah di atur ini, bahkan usianya baru 13 tahun seminggu yang lalu" Jawab Lin Mei menyela.
"Kau Sangat hafal ulang tahunku, Ku rasa Kakak Mei memang menyukaiku" Ledek Han Zhie.
"Memangnya kenapa kalau Aku mengetahui ulang tahunmu? Apa Kau mulai mengagumiku?" Balas Lin Mei ribut di depan Ling Gui, Ling Gui hanya menggaruk-garuk Kepalanya yang tidak gatal mendengar keributan Mereka berdua.
"Hanya Kakak Gun yang bodoh yang mengagumi Kakak yang cerewet sepertimu, bahkan Kalian berdua sangat serasi dalam hal menjahiliku" Balas Han Zhie.
"Apa Kau bilang? Bahkan semua Pemuda Desa terkagum-kagum padaku karena Aku Cantik dan anggun, Kau bilang Aku cerewat? Kau saja Adik sialan yang susah di atur. Kau masih kecil mana tahu mana yang Cantik dan mana yang jelek" Umpat Lin Mei kepada Han Zhie.
__ADS_1
Tidak berapa lama Mereka bertiga keluar menemui Pengelola, Han Zhie dan Lin Mei masih saja ribut mengumpat ke sana kemari, Ling Gui menyesal karena bertanya tentang Mereka berdua yang berujung seperti itu.
Han Zhie menerima sebagian pembayaran dari Pengelola, sedang untuk dua Gulungan yang di Lelang Han Zhie akan menunggu hasil dari barang yang akan Ia Lelang dan 10 persen hasilnya untuk pihak Paviliun.
Han Zhie dan Lin Mei kemudian pergi di temani Penjaga yang tadi melayaninya. Penjaga itu sangat senang di beri 100 koin emas oleh Han Zhie karena tadi sudah mau melayaninya dengan baik.
Lin Mei sekarang sudah nampak tenang bahkan sekarang Ia mulai memuji-muji Han Zhie setelah berjanji akan memberikan sebuah Kitab yang jauh melebihi Kitab tingkat Suci apalagi hanya sekedar Teknik atau Jurus Suci dan berjanji juga akan memberikan hadiah untuk Lin Mei.
Penjaga itu di suruh Pengelola untuk menemani Han Zhie di tempat Pelelangan karena Pengelola akan mempersiapkan acara Pelelangan yang akan di laksanakan sebentar lagi, sedang Ling Gui yang baru sampai dari Kekaisaran akan beristirahat,
Awalnya Penjaga itu akan mengajak Han Zhie ke tempat VIP. Akan tetapi Han Zhie menolak, Ia tidak ingin terlihat begitu mencolok. Sejak melawan Yu Wuhen Ia menyadari bahwa semakin banyak orang yang mengenal dan memperhatikannya, semakin banyak masalah yang mungkin akan menimpanya.
Di Dunia ini, Nyawa Raja yang memiliki banyak Pasukan dan Pengawal bahkan lebih terancam dari sekedar Seorang Tukang sapu yang lemah pikirnya.
Han Zhie, Lin Mei dan Penjaga duduk di lantai bawah seperti orang biasa pada umumnya. Han Zhie bertanya kepada Penjaga tentang apa saja yang akan di lelang selain Gulungan Teknik Suci.
Selain Gulungan Teknik Suci, Paviliun akan melelang 10 Pil Kultivasi tingkat 5 dan 10 Pil kultivasi tingkat 6, Satu Kristal Jiwa yang berguna bagi Kultivator, dan sebuah Panah Pusaka.
Han Zhie tertarik dengan Panah tersebut dan ingin memberikan kepada Lin Mei.
"Jika Kau mau memberiku, Aku sangat mau Adikku yang tampan" Balas Lin Mei.
"Ya sudah, kalau Kakak Mei mau, Kakak tawar saja, Kau tidak perlu memasang wajah seperti itu. Bukannya manis malah seperti Gadis gila saja" Umpat Han Zhie.
"Adik Zhie yang tampan, Kakak Mei sangat senang mendengar pujian darimu" Balas Lin Mei sambil memasang senyuman yang sangat manis di depan Han Zhie.
Han Zhie menonyor mukanya agar menjauh.
"Kau jadi aneh karena Aku memiliki banyak uang. Dasar Kakak mata duitan" Umpat Han Zhie lagi.
"Siapa suruh Kau mengajakku kemari" Balasnya memonyongkan lidahnya.
Perkataan-perkataan itu mengingatnya ketika di pasar bersama Lin Mei dan Feng Gun, Han Zhie seperti Lin Mei saat ini, di Pasar Dia akan memelas dan merayu, berkata-kata manis agar di belikan sesuatu yang Ia inginkan. Lin Mei dan Feng Gun mengumpatnya hampir sama persis seperti yang Dia ucapkan kepada Lin Mei barusan.
Meskipun bukan Keluarga, tetapi Mereka sudah sangat akrab sedari Han Zhie kecil, seperti sebuah Keluarga. Bagi Han Zhie, mereka berdua sudah seperti Kakaknya, begitupun Mereka berdua menganggap Han Zhie sebagai Adik kecil Mereka karena umur Lin Mei dan Feng Gun di atas Han Zhie.
Lelang telah di buka oleh Pengelola Paviliun.
__ADS_1
Barang pertama adalah Pil Kultivasi tingkat 5 sebanyak 10 butir. Mereka melelangnya secara langsung karena memang bagi yang ingin naik ke level kultivasi berikutnya membutuhkan paling sedikit 10 butir Pil.
"Satu juta koin emas"
"Satu juta seratus ribu koin emas"
"Satu juta dua ratus ribu koin emas"
"Satu juta tiga ratus ribu koin emas"
"Satu juta lima ratus ribu koin emas"
"Dua juta koin emas"
Penawaran berhenti dan tidak ada yang menawarnya lagi.
"Baiklah Pemenangnya adalah Tuan Muda dengan nomor 20. Berikutnya ialah Pil Kultivasi tingkat 6 sebanyak 10 butir. Lelang akan di mulai dari harga satu juta koin emas" Ucap Pemandu lelang
"Satu juta lima ratus ribu koin emas"
"Dua juta koin emas"
"Dua juta dua ratus ribu koin emas"
"Dua juta lima ratus ribu koin emas"
"Dua juta enam ratus ribu koin emas"
"Tiga juta koin emas"
"Tiga juta lima ratus ribu koin emas"
Pil Kultivasi tingkat 6 jatuh ke tangan Peserta nomor 37
Han Zhie menelan ludahnya sendiri mendengar harga-harga Pil tersebut, meskipun tidak semahal Gulungan Teknik Suci, bahkan Pil di ruang dimensinya sangat banyak dan tidak berguna untuk kultivasinya.
"Penjaga, apa Pil-pil tersebut memang semahal itu?" Tanya Han Zhie ke Penjaga di sampingnya.
__ADS_1