Pendekar Pedang Hantu Kematian

Pendekar Pedang Hantu Kematian
Akhir Turnamen


__ADS_3

Alun-alun kota menjadi semakin ramai oleh Penonton tidak seperti kemarin. Para Peserta pun sudah duduk di Kursinya masing-masing. Mereka sangat bersemangat dan antusias dengan Babak Ketiga dari Turnamen.


Feng Gun terlihat sedang memasang senyumnya yang berseri-seri di samping Lin Mei. Dia tampak sedang memelas dan merayu-rayu, sedang Lin Mei tampak cuek dengan menyilangkan tangan ke dadanya.


Feng Gun juga sekarang Tahu bahwa Kitab yang sudah di berikan Han Zhie kemungkinan merupakan Kitab yang sangat berharga setelah di beritahu oleh Lin Mei. Meskipun Ia belum bisa mempelajarinya, Dia akan menyimpannya dengan baik.


Di babak ketiga, dari 25 Peserta yang lolos akan di pilih menjadi 10 besar Pemenang. Untuk Kemudian memperebutkan Juara ke satu, dua, dan tiga. Mereka akan bertarung 2 sampai tiga kali untuk memperebutkan posisi teratas.


Arena Pertandinganpun sekarang hanya ada dua tidak seperti kemarin.


Satu demi satu pertandingan telah usai dilakukan. Feng Gun dapat dengan mudah di kalahkan oleh Lawannya, keberuntungan tidak lagi memihaknya, Lawannya kali ini tangguh dan berada di atasnya.


Para Penonton tampak antusias memperhatikan jalannya pertandingan, apalagi ketika Yu Wuhen, Jun Bing, Xhio Li, dan Miu Chichi bertarung, Mereka akan bersorak sorai memberikan semangat kepada Mereka.


Hari sudah siang, Para Peserta turnamen mulai berkurang dan berguguran. Jun Bing gugur setelah melawan Miu Chichi dan hanya menempati 10 besar Pemenang.


Posisi tiga besar di menangkan oleh Yu Wuhen dari Sekte Pedang Naga berada di peringkat Pertama, Miu Chichi dari Desa Huachen di peringkat kedua, dan Xhio Li dari Sekte Rantai Jiwa.


Mereka bertiga menerima hadiah yang di berikan oleh Walikota, begitupun dengan Pemenang juara empat sampai sepuluh. Semua Peserta Turnamen juga telah memperoleh bagian Mereka masing-masing yang di bagikan oleh Walikota dan Para bawahannya.


Para Peserta dan Penonton masih belum mengetahui siapa gerangan Tuan muda baik hati yang telah memberikan semua Peserta Turnamen uang untuk akomodasi. Mereka masih tidak mengetahui siapa yang mewakili Kerajaan, Han Zhiepun hari ini tidak duduk di kursi VIP.


Area Pertandingan mulai tampak sepi, sedikit demi sedikit dari Mereka telah meninggalkan Area itu, hanya tersisa beberapa Orang saja yang sedang membereskan Area.


Sun Ho, Walikota, Jenderal Song beserta bawahannya kembali ke kediaman Walikota.

__ADS_1


Begitupun dengan Han Zhie, Paman Du, Feng Gun dan Lin Mei.


Feng Gun masih saja merengek-rengek dan merayu meminta jatahnya dari Lin Mei, Lin Mei yang sedang berada di atas hanya mengumpatinya.


Han Zhie dan Paman Du di buat tertawa oleh kelakuan Mereka berdua, begitupun Sun Ho, Jenderal Song dan Walikota yang menganggap Mereka berdua sebagai pasangan yang serasi.


Setelah sampai di kediamannya, Mereka kemudian pamit ke Walikota. Han Zhie memberikan cincin dimensi yang berisi puluhan juta kepada Paman Du, Ia memaksanya meskipun Paman Du menolaknya.


Ia ingin Desa Pelangi di kembangkan dan meminta Paman Du membantu warga disana yang kesusahan dengan uang itu, Ia juga meminta agar di buatkan sebuah rumah yang layak untuk keluarganya dan memintanya untuk memenuhi kebutuhan Ibunya juga.


Ia pun membolehkan uang itu di gunakan untuk keperluan Paman Du, Feng Gun, dan Lin Mei. Sudah puluhan tahun Han Zhie mengenal Mereka, Han Zhie sangat percaya kepada Mereka.


Paman Du yang sudah di beritahu Lin Mei akan uang yang di dapatkan Han Zhiepun berjanji akan menggunakan uang itu sesuai dengan keinginan Han Zhie. Mereka kemudian berpamitan.


Feng Gun dan Lin Mei terlihat sedih karena Han Zhie ingin melanjutkan perjalanan ke Ibukota Kerajaan. Han Zhie sebenarnya ingin kembali ke Desa karena sudah ada Jenderal Song yang akan menemani Sun Ho dan mengawalnya. Akan tetapi, Dia mengkhawatirkan keadaan Ayahnya.


Han Zhie, Sun Ho, Jenderal Song dan lima pengawal pergi melesat dari Kediaman Walikota. Han Zhie menyuruh Mereka tidak menggunakan kereta kudanya dan meninggalkannya disana.


Sekte Tengkorak hitam mungkin sudah mengetahui kematian orang-orang yang memburu Sun Ho, dan sudah mengirim orang lain untuk mengejarnya. Menggunakan kereta kuda hanya akan menarik perhatian Mereka. Sun Ho dan Jenderal Songpun menyetujui pemikiran Han Zhie.


Atas pemikiran Han Zhie juga Mereka berdelapan melesat terbagi menjadi dua Kelompok, kelompok depan yaitu Sun Ho, Jenderal Song dan dua Pengawal, sedang Han Zhie bersama dengan tiga Pengawal berada lumayan jauh beberapa kilometer di belakang Sun Ho. Dengan Mata kirinya, Han Zhie dapat memperhatikan kelompok depan dengan sangat mudah.


Mereka melesat melalui sebuah hutan kecil. Dengan kecepatan Mereka, sebelum malam tiba mereka akan sampai di Desa Huachen. Han Zhie merasakan dua orang sedang melesat di belakang mereka.


Dengan mata kirinya, Dia melihat ke belakang, Dia mengenali Mereka kemudian menyuruh Pengawal memperlambat kecepatan Mereka. Mereka adalah Peserta Turnamen dari Desa Huachen, Miu Chichi dan temannya.

__ADS_1


Miu Chichi melihat beberapa orang di depannya. Ia semakin dekat dan mengenali Han Zhie kemudian menyapanya. Ia juga terkejut melihat Han Zhie bersama dengan beberapa Pengawal yang Ia tahu merupakan Pengawal dari Kerajaan meskipun Mereka berganti pakaian biasa.


Ia menganggap kalau Han Zhie bukan orang yang sembarangan dan mulai menyadari kalau Han Zhie merupakan perwakilan dari Kerajaan yang baik hati.


"Tuan Muda, Maaf jika sudah mengganggumu aku hanya kebetulan melewati jalan yang sama" Ucap Miu Chichi setelah sampai menyusul kecepatan Han Zhie dan Pengawal.


"Tidak perlu meminta maaf, perkenalkan Aku Han Zhie, Aku memang akan melawati Desamu dan singgah di sana" Balas Han Zhie sambil terus melesat bersama.


"Aku Miu Chichi dan ini adikku Miu Sang" Balas Miu Chichi.


"Tuan Muda, kenapa Anda melewati jalan sini untuk sampai ke Kerajaan, bukankah lebih aman lewat jalur selatan" Lanjut Miu Chichi bingung dengan arah yang di ambil Han Zhie dan Pengawal yang menurutnya berbahaya.


"Kami hanya ingin lebih cepat sampai Kerajaan" Balas Han Zhie.


Beberapa jam kemudian Mereka sampai di Desa Huachen. Sun Ho, Jenderal Song dan Pengawal pergi ke sebuah penginapan karena hari menjelang malam. Sedang Han Zhie akan mampir ke kediaman Miu Chichi untuk meminta penjelasan kenapa Dia mengatakan kalau jalur yang di lewati berbahaya.


Miu Chichi menjelaskan tentang Sekte Mawar Hitam yang menurut informasi berada tidak jauh di sekitar sini. Mereka sering meneror Desa-Desa. Mereka bahkan tidak segan menghancurkan Desa untuk menyebarkan teror dan ketakutan.


Belakangan sekte Mawar hitam semakin masif menimbulkan teror dengan menghancurkan Desa dan membunuh semua Penduduk yang tidak berguna bagi Mereka, beberapa wanita di jadikan pelampiasan ***** bejad Mereka.


Meskipun di Desa-desa memiliki Pendekar, Mereka masih sangat lemah untuk melawan Sekte aliran Hitam dan jumlah Mereka sangatlah sedikit, hanya hitungan jari.


Hampir di setiap Desa, Pendekar di atas tingkat Kaisar merupakan hal yang sangat jarang. Selain sumber daya yang mahal, Mereka yang berhasil melampaui tingkat Kaisar pastilah akan meninggalkan Desa baik ke Kerajaan, Kekaisaran ataupun Sekte-sekte.


Miu Chichi sendiri merupakan murid dari Sekte Serigala Bulan yang kebetulan sedang pulang ke Desanya.

__ADS_1


Han Zhiepun memahami apa yang disampaikan oleh Miu Chichi. Ia kemudian pergi menemui Sun Ho dan Jenderal Song untuk berdiskusi tentang perjalanan Mereka yang mungkin akan menjumpai bahaya dari Orang-orang Sekte Mawar Hitam yang mungkin berkeliaran di tempat-tempat yang akan Mereka lalui.


__ADS_2