Pendekar Pedang Hantu Kematian

Pendekar Pedang Hantu Kematian
Turnamen Kota V


__ADS_3

Di barisan penonton setidaknya kandidat 3 besar Pemenang sudah bergeser meskipun Mereka belum mengenal beberapa dari mereka dan hanya paham dengan mukanya. Yaitu Yu Wuhen, Jin Fei, Xhio Li, dan kuda hitam yang berhasil memukau Mereka Mu Chichi dari Desa Huachen. Mereka masih tidak menganggap Han Zhie, bahkan beberapa dari Mereka masih jengkel dengannya.


Mereka tidak menyadari masih ada dua kandidat lainnya, yaitu Han Zhie yang Mereka remehkan dan Jun Bing adik seperguruan Yu Wuhen dari Sekte Pedang Naga yang menantang Jin Fei.


Penonton kembali ramai saat jagoan mereka Jin Fei sudah bersiap di arena menghadapi Jun Bing.


Mereka memperkenalkan dirinya.


"Jin Fei dari Sekte Kincir Angin" Ucap Jin Fei


"Jun Bing dari Sekte Pedang Naga" Balas Jun Bing kemudian Mereka saling menunduk menghormati satu sama lain.


Wussss


Mereka saling melepaskan Aura masing-masing mengintimidasi satu sama lain. Jin Fei begitu kagum dengan Jun Bing.


"Pantas saja Dia berani menantangku" Gumamnya.


Tidak menunggu lama Jin Fei mengeluarkan Senjatanya. Sesuai nama sekte nya, senjatanya berbentuk Kincir empat mata pedang.


Dua Kincir empat mata Pedang Jin Fei putar-putar di tangan kanan dan kirinya seperti sebuah roda. Jun Bing mengeluarkan Pedang Pusakanya.


"Gulungan Kincir Angin"


Dua Kincir berputar-putar membentuk gulungan angin yang mengarah ke arah Jun Bing.


"Pedang Naga Angin"


Wussss tebasan pedangnya membentuk Kepala Naga angin menghilangkan gulungan angin yang di ciptakan oleh Kincir empat mata pedang


Mereka mulai beradu jurus. Kincir Jin Rui beradu dengan Pedang Jun Bing, Kincir itu terus berputar putar menyerang Jun Bing. Jun Bing hanya menahan dan menangkis serangan Jin Fei.


"Pedang Naga Emas"


Jun Bing melompat ke udara melesat ke arah Jin Fei.


"Kincir membelah awan"

__ADS_1


Jin Fei segera mengeluarkan jurusnya untuk menghalau Jun Bing.


Jun Bing menghentikan serangannya, melompat mundur menghindari serangan dua kincir empat mata Pedang.


"Merepotkan sekali senjatanya" Gumam Jun Bing. Jun Bing mengalirkan lebih banyak energi ke pedangnya.


"Bintang Penghancur"


Pedang Jun Bing Beradu dengan Kincir yang selalu dapat menghalangi setiap serangannya.


Para penonton hanya bisa menatap kagum dengan Pertandingan Mereka.


"Siapa Pemuda itu?"


Bisik-bisik mulai terdengar. Mereka mulai mengagumi Jun Bing yang bisa mengimbangi Jin Fei


Semakin lama, Jun Bing semakin mendominasi pertarungan dengan jurus dan permainan Pedangnya yang lincah.


Sementara Di Arena lain Feng Gun sangat kualahan dengan lawannya yang tidak begitu mudah Ia kalahkan. Meskipun berada di tingkat Pendekar di bawahnya, tetapi Ia juga sedikit kerepotan dengan lawannya yang sangat bersemangat dan pantang menyerah, sampai akhirnya Feng Gun dengan susah payah memenangkan pertarungan tersebut.


Hanya satu kata yang pantas di gambarkan kepadanya, yaitu Keberuntungan. Tidak bisa di pungkiri keberuntungan pun merupakan salah satu faktor penentu sebuah kemenangan.


Sun Ho dan Paman Du sangat menantikan pertandingan Han Zhie dengan Yu Wuhen. Paman Du sudah di beritahukan kehebatan Han Zhie oleh Sun Ho yang mengalahkan orang-orang dari Sekte Tengkorak Hitam, hanya saja Ia masih begitu tidak mempercayai yang Sun Ho katakan dan ingin menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri. Yang Ia tahu Han Zhie tidak memiliki senjata apapun dan hanya mempunyai jurus Tinju Naga Besi yang hanya teriakannya saja yang keras.


Walikota juga penasaran dengan Han Zhie, awalnya Ia menganggapnya Pemuda biasa, tetapi setelah Sun Ho memintanya bertanding Ia menepis pikirannya itu. Begitupun dengan beberapa Tetua Sekte dan Jenderal Song yang sudah mengetahui bahwa Han Zhielah perwakilan dari Kerajaan.


Banyak dari Mereka yang penasaran dengan pertandingan yang akan Han Zhie lakukan, di tambah yang menjadi lawannya adalah Yu Wuhen, Pendekar Tingkat Bumi level menengah, sedangkan Han Zhie tidak ada yang melihat tingkat Kultivasinya, hanya Fisik Hantu dan beberapa jurus yang sudah Ia pelajari yang menjadi andalannya.


Di bangku para Peserta, Feng Gun dan Lin Mei masih terus mengomeli Han Zhie karena menyetujui tantangan Yu Wuhen. Setidaknya Han Zhie seharusnya mencari Peserta yang paling lemah agar luka-luka yang di timbulkan tidak begitu serius. Fang Gun bahkan menyuruh Han Zhie untuk tidak perlu memasuki Arena agar Dia dapat langsung di diskualifikasi.


Pertandingan yang di tunggu-tunggupun tiba, Han Zhie tidak mempedulikan Feng Gun dan Lin Mei. Dia berjalan santai memasuki Arena. Begitupun Yu Wuhen yang sangat bersemangat di pertarungan Kali ini. Dia melesat dengan cepat ke Arena.


Menurutnya Han Zhie merupakan lawan yang sepadan, tidak seharusnya Dia menyembunyikan Kultivasinya dan akan melawannya dengan seluruh kemampuannya dan berhati-hati, tidak mau meremehkannya.


"Perkenalkan Aku Yu Wuhen dari Sekte Pedang Naga, Terima kasih sudah menerima tantanganku, mungkin Aku bisa belajar banyak darimu" Ucap Yu Wuhen memperkenalkan diri.


"Aku Han Zhie Perwakilan dari Kerajaan Luan, jika itu yang Kamu inginkan, Aku tidak akan segan untuk mengajarimu" Ucap Han Zhie membalas memperkenalkan dirinya.

__ADS_1


Yu Wuhen tampak terkejut mendengar Han Zhie yang ternyata merupakan perwakilan dari Kerajaan.


"Saudara Zhie, bolehkah kita bertarung dengan tangan kosong sebelumnya" Pinta Yu Wuhen ke Han Zhie.


"Dengan senang hati Aku akan melakukan sesuai dengan keinginanmu" Balas Han Zhie menyetujuinya.


Para Penonton masih menunggu Mereka bertanding. Beberapa dari Mereka mengumpat Han Zhie.


"Lihatlah... Pertarungan macam apa ini? Bener-benar tidak sebanding, Sampah itu berusaha mengulur waktu sepertinya"


"Ya betul"


"Hai turun saja Kau"


"Lihat Dia bersikap tenang padahal sedang gemetar ketakutan. Hahaha"


"Baiklah mari kita mulai, kerahkan semua kemampuanmu" Ucap Han Zhie.


"Amarah Naga Gunung" Yu Wuhen mengeluarkan jurusnya melesat ke arah Han Zhie.


"Tinju Naga Besi" Han Zhiepun mengeluarkan jurusnya dengan suara lantang.


Duarrrrrr


Han Zhie dan Yu Wuhen sama sama terpental kebelakang, tetapi Mereka tidak terluka sama sekali.


Para Penonton melongo melihatnya, yang Mereka tahu jurus Yu Wuhen sangatlah kuat, tetapi melihat Han Zhie tidak luka sedikitpun, Mereka benar-benar terkejut, tetapi mereka masih menganggapnya sebagai keberuntungan karena menganggap Yu Wuhen melemahkan pukulannya.


Feng Gun, Lin Mei dan Kepala Desa yang mengetahui jurus Han Zhie tersebut melotot dan mengucek-ucek mata Mereka tidak percaya Han Zhie mampu bertahan dari serangan yang di lakukan oleh Yu Wuhen.


"Saudara Zhie, sepertinya Kamu tidak melepaskan semua kemampuanmu" Ucap Yu Wuhen.


"Memang Aku tidak bisa melepaskan semua kemampuanku untuk melawanmu" Balas Han Zhie.


"Baiklah kalau seperti itu, Aku percaya padamu. Tapi,,, Ku harap Kamu bersungguh-sungguh bertanding denganku, tidak apa-apa jika Kamu melukaiku, Ku anggap itu sebagai pelajaran bagiku" Pinta Yu Wuhen.


Penonton tidak mendengar apa yang Mereka percakapan, Mereka hanya geram mengira Han Zhie sedang mengulur waktu dan bersiasat.

__ADS_1


Mendengar yang di katakan oleh Yu Wuhen, Han Zhie menjadi bersemangat seakan mau mengajarinya. Meskipun Han Zhie tahu bahwa Dia jauh di atas Yu Wuhen setelah merasakan Pukulan tenaga dalam Yu Wuhen, tetapi paling tidak Dia dapat menggunakan sedikit kemampuannya, tidak perduli jika Yu Wuhen mampu mengimbanginya ataupun tidak.


__ADS_2