
Han Zhie melanjutkan perjalanannya kembali. Dia sampai di suatu Kota kecil. Dia melihat kerumunan Orang yang mengantri di sebuah Gerbang bangunan bertuliskan Menara Cahaya. Setelah Han Zhie bertanya dengan beberapa Penduduk Kota, Dia mengetahui bahwa tempat itu sama seperti Paviliun Bambu Kuning yang menjual berbagai macam sumberdaya. Di tempat itu akan di adakan pelelangan beberapa sumberdaya.
Han Zhie yang penasaran ingin melihat Pelelangan di tempat itu, ikut mengantri di barisan Orang-orang yang akan memasuki Gerbang Menara Cahaya.
Bisik-bisik tentang Han Zhie terdengar di telinganya tetapi Han Zhie tidak menghiraukan Mereka.
"Mau apa Sampah sepertinya ikut Pelelangan"
"Ternyata di Kekaisaran Qing ada Pemuda sepertinya, tidak bisa berkultivasi"
"Benar-benar Sampah"
"Haha betul, percuma saja tampan tapi lembek"
"Menara Cahaya tidak mungkin mengizinkan Sampah sepertinya masuk"
"Ada perlu apa Kau ke sini?" Tanya Penjaga Gerbang Menara Cahaya setelah Han Zhie sampai di hadapannya.
"Mau apalagi kalau tidak mengikuti lelang" Jawab Han Zhie.
"Bocah, jangan bermain-main, tempat ini bukan untuk Orang-orang sepertimu" Balas Penjaga itu.
"Apa maksud ucapanmu?" Tanya Han Zhie.
"Apa Aku perlu berkata kasar kepadamu agar Kau sadar diri? Sampah sepertimu hanya akan menurunkan citra Menara Cahaya" Balas Penjaga itu.
"Usir saja Sampah itu" Sahut salah Seorang yang mengantri di belakang Han Zhie.
"Cepat pergi, mengganggu antrian saja" Sahut yang lainnya.
"Seret saja, Aku muak melihatnya" Ucap yang lainnya.
"Sudah cepat pergi dari sini, atau Aku akan menyuruh para Pendekar menyeretmu" Lanjut Penjaga tidak mengizinkan Han Zhie masuk.
"Tidak perlu, Aku akan pergi dari sini" Jawab Han Zhie tidak lagi ingin berurusan dengan Mereka dan Orang-orang yang merendahkannya.
__ADS_1
"Apanya yang menjaga Citra? Menara jelek seperti ini saja Akupun bisa membuat ribuan Menara seperti ini lengkap dengan Sumberdayanya" Lanjut Han Zhie mengumpat.
"Sudah sana pergi, jangan banyak beromong kosong" Ucap Pemuda di belakang Han Zhie kemudian akan menarik jubahnya. Han Zhie secepat kilat berbalik dan menangkis tangan Pemuda itu dan menjatuhkannya di tanah di depan para Penjaga dan para Pendekar yang sedang mengantri.
"Kalian bahkan tidak memberiku kesempatan mengeluarkan tanda pengenalku, tapi sudah mengusirku" Ucap Han Zhie belum sempat mengeluarkan Lencana yang di berikan oleh Patriark Sekte Naga Langit, kemudian melangkah pergi meninggalkan tempat itu.
"Tunggu Tuan" Pinta salah Seorang Gadis Muda bersama beberapa Pengawalnya yang akan memasuki Gerbang Menara Cahaya, menghentikan langkah Han Zhie yang akan meninggalkan Menara Cahaya. Gadis itu kemudian menampar Penjaga yang telah merendahkan dan menghina Han Zhie.
"Kau mulai sekarang enyah dari Menara Cahaya" Ucap Gadis muda itu seakan Penjaga itu di pecat olehnya. Gadis itu sebenarnya sedang mempermainkan Han Zhie karena Han Zhie mengatai Menara Cahaya jelek.
Gadis itu merupakan Putri dari Pemilik Menara Cahaya yang kebetulan sedang berada di Kota itu bersama dengan beberapa Pengawalnya.
Han Zhie yang sudah sedikit tidak berselerapun tidak mempedulikan Gadis yang membuat beberapa Pemuda mengeluarkan air liurnya karena parasnya yang sangat cantik dan tubuhnya yang seksi.
"Tunggu Tuan, mari masuk dan maafkan Penjaga yang sudah menyinggung Tuan" ucap Gadis itu.
"Tidak masalah, hanya masalah sepele" Jawab Han Zhie mulai berselera melihat Pelelangan kembali karena Putri Pemilik Menara Cahaya yang terlihat baik hati, tidak seperti yang lainnya memandang Han Zhie rendah.
"Ngomong-ngomong siapa Kamu?" Tanya Han Zhie penasaran.
"Baiklah Aku akan masuk Menara Cahaya kalau Kau memintaku" Jawab Han Zhie.
"Siapa yang memintamu masuk Menara Cahaya? Aku menyuruhmu masuk ke Neraka" Balas Gadis itu membuat Han Zhie mengerutkan keningnya.
"Berani sekali Kau mengatai Menara Cahaya jelek, dasar sampah. Pengawal, pukuli sampah ini sampai memohon ampun, jadikan Dia mayat hidup, Hidup segan mati tak mau" Lanjut gadis itu menyuruh Pengawal menyiksa Han Zhie.
"Hahaha, lihat Dia tampak senang sekali" Ucap salah satu Penjaga yang mengetahui bahwa Putri Pemilik Menara Cahaya mempermainkan Han Zhie.
"Haha pukuli saja Pemuda itu, merusak pemandangan saja sampah sepertinya" Sahut salah Seorang yang sedang mengantri.
"Ayu masuk semua" Ucap Penjaga menyuruh Orang-orang yang sedang mengantri segera masuk ke dalam Gerbang Menara Cahaya. Merekapun berbondong-bondong masuk ke dalam untuk mengikuti Pelelangan dan tidak mempedulikan Han Zhie yang Mereka pikir akan tamat riwayatnya.
Kini di Gerbang hanya menyisakan Yi Liem, Puluhan pengawal, dan Penjaga.
Han Zhie akan berlalu pergi meninggalkan Mereka, tidak ingin membuat keributan, tapi seketika para Pengawal sudah mengelilinginya bersiap akan menghajarnya.
__ADS_1
Beberapa Penduduk Kota yang berlalu lalang sangat Iba dan mengkhawatirkan Han Zhie. Mereka ingin melerai tapi tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya menyaksikan Mereka. Bahkan, satu keluarga di bantai oleh Mereka menyisakan Seorang Remaja yang dipotong lengannya.
"Gadis kecil, Kau berani sekali mempermainkanku" Ujar Han Zhie.
"Memangnya siapa Kamu sehingga tidak boleh Aku permainkan, hah? Kau pikir Menara Cahaya dapat di singgung oleh sampah sepertimu?" Umpat Yi Liem.
"Aku akan pergi, tidak ada waktu meladeni Gadis kecil sepertimu" Balas Han Zhie membuat Yi Liem geram karena terus mengatainya kecil.
"Cihhh... dasar sampah hanya modal tampan saja berani mengataiku Gadis kecil" Jawab Yi Liem sambil membusungkan dadanya "apa kecil?"
"Ya kecil. ganjal Kainmu saja yang besar" Jawab Han Zhie meledek membuat Yi Liem sangat marah dan segera melesat meninjunya.
Han Zhie dengan mudah menghindari Yi Liem yang remeh di matanya. Yi Liem tanpa tahu tidak berhasil meninju Han Zhie dan melewati Han Zhie yang sudah menghindar dan berada di samping tubuhnya. Han Zhiepun memukul punggungnya membuat Yi Liem tersungkur di tanah "Brengsek, Sialan, patahkan lengannya" Perintah Yi Liem ke Pengawalnya.
Belum sempat para Pengawal bergerak, Han Zhie sudah memukuli Mereka semua dengan gerakan Seribu Tinju Naga. Kecepatan dan perbedaan kemampuan Han Zhie yang sangat jauh di atas para Pengawal membuat Mereka bagaikan Patung tidak mengelak ataupun menghindar. Dalam sekejap tubuh Mereka semua ambruk di tanah dengan Wajah penuh benjolan terkena pukulan Han Zhie yang hanya menggunakan sedikit kekuatan tinjunya.
Han Zhie meninggalkan Mereka semua, para Penjaga menelan ludah melihatnya. Han Zhie melangkah pergi melewati kerumunan Penduduk Kota yang masih tercengang melihat Han Zhie. Mereka mengira Han Zhie yang akan di pukuli, malah sebaliknya Han Zhielah yang memukuli Mereka.
Seseorang Remaja berjalan mengikuti Han Zhie.
"Kakak" Panggil Remaja itu yang lengan kanannya buntung.
Han Zhie menengok ke arah Seorang Remaja Laki-laki berusia 13 tahun yang memanggilnya "Ada apa? Kenapa Kau memanggilku?" Tanya Han Zhie.
"Kakak sangat hebat, bolehkah Aku bekerja membawakan barang-barangmu?" Tanya Anak itu meskipun melihat Han Zhie tidak membawa apa-apa. Dia mengira Han Zhie meninggalkan barang bawaannya di Penginapan dan ingin ikut dengan Han Zhie.
"Hmmm, baiklah" Jawab Han Zhie setelah memikirkan sejenak dan sangat kasian melihat Remaja yang lengannya buntung.
"Dimana Orang Tuamu?" Tanya Han Zhie.
"Karena kesalahanku, Orang-orang Menara Cahaya membunuh Orang tuaku dan seluruh keluargaku" Han Zhie tersentak mendengarnya.
"Coba Kau jelaskan" Pinta Han Zhie.
Remaja itu yang bernama Fu Shang kemudian menceritakan kejadian yang menimpanya dan Keluarganya.
__ADS_1