
Feng Gun dan Lin Mei sudah kembali ke tempat duduk Peserta, sedangkan Han Zhie dan Paman Du berjalan mendekati Tempat VIP.
Orang-orang di tempat Duduk itu mulai memperhatikannya yang berjalan ke arah Mereka. Mereka tidak tahu kalo Han Zhie lah Perwakilan dari Kerajaan karena dari awal tidak memperhatikan kalau Han Zhie duduk di sana sebelum Pertandingan berlangsung.
"Kenapa anak itu kemari? Bukankah Dia Peserta yang tadi?" Bisik salah satu dari Mereka. Dan tidak lama Mereka pun mulai menyadari bahwa Han Zhielah Perwakilan dari Kerajaan.
Jendral Songpun memperhatikan Han Zhie dan Paman Du. Sesampainya mereka di dekat Sun Ho, Jendral Song begitu terkejut melihat Sun Ho yang ternyata ada di sana, tepat di belakangnya.
"Ayu Paman silahkan duduk di sini, Dia orang yang memaksaku bertanding" Ucap Han Zhie menyuruh Paman Du untuk duduk. Dan Paman Du pun duduk.
"Saudara Zhie, apa yang Kamu rencanakan?" Umpat Sun Ho yang mendengar perkataan Han Zhie.
"Diam Kau anak muda, apa Kau sudah gila memaksa Zhi'er bertanding?" Ucap Paman Du lirih agar Walikota tidak mendengarnya. Tetapi Walikota yang di samping Sun Ho tentu bisa mendengarnya, hanya saja Dia diam menganggap Mereka sudah saling kenal karena Han Zhie memanggilnya Paman dan itu urusan Mereka.
"Paman. Tolong pukul Dia, Zhi'er mau ke bawah lagi" Ucap Zhi'er kepada Paman Du.
Baru saja mau memukulnya, Walikota yang mendengarnya berkata meleraikannya.
"Ehem.. Pangeran, tampaknya babak pertama sudah selesai" Ucap Walikota.
"Pa.. Pa.. Pangeran?" Paman Du tampak terkejut. Belum selesai keterkejutannya mendengar yang Walikota sampaikan, Jendral Song yang melihat Sun Ho langsung berdiri menghampiri Sun Ho dan memberi hormat kepadanya.
"Hormat Pangeran.. Maaf karena tidak melihat Pangeran sebelumnya"
Sun Ho tidak mempermasalahkan dan menyuruhnya kembali ke tempat duduknya.
"Pa.. Pa.. Pangeran maafkan hamba yang telah berkata kasar pada Pangeran" Ucap Paman Du.
"Ah ya...tidak apa-apa Paman. Senang bertemu Paman. Aku Sun Ho, teman Han Zhie" Ucap Sun Ho berjabat tangan kepada Paman Du.
"Hamba Lin Du Pangeran, Hamba Kepala Desa dari Desa Pelangi, hamba benar-benar minta maaf Pangeran" Ucap Paman Du terus membungkuk tidak berani mengangkat Kepalanya.
"Sudah sudah Paman Du, tidak perlu seperti itu Aku Temannya Saudara Zhie. Dia memang seperti itu" Balas Sun Ho.
"Terima Kasih Pangeran" Ucap Paman Du.
"Hamba permisi dulu, mau kembali ke tempat duduk Hamba" Lanjutnya tidak ingin berlama-lama duduk di dekat Sun Ho yang membuatnya tidak tenang.
"Duduklah saja di sini Paman Du, lagian Saudara Zhie sudah memintamu untuk duduk di sini, Aku juga ingin bertanya-tanya kepada Paman Du" Pinta Sun Ho.
"Baiklah Pangeran" Balas Paman Du, kemudian menceritakan Han Zhie yang memintanya untuk menasehati Sun Ho. Sun Ho yang mendengarnya hanya tertawa kecil, Ia juga tidak tega melihat Paman Du terlihat tegang dan mulai mencairkan suasana.
Babak kedua pertandingan di mulai, dari 50 Peserta yang lolos, Mereka akan memilih sendiri pasangan untuk bertarung dan akan menyisakan 25 Pemenang yang akan memasuki babak berikutnya.
"Babak pertama telah selesai, 50 peserta yang lolos silahkan berkumpul di arena pertandingan nomor 3"
"Babak kedua Para Peserta boleh memilih siapa saja untuk menjadi lawannya, dan masing-masing dari keduanya harus menyetujui, tidak boleh ada paksaan. Dari 50 Peserta akan terpilih 25 orang Pemenang yang akan memasuki babak berikutnya"
Ke 50 Peserta yang lolos berkumpul ke Arena nomor 3, Feng Gun tidak mau menyiakan kesempatan, Ia langsung memilih pasangan yang berada di tingkatan Pendekar di bawahnya dan lawannya menyetujuinya.
Wussss
__ADS_1
Tiba-tiba di Arena, Aura yang kuat sesaat keluar dari salah satu peserta yang sejenak mengintimidasi Peserta lain dan Penonton. Peserta itu bernama Yu Wuhen murid dari Sekte Pedang Naga.
Para Penonton yang merasakan auranya begitu Kagum dengannya dan mulai memandangnya. Bisik-bisik terdengar bahwa Dia yang akan menjadi juara satu di turnamen.
Yu Wuhen tak lagi menyembunyikan tingkat Kultivasinya, di Usianya yang 18 tahun Dia sudah berada di tingkat Pendekar Bumi Level Menegah, tidak ada yang mau menantangnya bahkan Jin Rui dari Sekte Kincir angin. Mungkin hanya Dia yang paling kuat dari Peserta Turnamen jika tidak ada Han Zhie. Peserta lain yang terkuatpun hanya berada di Tingkat Kaisar Level Puncak.
Hal ini bukan tanpa alasan Dia melakukannya, Dia sudah memperhatikan Han Zhie sedari awal. Meskipun tidak melihat kultivasinya, Yu Wuhen tidak mau meremehkan orang begitu saja, bahkan Ia menyadari dengan instingnya kalau Han Zhie merupakan seseorang yang Kuat dan sangat tidak patut untuk Dia remehkan. Dia ingin menantang Han Zhie untuk melawannya, tak ada yang sebanding dengannya kecuali Han Zhie pikirnya.
"Saudara, maukah Saudara menjadi lawanku?" Ucap Yu Wuhen kepada Han Zhie.
"Baiklah" Jawab Han Zhie.
Dan Rui menantang Xhio Li, dan Xhio Li menyutujuinya, sedang Jin Fei di tantang oleh Jun Bing dari Sekte Pedang Naga, dan Iapun menyetujuinya.
Para Peserta sudah memilih pasangan bertarung Mereka masing-masing. Mereka kemudian duduk kembali di tempat Mereka.
"Babak kedua akan di mulai, Para Peserta di larang untuk membunuh, di larang menggunakan racun, boleh menggunakan Pusaka, Peserta di nyatakan kalah jika keluar arena, tidak sadarkan diri, atau menyerah"
"Pertandingan pertama nomor undian 75 VS 108, 213 VS 140, 67 VS 438, 312 VS 356, 44 VS 9 silahkan Peserta dengan nomor undian tersebut memasuki arena nomor 1,2,3,4 dan 5"
Wusss wusss wusss
Para Peserta yang di panggil melesat ke Arena Pertandingan. Para tetua memasang formasi untuk melindungi Penonton.
Satu demi satu Peserta menyelesaikan Pertandingan. Xhio Li terlihat sudah di arena akan melawan Dan Rui.
"Dan Rui" Ucap Dan Rui memperkenalkan diri
"Saudari Li, Ku harap kau jangan sungkan, keluarkan semua kemampuanmu, Akupun tidak akan sungkan" Ucap Dan Rui.
"Ya. Aku tidak akan sungkan" Balas Xhio Li.
Xhio Li mengeluarkan Dua Pedang dari balik punggungnya.
"Pedang Ganda" Xhio Li Bergerak Zig Zag berusaha mengecoh Dan Rui.
"Tebasan Dua mata angin" Xhio Li berputar di udara melesat ke arah Dan Rui dengan kedua Pedangnyapun ikut berputar.
Dan Rui menangkisnya dengan dua celurit di tangannya. Kemudian mereka saling beradu teknik.
Tranggg
Tranggg
Tranggg
Dan Rui kemudian memutar mutar celurit yang gagangnya berantai di udara. Dan Rui tidak memberi kesempatan Xhio Li mendekat terus memutar mutar celurit nya dengan lincah.
Trang Trang tranggg
Xhio Li hanya bisa menangkis dua celurit itu, Ia bergerak dengan lincah. Setiap kali akan memutus rantai, Celurit satunya menyerangnya, Dan Rui tidak memberinya celah terus menggerakkan celuritnya yang seolah sedang menari di udara.
__ADS_1
Penonton bersorak sorai mendukung masing-masing jagoannya. Para gadis kota namdo yang mengagumi Dan Ruipun memberikan semangatnya dan mengoceh melihat kecantikan Xhio Li, mereka takut Xhio Li akan menjadi saingannya.
"Dan Rui jangan lengah"
"Dan Rui jangan termakan Rayuan gadis murahan itu.. "
"Sayangku... "
"Dan Rui... "
Xhio Li menjahui Dan Rui, sampai Celuritnya tidak bisa menjangkaunya.
"Sampai kapan Dia menggunakannya, aku akan menjauh dulu dari jangkauan rantainya sampai Dia menghabiskan tenaga" Batin Xhio Li.
Mengetahui Xhio Li akan menjauh sambil menunggu kesempatan, Dan Rui menarik rantai dan rantai kembali melilit di lengannya celurit itu kini sudah di tangannya. menggunakannya memang memerlukan banyak tenaga, Ia belum bisa berlama-lama menggunakan tekniknya.
Dan Rui melesat menyerang Xhio Li dengan Celuritnya. Dan Rui tampak tergesa-gesa untuk mengalahkan Xhio Li sehingga telah membuang banyak tenaga, sedang Xhio Li tampak tenang dan sabar menghadapi Dan Rui.
Trang trang tranggg
Bunyi celurit dan pedang kembali nyaring terdengar. Puluhan teknik dua pedang dan dua celurit kembali beradu.
Nafas Dan Rui mulai sedikit memburu, Ia sudah mulai kehabisan tenaga, sedang Xhio Li masih begitu tenang. Dari awal Ia berhasil memancing Dan Rui.
Dan Rui mulai mengatur nafasnya, mengalirkan tenaga dalam ke Celuritnya. Celurit itu kemudian terlepas dari rantainya dan Ia melemparkan kedua Celuritnya ke udara.
Celurit-celurit itu mengejar Xhio Li berputar-putat dengan sendirinya terus menerus menyerang Xhio Li. Setiap kali Xhio Li berhasil menangkis dan melemparkannya, celurit itu kembali lagi ke arahnya. Tidak ada celah untuk Xhio Li mendekat menyerang Dan Rui.
"Aku hanya harus bersabar menunggu Ia kehabisan tenaga, jurus pamungkasnya memang membuatku kualahan. Hanya saja seberapa lama Dia akan melakukannya"
"Tarian Pedang Ganda"
Xhio Li bergerak dengan dua pedangnya seperti menari-nari di atas Arena menghalau celurit celurit yang begitu cepat menyerangnya terus menerus sambil Ia memperhatikan Dan Rui, tidak mau lengah kalau-kalau Dan Rui bergerak menyerang ke arahnya dengan tiba-tiba.
Semakin lama serangan celurit itu semakin melemah dan melemah dan gerakannya tidak secepat seperti sebelumnya. Xhio Li terus bertahan tidak mau menyerah meskipun lengannya banyak terkena sabetan celurit yang menyerang membabi buta.
Saat celurit Dan Rui mulai melemah.
"Inilah saatnya, Aku juga hampir kehabisan tenaga" Gumam Xhio Li.
"Dua Tebasan Harimau"
Trang ..... celurit Dan Rui melesat cukup jauh dari tempat Xhio Li.
Tidak mau menyia-nyiakan dan melihat Dan Rui lengah dengan nafas yang terlihat memburu dan fokus ke kedua Celuritnya, Xhio Li melesat dengan sangat cepat ke belakang Dan Rui kemudian menghunuskan dua Pedangnya di kanan dan kiri leher Dan Rui.
"Kau kalah" Ucapnya.
Dan Rui terhentak kaget tidak menyadari kalau Xhio Li sudah berada di belakangnya, karena terlalu fokus dengan Celuritnya yang melayang di udara
Para penonton berdecak kagum, sedang para gadis Namdo terlihat begitu kesal dengan Xhio Li.
__ADS_1