Pendekar Pedang Hantu Kematian

Pendekar Pedang Hantu Kematian
Sekte Kepala Ular


__ADS_3

Han Zhie menuju ke Kerajaan Sin Wu untuk menyelamatkan Ayahnya.


Di tengah langkahnya, Dia melihat banyak orang dengan tangan terikat dan mata tertutup di giring oleh beberapa Pendekar menuju arah yang sama dengannya.


Mereka terus berjalan dan Han Zhie hanya diam-diam mengikutinya dari belakang.


Beberapa saat berlalu Mereka sampai di sebuah gua. Para pendekar terus menggiring Orang-orang untuk memasuki Gua.


Han Zhie memindai Gua dengan mata kirinya. Ia sangat kagum karena ternyata di dalam Gua itu sangat luas dan terdapat Bangunan-bangunan megah terbuat dari bebatuan di dalamnya.


Han Zhie mencoba mendekati Gua itu. Tetapi di balik Gua terdapat beberapa orang yang berjaga.


Beberapa Orang berhasil Ia buat pingsan dan satu sisanya Ia paksa untuk memberi tahu tentang Gua itu yang ternyata ialah Markas dari Sekte kepala ular.


Han Zhie menyelinap masuk untuk menyelamatkan Orang-orang yang Sekte kepala ular tahan. Dengan langkah yang cepat, tanpa sepengetahuan pihak Sekte kepala ular, Ia dapat dengan mudah menerobos masuk ke dalam penjara bawah tanah tempat Orang-orang yang di tahan.


Beberapa Prajurit Sekte yang berjaga di Penjara bawah tanah berhasil Ia buat tidak sadarkan diri. Dengan Formasi ruang hantu, Han Zhie membebaskan para tawanan yang kebanyakan merupakan penduduk desa dengan berbagai macam keahlian yang tidak memiliki siapa-siapa lagi karena Desa Mereka sudah di hancurkan.


Han Zhie juga bertemu dengan Seseorang yang ternyata adalah Suami dari Lu lu. Beberapa tawanan memilih untuk ke Desa Pelangi, sedang sisanya memilih untuk kembali ke Desanya masing-masing.


Han Zhie tidak masalah akan hal itu, Dia membuat Formasi ruang hantu, mengeluarkan banyak koin emas, benda-benda pusaka yang sebelumnya Ia ambil di Sekte mawar hitam dan memasukkannya ke pintu formasi.


Dia menyuruh semua tawanan melepaskan pakaian Mereka dan ke Desa Pelangi terlebih dahulu untuk menyelamatkan diri dan meminta Mereka menyampaikan kepada kepala Desa Pelangi untuk mengambil harta yang sudah Ia lemparkan ke air terjun.


Merakapun memasuki Pintu lingkaran Formasi ruang hantu satu per satu setelah Han Zhie mempersilahkan Mereka mengambil beberapa koin emas sebagai pengganti Pakaian Mereka yang Han Zhie minta.


Han Zhie berjalan santai ke area utama Markas. Beruntung hanya terdapat satu Tetua yang tersisa di dalam Sekte.


Setidaknya ada sekitar tiga sampai empat ribu prajurit tersisa di Sekte itu. Beberapa Prajurit yang pernah melihat Han Zhie saat penyerangan di Sekte Pedang Naga lari pontang panting dan kabur meninggalkan Markas.


Mereka baru saja beberapa hari kembali ke Markas setelah kabur saat penyerangan di Sekte Pedang Naga. Sedangkan Patriark baru Mereka Chong Pau dan beberapa Tetua yang ikut dan selamat masih berada di Sekte rubah hitam dan hanya menyisakan satu Tetua di Markas.


Han Zhie menyadari bahwa kemampuannya masih belum sangat kuat dan hanya mampu menghadapi dua Tetua sekaligus di tingkat Pendekar Petapa level tinggi ke bawah. Itupun di bantu dengan jurusnya yang berada di tingkat yang lebih tinggi dari para Tetua yang jurusnya lebih rendah darinya.

__ADS_1


"Pendekar Bercadar Hitam,,, Lari.... " Teriak salah satu dari Mereka.


"Lari... Lari... Ada Pendekar hantu.. " Sahut yang lainnya.


Seketika suasana Sekte menjadi gaduh. Tetua dan Prajurit yang tidak ikut penyerangan bingung dengan para Prajurit yang lari pontang panting kabur meninggalkan Markas.


Beberapa Prajurit yang berusaha keluar dari Gua berhasil Han Zhie bunuh dan beberapa lainnya tidak sempat Ia halau dan membiarkan Mereka kabur. Ribuan Prajurit yang kabur bukanlah hal yang mudah baginya untuk mengejar Mereka satu persatu.


Tetua dan Prajurit yang tersisa hanya melongo dan menelan ludahnya melihat kekejaman Han Zhie membunuh Prajurit yang berusaha kabur.


Mereka hanya berdiri mematung seolah menunggu nasib kematiannya yang tragis dan ada yang terkencing di celana.


"Pendekar hantu? Baru pernah Aku mendengarnya" Gumam salah satu Tetua.


"Tuan Pendekar hantu apa salah kami?" Lanjutnya bertanya kepada Han Zhie.


"Banyak omong" Balas Han Zhie kemudian dengan cepat membunuh ratusan Prajurit.


"Bayangan Pedang Penghancur"


Celepuk


Celepuk


Celepuk


Ratusan Prajurit tewas seketika membuat Tetua menelan ludahnya kembali dan sedikit gematar ketakutan.


"Tuan Pendekar hantu,,, ampuni Kami" Ujar Tetua tidak mau repot-repot melawan melihat jurus-jurus Han Zhie yang tampak mengerikan baginya. Para Prajuritpun berlutut berharap Han Zhie tidak membunuh Mereka.


"Cihhh.. Ternyata begini saja kemampuan Tetua Kalian. Aku membutuhkan seratus orang saja yang selamat, siapa yang berhasil mengikat tangan dan menutup mata salah satu dari Kalian, kalian akan Aku biarkan hidup" Ujar Han Zhie kepada para prajurit Sehingga Mereka seketika bertarung dan berebut untuk saling mengikat satu sama lain.


Di tengah kesibukan para prajurit saling bertarung, Han Zhie bertarung dengan Tetua Sekte dan beberapa saat kemudian Han Zhie berhasil menewaskan Tetua itu.

__ADS_1


Bersamaan dengan tewasnya Tetua Sekte, seratus Prajurit membawa teman Mereka yang sudah terikat tangannya dan tertutup matanya dengan kain sebanyak seratus Prajurit juga.


Beberapa Prajurit kabur saat Han Zhie bertarung dengan Tetua Sekte, dan Han Zhie membiarkan Mereka.


"Bagus bagus Sekarang lepaskan pakaian Mereka" Perintah Han Zhie kepada Prajurit yang berhasil mengikat tangan dan menutup mata temannya.


"Hah? Ada apa dengan Tuan Pendekar hantu? Apa Aku akan di suruh memperkosanya" Batin Prajurit mengerutkan keningnya.


"Pendekar hantu memiliki fantasi yang aneh, apa Dia ingin melihat Kami para laki-laki saling memperkosa ya?" Batin yang lain.


"Ahh. Sudahlah Aku lepaskan saja, yang penting selamat" Batin Mereka.


"Kenapa bengong? Cepat lepaskan pakaian Mereka!!!" Perintah Han Zhie mengerutkan keningnya memahami apa yang Prajurit itu pikirkan tentangnya.


Han Zhie kemudian mengeluarkan Pakaian yang sudah Ia minta kepada para tawanan dan menyuruh Prajurit menggantikan Pakaian Prajurit yang terikat dan tertutup matanya menjadi seperti para tawanan.


Beberapa Prajurit Ia bunuh begitu saja dan dua puluh Prajurit lainnya bersama dengan Han Zhie menggiring teman Mereka untuk menyamar mamasuki wilayah kerajaan Sin Wu.


Han Zhie juga mengganti pakaiannya dengan pakaian milik Tetua Sekte kepala ular dan kebetulan Tetua itu juga memakai topeng, sehingga Han Zhie dapat menyembunyikan wajahnya dengan topeng milik Tetua Sekte kepala ular itu. Ia juga mengambil seluruh harta milik Sekte kepala ular.


Dengan menotok otot leher para prajurit tawanan, Mereka tidak bisa berucap sepatah katapun, hanya dua orang yang sementara masih dapat berbicara.


Teknik itu Ia pelajari dari Tetua Cheng dan sudah berkali-kali Ia menjajalnya kepada Yu Wuhen sebagai kelinci percobaan.


Mereka semua hanya bisa menuruti kemauan Han Zhie dan berjalan meninggalkan Markas sekte yang sudah Han Zhie hancurkan menuju ke Kerajaan Sin Wu.


Sementara itu di dekat Desa Pelangi, Orang-orang yang Han Zhie selamatkan berdecak kagum dengan ilmu yang Han Zhie miliki. Mereka tidak percaya dengan apa yang sudah Mereka alami. Sesuai dengan perkataan Han Zhie, Mereka keluar dari atas air terjun dan terjatuh ke bawah.


Sesaat setelah mereka keluar dari sungai, Mereka melihat lima Orang menatap Mereka terpatung dan melongo, masih tidak percaya akan apa yang Mereka lihat. Emas dan pusaka berjatuhan, di susul dengan Orang-orang yang berpakaian tidak lengkap.


Benar saja apa yang di pikirkan oleh Lin Du, satu demi satu orang keluar dari balik air Terjun setelah Lu Lu, Cing Mi, Putri Kerajaan, Tetua, dan Min Tai. Kelima Orang itu merupakan Orang suruhan Lin Du untuk berjaga-jaga di sekitar air Terjun.


Hanya tiga puluh orang yang akan pergi ke Desa Pelangi, sisanya memilih untuk kembali ke Desanya masing-masing. Para penjaga di air terjunpun memberikan Mereka semua Pakaian agar tidak kedinginan.

__ADS_1


Dengan kereta kuda yang penjaga itu siapkan, bersama tiga puluh Orang, Mereka melesat menuju ke Desa Pelangi setelah sebelumnya memungut emas dan benda-benda pusaka di dasar Sungai.


__ADS_2