
Kumis tipis dan Si Botak mengeluarkan aura membunuh yang sangat mengintimidasi. Akan tetapi, Han Zhie tidak merasakan apa-apa.
"Apa Kalian mengeluarkan sesuatu Kakek tua?" Tanya Han Zhie penasaran melihat ekspresi dua Kakek itu.
"Apa kau tidak merasakannya anak muda?" Tanya Kumis tipis.
"Tidak Pak Tua. Ngomong-ngomong Aku sangat suka melihat ekspresi Kalian berdua" Ujar Han Zhie menertawai Mereka berdua dalam hati.
"Bolehkah Aku bertanya Pak tua?" Lanjutnya.
"Kau mau bertanya apa anak muda?" Balas Si Botak.
"Apakah ada sesuatu rahasia dari Sekte Mawar Hitam Pak Tua? Mungkin makanan atau cara Kalian mendapatkan ilmu?" Tanya Han Zhie seakan penasaran akan hal itu.
"Kenapa bertanya seperti itu Anak Muda?" Balas Si Botak.
"Ahh, Aku hanya penasaran dari mana Kalian mendapatkan Wajah yang lucu seperti itu" Jawab Han Zhie membuat Kumis tipis dan Si Botak geram dan sangat murka.
"Sialan Kau Anak Muda, berani sekali Kau menghina Kami" Ucap Kumis tipis menjadi sangat marah kapadanya. Para Prajurit tidak berani berkomentar, Mereka juga sedikit menahan tawa dengan ucapan Han Zhie yang meledek Tetua Mereka.
"Serang Dia" Ucap Si Botak kepada Prajurit di belakangnya.
Dengan dua golok dan kapak yang besar, Mereka kembali menyerang Han Zhie bersama dengan ratusan Prajurit.
"Kalian tidak sanggup dan mengeroyokku. Baiklah Aku tidak akan segan dan bermain-main lagi dengan Kalian berdua" Han Zhie mengeluarkan energi Hantu lebih banyak ke Pedangnya, mata kirinya sedikit Ia tingkatkan kemampuan melihatnya, membuat gerakan Mereka menjadi semakin terlihat lebih jelas di matanya.
Mereka kembali menyerangnya membabi buta, Han Zhie menangkis dan berusaha menebas Kepala Kumis tipis dan Si Botak. Tetapi mereka berhasil menghindarinya. Dengan gerakan yang begitu lincah, Han Zhie yang mendominasi setiap serangan.
__ADS_1
Kumis tipis dan Si Botak sedikit kualahan dengan gerakan Han Zhie yang begitu cepat menyerang Mereka.
Beberapa Prajurit sudah tewas terbelah ataupun terpenggal Kepalanya.Han Zhie lebih fokus ke arah dua Tetua di depannya, sedangkan Para Prajurit yang lain seperti tidak Ia hiraukan sama sekali, tanpa menghentikan serangan kepada dua Tetua, Mereka juga dengan mudah Ia binasakan ketika mendekatinya.
Beberapa Prajurit menjadi ragu untuk menyerang melihat Teman-teman Mereka hanya mengantarkan Nyawa kepada Han Zhie ketika mendekatinya.
Dua Tetua terus bergerak mundur menahan serangan-serangan Pedang dari Han Zhie. Mereka terus bergerak mundur dan mendekati sebuah bangunan yang terlihat paling besar di antara bangunan-bangunan di Sekte itu.
Han Zhie tersenyum kemudian melompat dan membelah dengan Pedangnya ke arah dua Kakek tua yang berdiri tidak jauh di depan bangunan besar. Mereka berdua melompat menghindar ke kanan dan kiri.
Krakkkk
Bangunan besar di belakang Kakek tua terbelah menjadi dua terkena hempasan angin yang begitu kuat dari Pedang milik Han Zhie dan seketika bangunan itu ambruk dan hancur.
Dua Tetua hanya bisa melongo menengok ke arah belakangnya, begitupun Orang-orang di Sekte Mawar hitam yang tercengang melihat bangunan yang begitu kokoh terbelah dan ambruk terkena hempasan angin efek dari tebasan Pedang milik Han Zhie. Pedangnya pun membentuk garis lubang lurus di tanah sampai ke arah bangunan besar itu.
"Cihhh. Bahkan jika Kami harus mati, Anak muda berbahaya sepertimu akan di buru, tidak akan di biarkan hidup lama di dunia ini" Balas Kumis tipis.
"Baiklah jika Kalian ingin mati" Jawab Han Zhie lalu melesat ke arah Mereka berdua, Prajurit lain tidak berani mendekatinya, beberapa dari Mereka juga sudah menjauh dan berniat kabur meninggalkan Sekte.
Han Zhie menyerang Mereka berdua dengan cepat dan ganas, Mereka hanya bisa terus menghindar dan menangkisnya seakan menunggu ajalnya. Menggunakan kekuatan yang besar untuk menyerang Han Zhie hanya akan sia-sia dan mempercepat kematian Mereka pikirnya.
Mereka berpikir untuk kabur dan memberikan tanda supaya Prajurit menyerangnya, namun itu hanyalah pikiran Mereka. Han Zhie sama sekali tidak membiarkan Mereka jauh darinya dan terus menyerang sampai tidak lagi berdaya menghadapinya. Para Prajuritpun semakin banyak yang tewas mengenaskan di tangan Pedang hantunya tatkala dua Tetua Sekte mundur ke arah Mereka.
Meskipun gerakan dan serangannya begitu cepat, tidak mudah membunuh Mereka berdua di tingkat kultivasi Mereka, dan juga usia Mereka yang sudah tua yang tentunya sudah banyak mengalami pengalaman pertarungan membuat sedikit sulit untuk bisa cepat membunuh Mereka.
Han Zhie hanya bisa menunggu Mereka lelah dan lengah. Mereka terus mampu menghindar dan menangkis serangan sekalipun terus-menerus terpojok.
__ADS_1
Beberapa waktu kemudian, Mereka benar benar terpojok, senjata Mereka terlempar jauh dari tangannya. Mereka berlutut tidak berdaya.
"Apa Kalian sudah menyerah?" Tanya Han Zhie, tetapi Mereka hanya diam bersiap menerima kematiannya. Han Zhie tidak banyak bicara lagi dan langsung menebas Kepala Mereka berdua dan Mereka tewas dengan Kepala yang terlepas dari tubuhnya.
Para prajurit yang masih di sana hanya berdiri mematung tidak tahu harus seperti apa. Han Zhie melangkah ke salah satu dari Mereka.
"Hei. Kau" Ucap Han Zhie kepada salah satu Prajurit dan memerintahkannya untuk mendekat. Prajurit itu hanya menatap Han Zhie berjalan kearahnya tanpa banyak bertanya.
"Kenapa Sekte ini begitu sepi? Ku dengar Sekte ini memiliki lima ribuan lebih pasukan" Tanya Han Zhie setelah prajurit itu sampai di depannya.
Prajurit itu hanya menatap Han Zhie tanpa menjawabnya, ekspresi wajahnya begitu sulit di cerna. Ia hanya seperti orang yang menurut perintah Han Zhie akan tetapi bibirnya tampak sangat susah untuk berkata-kata, entah karena ketakutan sehingga tidak bisa mengeluarkan sepatah katapun, atau memang Dia bisu, Ia seperti seorang yang tidak bisa berfikir hanya mengangguk dan menggeleng. Han Zhie geram dan memukulnya.
"Tinju Naga Besi"
Orang itu terpental jauh ke belakang, tulang tulangnya remuk dan Ia tewas seketika.
Beberapa kali Ia bertanya kepada orang-orang di sana hasilnya sama saja.
Salah satu dari Mereka yang masih sedikit waras melihat kekejaman Han Zhie mengatakan kalau Sekte Mawar Hitam bersama Sekte Hitam lain sedang menuju Sekte Pedang Naga untuk menghancurkan Mereka.
Di Sekte hanya menyisakan beberapa orang untuk berjaga-jaga, Prajurit itu juga memberitahu tempat penyimpanan harta dan barang berharga Sekte Mawar Hitam. Han Zhie berterima kasih kepadanya karena mau menjawab lalu membunuhnya begitu saja.
Sementara itu, beberapa Orang yang berlari terlihat sedikit senang karena tidak ada yang mengejarnya dan berpikir berhasil lolos. Tetapi, kenyataannya Han Zhie melesat cepat ke arah Mereka satu demi satu dan membunuh semuanya tidak tersisa.
Han Zhie mengambil seluruh harta dan benda-benda berharga Sekte Mawar Hitam, Ia begitu takjub dengan harta yang cukup banyak tersebut dan tersenyum senang dan berpikir sebagian akan Ia berikan kepada Penduduk Desa yang telah di rugikan oleh Sekte Mawar hitam. Ia kemudian menghancurkan seluruh bangunan Sekte dan menjadikannya puing-puing yang berserakan.
Ia berjalan di dalam hutan berpikir tentang Sekte Pedang Naga dan teringat Yu Wuhen salah satu jenius Sekte tersebut. Ia masih sangat marah mengingat kembali Penduduk Desa yang tewas mengenaskan, Ia seakan belum tenang jika orang-orang Sekte Mawar Hitam masih berada di Dunia ini.
__ADS_1
Ia akan mencari tahu terlebih dahulu tentang letak Sekte Pedang Naga dan akan pergi membantu Mereka sekaligus akan membunuh semua orang dari Sekte yang Keji dan kejam.