
Para Patriark meminta agar Kaisar meninggalkan Istana. Mereka juga meminta supaya Kaisar tidak perlu tidak enak hati kepada Mereka. Itu adalah pilihan Mereka dan Mereka bersama Pasukannya dengan senang hati mati dengan cara terhormat.
Mendengar Hal itu, Kaisar tidak mampu menahan dirinya. Dia akan memimpin Klan Mo dan Klan lain yang tidak mematuhi perintahnya meninggalkan Istana untuk bersama-sama menjemput kematian.
Tiga Tetua Sekte Bambu Kuning bertopeng Bambu berwarna kuning terlihat berdiri di Tembok Gerbang Ibukota bersama dengan beberapa murid bertopeng Emas dan Perak, dan juga Patriark Li Ningfei.
Kaisar, Guangzhou, Patriark Wan Yong dari Sekte Seribu Lembah, Do Zhau dari Sekte Teratai Emas, beberapa Patriark lain, dan juga para Tetua Klan, Tetua Sekte bersiap keluar dari Gerbang Istana bersama dengan puluhan ribu Pasukan yang berada di Istana.
Tiga Tetua Sekte Bambu Kuning akan menghentikan Mereka, tetapi melihat Kaisar mengenakan baju Perang kebesarannya dan juga Para Patriark, Tetua yang terlihat begitu gagah berani membuat Mereka mengurungkan niatnya dan membiarkan Mereka keluar dari Gerbang Istana. Dan Merekapun hanya mengikuti Kaisar untuk membantu melawan para Pemberontak.
Sementara itu, Han Zhie sedikit demi sedikit berhasil membunuh puluhan ribu Prajurit musuh yang tersebar berkelompok-kelompok dan di tugaskan untuk menghancurkan seluruh wilayah Ibukota yang sangat luas oleh Luo Yang.
Luo Yang yang sedari awal menyaksikan Peperangan dengan Yo Bang seperti sebuah tontonan dan belum bergerak sama sekali, menyadari suatu hal yang aneh. Ia bertanya-tanya tentang Para pembunuh topeng hitam yang menghilang entah kemana bak di telan Bumi, Puluhan ribu Prajurit yang di tugaskan menghancurkan seluruh wilayah Ibukota juga tampak tidak terlihat batang hidungnya.
Luo Yang mengerutkan keningnya, menyadari Bangunan-bangunan di Ibukota yang berada tidak jauh dari tempatnya masih kokoh berdiri tidak Hancur sama sekali.
"Yo Bang, Apa Kau tidak merasa aneh? Para Prajurit seharusnya sudah di sekeliling Kita menghancurkan Bangunan-bangunan di sana" Ucap Luo Yang kepada Yo Bang menunjuk Bangunan-bangunan Ibukota yang masih berdiri kokoh.
"Hanya terlihat beberapa ekor dari puluhan ribu Prajurit yang di tugaskan menghancurkan Ibukota. Lihat itu !!! Mereka bahkan menghancurkan kandang sapi kecil tidak berguna itu" Lanjut Luo Yang menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil menunjuk tiga Prajurit tidak percaya bahwa Mereka adalah bagian dari pasukannya.
"Sepertinya memang aneh, apa Aku perlu memeriksanya?" Balas Yo Bang.
"Jika Kau tidak keberatan, maka periksalah, Aku akan bersenang-senang terlebih dahulu dengan Mereka" Jawab Lou Yang melihat ke arah tiga Tetua Sekte Bambu Kuning.
__ADS_1
"Baiklah, Aku akan segera menyusulmu untuk bersenang-senang. Mengalahkan Mereka bertiga" Balas Yo Bang menunjuk Hua Meng, Kie Rung, dan Shi Tong yang mungkin sudah membunuh sampai puluhan ribu Prajurit Istana, kemudian melesat pergi melihat kondisi wilayah Ibukota.
Yo Bang menyangka bahwa salah satu dari tiga Orang yang Dia tunjuk itulah yang paling bersenang-senang karena telah banyak membunuh. Dia tidak mengetahui masih ada Han Zhie yang sudah lebih banyak membunuh Prajurit Mereka dan mulai terbiasa menikmati pembantaian yang sedang Han Zhie lakukan.
Kaisar bersama yang lainnyapun telah tiba. Kedatangannya menghentikan beberapa Prajurit musuh yang mengejar Prajurit Istana yang terlihat banyak yang sudah berlarian menuju Gerbang Istana untuk berlindung. Dia meminta Ayah dan Pasukan Klan Mo membantu murid-murid bertopeng emas dan perak menghadapi Kalajengking raksaksa yang terus mengamuk dan membunuh.
Mereka kemudian membantu beberapa Patriark Klan dan Tetua tersisa, begitupun dengan Shau Liu dan Tetua Cheng dan para Prajurit yang dengan sisa-sisa tenaga Mereka masih tetap bertahan. Mereka semua sudah sangat terpojok dan terkepung oleh banyaknya Prajurit musuh. Dengan datangnya Kaisar dan yang lainnya, Merekapun di suruh untuk beristirahat dan memulihkan diri memasuki Istana. Kaisar juga menyuruh Mereka lekas pergi dari sana untuk menyelamatkan diri.
"Apa Kalian menginginkan Kekuasaan? Aku tidak butuh itu ambilah itu dan biarkan Mereka yang tidak berdosa untuk pergi" Teriak Kaisar kepada Luo Yang, Hua Meng, Kie Rung, dan Shi Tong mengetahui Merekalah sebenarnya yang patut di perhitungkan tidak mempedulikan Su Kong dan Patriark lain.
"Mereka boleh pergi asal Kau menyerahkan nyawamu kepadaku" Balas Su Kong lantang. Membuat Patriark, Tetua waspada dan mengelilingi Kaisar, berusaha melindunginya.
"Aku tidak berbicara denganmu, Aku berbicara dengan Mereka" Jawab Kaisar menunjuk Luo Yang, Hua Meng, Shi Tong, dan Kie Rung.
"Banyak omong sekali Dia" Gumam Luo Yang memaki Su Kong.
"Serang Orang-orang itu" Lanjutnya memerintah Hua Meng dan anak buahnya yang lain menyerang Kaisar dan lainnya.
"Serangggggg" Teriak Hua Meng lantang.
Kali ini pasukan Sekte Pedang Iblis dan Kalajengking Merah di kerahkan semua. Luo Yang ingin cepat-cepat menyelesaikan peperangan yang sudah sangat membosankan baginya melihat Orang-orang Pendukung Kaisar sangat lemah.
Luo Yang menyuruh beberapa Tetua Sekte Pedang Iblis, Tetua Sekte Kalajengking Merah dan beberapa Pasukan Mereka menuju ke Istana Kekaisaran untuk menghancurkannya. Mereka kemudian terbang ke arah Istana tanpa ada siapapun yang menghalanginya.
__ADS_1
Lou Yang kemudian tanpa banyak bicara menyerang tiga Tetua Sekte Bambu Kuning sekaligus. Tiga Tetua yang bukan tandingan Luo Yangpun mengeroyok Luo Yang.
Bersamaan dengan hal itu Hua Meng, Kie Rung, Shi Tong, dan beberapa Patriark, Tetua juga melesat ke arah Kaisar menghadapi siapapun yang mau bertarung dengan Mereka. Begitupun dengan Prajurit Mereka yang kembali menyerang Prajurit Kaisar.
Su Kong dan Xiang Yu yang masih bingung entah mau di bawa kemana arah Pemberontakan oleh Luo Yang dan Yo Bang tidak banyak berkata-kata dan menyerang Kaisar. Tetapi langkah Mereka di halau oleh dua Jenderal yang berada di sisi kanan dan kiri Kaisar dan Merekapun melawan Jenderal tersebut.
Jumlah yang tidak seimbang dan musuh yang jauh lebih kuat kembali membuat Mereka terdesak mundur. Tiga Tetua Sekte Bambu kuning yang sangat kuat pun tampak kualahan menghadapi Luo Yang meskipun Mereka mengeroyoknya.
Kaisar juga kualahan mendapat serangan bertubi-tubi dari Hua Meng. Tidak ada yang membantunya, karena semua sibuk dengan lawan Mereka masing-masing.
Sejak awal Kaisar memang meminta agar Pendukungnya tidak perlu memaksakan diri untuk melindungi Istana, tetapi Mereka bersikeras, sehingga meskipun harus mati, Mereka bertekad akan mati dengan satu atau beberapa musuh yang juga harus mati bersama Mereka.
Bersamaan dengan Pihak Kaisar yang terus menerus mundur dan terdesak, tiga Kalajengking raksaksa sekarang dapat dengan leluasa memasuki Gerbang Istana dan membunuh siapapun yang berada di dekatnya.
Fuhhhhhh
Mulutnya mengeluarkan api dan puluhan Prajurit biasa yang formasi pelindung mereka tidak mampu menghalau api, terpanggang hidup-hidup.
Beberapa Prajurit Sekte Kelelawar hitam dan tanduk api melompat ke udara kembali ke tunggangan Mereka masing-masing. Bersamaan dengan Kalajengking-kalajengking yang akan memporak-porandakan Istana, Mereka juga akan membombardir Istana.
Dan seketika kekacauan tidak hanya di luar Gerbang Istana, tetapi juga di dalam Istana, api berada di mana-mana membakar Bangunan-bangunan megah dan juga Gerbang Istana.
Peperangan ratusan ribu musuh dan ratusan ribu pihak Istana terus berlangsung di dalam dan di luar Istana.
__ADS_1
Beberapa Tetua Sekte Pedang Iblis dan Sekte kalajengking Merah membombardir bangunan-bangunan Istana, di susul oleh tiga kalajengking raksaksa yang menghanguskan apapun yang berada di depannya.