Pendekar Pedang Hantu Kematian

Pendekar Pedang Hantu Kematian
Luka Patriark Wan Ming


__ADS_3

Han Zhie kemudian mendekat ke arah Biksu Agung Li Yao dan Patriark Wan Ming.


"Apa Kalian baik-baik saja?" Tanya Han Zhie kepada Mereka.


"Kami baik-baik saja Anak muda, hanya saja Saudaraku tampaknya terluka parah" Jawab Biksu Agung Li Yao.


"Ngomong-ngomong terimakasih karena sudah membantu Kami" Sahut Wan Ming.


"Tidak masalah, Aku hanya kebetulan lewat dan melihat Kalian berdua" Balas Han Zhie.


Mereka bertiga kemudian duduk beristirahat di hutan pinggiran sana. Biksu Agung Li Yao berusaha mengobati Luka-luka di tubuh Wan Ming, sementara Han Zhie membakar Seekor Kelinci yang sebelumnya di tangkap oleh Patriark Wan Ming.


Beberapa minggu yang lalu, Wan Ming terluka oleh Seekor Rubah berekor sembilan yang akhirnya berhasil Dia kalahkan. Wan Ming tergigit Rubah yang giginya sangat tajam di bagian pantatnya. Sejak saat itulah tubuhnya sering merasakan lemah dan kehabisan tenaga dalam, terkadang dari bekas gigitan rubah itu Wan Ming merasakan sakit yang menjalar ke semua bagian tubuhnya. Hal itu pula yang membuatnya tiba-tiba lemah saat sedang melawan Beast Harimau barusan.


"Kenapa Kau terluka di bagian pantat seperti itu, Aku sedikit geli ingin melihatnya" Ujar Biksu Agung Li Yao.


"Sudahlah biksu Agung, Aku tidak apa-apa, sepertinya bekas gigitan Rubah itu hanya sedikit membesar" Balas Wan Ming.


"Bolehkah Saya melihatnya Patriark?" Tanya Han Zhie sudah mengetahui kalau Mereka berdua adalah Patriark dan Biksu Agung dari Sekte dan Kuil salah satu dari Aliansi Perdamaian.


"Tuan muda, sudah jangan hiraukan Dia. Mari makan terlebih dahulu" Sahut Biksu Agung Li Yao.


"Tuan Muda bisa melihatnya nanti" Lanjutnya di anggukkan oleh Han Zhie dan Wan Ming.


Biksu Agung kemudian menceritakan tentang Wan Ming yang bersikeras menolak meminta bantuan Matriark Sekte Tujuh Bidadari. Selain sangat hebat, Matriark Sekte Tujuh Bidadari yang bernama Qian Ning tidak tabu di dunia pengobatan, racun, dan sihir.


Matriark Qian Ning pasti mampu mengobatinya. Tetapi karena gengsi dan harga diri Patriark Wan Ming, membuatnya masih terus bersikeras tidak mau meminta bantuan Matriark Qian Ning.


"Apa maksud Biksu Agung Aku harus memperlihatkan pantatku pada Matriark Qian Ning? Lebih baik Aku memperlihatkannya pada Biksu Agung yang sangat Aku hormati" Ucap Wan Ming yang mendengarkan Biksu Agung menceritakan dirinya.

__ADS_1


"Sebenarnya percuma saja Kau memperlihatkannya padaku, Aku hanya penasaran seperti apa bekas gigitan itu, Aku juga tidak bisa menyembuhkan luka dari Rubah berekor sembilan itu" Jawab Biksu Agung.


"Kau memang lebih baik segera meminta bantuan Matriark. Menurunkan harga dirimu tidak membuat kehormatanmu turun" Lanjut Biksu Agung.


"Ya ya tapi mau di taruh dimana mukaku? Hanya Rubah berekor sembilan saja membuat Patriark Sekte Naga Langit yang terhormat terluka seperti ini. Matriark Ning pasti akan menertawakanku" Jawab Wan Ming membuat Biksu Agung dan Han Zhie sedikit tertawa mendengar Patriark Wan Ming tidak mau menemui Matriark dan masih mencari-cari tabib lain yang mungkin bisa menyembuhkannya.


"Kalau sudah tidak ada jalan lain, terpaksa Aku akan meminta bantuan Matriark Ning" Lanjut Wan Ming.


"Ya Sudah terserah Kau saja" Balas Biksu Agung Li Yao.


"Jika tidak keberatan, bolehkah Aku melihatnya sekarang Patriark?" Sahut Han Zhie setelah Mereka selesai makan daging Kelinci.


"Ya boleh-boleh saja kalau Tuan Muda bersikeras dan tidak apa-apa akan hal itu" Jawab Wan Ming kemudian menjauh dari Biksu Agung karena menghormatinya dan tidak ingin memperlihatkan pantatnya di depan Biksu Agung.


Tidak beberapa lama Han Zhie dan Wan Ming kembali ke tempat Biksu Agung setelah Han Zhie melihat luka bekas gigitan Rubah itu. Han Zhie sudah memeriksa dan setengah jalan mengobati bekas luka itu dengan sebuah mantra penyembuhan. Dia juga mengetahui obat untuk menghentikan luka gigitan rubah menjalar ke seluruh bagian tubuh dalam Patriark Wan Ming yang membuatnya sering tiba-tiba merasa sakit dan lemah kehilangan tenaga dalam.


Han Zhie memiliki bahan obat untuk luka gigitan yang Dia panen di sebuah Pulau saat menuju ke Daratan tengah. Saat melawan Beast Kepiting raksaksa di laut, Beast itu terluka dan melesat kabur ke sebuah Pulau. Han Zhipun mengejarnya dan ternyata di Pulau itu banyak tanaman-tanaman obat yang sangat langka. Han Zhipun girang dan mengambil sangat banyak tanaman-tanaman obat ataupun herbal.


"Parah, Aku baru setengah jalan membantu" Jawab Han Zhie meskipun baginya luka seperti itu biasa-biasa saja karena masih banyak penyakit dan gejala aneh yang Han Zhie ketahui lebih berbahaya dari itu.


"Tapi kalau Patriark Wan Ming akan meminta bantuan kepada Matriark Sekte Tujuh Bidadari juga tidak masalah, Aku akan menghentikan mengobatinya" Lanjut Han Zhie sedikit meledek membuat Biksu Agung Yao tertawa kecil.


"Tidak, tidak,,, untuk apa Aku ke sana jika Tuan Muda bisa menyembuhkanku" Balas Wan Ming.


"Bagaimana dengan Obatnya? Apa Tuan Muda akan membuatnya sekarang?" Lanjut Wan Ming bertanya.


"Sekarang saja, lagian Aku akan melanjutkan perjalanan" Balas Han Zhie.


Han Zhie kemudian mengeluarkan bahan-bahan Obat-obatan yang akan di buatnya menjadi Pil. Dia membuatnya dengan Mantra pembentukan Pil. Bahan-bahan itu lalu bercampur dan terbakar api mantra dan tidak lama kemudian menjadi butiran-butiran Pil Obat untuk menyembuhkan luka dalam Patriark Wan Ming. Tidak sampai di situ, Han Zhie kembali mengeluarkan tanaman-tanaman Obat yang sangat langka dan memberikannya kepada Patriark Wan Ming untuk di racik sendiri menjadi Obat luar dengan menulis resep dan cara membuatnya yang mungkin tidak sembarangan Tabib bisa melakukannya.

__ADS_1


Biksu Agung Yao sejenak tertegun, tetapi Dia sudah terbiasa melihat pengobatan dari Matriark Sekte Tujuh Bidadari, hanya saja Teknik pembuatan Pil Han Zhie berbeda dan sangat aneh buat Mereka. Sedangkan Patriark Wan Ming tampak biasa karena sudah melihat Teknik penyembuhan Han Zhie di pantatnya yang juga aneh.


Biksu Agung Yao melihat Han Zhie dan sejurus kemudian Dia terhentak merasakan akan sesuatu dari Han Zhie. Biksu Agung Li Yao mencoba melihat Han Zhie dengan Teknik mata batinnya karena sedikit penasaran dengan Han Zhie.


"Tuan Muda, bolehkah Aku melihat dan memeriksa lenganmu?" Pinta Biksu Agung Yao dan Han Zhiepun membolehkannya. Biksu Agung Yao kemudian memegang dan meraba punggung telapak tangan Han Zhie dan menutup matanya, sejenak kemudian Dia melepaskannya.


"Terimakasih" Ucap biksu Agung setelah memeriksa tangan Han Zhie tanpa berkata apa-apa lagi. Han Zhiepun mengangguk dan merasa sesuatu yang membuatnya penasaran dengan Biksu Agung itu.


"Apa Biksu ini bisa melihat tanda di punggung telapak tanganku?" Tanya Han Zhie penasaran di dalam hati tetapi tidak mau bertanya lebih lanjut tentang hal itu kepada Biksu Agung karena Biksu Agung tidak mengatakan apa-apa.


"Apa Biksu Agung meramalku?" Tanya Han Zhie menyelidik walaupun tidak meyakini bahwa Biksu Agung hanya sekedar meramal.


"Maaf Tuan Muda, tidak seperti itu, Aku hanya memeriksa sesuatu dengan mata batinku. Aku akan memastikannya di Kitab tua warisan leluhur Biksu Dewa terlebih dahulu karena Aku sendiri sudah sedikit melupakan isinya" Balas Biksu Agung Yao jujur.


"Apa yang Biksu Agung Yao lihat dan rasakan dengan mata batin Biksu Agung Yao?" Tanya Han Zhie masih penasaran dan juga baru mendengar tentang Biksu Dewa.


"Aku akan memberitahukannya nanti, mungkin ini juga hanya perasaanku saja" Jawab Biksu Agung Yao.


"Baiklah kalau seperti itu. Semoga Kita bisa bertemu lagi" Balas Han Zhie bermaksud akan berpamitan pergi terlebih dahulu.


"Tunggu Tuan Muda. Bagaimana Aku membalas semua yang sudah Anda berikan ini" Sahut Patriark Wan Ming memperlihatkan Pil-pil Obat yang berada di tangannya dan tanaman-tanaman herbal di hadapannya.


"Tidak usah membalasnya, Aku masih banyak mempunyai bahan-bahan seperti itu" Jawab Han Zhie.


"Ta... Tapi Tuan Muda, bahan-bahan ini pasti sangatlah langka di Kekaisaran Qing, dan harganya pasti sangat mahal, beberapa bahan bahkan Aku baru pernah melihatnya" Balas Patriark Wan Ming di anggukkan oleh Biksu Agung Li Yao.


"Tidak perlu memikirkan hal itu, lagian Aku juga memperolehnya secara cuma-cuma" Jawab Han Zhie.


"Baiklah kalau seperti itu, terimakasih atas kebaikan hati Tuan Muda" Balas Wan Ming.

__ADS_1


Biksu Agung Yao tanpa sungkan meminta Han Zhie untuk mampir ke Sektenya. Dia akan melihat Kitab yang sudah tersimpan lama miliknya. Han Zhie yang penasaran tentang apa yang di ketahui Kuil Lentera Sucipun akhirnya berjanji akan mampir ke Kuil tersebut nanti.


__ADS_2