Pendekar Pedang Hantu Kematian

Pendekar Pedang Hantu Kematian
Pemberontakan l


__ADS_3

Kaisar mengumpulkan para Patriak Sekte dan Klan Pendukung untuk membicarakan kemampuan musuh dengan Mereka. Kaisar mengizinkan Mereka untuk meninggalkan Istana Kekaisaran karena kemungkinan Mereka tidak akan mampu mempertahankan Istana. Selain kekuatan musuh yang sangat kuat, jumlah pasukan Mereka melebihi pasukan yang terkumpul di Kekaisaran. Akan tetapi, Klan dan Sekte Pendukung memilih untuk tetap mempertahankan Istana, Mereka tidak ingin menjadi pengecut dengan melarikan diri sebelum berperang meskipun Mereka harus mati, karena sudah mengetahui kekejaman Klan Su dan para Sekte aliran hitam di Kerajaan Sin Wu. Kaisarpun sangat menghargai Mereka dan berterimakasih karena Mereka mau untuk mempedulikan nasib Istana tidak seperti Sekte-sekte lain yang memilih untuk berdiam diri.


Kaisar menyuruh para Patriark yang berjaga di Gerbang Ibukota tidak perlu memaksakan diri menghadapi musuh, bergerak mundur dan membiarkan Mereka menuju ke Istana jika tidak mampu untuk menahan Mereka. Dan jika pihak Mereka tidak mampu untuk mempertahankan Istana, maka Mereka harus segera meninggalkan Istana.


Dari jarak yang sangat jauh di luar Gerbang Ibukota, kembang api menyala sangat terang.


"Apa yang Kau lakukan?" Tanya Hua Meng kepada Su Kong yang menyalakan kembang api.


"Ini sebagai tanda bahwa Kita akan memulai Pemberontakan" Jawab Su Kong di anggukkan oleh Xiang Yu.


"Tanpamu menyalakan mainan itu, Mereka juga sudah mempersiapkan diri" Balas Hua Meng.


"Sudahlah ayu Kita serang Mereka" Sahut Xiang Yu.


"Sekte hitam menyerang Ibukota dan Klan akan mencoba menerobos ke Istana. Kalian lindungi Kami dari para pengganggu" Kata Su Kong menyuruh Hua Meng dan Patriark Sekte aliran hitam.


"Kie Rung, Shi Tong ikut denganku, Kita akan menyerang dari udara terlebih dahulu" Perintah Hua Meng kepada Patriak Sekte Siluman Tengkorak dan Sekte Tanduk Api.


"Baiklah"Jawab Mereka berdua kemudian menaiki Kelelawar dan Burung raksaksa bersama pasukannya masing-masing.


Lima Tetua Sekte Bambu kuning tiba di Istana. Tanpa banyak bicara, Mereka menyuruh tiga puluh murid bertopeng emas dan tiga belas ribu murid bertopeng perak menuju ke Gerbang Ibukota mempertahankan Gerbang Ibukota. Puluhan Murid bertopeng emas dan perak kemudian melesat ke Gerbang Ibukota menaiki tongkat Mereka.


Sementara itu, warga Ibukota sudah terlebih dahulu di amankan oleh Kaisar atas bantuan pasukan dari Sekte Teratai Emas dan Sekte Seribu Lembah.


Pasukan pemanah di Gerbang Ibukota sudah bersiap melakukan pertahanan, Mereka melihat ribuan Kelelawar dan burung raksasa terbang menuju Gerbang Ibukota. Dari darat para Klan dan Sekte hitam juga sudah bergerak menuju Gerbang Ibukota. Beberapa di antaranya dari Sekte hitam menunggangi Binatang dengan tubuh badak berkepala Banteng. Setiap langkah Mereka menggetarkan lawan-lawannya.


Dari jarak lima ratus meter, ribuan tombak dengan ujung berupa tanduk menyalakan api melesat dari udara kearah Gerbang Ibukota.


Patriak Sekte Harimau Putih bersama dengan Patriak Sekte Bulan Sabit membuat formasi pelindung untuk menghalau tombak yang mengarah Gerbang Ibukota. Beberapa tombak berhasil di halau dan beberapa lainnya mampu menembus formasi pelindung dan menewaskan ratusan Prajurit Kerajaan yang sudah berjejer rapi di di balik Gerbang Ibukota.


Pasukan musuh yang bergerak dari darat mulai mendekati Gerbang, ribuan Prajurit yang sudah berjejer rapi di tembok Gerbang melesatkan panah dari busur mereka.


Wussss


Wussss

__ADS_1


Wussss


Ratusan Orang berhasil tewas terkena panah para Prajurit, sisanya meleset dan berhasil di tangkis Mereka.


"Bunga mekar berguguran"


Dari dalam Gerbang, Patriark Sekte Bunga Es Li Ningfei seperti sedang menari-nari. Ribuan Bunga berputar di atasnya membumbung tinggi ke atas seperti sebuah Pusaran angin.


Bersamaan dengan hal itu, Kedua tangan Patriark Cong Shu dari Sekte Ular Hitam di arahkan ke pusaran bunga membentuk mulut ular yang sangat besar dan ular itu menyemprotkan cairan racun berwarna hitam ke pusaran bunga yang di buat oleh Patriark Li Ningfei.


Seketika pusaran angin membuat bunga-bunga es menyatu dengan cairan racun dari Patriark Cong Shu.


Patriark Sekte Bunga Es kemudian melesatkan bunga-bunga itu dan berterbangan keluar Gerbang ke arah pasukan Sekte Kelelawar hitam.


"Kie Rung, bereskan itu" Ujar Hua Meng dari atas Kelelawar raksaksa.


"Hembusan Badai level sepuluh"


Kie Rung membuat angin yang sangat besar berhembus ke arah Gerbang.


Bunga-bunga es beracun terbawa angin akan kembali ke empunya.


Patriark Li Ningfei yang melihat bunga-bunganya kembali, melompat ke arah tembok Gerbang.


"Bunga mekar berguguran"


Ia kembali membuat ribuan bunga es dan mengarahkannya ke bunga-bunga es beracun yang kembali ke arah Mereka.


Bunga-bunga es itu saling bertabrakan dan berjatuhan hancur mengenai Prajurit musuh yang menyerang dari bawah.


Ratusan Prajurit musuh terkena serpihan-serpihan bunga es beracun dan tidak berapa lama tubuh mereka berjatuhan dan Mereka meronta-ronta kesakitan panas dingin setelah tubuh Mereka terkena racun dari Patriark Cong Shu yang sangat mematikan.


Hua Meng mengepakkan sayap Kelalawar raksaksanya, seketika kelelawar-kelelawar kecil muncul di balik sayap Kelalawar raksaksa. Kelelawar-kelelawar itu melesat ke arah leher Prajurit Pemanah.


Jdorrrr

__ADS_1


Jdorrrr


Jdorrrr


Seketika ribuan pemanah meledak bersama dengan kelelawar-kelelawar yang menabrak masuk ke perut Mereka melewati kerongkongan.


"Serang!!!!" Teriak Su Kong menyuruh Prajurit Klan dan Sekte aliran hitam pendukungnya mendobrak Gerbang Ibukota.


Cong Shu, Patriak Sekte Ular Hitam menapakkan tangannya di tanah di balik Gerbang Ibukota. Ia mengeluarkan Ular-ular kecil dan seketika Ular-ular itu masuk ke dalam tanah.


Di depan Gerbang Ibukota ribuan ular kecil milik Cong Shu muncul dari dalam tanah. Seketika ribuan musuh di barisan depan tergigit kakinya dan tewas terkena bisa racun yang sangat mematikan.


Xiang Yu yang tidak berada jauh di belakang Mereka bersama dengan Su Kong, Patriark Klan, dan Sekte hitam mengeluarkan api dan menghanguskan Ular-ular kecil bersama dengan Prajurit Mereka yang tergigit.


Ribuan Prajurit di belakang Mereka kembali bergerak untuk mendobrak Gerbang Ibukota.


Dari atas udara Patriark Kelelawar hitam, Patriark Tanduk Api, dan Patriark Siluman Tengkorak menghalangi pergerakan Patriak di Tembok Gerbang Ibukota yang akan berusaha menghalau Mereka.


Ribuan Tombak dengan ujung tanduk menyala api dari pasukan Sekte Tanduk Api kembali melesat masuk ke dalam dari atas Tembok Gerbang Ibukota.


Langkah Patriark Sekte Harimau Putih, Wan Xie yang akan membuat formasi pelindung terhalang oleh beberapa Tetua Sekte Tanduk Api yang melesat ke atas tembok Istana dari atas Burung raksaksa. Ribuan Pasukan Kekaisaran kembali berjatuhan tewas di dalam Gerbang tertusuk ribuan tombak api.


Dari bawah ribuan Pasukan pemberontak berhasil mendobrak Gerbang Ibukota.


Srakkk


Srakkk


Srakkk


Dari balik Gerbang setelah berhasil di dobrak, puluhan jarum di lesatkan Tetua Cheng tidak terlihat dan beberapa berhasil menancap di leher Pasukan musuh di barisan depan, seketika Mereka tidak bisa bergerak. Bersamaan dengan jarum-jarum Tetua Cheng, puluhan sabit juga melesat dari Pasukan Sekte bulan Sabit memenggal Kepala puluhan Orang di barisan depan yang sudah tidak bisa bergerak.


Tetua Cheng terus mengulanginya bersama dengan pasukan Sekte Bulan Sabit dan ribuan pasukan musuh berhasil di tewaskan dengan badan terpisah dari kepalanya.


Langkah Mereka terhenti ketika beberapa Patriark dan Tetua musuh dari bawah melompat ke atas tembok membantu menghadapi Patriark dan Tetua Pendukung Kekaisaran dan sisanya melompat ke dalam Gerbang menghadapi Patriark dan Tetua Sekte Pendukung di dalam Gerbang.

__ADS_1


Peperanganpun pecah antara ratusan ribu pasukan Kekaisaran melawan pasukan Pemberontak di dalam Gerbang Ibukota.


Pihak Kekaisaran terus terdesak mundur sambil terus bertempur melawan para Pemberontak yang jumlahnya juga tidak sebanding.


__ADS_2