Pendekar Pedang Hantu Kematian

Pendekar Pedang Hantu Kematian
Pelelangan ll


__ADS_3

"Memang Tuan, selain di buat oleh Alkemis tingkat tinggi, Pil itu di buat dari bahan yang sangat langka di Kekaisaran. Di Paviliun sendiri Pil-pil itu jumlahnya terbatas" Jawab Penjaga.


"Memangnya kenapa Adik Zhie? Kau ingin membelikannya untuk Kakak Mei juga?" Tanya Lin Mei mengharap.


"Kenapa Aku harus membelikannya untukmu" Ucap Han Zhi kemudian mengeluarkan beberapa Pil dan memamerkannya kepada Lin Mei


Wusss


Seketika di tangannya banyak Pil kemudian menghilang lagi.


"Adik Zhie, cepat beri Aku beberapa Pil itu" Pintanya


Han Zhie tidak menghiraukannya.


"Adik Zhie yang tampan dan baik, Ayu beri sedikit Kakak Mei yang baik hati ini" Pintanya merayu dan merengek, sama tatkala Han Zhie merayu dan merengek meminta sesuatu di Pasar seperti anak kecil.


"Tidak.. Tidak.. Aku akan membuangnya nanti" Balas Han Zhie meledek.


Merekapun menghentikan keributannya karena barang yang Mereka nantikan sudah di mulai. Panah Pusaka di awali dengan harga Lima juta koin emas.


"Emam juta koin emas" Tawar Seseorang Wanita berdada besar yang terlihat seperti Seorang Bangsawan dari lantai atas.


"Enam juta lima ratus ribu koin emas" Balas salah satu Tetua Sekte meninggikan harganya.


"Tujuh juta koin emas" Ucap Wanita berdada besar tidak mau kalah.


"Adik Zhie" Gumam Lin Mei.


"Tawar saja, Adik yang kaya ini tidak tega dengan rengekan Kakak Mei yang seperti bayi hahaha" Balas Han Zhie.


Lin Mei dengan sedikit ragu-ragu mengangkat tangannya.


"Sepuluh juta koin emas" Ucapnya.


"Heh. Dia menawarnya tujuh Juta, kenapa langsung 10 Juta" Gumam Han Zhie


"Sudah Kau diam saja" Balasnya.


"Cihhh.. Siapa gadis itu? Berani sekali menantang Nona Bangsawan sepertiku" Gumam Wanita berdada besar.


"Sebelas Juta koin emas" Lanjutnya meninggikan harga.


"Kalau tidak salah Laki-laki di sampingnya itu Peserta Turnamen yang mewakili Kerajaan Nona Muda. Aku melihatnya sangat akrab dengan Pangeran" Ucap Orang Tua berbisik kepada Wanita Bangsawan yang merupakan Pengawalnya.


"Apa? Mereka dari Kerajaan? Baiklah Aku tidak berani menyinggung Mereka" Gumam Wanita bangsawan itu.

__ADS_1


"Dua belas juta koin emas" Ucap salah satu Tetua Sekte.


"Lima belas Juta" Balas Lin Mei lebih tinggi darinya.


Tidak ada yang berani menawarnya kembali, sehingga Lin Mei memenangkan Panah Pusaka. Lin Mei sangat senang dan berterima kasih kepada Han Zhie.


"Adik Zhie, Gadis di sana sepertinya memperhatikanmu, hati-hati jangan tergoda olehnya, sepertinya Dia gadis matre" Balas Lin Mei menyadari kalau Xhio Li dan Tetua sektenya memperhatikan Mereka berdua.


"Tidak perlu Kau beritahu, bahkan mataku jauh lebih awas darimu. Sebenarnya, bukan Mereka yang harus Aku waspadai, tapi Kakak Mei yang dari tadi terus menggodaku" Umpatnya.


"Cihh. Dasar Adik sialan, bukannya berterima kasih atas nasehatku" Balas Lin Mei.


"Hehe Iya Kakak Mei yang cantik, maafkan Adik yang tampan ini" Balas Han Zhie.


"Tidak, Aku tidak akan memaafkanmu" Balasnya memasang muka kesal.


"Haha Tidak perlu memasang wajah seperti itu, Aku tahu Kau mau meminta Pil dengan wajah kesal itu" Gumam Han Zhie.


"Hahaha Kau tahu saja Adik Zhie, tidak mudah membohongimu ternyata" Balas Lin Mei.


Tidak terasa lelang sudah berakhir dan dua Gulungan Teknik Suci milik Han Zhie menghasilkan uang tiga puluh satu juta koin emas.


Han Zhie, Lin Mei dan Penjaga memasuki ruangan khusus untuk mengambil Panah Pusaka.


Han Zhie tampak begitu senang memiliki banyak uang, begitupun dengan Lin Mei yang di belikan Pusaka oleh Han Zhie.


Han Zhie dan Lin Mei kemudian meminta Pengelola Paviliun untuk mengantar Mereka ke Paviliun Senjata dan Armor. Dia mengutarakan ingin membeli Cincin dimensi.


Pengelola Paviliun tentu dengan senang hati melayani Han Zhie, Ia memperlihatkan berbagai macam barang yang Paviliun miliki.


Sayangnya, Han Zhie hanya ingin membeli cincin dimensi. Ia membeli Dua buah Cincin Dimensi seharga 5 juta koin emas.


Cincin dimensi merupakan sebuah cincin yang dapat menyimpan berbagai macam barang seperti ruang dimensi Han Zhie.


Han Zhie kemudian memberikan satu Cincin dimensi ke Lin Mei lalu Ia mengeluarkan Dua juta koin emas dan berbagai macam Pil pemulihan dan Pil kultivasi dari ruang dimensinya.


Pengelola melototkan matanya melihat berbagai macam Pil pemulihan dan Pil Obat yang di keluarkan oleh Han Zhie, begitupun Lin Mei tidak menyangka Pil milik Han Zhie lebih banyak dari perkiraannya.


Han Zhie menyuruh Lin Mei memasukkannya ke dalam Cincin dimensi yang Ia berikan ke Lin Mei. Mengetahui semua yang Han Zhie keluarkan untuknya, Lin Mei sangat senang dan bahagia kemudian memasukkan semua ke dalam Cincinnya beserta panah yang Ia dapatkan.


Lin Mei mengerutkan keningnya saat Han Zhie berkata bahwa itu semua untuk Lin Mei dan Feng Gun.


"Ya, itu untuk Kak Mei dan Kak Gun" Ucap Han Zhi.


"Baiklah baiklah terserah Kau saja" Balas Lin Mei lalu tersenyum tipis tapi terlihat licik.

__ADS_1


Han Zhie menggelengkan kepalanya, Ia tahu akan maksud senyum gadis di depannya itu. Lin Mei pastilah akan membuat Feng Gun merengek-rengek untuk meminta jatahnya.


Han Zhie kemudian memindahkan 60 juta koin emas ke dalam cincin yang satunya lagi dan pergi dari Paviliun bersama Lin Mei.


Mereka berdua tampak bahagia di perjalanan menuju kediaman Walikota. Sesekali Mereka bercanda dan pastinya saling meledek.


Sudah puluhan kali Lin Mei memamerkan cincin dimensinya kepada Han Zhie berkata cincin itu berisi uang dan barang berharga, Han Zhie hanya kesal dan mengumpat.


Tidak berapa lama Mereka melewati sebuah tempat makan. Karena Mereka lapar, Merekapun akhirnya memutuskan untuk makan di tempat itu.


Mereka masuk ke tempat itu yang ternyata di dalamnya sudah penuh. Mereka memandangi sekitar dan melihat kursi yang kosong yang ternyata tepat di meja Xhio Li dan tetua sektenya.


Ia dan Lin Meipun menghampiri Mereka untuk duduk bersama, Xhio Li dan Tetua sekte yang ternyata bernama Kun Bai mempersilahkan Mereka.


"Salam Tetua, bolehkah Saya duduk bersama Tetua, kebetulan Semua tempat duduk sudah penuh" Han Zhie memberi salam kepada Kun Bai dan Xhio Li.


"Oh Tuan Muda,Silahkan duduk... senang bertemu denganmu" Balas Kun Bai menghormati Han Zhie karena menganggap Han Zhie orang yang penting di Kerajaan. Xhio Li merasa aneh dengan sikap Tetua yang menghormati Han Zhie karena belum mengetahui kalau Han Zhie merupakan Perwakilan Kerajaan.


"Baik Tetua, Terima kasih" Ucap Han Zhie


"Mohon jangan panggil Tuan Muda, panggil saja Han Zhie" Lanjutnya.


"Baiklah Saudara Zhie, Saya Kun Bai dan Ini murid terbaik dari Sekte Kami, Xhio Li" Balasnya memperkenalkan dirinya dan juga Xhio Li.


"Oh Iya ini... " Belum sempat Han Zhie menyelesaikan perkataannya untuk memperkenalkan Lin Mei, Lin Mei sudah memotongnya.


"Aku Lin Mei" Ucap Lin Mei sambil menonjolkan bagian tubuhnya, berusaha memamerkan sesuatu kepada Xhio Li.


Kun Bai dan Xhio Li hanya menelan ludahnya melihat kelakuan Lin Mei. Merekapun melanjutkan makan makanan yang sudah di pesan.


"Oh ya Tetua, Aku lihat Kalian berdua selalu memperhatikan kita saat di Paviliun, apakah Aku salah?" Tanya Han Zhie penasaran dengan Mereka berdua.


"Ah itu,, maaf Saudara Zhie, Kami hanya penasaran saja kepada Saudara Zhie" Balas Kun Bai.


"Aku hanya orang biasa dari Desa Pelangi yang kebetulan bertemu dengan Pangeran Ho, kekuatanku tidak seperti yang Kalian kira, itu hanya karena Aku sering berlatih, Kurasa Kalian penasaran dengan tingkat Kultivasiku" Balasnya.


Tetua menganggukkan kepalanya, Ia juga sudah mendengar bahwa Han Zhie merupakan Tukang sapu, tapi baginya Han Zhie bukanlah Seseorang yang harus di remehkan. Mereka kemudian Pergi bersama karena kebetulan Penginapan Mereka searah dengan kediaman Walikota.


Di perjalanan Han Zhiepun mengetahui kalau Xhio Li sangat bersemangat menjadi juara Pertama karena menginginkan gulungan Teknik Suci. Han Zhie juga ribut dengan Lin Mei setelah Kun Bai bertanya tentang hubungan Mereka. Lin Mei terus menerus menggoda dan mengaku sebagai kekasihnya meskipun Han Zhie bersikeras menentangnya.


Mereka kemudian berpisah di tempat Penginapan Tetua Bai dan Xhio Li.


Sesampainya di kediaman Walikota, Han Zhie dan Lin Mei memasuki kamar masing-masing.


Di kamar Han Zhie mengeluarkan Bahan-bahan yang masih sangat banyak untuk membuat Pil-pil Kultivasi dan Pemulihan yang berencana akan Ia jual di Paviliun Bambu Kuning.

__ADS_1


__ADS_2