
Beberapa hari setelahnya, penjagaan di Sekte semakin intens. Han Zhie dengan mata kirinya melihat rombongan pasukan di kejauhan sepuluh kilometer menuju Sekte, begitupun dengan Pasukan elit Sekte yang sudah di sebar untuk memata-matai gerakan Mereka.
"Lapor Patriak, jumlah Pasukan musuh kurang lebih sekitar tujuh belas ribu. Dari pengamatan Kami, Mereka dari Sekte Mawar Hitam, Sekte Kepala Ular, dan Sekte Lembah Neraka, jarak mereka sekitar sembilan Kilometer dari Sekte" Ucap Tetua Cheng yang memimpin pasukan elit.
"Baiklah, Mari kita sambut Mereka, jangan biarkan Mereka melewati Gerbang Sekte" Balas Patriak Liang Feng.
"Min Tai, Tetua Cheng, Tetua Li, Tetua Xie, Tetua Jing, Tetua Zhang, bagaimana pendapat Kalian?" Lanjut Patriak Sekte bertanya kepada Min Tai dan Para Tetua Sekte yang berkumpul di kediaman Patriak. Ia tidak begitu menganggap Han Zhie yang berada di sana juga.
"Kami sangat setuju dan selalu mengikutimu Patriak" Ucap Para Tetua Sekte.
"Bagaimana menurutmu Tuan Zhie? Kenapa Kau tidak meminta pendapatnya Saudara Feng?" Tanya Min Tai ke Han Zhie dan Patriak Liang Feng.
"Ah iya maaf maaf, bagaimana menurutmu Anak Muda?" Patriak dan Tetua Sekte mengerutkan keningnya.
Min Tai yang melihat mereka hanya tersenyum sinis
"Kita belum tahu saja kemampuan Anak Muda ini, Kita mungkin akan muntah darah jika melihatnya, jika Ia yakin tidak akan mampu, kenapa harus repot-repot ke Sekte Pedang Naga untuk membantu"Batinnya.
"Sesuai perkataan Patriak jangan biarkan Mereka melewati Gerbang Sekte, atau bangunan-bangunan ini akan rata dengan tanah" Balas Han Zhie kepada Patriak Liang Feng.
"Hanya saja jumlah musuh tiga kali lipat jumlah pasukannya. Apa Kalian mampu untuk menghalau Mereka di luar? atau hanya mengirimkan nyawa Kalian berpikir menyelamatkan bangunan-bangunan megah ini?" Lanjut Han Zhie.
"Anak Muda, jangan remehkan kemampuan Sekte Pedang Naga. Meskipun Kami harus mati, Kami tidak akan segan menjemput kematian Kami" Balas Tetua Jing sinis kepada Han Zhie.
"Maaf atas perkataanku Tetua Jing, Aku tidak bermaksud meremehkan kemampuan Kalian, hanya saja, Kitapun tidak seharusnya meremehkan Kekuatan musuh. Kalau Kalian sanggup melawan di luar sana, tidak menunggu Mereka sampai di depan Sekte, Akupun tentu sangat menyetujui dan akan turut membantu" Balas Han Zhie.
__ADS_1
"Sudahlah, sebaiknya Kita bersiap, Aku hanya tidak menyangka Jumlah Mereka tiga kali lipat dari Kita. Kita halau ke sana untuk memberi Waktu salah satu Pasukan elit melarikan diri mengamankan benda berharga milik Sekte Pedang Naga" Ucap Patriak menyela Han Zhie dan Tetua Jing.
"Apakah Patriak putus asa dan pasrah begitu saja?" Gumam Han Zhie dalam hati.
"Patriak, Apa Kalian sanggup menahan sebentar Para Tetua Aliran Hitam agar tidak menggangguku? Jika murid-murid Sekte mampu membunuh satu atau dua musuh mungkin Kita akan menang" Tanya Han Zhie kepada Patriak.
"Kalau hanya melawan satu, Kami mungkin sanggup, tetapi mungkin satu dari Kami harus melawan dua sampai tiga Tetua Sekte Aliran Hitam itu, di tambah jumlah pasukan Mereka melebihi murid-murid Sekte Pedang Naga, sangat sulit mengatakan bahwa Kita bisa menang. Kami akan mencoba menahannya. Tapi, sebenarnya apa yang akan Kau lakukan?" Balasnya.
"Bagaimana kalau kita membagi pasukan menjadi tujuh, Patriak Liang Feng, Min Tai, dan Tetua masing-masing membawa beberapa murid, menyerang dari Depan, kanan, dan kiri, sedang Aku dan pasukan elit mengurangi jumlah pasukan musuh dari belakang?" Tanya Han Zhie penuh strategi.
"Bagaimana bisa Kau dan pasukan elit akan sampai ke belakang Mereka? Bahkan Mereka tidak akan membiarkan seekor kucingpun melewatinya" Tanya Patriak penasaran dengan rencana Han Zhie, begitupun dengan para Tetua Sekte.
Min Tai hanya mengangguk-anggukan kepalanya menyetujui usul dari Han Zhie, Ia mengetahui kalau Han Zhie mugkin sudah memikirkan strategi ini beberapa hari yang lalu. Ia melihat Han Zhie membuat sebuah formasi di sebuah pohon besar tidak jauh dari Sekte Pedang Naga.
"Bagaimana menurutmu saudara Tai? apa Kau menyetujui dan mengetahui rencananya?" Tanya Patriak kepada Min Tai.
Patriak Liang Feng dan Para Tetua dengan berat hati menyetujui rencana dari Han Zhie. Han Zhie kemudian membuat mantra formasi dan memasukinya bersama beberapa pasukan elit, Mereka keluar dari sebuah batang pohon besar tidak begitu jauh di belakang pasukan musuh. Patriak, Tetua, dan Pasukan elit menelan ludahnya melihat apa yang di lakukan Han Zhie, menghilang dan muncul seperti Hantu.
"Apa itu saudara Tai?" Tanya Patriak dan Tetua penasaran.
"Entahlah Anak muda itu benar-benar misterius, bahkan Aku tidak yakin bisa mengalahkannya, bukankah Aku sudah memperingatkanmu untuk tidak menyinggungnya meskipun tidak bisa melihat Kultivasinya" Balas Min Tai.
"Dia sudah membuat pintu keluar jauh hari sebelum sampai ke sini" Lanjutnya membuat Patriark dan Tetua menelan lidahnya dengan rencana Han Zhie yang ternyata sudah di siapkan.
Patriak hanya terbatuk-batuk masih belum begitu memparcayai apa yang sudah di sampaikan oleh Min Tai.
__ADS_1
Mereka kemudian membagi murid-murid Sekte dan melesat ke arah musuh. Patriak, Min Tai menyerang dari depan, Tetua yang lainnya bergerak ke sisi kanan dan kiri musuh.
Sementara Han Zhie dan beberapa pasukan elit menunggu serangan Patriak dan para Tetua mengalihkan perhatian Tetua Sekte Aliran Hitam agar tidak mengganggu pergerakan Mereka.
Tepat di belakang Han Zhie, Yu Wuhen dan Jun Bing terlihat sedang menyaksikan musuh yang berbaris rapi siap menyerang Sekte. Mereka terkaget ketika beberapa pasukan elit dari bukit Pedang Naga dan satu orang berjubah hitam memakai cadar satu demi satu keluar dari sebuah pohon besar di depan Mereka.
Mereka kemudian menghampiri Pasukan elit.
"Hormat Senior... Bagaimana Senior bisa keluar dari balik pohon?" Tanya Yu Wuhen penasaran mengagetkan Han Zhie dan beberapa pasukan elit yang tidak melihat Yu Wuhen menghampiri Mereka.
"Oh Saudara Wu, Saudara Bing,,, Kalian sampai lebih cepat dari perkiraanku" Han Zhie menghampiri Yu Wuhen dan Jun Bing mengagetkan Mereka berdua.
"Kau... Kau Saudara Zhie. Mengapa Kalian berada di sini. Apa rencanamu bersama pasukan elit di sini Saudara Zhie?" Tanya Jun Bing penasaran.
Han Zhie kemudian membahas rencananya dengan Yu Wuhen dan Jun Bing. Merekapun akan membantu menyerang dari belakang sesuai dengan rencana Han Zhie.
Beberapa waktu kemudian Patriak dan Tetua Sekte sudah berada tidak jauh di depan musuh, Para Tetua bergegas ke samping kanan dan kiri.
Musuh terhentak kaget serangan Mereka sudah di sadari oleh Sekte Pedang Naga, dan sekarang Pasukan Sekte Pedang Naga bergerak menghalau Mereka untuk sampai di Sekte.
"Mereka sudah tau lebih cepat ternyata. Tapi bisa apa Mereka? Tinggal menunggu kehancuran saja" Ucap Patriak Sekte Mawar Hitam Zung Po.
"Hahaha betul-betul Mereka ingin lebih cepat mati ternyata. Bentuk enam Kelompok. Serangggggg" Ucap Tetua Sekte Kepala Ular Chong Pau. Enam kelompok tersebut masing-masing di ketuai oleh dua sampai tiga orang, baik Patriak atau Tetua Sektenya.
Shan Long yang merupakan Patriark Lembah Neraka dan Pemimpin penyerangan hanya mengikuti Chong Pau. Baginya sama saja, Sekte Pedang Naga akan hancur.
__ADS_1
Sementara di belakang pasukan Sekte aliran hitam, Han Zhie sedang bersiap-siap untuk menyerang.
"Baiklah. Sudah saatnya, sesuai rencana, Kalian tunggu dulu di sini, biar Aku lebih dulu menyerang, membuat panik dan memporak poranda barisan Mereka" Ucap Han Zhie kepada Yu Wuhen, Jun Bing, dan Pasukan Elit Pedang Naga.